Terbaru

Bisnis

Struktur Organisasi Perusahaan: Pengertian dan Fungsinya

Ditulis oleh Devi Mulina Husdania

Daftar Isi

Struktur organisasi perusahaan menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan sebuah bisnis. Lewat struktur ini, perusahaan dapat menentukan posisi, tugas, kewenangan, serta hubungan kerja setiap orang di dalamnya.

Sekilas, bentuknya memang terlihat sederhana. Biasanya berupa bagan yang memperlihatkan siapa berada di posisi tertentu dan kepada siapa mereka bertanggung jawab.

Menurut saya, dari sudut pandang hukum dan tata kelola perusahaan, struktur organisasi sebaiknya dipandang sebagai alat kerja. Jangan sampai dokumen ini hanya dibuat untuk melengkapi administrasi.

Pengertian Struktur Organisasi Perusahaan

Secara sederhana, struktur organisasi perusahaan merupakan susunan yang menunjukkan pembagian pekerjaan, jabatan, kewenangan, dan hubungan kerja dalam suatu perusahaan.

Bayangkan sebuah perusahaan tanpa pembagian kerja yang jelas. Staf bisa saja menerima instruksi dari beberapa pihak sekaligus.

Masalah seperti itu bisa menghambat pekerjaan. Karena itu, perusahaan perlu menyusun struktur yang sesuai dengan kebutuhan operasionalnya.

Ukuran perusahaan ikut menentukan bentuk struktur tersebut. Bisnis dengan lima atau sepuluh karyawan tentu membutuhkan susunan yang berbeda dari perusahaan yang memiliki ratusan pekerja.

Tujuan Membentuk Struktur Organisasi

Penyusunan struktur organisasi memiliki beberapa tujuan praktis. Salah satunya adalah membuat pembagian pekerjaan menjadi lebih jelas sejak awal.

Beberapa tujuan yang dapat dicapai antara lain:

  • Membagi pekerjaan sesuai fungsi dan jabatan.
  • Menentukan pihak yang memiliki kewenangan tertentu.
  • Menjelaskan hubungan kerja antarbagian.
  • Mengurangi kemungkinan pekerjaan yang tumpang tindih.
  • Mempermudah pimpinan melakukan pengawasan.
  • Membantu proses pengambilan keputusan.
  • Meningkatkan koordinasi antartim.
  • Memudahkan evaluasi kinerja karyawan.

Struktur Organisasi dalam Perspektif Hukum

Ada satu hal yang perlu dipahami. Struktur organisasi internal perusahaan berbeda dengan organ perusahaan yang secara khusus diatur oleh undang-undang.

Pada Perseroan Terbatas atau PT, misalnya, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas mengenal tiga organ utama. Ketiganya adalah Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS, Direksi, dan Dewan Komisaris.

Fungsi Struktur Organisasi Perusahaan

Fungsi struktur organisasi perusahaan terasa dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Mulai dari pembagian pekerjaan sampai proses pelaporan, semuanya menjadi lebih mudah ketika jalur tanggung jawab sudah ditentukan.

Tanpa struktur yang jelas, keputusan dapat berjalan lambat. Karyawan mungkin harus mencari tahu terlebih dahulu siapa yang berhak memberikan persetujuan.

Berikut beberapa fungsi yang paling umum.

1. Membagi Tugas dan Tanggung Jawab

Pekerjaan dalam perusahaan biasanya terbagi ke dalam beberapa fungsi. Ada bagian keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, operasional, administrasi, dan bidang lain sesuai kebutuhan.

Baca juga  7 Langkah Memulai Bisnis Sewa Gudang dan Peluangnya di Indonesia

Masing-masing bagian perlu mempunyai tanggung jawab yang jelas. Dengan begitu, karyawan dapat memusatkan perhatian pada pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

2. Menetapkan Wewenang

Tugas dan kewenangan berjalan beriringan. Orang yang bertanggung jawab atas suatu pekerjaan perlu mengetahui keputusan apa saja yang boleh ia ambil.

Hal ini menjadi semakin penting ketika keputusan menyangkut kontrak, pengeluaran perusahaan, perekrutan karyawan, atau kerja sama dengan pihak lain.

3. Memperjelas Jalur Komunikasi

Komunikasi dalam perusahaan membutuhkan arah. Karyawan perlu tahu kepada siapa mereka menyampaikan laporan, meminta persetujuan, atau melaporkan kendala.

Struktur organisasi dapat membantu membentuk jalur tersebut. Ketika hubungan antara atasan dan bawahan terlihat jelas, penyampaian informasi menjadi lebih teratur.

4. Memudahkan Pengawasan

Pengawasan akan lebih mudah dilakukan ketika tanggung jawab sudah terbagi. Pimpinan dapat memberikan target kepada setiap bagian dan menilai pencapaiannya secara berkala.

Dalam praktiknya, seorang manajer bisa mengawasi beberapa supervisor. Kemudian, supervisor mengoordinasikan pekerjaan anggota tim di bawahnya.

Contoh Struktur Organisasi Perusahaan

Contoh struktur organisasi perusahaan sangat beragam. Tidak ada satu bentuk yang cocok untuk semua bisnis.

Perusahaan kecil biasanya memakai struktur sederhana karena jumlah orang dan fungsi yang tersedia masih terbatas. Sementara itu, perusahaan besar memerlukan pembagian yang lebih detail.

Salah satu contoh sederhana dapat disusun seperti berikut:

Pemilik/Direksi

Manajer Operasional

Supervisor

Staf

Perusahaan yang sudah memiliki beberapa divisi dapat menggunakan susunan yang lebih rinci:

Direktur Utama

  • Direktur Keuangan
    • Manajer Keuangan
    • Staf Akuntansi
  • Direktur Operasional
    • Manajer Operasional
    • Supervisor
  • Direktur Pemasaran
    • Manajer Marketing
    • Tim Penjualan
  • Manajer Sumber Daya Manusia
    • Staf HR

Contoh tersebut hanya gambaran. Perusahaan bebas menyesuaikannya dengan kegiatan bisnis, jumlah pekerja, dan kebutuhan organisasi.

Struktur Organisasi PT

Struktur organisasi PT perlu memperhatikan ketentuan mengenai organ perseroan. Berdasarkan UU Perseroan Terbatas, terdapat tiga organ utama dalam PT, yaitu RUPS, Direksi, dan Dewan Komisaris.

RUPS mempunyai kewenangan yang tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris dalam batas yang ditentukan undang-undang dan anggaran dasar.

Direksi bertugas menjalankan pengurusan perseroan untuk kepentingan perseroan. Direksi juga mewakili perseroan sesuai ketentuan hukum dan anggaran dasar.

Mengapa Struktur Perlu Disesuaikan?

Setiap perusahaan mempunyai kondisi yang berbeda. Karena itu, struktur organisasi perlu mengikuti kebutuhan nyata perusahaan.

Baca juga  Gubernur BI 2026-2031: Profil dan Tugas Utamanya

Sebuah usaha dengan sepuluh karyawan mungkin cukup menggunakan beberapa fungsi utama. Ketika jumlah pekerja bertambah, perusahaan dapat memecah fungsi tersebut menjadi beberapa divisi.

Perubahan juga dapat terjadi ketika perusahaan membuka cabang atau memasuki bidang usaha baru. Struktur lama mungkin sudah tidak sesuai dengan kondisi tersebut.

Tugas dalam Struktur Organisasi Perusahaan

Bentuk bagan saja belum cukup. Setiap posisi perlu mempunyai uraian tugas yang jelas agar orang yang mengisi jabatan tersebut memahami pekerjaannya.

Perusahaan dapat menggunakan job description sebagai pedoman. Dokumen tersebut menjelaskan tanggung jawab, tugas utama, kewenangan, serta hubungan kerja sebuah posisi.

Direksi atau Pimpinan

Direksi mempunyai posisi penting dalam pengurusan perusahaan. Dalam PT, tugas dan kewenangannya mengikuti ketentuan UU Perseroan Terbatas, anggaran dasar, serta keputusan perusahaan yang berlaku.

Direksi menentukan arah pengelolaan perusahaan. Setelah itu, manajemen menerjemahkan kebijakan tersebut menjadi program dan kegiatan operasional.

Manajer

Manajer biasanya bertanggung jawab terhadap bidang tertentu. Contohnya adalah manajer keuangan, operasional, pemasaran, HR, atau teknologi informasi.

Tugasnya cukup beragam. Manajer mengatur tim, menetapkan prioritas pekerjaan, memantau target, dan melaporkan perkembangan kepada pimpinan.

Supervisor dan Staf

Supervisor berhubungan langsung dengan pekerjaan operasional. Ia mengawasi pelaksanaan tugas dan membantu memastikan pekerjaan tim berjalan sesuai prosedur perusahaan.

Staf kemudian menjalankan pekerjaan sesuai bidangnya. Staf keuangan, misalnya, menangani administrasi yang berkaitan dengan keuangan.

Cara Membuat Struktur Organisasi Perusahaan

Menyusun struktur organisasi tidak harus dimulai dari bagan yang rumit. Langkah awalnya justru cukup sederhana.

Berikut tahapan yang dapat digunakan:

  1. Tentukan kegiatan utama perusahaan.
  2. Petakan seluruh pekerjaan yang dibutuhkan.
  3. Kelompokkan pekerjaan berdasarkan fungsi.
  4. Tentukan jabatan yang diperlukan.
  5. Susun hubungan antarjabatan.
  6. Tetapkan tugas setiap posisi.
  7. Tentukan batas kewenangan.
  8. Buat bagan organisasi.
  9. Tinjau kembali struktur secara berkala.

Setelah bagan selesai, perusahaan sebaiknya memastikan bahwa susunan tersebut benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Jangan berhenti pada dokumen. Struktur harus dapat digunakan oleh karyawan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

struktur organisasi perusahaan
Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS!

FAQ tentang Struktur Organisasi Perusahaan

Apa fungsi utama struktur organisasi perusahaan?

Fungsi utamanya adalah mengatur pembagian pekerjaan, tanggung jawab, dan kewenangan. Struktur tersebut juga membantu perusahaan mengatur komunikasi, koordinasi, serta pengawasan.

Dengan adanya pembagian yang jelas, karyawan dapat mengetahui peran masing-masing. Pimpinan pun lebih mudah melakukan evaluasi.

Baca juga  Perusahaan Dagang: Pengertian, Ciri, dan Contoh Kegiatannya

Apakah setiap perusahaan wajib memiliki struktur organisasi?

Kebutuhan struktur dapat berbeda sesuai bentuk dan skala perusahaan. Dalam PT, hukum mengatur organ perseroan berupa RUPS, Direksi, dan Dewan Komisaris.

Sementara itu, pembagian jabatan internal dapat perusahaan susun berdasarkan kebutuhan operasional. Karena itu, bentuknya bisa berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Apa perbedaan struktur organisasi dengan struktur PT?

Struktur organisasi menggambarkan jabatan serta hubungan kerja dalam kegiatan internal perusahaan. Sementara itu, struktur organ PT berkaitan dengan RUPS, Direksi, dan Dewan Komisaris yang mempunyai kedudukan berdasarkan UU Perseroan Terbatas.

Perbedaan ini perlu dipahami agar perusahaan tidak mencampuradukkan jabatan internal dengan organ perseroan.

Penutup

Struktur organisasi perusahaan membantu bisnis mengatur pembagian pekerjaan, tanggung jawab, dan kewenangan. Dengan susunan yang jelas, hubungan kerja pun menjadi lebih mudah dipahami.

Untuk PT, pemahaman mengenai RUPS, Direksi, dan Dewan Komisaris juga penting. Ketiga organ tersebut mempunyai fungsi serta kewenangan yang telah diatur dalam ketentuan perseroan.

Menurut saya, struktur organisasi yang baik adalah struktur yang dapat digunakan dalam pekerjaan sehari-hari. Bagan yang terlihat rapi tidak banyak membantu jika pembagian tugasnya masih membingungkan.

Karena itu, perusahaan sebaiknya menyusun struktur secara realistis. Setelah itu, lakukan peninjauan ketika terjadi perubahan besar dalam kegiatan usaha.

Jika kamu masih ragu menentukan pembagian jabatan atau ingin memahami aspek legalitas perusahaan dengan lebih jelas, kamu dapat berkonsultasi terlebih dahulu. Klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

struktur organisasi perusahaan
Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS!

Ringkasan

  • Struktur organisasi perusahaan mengatur posisi, tugas, kewenangan, dan hubungan kerja.
  • Pembagian struktur membantu memperjelas tanggung jawab setiap bagian.
  • Jalur komunikasi dan pengawasan menjadi lebih terarah dengan struktur yang jelas.
  • PT mempunyai tiga organ utama, yaitu RUPS, Direksi, dan Dewan Komisaris.
  • Uraian jabatan membantu karyawan memahami tugas dan batas kewenangannya.
  • Bentuk struktur perlu mengikuti ukuran dan kebutuhan masing-masing perusahaan.
  • Evaluasi struktur diperlukan ketika bisnis mengalami perubahan atau perkembangan.

Referensi

  1. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, JDIH BPK RI:
    https://peraturan.bpk.go.id/Details/39965/uu-no-40-tahun-2007
  2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang, JDIH BPK RI:
    https://peraturan.bpk.go.id/Details/246523/uu-no-6-tahun-2023
  3. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum Republik Indonesia, layanan administrasi badan usaha dan perseroan:
    https://ahu.go.id/
  4. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN), portal dokumentasi peraturan perundang-undangan:
    https://jdihn.go.id/
  5. JDIH Sekretariat Negara Republik Indonesia, dokumentasi peraturan perundang-undangan:
    https://jdih.setneg.go.id/

Artikel Terpopuler

Bagikan:

Seedbacklink
Seedbacklink

Daftar Isi