Day: June 11, 2023

Menampilkan semua artikel yang telah dipublikasi pada tanggal tersebut

6 Beda Yayasan dan Perkumpulan, Mana yang Cocok untuk Kegiatan Sosial?

Pendirian organisasi nirlaba seperti perkumpulan atau yayasan sering menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin melakukan kegiatan sosial atau amal. Saya mengamati kalau pemilihan antara yayasan dan perkumpulan seringkali tidak didasarkan pada pemahaman yang mendalam tentang karakteristik keduanya. Melainkan lebih kepada kebiasaan atau bahkan sekadar mengikuti tren yang ada di masyarakat. Padahal, keputusan ini bisa berdampak jangka panjang terhadap operasional organisasi, mulai dari struktur kepengurusan, mekanisme pengambilan keputusan, hingga fleksibilitas dalam menjalankan program. Saya melihat banyak organisasi yang kemudian mengalami kendala administratif atau bahkan konflik internal karena sejak awal memilih bentuk badan hukum yang tidak sesuai dengan visi, misi, dan model kerja yang mereka inginkan. Sebagai contoh, ada organisasi yang sebenarnya lebih cocok berbentuk perkumpulan karena ingin melibatkan banyak anggota aktif dalam pengambilan keputusan, namun memilih yayasan karena dianggap lebih prestisius atau lebih mudah mendapat kepercayaan donor. Akibatnya, mereka kesulitan mengakomodasi aspirasi anggota karena struktur yayasan yang memang lebih hierarkis dan terpusat pada pembina serta pengurus. Di sisi lain, saya juga menemukan kasus di mana sebuah inisiatif sosial memilih bentuk perkumpulan padahal kegiatannya murni mengelola aset untuk tujuan sosial tanpa keterlibatan anggota aktif, sehingga justru menimbulkan kompleksitas yang tidak perlu. Oleh karena itu, saya sangat meyakini bahwa edukasi tentang perbedaan mendasar antara yayasan dan perkumpulan perlu terus digaungkan. Terutama bagi para pegiat sosial, aktivis, dan siapa pun yang bermimpi memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui organisasi yang terstruktur dan berkelanjutan. Yayasan dan perkumpulan sama-sama berbadan hukum, namun keduanya berbeda dalam beberapa aspek. Yayasan adalah badan hukum yang memiliki tujuan di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan. Sedangkan perkumpulan bisa berbadan hukum, bisa juga tidak. Lalu apa saja perbedaan keduanya? Perbedaan Yayasan dan Perkumpulan Perbedaan antara yayasan dan perkumpulan dapat dilihat dari berbagai aspek penting, mulai dari dasar hukum, tujuan pembentukan, jumlah pendiri, hingga struktur organisasi dan cara pengelolaan keuangannya. Keduanya sama-sama merupakan bentuk badan hukum nirlaba, namun memiliki karakteristik dan mekanisme kerja yang berbeda dalam praktiknya. Secara umum, yayasan merupakan badan hukum yang dibentuk dengan memisahkan sebagian kekayaan pendirinya untuk tujuan sosial, keagamaan, atau kemanusiaan menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004. Meijers juga berpendapat bahwa yayasan memiliki ciri tidak adanya organisasi anggota dan tidak terdapat hak bagi pendiri/pengurus untuk memperoleh hasil dari pengelolaan yayasan. Hal ini menguatkan prinsip nirlaba dan fokus yayasan pada aset yang dikelola. Sedangkan perkumpulan adalah badan hukum (atau dapat juga tidak berbadan hukum) yang merupakan kumpulan orang didirikan untuk mewujudkan kesamaan maksud dan tujuan tertentu di bidang sosial, keagamaan, dan kemanusiaan, serta tidak membagikan keuntungan kepada anggotanya menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) (Pasal 1653-1665) dan peraturan pelaksanaannya, terutama Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang Tata Cara Pengajuan Pengesahan Badan Hukum Perkumpulan. Ahli hukum Wirjono Prodjodikoro mengemukakan bahwa perkumpulan dalam arti sempit didirikan oleh orang-orang untuk suatu keahlian, olahraga atau hobi, dan tujuan mereka tidak mencari keuntungan, melainkan untuk memperkembangkan keahlian. Berikut ini penjelasan lebih rinci mengenai perbedaan keduanya: 1. Jumlah Pendirinya 2. Tujuan Organisasi 3. Aturan Hukum yang Mengatur 4. Pengelolaan Keuangan 5. Pemilihan Pengurus dan Struktur Organisasi 6. Tanggung Jawab Hukum Baik yayasan maupun perkumpulan sama-sama memiliki status badan hukum yang sah, sehingga keduanya memiliki tanggung jawab hukum penuh terhadap kegiatan yang dilakukan. Keduanya wajib mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku, serta melaporkan aktivitasnya secara berkala kepada pemerintah daerah atau kementerian terkait. Mana yang Lebih Cocok untuk Kegiatan Sosial? Menentukan bentuk organisasi sosial yang tepat tergantung pada cara kerja dan struktur yang ingin Anda jalankan. Kalau Anda memiliki aset atau dana yang ingin dikelola untuk kegiatan sosial jangka panjang, yayasan biasanya lebih cocok. Bentuk ini sesuai bagi mereka yang ingin membangun lembaga sosial dengan sistem pengelolaan yang rapi dan profesional, misalnya untuk program beasiswa, rumah singgah, atau bantuan kemanusiaan yang berjalan terus-menerus. Dalam yayasan, keputusan biasanya diambil oleh pengurus inti sehingga prosesnya lebih cepat tanpa perlu rapat panjang dengan banyak orang. Sebaliknya, jika kegiatan sosial Anda lebih mengandalkan kebersamaan dan partisipasi banyak orang, maka perkumpulan bisa menjadi pilihan yang lebih tepat. Model ini cocok untuk komunitas, organisasi relawan, atau gerakan sosial yang ingin semua anggotanya ikut aktif dan memiliki suara dalam setiap keputusan. Sistemnya lebih terbuka dan demokratis, sehingga arah kegiatan dapat ditentukan bersama. Jadi, sebelum menentukan bentuknya, pikirkan dulu apakah kegiatan Anda lebih fokus mengelola dana atau aset untuk masyarakat luas (lebih cocok yayasan), atau ingin membangun gerakan sosial yang melibatkan banyak anggota secara aktif (lebih cocok perkumpulan). Pilihan ini akan sangat memengaruhi cara organisasi Anda berjalan dan seberapa besar dampak sosial yang dapat dihasilkan ke depan. Jika masih ragu, bisa konsultasikan pendirian badan usaha Anda bersama Legal Menjadi Pengaruh!

SELENGKAPNYA

Email Marketing Untuk Bisnis Online-mu

Email marketing masih jadi strategi pemasaran yang banyak diminati sama pengusaha, loh. Selain anggaran yang dibutuhkan minim, strategi ini juga di klaim sebagai cara yang efektif buat bangun hubungan baik dengan calon customer dan bisa menarik banyak customer buat bertransaksi. Strategi ini memudahkan kamu buat mengirim pesan promosi secara langsung ke customer. Kalo kamu tertarik buat lakuin ini, simak sampai habis pembahasan di bawah ini ya! Pengertian Email Marketing adalah strategi pemasaran digital yang dilakukan dengan mengirimkan penawaran atau promosi kepada customer menggunakan email. Meskipun terkesan kuno, tapi teknik ini masih banyak dilakukan sampai saat ini. Hal ini dikarenakan email marketing masih memberikan manfaat buat perkembangan bisnis. Beberapa manfaatnya yakni mendorong loyalitas, menjalin hubungan baik dengan customer, menumbuhkan brand awareness, dan menghasilkan prospek baru. Terdapat 2 prinsip penggunaan email dalam bisnis, yakni penggunaan email secara manual dan dengan bantuan tools. Penggunaan secara manual maksudnya adalah semua aktivitas email marketing dilakukan secara manual. Jadi, kamu input alamat email customer satu per satu. Cara ini terbilang mudah buat di praktekin, namun bakal terasa melelahkan kalo kamu punya ribuan data. Sedangkan penggunaan email marketing dengan bantuan tools adalah seluruh aktivitas email marketing dilakukan pake tools email marketing. Contohnya seperti mailchimp, getresponse, atau tools lainnya. Biasanya beberapa tools akan membutuhkan biaya kalo data pelanggan mencapai ribuan. Manfaat Email Marketing Seperti yang udah disebutin di atas, strategi marketing ini sudah bepuluh-puluh tahun digunakan. Namun, teknik marketing ini tidak pernah using. Hal ini dikarenakan ada banyak manfaat dan keuntungan yang bisa didapetin kalo kamu terapkan. Beberapa manfaatnya adalah sebagai berikut : Setiap kali kamu kirim email komersial ke customer, kesadaran atau awareness mereka terhadap brand, produk, serta layananmu bakal ikut meningkat. Secara gak langsung, ini akan bantu kamu buat jaga nama baik perusahaan atau brand-mu supaya tetap diingat. Selain brand awareness, kepercayaan dan loyalitas customer juga bakal ikut meningkat. Namun, buat mencapai tujuan ini baiknya jangan terlalu sering kirimkan pesan berupa penawaran produk. Coba buat jadwal buat kirim konten lain seperti bulletin berisi hal-hal yang mungkin akan disukai oleh customer. Email jenis ini bakal bikin mereka lebih mengenal dan percaya bisnismu. Penggunaan email sangat mudah sekali, loh. Kamu gak harus merancangnya sendiri, sekarang banyak sekali perusahaan softwareI dan penyedia jasa digital marketing yang siap bantu bisnismu. Tapi jangan khawatir, mayoritas harga layanan ini relatif terjangkau. Kamu cuma perlu siapin konten yang ingin dikirimkan dan daftar alamat email penerima. Sebelum mengirimkan email perisi pesan komersial, kamu bisa mengklasifikasikan penerima berdasarkan perilaku, minat, demografi, atau yang lainnya. Pemilihan segmentasi ini bisa memudahkan kamu buat tentukan jenis konten yang bakal kamu kirim. Selain itu, memilih segmentasi pasar juga bisa meningkatkan strategi pemasaran bisnismu. Penggunaan strategi marketing lewat email juga mudah buat diukur, karena email sendiri menyediakan laporan setiap email yang dikirimkan ke customer. Laporan ini berisi angka rasio buka email, rasio klik dan penayangan, rasio email tidak terkirim, serta rasio konversinya. Data ini bisa dijadikan tolak ukur buat tau keberhasilan strategi marketing yang bisnismu lakukan. Kumpulan data ini juga bisa dijadikan acuan evaluasi strategi marketing selanjutnya. Strategi Email Marketing Buat dapetin keuntungan yang maksimal dari marketing ini, kamu perlu lakuin strategi yang tepat. Berikut ini langkah-langkah nya : Kesimpulan Email marketing jadi strategi yang membangun hubungan bisnismu dengan customer dalam jangka waktu yang panjang. Walaupun termasuk strategi kuno, tapi strategi ini masih terbukti efektif buat dapetin customer. Kamu juga bisa pakai tools email marketing lain buat maksimalin penggunaan email marketing. Semoga artikel ini bermanfaat dan ikuti terus artikel Menjadi Pengaruh buat tau informasi tentang digital marketing lainnnya, ya! Baca Juga :

SELENGKAPNYA