
Tutorial 7 Cara Jualan di Facebook Marketplace agar Laris untuk Pemula
Kalau kamu sedang mencari platform jualan online yang gratis, mudah diakses, dan punya jangkauan pasar yang luas, Facebook Marketplace adalah pilihan paling masuk akal untuk dicoba sebelum beralih ke platform berbayar lainnya. Saya pribadi melihat bahwa masih banyak pemula yang melewatkan potensi besar platform ini karena terlanjur menganggap Facebook sebagai media sosial lama yang sudah tidak relevan. Padahal, menurut laporan Digital 2025 Indonesia, Facebook memiliki 122 juta pengguna di Indonesia per awal 2025, setara 43% dari total populasi. Sebagian besar pengguna Facebook di Indonesia berasal dari kelompok milenial usia 25 hingga 34 tahun yang mencapai 66,2 juta orang atau 38% dari total pengguna dalam negeri. Disusul kelompok usia 18 hingga 24 tahun sebanyak 46,3 juta pengguna, dan dua kelompok itulah yang menjadi segmen pembeli paling aktif di ranah belanja digital saat ini. Data yang sama menunjukkan bahwa jumlah pengguna Facebook di Indonesia meningkat sebesar 4,90 juta atau sekitar 4,2% dalam tiga bulan antara Oktober 2024 dan Januari 2025. Artinya, basis calon pembeli di platform ini terus bertambah dari waktu ke waktu. Dengan modal akun Facebook yang sudah ada dan strategi yang tepat, siapapun, termasuk pemula tanpa pengalaman berjualan sekalipun, bisa mulai menghasilkan pendapatan dari Facebook Marketplace. Apa Itu Facebook Marketplace dan Cara Kerjanya Facebook Marketplace memungkinkan pengguna untuk menjual atau membeli barang langsung melalui platform media sosial ini tanpa perlu mengunjungi situs web lain. Pengguna dapat memposting produk yang ingin dijual, menetapkan harga, dan berinteraksi langsung dengan calon pembeli. Ini menjadi nilai lebih yang signifikan bagi penjual pemula karena tidak perlu membangun toko online dari nol, membayar biaya langganan, atau menguasai teknis pembuatan website. Fitur ini lahir dari pengembangan grup jual beli yang sudah ada di Facebook sebelumnya, hingga akhirnya Marketplace resmi diluncurkan pada tahun 2016. Kini fitur tersebut sudah bisa diakses oleh pengguna di Indonesia dan banyak negara lainnya. Facebook Marketplace merupakan fitur jual beli yang terintegrasi langsung dengan akun Facebook, memungkinkan pengguna menjual dan membeli produk tanpa perlu berpindah aplikasi. Setiap produk yang dipublikasikan akan ditampilkan kepada pengguna Facebook lain, terutama yang berada di area lokasi terdekat atau memiliki minat serupa. Secara teknis, cara kerja Facebook Marketplace terbilang sederhana dan mudah dipelajari. Berikut poin-poin utama yang perlu dipahami: Sumber: Mekari.com — Cara Jualan di Marketplace FB, Kledo.com — Jualan Online di Facebook Marketplace, SAPX Express — Cara Jualan di Marketplace Facebook Cara Jualan di Facebook Marketplace untuk Pemula Berjualan di Facebook Marketplace tidak serumit yang dibayangkan. Kamu tidak perlu memiliki toko fisik, modal besar, atau keahlian teknis khusus. Yang dibutuhkan hanyalah akun Facebook aktif, produk yang ingin dijual, dan pemahaman tentang langkah-langkah berikut agar prosesnya berjalan lancar sejak hari pertama. 1. Persiapkan Akun Facebook yang Aktif dan Terpercaya Langkah pertama sebelum berjualan adalah memastikan akun Facebook kamu aktif, lengkap, dan terverifikasi. Akun dengan identitas jelas, foto profil nyata, dan riwayat aktivitas yang normal akan jauh lebih dipercaya oleh calon pembeli dibanding akun baru yang kosong tanpa riwayat apapun. Cara membuat akun Facebook bisnis bisa dilakukan dengan mengunjungi laman pendaftaran Facebook untuk Bisnis, lalu melengkapi detail seperti nama perusahaan, jenis usaha, lokasi, serta kontak, dan pastikan seluruh informasi diberikan dengan benar dan lengkap. Jika kamu memilih menggunakan akun pribadi, pastikan nama dan informasinya konsisten serta bisa dipertanggungjawabkan. Akun yang memiliki teman atau pengikut yang cukup juga akan membantu produk kamu lebih cepat mendapat kepercayaan dari calon pembeli. Membangun akun yang sehat di awal jauh lebih menguntungkan daripada terburu-buru berjualan dengan akun yang tampak tidak memiliki rekam jejak. 2. Tentukan Produk yang Akan Dijual Sebelum mulai posting, kamu perlu memutuskan terlebih dahulu produk apa yang akan dijual dan seberapa besar permintaannya di Facebook Marketplace. Langkah awalnya bisa dimulai dengan melihat kira-kira produk apa yang sedang dibutuhkan oleh pasar di Facebook, misalnya dengan mengecek di Google Trends atau langsung melalui Facebook itu sendiri. Produk yang paling banyak dicari di Facebook Marketplace biasanya mencakup barang kebutuhan sehari-hari, elektronik bekas, peralatan rumah tangga, furnitur, pakaian, hingga makanan. Pilih produk yang memiliki permintaan tinggi atau sesuai dengan kebutuhan pasar, seperti fashion, aksesori, perlengkapan rumah, atau gadget. Kamu juga bisa menjual produk buatan sendiri, barang preloved, atau menjadi reseller dari supplier tertentu. Riset harga kompetitor di Marketplace juga penting dilakukan sebelum menentukan harga jual agar produk kamu tetap kompetitif di pasaran. 3. Akses Fitur Marketplace dan Buat Listing Produk Setelah produk siap, langkah berikutnya adalah membuka fitur Marketplace di Facebook dan mulai membuat listing. Buka Facebook melalui PC atau komputer, pilih ikon Marketplace yang berbentuk toko, lalu pada bagian kiri pilih “+Buat Tawaran Baru” dan pilih “Barang Dijual”. Kamu akan diminta mengisi sejumlah informasi penting yang menentukan seberapa menarik dan mudah ditemukannya produk oleh calon pembeli. Isi semua data terkait produk yang dijual, mulai dari kategori, nama produk, harga, lokasi, keterangan, dan ketersediaan, lalu tambahkan foto produk yang akan dijual. Semakin lengkap informasi yang diisi, semakin besar kemungkinan produk kamu muncul di hasil pencarian pengguna. Manfaatkan fitur pratinjau sebelum mempublikasikan untuk memastikan tampilan listing sudah sesuai dengan yang diharapkan. 4. Unggah Foto Produk yang Berkualitas Foto adalah elemen utama dalam listing produk karena itulah yang pertama kali dilihat calon pembeli sebelum mereka membaca deskripsi. Foto berkualitas tinggi dapat membantu produk terjual lebih cepat sekaligus mengurangi jumlah pertanyaan yang masuk dari calon pembeli. Pastikan memperhatikan pencahayaan dan latar belakang, disarankan menggunakan latar belakang putih solid agar warna dan detail produk terekam dengan jelas. Gunakan pencahayaan alami dari jendela atau ruang terbuka untuk menghasilkan foto yang cerah tanpa perlu kamera mahal. Ambil minimal tiga foto dari sudut berbeda agar pembeli bisa melihat kondisi produk secara lengkap sebelum menghubungi kamu. Hindari foto yang buram, terlalu gelap, atau menggunakan gambar hasil unduh dari internet karena dapat menurunkan kepercayaan calon pembeli. 5. Tulis Judul dan Deskripsi Produk yang Informatif Judul dan deskripsi produk yang baik adalah perpaduan antara kata kunci yang mudah dicari dengan informasi yang menjawab kebutuhan calon pembeli sejak awal. Strategi yang perlu diperhatikan adalah mengoptimalkan penggunaan kata kunci yang relevan pada judul dan menambahkan kata kunci serupa di dalam deskripsi produk. Di bagian deskripsi, cantumkan semua informasi penting seperti kondisi barang (baru atau bekas), spesifikasi, ukuran,