KBLI adalah singkatan dari Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia, yaitu daftar kode yang dipakai untuk menggolongkan kegiatan ekonomi di tanah air.
Begitu kamu mendirikan badan usaha atau mengurus izin, kode ini langsung diminta. Sayangnya, banyak pemilik usaha memilihnya dengan terburu-buru.
Hasilnya bisa panjang: izin tersendat, data pajak tidak cocok, dan akta harus diubah lagi.
Jawaban singkatnya begini. KBLI adalah standar resmi buatan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menentukan jenis usahamu di mata negara, sekaligus kewajiban hukum yang mengikutinya.
Aturan terbarunya ialah KBLI 2025 menurut Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025, yang sudah menggantikan KBLI 2020.
Sebagai praktisi hukum, saya punya catatan sendiri. Banyak klien menganggap kode KBLI cuma isian formulir.
Menurut saya, anggapan itu keliru. Satu kode yang salah bisa merembet ke akta, izin, sampai laporan pajak.
Pengertian KBLI Adalah Standar Klasifikasi Usaha dari BPS
Secara resmi, KBLI adalah pengelompokan aktivitas ekonomi penghasil barang dan jasa ke dalam jenis lapangan usaha tertentu. BPS menyusunnya sebagai acuan nasional.
Instansi pemerintah dan pelaku usaha memakai acuan yang sama supaya data tetap seragam. Pembaruan terakhir terbit pada Desember 2025.
BPS mengundangkan Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 pada 18 Desember 2025, dan aturan itu mencabut Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang KBLI 2020.
Alasannya jelas. BPS ingin KBLI selaras dengan standar internasional ISIC Revisi 5.
Bentuk kodenya cukup mudah dikenali. Setiap kode memuat lima digit angka, dengan huruf kategori di depannya.
Kategori usaha sekarang berjumlah 22, yaitu huruf A sampai V. Pada KBLI 2020, jumlahnya 21 kategori dari A sampai U.
Makin panjang digitnya, makin spesifik pula kegiatan yang tercakup.
Baca Juga: Izin Pemanfaatan Air Tanah untuk Usaha: Syarat dan Cara Mengurusnya
Fungsi KBLI bagi Perizinan dan Legalitas Usaha
Kode KBLI terpakai di banyak urusan. Berikut fungsi utama yang perlu kamu tahu:
- Menentukan maksud dan tujuan usaha. Notaris menuliskan kode ini dalam akta pendirian, lalu Kementerian Hukum mencatatnya di sistem AHU.
- Menjadi dasar perizinan berusaha. Sistem OSS menilai tingkat risiko, jenis izin, dan persyaratan dari kode yang kamu pilih, sesuai PP Nomor 28 Tahun 2025.
- Menjadi acuan KLU pajak. Ditjen Pajak merujuk KBLI saat menyusun klasifikasi lapangan usaha Wajib Pajak.
- Memengaruhi peluang kerja sama dan tender. Banyak instansi mencocokkan kode usaha rekanan dengan pekerjaan yang mereka tawarkan.
- Mendukung statistik nasional. Pemerintah memakai datanya untuk menyusun kebijakan ekonomi.
Jadi, hampir semua urusan kepatuhan usaha bersinggungan dengan kode ini.
Salah sedikit saja, dampaknya terasa di banyak tempat sekaligus.
Wajib Pajak pun perlu mengecek apakah KLU yang terdaftar di sistem DJP masih sesuai dengan KBLI 2025.

Perubahan KBLI 2025 dan Masa Transisinya
KBLI 2025 memecah banyak kegiatan usaha menjadi kode yang lebih rinci. BPS juga menambahkan aktivitas ekonomi baru, misalnya usaha konten kreator.
Platform digital kini digolongkan menurut sektor yang mereka perantarai. Hubungan antara kode lama dan kode baru terbagi dalam tiga pola:
- One to one. Satu kode lama berubah menjadi satu kode baru.
- One to many. Satu kode lama pecah menjadi beberapa kode.
- Many to one. Beberapa kode lama menyatu menjadi satu kode.
Untuk membantu transisi, BPS merilis tabel konversi KBLI 2020 ke KBLI 2025.
Penerapannya diatur lewat Surat Edaran Bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Hukum, dan BPS.
Kabar baiknya, izin yang terbit sebelum KBLI 2025 diterapkan tetap berlaku.
Meski begitu, ada satu hal yang perlu dicatat.
Perusahaan yang sudah terdaftar di sistem AHU harus menyesuaikan KBLI lewat perubahan anggaran dasar, jika ada aksi korporasi yang mengubah maksud dan tujuan atau kegiatan usahanya.
Cara Memilih Kode KBLI yang Tepat
Memilih kode KBLI butuh ketelitian. Ikuti langkah berikut supaya pilihanmu tepat:
- Petakan kegiatan utama. Cari tahu sumber pendapatan terbesar usahamu. Rencana jangka panjang boleh menyusul.
- Cari di sumber resmi. Buka database BPS atau sistem OSS, lalu ketik kata kunci sesuai aktivitas nyata.
- Baca uraian tiap kode. BPS menjelaskan kegiatan apa saja yang termasuk dan yang dikecualikan.
- Cek tabel konversi. Kalau usahamu sudah berjalan, bandingkan kode KBLI 2020 dengan padanannya di KBLI 2025.
- Periksa persyaratan izin. Sebagian kode berisiko tinggi dan menuntut izin khusus.
- Pilih secukupnya. Cantumkan kegiatan yang benar-benar kamu jalankan atau rencanakan dalam waktu dekat.
- Tanya ahlinya. Konsultan hukum atau notaris bisa membantu sebelum akta ditandatangani.
Dengan begitu, pemilihan kode menjadi keputusan hukum sekaligus keputusan bisnis.
Tinjau ulang kodemu setiap kali usaha berkembang.
Kebiasaan kecil ini menyelamatkan banyak urusan di kemudian hari.
Kesalahan Umum dalam Memilih Kode KBLI
Di lapangan, kesalahan yang sama muncul berulang kali:
- Memilih terlalu banyak kode demi fleksibilitas, sehingga kewajiban perizinan ikut membengkak.
- Menyalin kode perusahaan lain tanpa mencocokkannya dengan kegiatan sendiri.
- Melewatkan konversi ke KBLI 2025, sehingga data AHU, OSS, dan pajak tidak sinkron.
- Mencantumkan kode yang tidak sesuai dengan aktivitas nyata, sehingga izin operasional tertunda.
Akibatnya, pemilik usaha harus menanggung biaya perubahan akta dan menunggu lebih lama.
Memilih dengan cermat sejak awal jelas menghemat waktu dan memberi kepastian hukum.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Apa perbedaan KBLI 2020 dan KBLI 2025?
KBLI 2025 punya 22 kategori, yaitu huruf A sampai V. Versi 2020 memiliki 21 kategori dari A sampai U.
Kode di versi terbaru juga lebih rinci dan selaras dengan ISIC Revisi 5.
2. Apakah izin usaha lama otomatis tidak berlaku?
Tidak. Izin yang terbit sebelum penerapan KBLI 2025 tetap berlaku.
Namun, kamu perlu menyesuaikan kode saat mengubah kegiatan usaha atau anggaran dasar.
Tidak ada salahnya mengecek tabel konversi BPS lebih awal.
3. Boleh punya beberapa kode KBLI sekaligus?
Boleh, selama kodenya sesuai dengan kegiatan nyata.
Catat juga bahwa setiap kode bisa membawa kewajiban perizinan sendiri.
Jadi, pilih hanya yang kamu butuhkan.

Kesimpulan
KBLI adalah dasar identitas hukum sebuah usaha. Kode ini menentukan isi akta, izin di OSS, sampai klasifikasi pajak.
Karena KBLI 2025 sudah berlaku, cek kode usahamu sekarang dan sesuaikan bila perlu.
Langkah yang saya sarankan sederhana: petakan kegiatan nyata, cocokkan dengan tabel konversi, lalu periksa persyaratan izinnya.
Menurut saya, pelaku usaha sebaiknya memperlakukan KBLI sebagai keputusan strategis.
Biaya konsultasi di awal jauh lebih murah daripada biaya memperbaiki akta belakangan.
Masih ragu dengan kode KBLI usahamu? Tenang, kamu tidak perlu menebak sendiri.
Klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini.
Tim kami siap membantumu.
Baca Juga: Hak Preemptive Pemegang Saham: Pengertian, Fungsi, dan Mekanismenya
Ringkasan
- KBLI adalah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia yang disusun oleh BPS.
- KBLI 2025 berlaku lewat Peraturan BPS Nomor 7 Tahun 2025 dan menggantikan KBLI 2020.
- Kode KBLI menjadi dasar akta pendirian, perizinan OSS, dan KLU pajak.
- KBLI 2025 memiliki 22 kategori (A sampai V) dengan kode yang lebih rinci.
- Izin yang terbit sebelum penerapan KBLI 2025 tetap berlaku.
- Perubahan kegiatan usaha di sistem AHU memerlukan penyesuaian anggaran dasar.
- Pilih kode sesuai kegiatan nyata dan cek tabel konversi BPS.
- Konsultasikan dengan ahli hukum sebelum menetapkan kode usaha.
Referensi
- Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.
- Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 2 Tahun 2020 tentang KBLI 2020 (dicabut).
- Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
- Surat Edaran Bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Hukum, dan BPS tentang Implementasi Penyesuaian KBLI 2025.
- Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-12/PJ/2022 tentang Klasifikasi Lapangan Usaha.
- Badan Pusat Statistik, “BPS Rilis Tabel Konversi KBLI 2020-2025”: https://www.bps.go.id/id/news/2026/04/27/897/bps-rilis-tabel-konversi-klasifikasi-baku-lapangan-usaha-indonesia-kbli-2020-2025-.html
- Sistem OSS (oss.go.id) dan AHU Online (ahu.go.id), Pemerintah Republik Indonesia.





