Perlombaan membangun gedung pencakar langit terus berlanjut di berbagai belahan dunia. Namun hingga memasuki 2026, gedung tertinggi di dunia masih dipegang oleh satu ikon yang sama sejak lebih dari satu dekade lalu.
Burj Khalifa di Dubai masih kokoh berdiri di puncak daftar dengan ketinggian 828 meter. Predikat ini telah bertahan sejak gedung tersebut rampung dibangun pada 2010, dan belum ada satu pun bangunan lain yang mampu menandinginya hingga saat ini.
Menurut saya, bertahannya Burj Khalifa selama lebih dari satu dekade ini cukup mengesankan. Sebab, di tengah pesatnya pembangunan gedung pencakar langit di Asia, khususnya China dan Timur Tengah, belum ada proyek yang benar-benar mendekati rekor ketinggian tersebut.
Daftar Lengkap 10 Gedung Tertinggi di Dunia 2026
Berikut daftar lengkap 10 gedung tertinggi di dunia berdasarkan data terkini hingga 2026:
- Burj Khalifa, Dubai, Uni Emirat Arab, tinggi 828 meter, 163 lantai.
- Merdeka 118, Kuala Lumpur, Malaysia, tinggi 679 meter, 118 lantai.
- Shanghai Tower, Shanghai, Tiongkok, tinggi 632 meter, 128 lantai.
- Makkah Royal Clock Tower, Mekkah, Arab Saudi, tinggi 601 meter, 120 lantai.
- Ping An Finance Center, Shenzhen, Tiongkok, tinggi 599 meter, 115 lantai.
- Lotte World Tower, Seoul, Korea Selatan, tinggi 555 meter, 123 lantai.
- One World Trade Center, New York, Amerika Serikat, tinggi 541 meter, 104 lantai.
- Guangzhou CTF Finance Centre, Guangzhou, Tiongkok, tinggi 530 meter, 111 lantai.
- Tianjin CTF Finance Centre, Tianjin, Tiongkok, tinggi 530 meter, 97 lantai.
- CITIC Tower, Beijing, Tiongkok, tinggi 528 meter, 109 lantai.
Dari daftar tersebut, terlihat bahwa Tiongkok mendominasi dengan lima gedung yang masuk daftar 10 besar. Hal ini mencerminkan pesatnya pembangunan infrastruktur perkotaan di negara tersebut selama dua dekade terakhir.

Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS!
Profil Singkat Burj Khalifa
Sebagai gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa memiliki sejarah pembangunan yang cukup panjang. Gedung ini dirancang oleh firma arsitektur Skidmore, Owings, and Merrill, yang juga dikenal merancang sejumlah pencakar langit ikonik lainnya.
Pembangunan Burj Khalifa dimulai pada 2004 dan resmi dibuka pada awal 2010. Dengan tinggi 828 meter, gedung ini setara dengan menumpuk Monumen Nasional (Monas) hingga tiga kali lipat lebih tinggi.
Selain berfungsi sebagai gedung perkantoran dan hunian mewah, Burj Khalifa juga menjadi destinasi wisata populer di Dubai. Observation deck di lantai atas gedung ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan kota dari ketinggian.
Merdeka 118, Sang Penantang dari Malaysia
Di posisi kedua, Merdeka 118 menjadi gedung yang cukup mencuri perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Gedung yang berlokasi di Kuala Lumpur ini rampung dibangun pada 2023 dengan ketinggian mencapai 679 meter.
Merdeka 118 sekaligus menjadi gedung tertinggi di Malaysia dan Asia Tenggara. Kehadiran gedung ini menggeser posisi Shanghai Tower yang sebelumnya menempati peringkat kedua dalam daftar gedung tertinggi dunia.
Desain Merdeka 118 terinspirasi dari gerakan tangan Perdana Menteri pertama Malaysia saat mendeklarasikan kemerdekaan negara tersebut. Nilai historis inilah yang membuat gedung ini memiliki makna simbolis tersendiri bagi masyarakat Malaysia.
Dominasi Asia dalam Daftar Gedung Tertinggi
Jika diperhatikan lebih jauh, daftar 10 gedung tertinggi di dunia 2026 didominasi oleh negara-negara di kawasan Asia. Dari sepuluh gedung tersebut, delapan di antaranya berlokasi di Asia, sementara sisanya berada di Amerika Serikat.
Dominasi ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, sejak Petronas Twin Towers di Kuala Lumpur menggeser rekor gedung tertinggi dunia ke Asia pada 1998. Sejak saat itu, kawasan Asia terus menjadi pusat pembangunan gedung pencakar langit terbesar dan tertinggi di dunia.
Menurut saya, tren ini mencerminkan pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi global ke kawasan Asia, khususnya Tiongkok dan Asia Tenggara. Pembangunan gedung pencakar langit sering kali menjadi simbol kemajuan ekonomi sekaligus ambisi sebuah kota untuk dikenal secara global.
Gedung yang Berpotensi Menggeser Burj Khalifa
Meski Burj Khalifa masih memimpin, beberapa proyek gedung pencakar langit ambisius tengah direncanakan di berbagai negara. Salah satu yang paling disorot adalah Burj Mubarak Al-Kabir di Kuwait, yang direncanakan mencapai ketinggian sekitar 1.001 meter.
Selain itu, ada pula proyek Jeddah Tower di Arab Saudi yang sempat direncanakan menjadi gedung tertinggi dunia dengan tinggi sekitar 1.000 meter, meski pembangunannya sempat tertunda karena kendala pendanaan. Proyek-proyek ambisius semacam ini menunjukkan bahwa persaingan gedung tertinggi dunia masih jauh dari kata selesai.
Menurut saya, meski banyak proyek ambisius direncanakan, merealisasikan gedung dengan ketinggian di atas 1.000 meter bukan perkara mudah. Tantangan teknis, biaya, dan kondisi geopolitik sering kali menjadi faktor penentu apakah proyek semacam ini benar-benar bisa terwujud sesuai rencana awal.
Teknologi di Balik Pembangunan Gedung Pencakar Langit
Membangun gedung dengan ketinggian ratusan meter tentu membutuhkan teknologi konstruksi yang jauh lebih kompleks dibanding bangunan biasa. Salah satu tantangan utamanya adalah menjaga kestabilan struktur dari tekanan angin di ketinggian ekstrem.
Untuk mengatasi hal ini, banyak gedung pencakar langit modern menggunakan sistem struktur tubular atau buttressed core, seperti yang diterapkan pada Burj Khalifa. Sistem ini memungkinkan gedung tetap stabil meski menjulang ratusan meter ke udara, dengan bentuk yang mengecil secara bertahap menuju puncak.
Selain aspek struktur, teknologi elevator berkecepatan tinggi juga menjadi komponen penting dalam gedung-gedung ini. Beberapa gedung tertinggi di dunia bahkan menggunakan lift ganda atau double-deck elevator untuk mengangkut penumpang secara lebih efisien ke lantai-lantai atas.
Material bangunan pun mengalami perkembangan signifikan, mulai dari penggunaan beton bermutu tinggi hingga kaca berlapis khusus yang mampu menahan tekanan angin sekaligus menjaga efisiensi energi gedung. Menurut saya, kombinasi inovasi struktur dan material inilah yang memungkinkan manusia terus mendorong batas ketinggian bangunan dari waktu ke waktu.
Dampak Ekonomi dan Sosial Gedung Pencakar Langit
Selain menjadi simbol kemajuan teknologi, keberadaan gedung pencakar langit juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi kota tempatnya berdiri. Gedung-gedung ikonik seperti Burj Khalifa terbukti mampu mendongkrak sektor pariwisata secara drastis.
Kehadiran gedung tertinggi juga sering kali menjadi daya tarik investasi properti dan bisnis di kawasan sekitarnya. Banyak perusahaan multinasional yang memilih menempatkan kantor pusat regionalnya di gedung-gedung ikonik semacam ini demi meningkatkan citra dan prestise perusahaan.
Namun demikian, pembangunan gedung pencakar langit juga menuai kritik dari sisi lingkungan, terutama terkait konsumsi energi yang besar untuk operasional gedung. Oleh karena itu, banyak proyek gedung tinggi terbaru yang mulai mengintegrasikan konsep bangunan hijau untuk mengurangi dampak lingkungan dari operasionalnya.

Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS!
FAQ Seputar Gedung Tertinggi di Dunia
Apakah Burj Khalifa masih menjadi gedung tertinggi di dunia pada 2026? Ya, Burj Khalifa masih menjadi gedung tertinggi di dunia hingga 2026 dengan ketinggian 828 meter, predikat yang telah dipegangnya sejak 2010.
Gedung apa yang menempati posisi kedua tertinggi di dunia? Posisi kedua ditempati oleh Merdeka 118 di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan ketinggian 679 meter, yang juga menjadi gedung tertinggi di Asia Tenggara.
Negara mana yang paling banyak memiliki gedung dalam daftar 10 tertinggi dunia? Tiongkok menjadi negara dengan gedung terbanyak dalam daftar 10 besar, dengan lima gedung yang masuk dalam peringkat tersebut hingga 2026.
Kesimpulan
Daftar gedung tertinggi di dunia 2026 menunjukkan bahwa Burj Khalifa masih belum terkalahkan, meski persaingan pembangunan pencakar langit terus berlanjut di berbagai negara. Dominasi kawasan Asia dalam daftar ini juga mencerminkan pesatnya pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi di kawasan tersebut.
Menurut saya, gedung pencakar langit bukan sekadar simbol ketinggian fisik, melainkan juga cerminan ambisi dan kemajuan teknologi konstruksi suatu negara. Menarik untuk menantikan apakah rekor Burj Khalifa akan benar-benar tergeser dalam beberapa tahun mendatang.
Ringkasan
- Burj Khalifa masih menjadi gedung tertinggi di dunia pada 2026 dengan tinggi 828 meter.
- Merdeka 118 di Malaysia menempati posisi kedua dengan tinggi 679 meter.
- Shanghai Tower dan Makkah Royal Clock Tower melengkapi posisi tiga dan empat besar.
- Tiongkok mendominasi daftar dengan lima gedung dalam 10 besar dunia.
- Dominasi Asia dalam daftar ini berlangsung sejak Petronas Twin Towers pada 1998.
- Proyek ambisius seperti Burj Mubarak Al-Kabir berpotensi menggeser rekor Burj Khalifa.
- Realisasi gedung di atas 1.000 meter masih menghadapi tantangan teknis dan pendanaan.
Referensi
- Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH), Skyscraper Center, skyscrapercenter.com.
- Emaar Properties, pengembang Burj Khalifa, emaar.com.
- PNB Merdeka Ventures, pengembang Merdeka 118, merdeka118.com.





