Terbaru

Hukum

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang dan Klausul Penting

Ditulis oleh Devi Mulina Husdania

Daftar Isi

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang bisa kamu jadikan panduan saat meminjamkan uang kepada teman, anggota keluarga, atau rekan bisnis.

Urusan pinjam-meminjam sering berawal dari rasa saling percaya. Awalnya sederhana. Seseorang membutuhkan dana, lalu orang lain bersedia membantu.

Menurut saya, surat perjanjian utang piutang sebaiknya dibuat secara tertulis, termasuk untuk pinjaman antara teman atau keluarga. Alasannya cukup jelas.

Apa Itu Surat Perjanjian Utang Piutang?

Surat perjanjian utang piutang merupakan dokumen yang mencatat kesepakatan antara pihak pemberi pinjaman dan pihak penerima pinjaman. Isinya menjelaskan jumlah uang, jangka waktu, metode pembayaran, serta ketentuan lain yang disepakati bersama.

Dalam hubungan hukum tersebut, pemberi pinjaman biasanya disebut kreditur, sedangkan penerima pinjaman disebut debitur. Kedua istilah ini sering muncul dalam dokumen perjanjian.

Fungsi surat perjanjian utang piutang

Ada beberapa alasan mengapa dokumen ini sebaiknya disiapkan sebelum uang diserahkan.

  • Mencatat kesepakatan. Dokumen menjadi pegangan tertulis bagi kreditur dan debitur.
  • Memperjelas kewajiban. Jumlah pinjaman, tanggal pembayaran, dan cara pelunasan tercatat dengan rinci.
  • Mengurangi kesalahpahaman. Para pihak bisa memeriksa kembali ketentuan yang sudah disetujui.
  • Mendukung pembuktian. Surat dapat diajukan sebagai alat bukti dalam sengketa, dengan memperhatikan keaslian dan kekuatan pembuktiannya.
  • Membantu penyelesaian masalah. Kedua pihak memiliki catatan yang bisa digunakan saat membicarakan tunggakan.

Dasar Hukum dan Syarat Sah Perjanjian Utang Piutang

Pembuatan perjanjian utang piutang perlu mengikuti ketentuan hukum perdata Indonesia. Salah satu dasar hukum yang utama adalah Kitab Undang-Undang Hukum Perdata atau KUHPerdata.

Pasal 1320 KUHPerdata mengatur empat syarat sah perjanjian. Syarat tersebut meliputi kesepakatan para pihak, kecakapan untuk membuat perikatan, suatu hal tertentu, dan sebab yang tidak terlarang.

Empat syarat sah perjanjian

Berikut penjelasan setiap syarat dengan bahasa yang lebih sederhana.

  1. Kesepakatan para pihak. Kreditur dan debitur harus menyetujui isi perjanjian secara bebas. Persetujuan yang dipengaruhi paksaan, kekhilafan, atau penipuan dapat menimbulkan persoalan hukum.
  2. Kecakapan para pihak. Setiap pihak harus memiliki kecakapan hukum untuk membuat perjanjian sesuai ketentuan yang berlaku.
  3. Objek perjanjian yang jelas. Isi kesepakatan perlu menjelaskan objeknya, termasuk jumlah uang yang dipinjam dan kewajiban pengembaliannya.
  4. Sebab yang halal. Tujuan perjanjian tidak boleh bertentangan dengan undang-undang, kesusilaan, atau ketertiban umum.

Selain itu, Pasal 1338 KUH Perdata menyatakan bahwa perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi pihak yang membuatnya.

Apakah surat perjanjian utang piutang wajib memakai meterai?

Pertanyaan ini cukup sering muncul ketika seseorang hendak membuat surat perjanjian. Jawabannya perlu dipahami dengan tepat. Meterai tidak otomatis membuat perjanjian menjadi sah.

Keabsahan perjanjian tetap mengacu pada syarat sah perjanjian dalam KUHPerdata. Sementara itu, meterai berkaitan dengan kewajiban bea meterai atas dokumen tertentu, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai.

Format Surat Perjanjian Utang Piutang yang Baik

Menyusun format surat perjanjian utang piutang sebenarnya tidak terlalu sulit. Kuncinya ada pada susunan informasi yang jelas dan mudah dipahami. Hindari bagian yang menimbulkan tafsir berbeda, terutama terkait jumlah pinjaman dan waktu pelunasan.

Baca juga  Badan Hukum Publik dan Privat: Pengertian, Ciri, dan Contohnya

Secara umum, surat perjanjian dapat memuat bagian-bagian berikut.

  1. Judul dokumen, misalnya Surat Perjanjian Utang Piutang.
  2. Tempat dan tanggal pembuatan, untuk mencatat kapan kesepakatan ditandatangani.
  3. Identitas para pihak, termasuk nama lengkap, alamat, dan informasi identitas yang relevan.
  4. Jumlah pinjaman, ditulis dengan angka dan huruf agar tidak menimbulkan perbedaan penafsiran.
  5. Ketentuan pembayaran, meliputi tanggal jatuh tempo, metode pembayaran, serta jadwal angsuran jika ada.
  6. Hak dan kewajiban, yang menjelaskan tanggung jawab kreditur dan debitur.
  7. Ketentuan wanprestasi, untuk menjelaskan langkah yang dapat ditempuh jika salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya.
  8. Penyelesaian sengketa, sebagai panduan ketika muncul perselisihan.
  9. Tanda tangan para pihak, disertai tanda tangan saksi jika diperlukan.

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Bisa Digunakan

Berikut contoh surat perjanjian sederhana untuk pinjaman antarindividu. Silakan sesuaikan nama, jumlah uang, tanggal, dan ketentuan pembayaran dengan keadaan sebenarnya.

SURAT PERJANJIAN UTANG PIUTANG

Pada hari ini, [hari], tanggal [tanggal, bulan, tahun], bertempat di [tempat], kami yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Pihak Pertama (Kreditur)

Nama: [Nama lengkap]

NIK: [Nomor identitas]

Alamat: [Alamat lengkap]

Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

2. Pihak Kedua (Debitur)

Nama: [Nama lengkap]

NIK: [Nomor identitas]

Alamat: [Alamat lengkap]

Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Kedua pihak sepakat membuat perjanjian utang piutang dengan ketentuan berikut.

Pasal 1: Jumlah Pinjaman

PIHAK PERTAMA memberikan pinjaman kepada PIHAK KEDUA sebesar Rp[jumlah pinjaman] ([jumlah dalam huruf] rupiah). PIHAK KEDUA menyatakan telah menerima atau akan menerima dana tersebut sesuai mekanisme penyerahan yang disepakati.

Pasal 2: Jangka Waktu dan Pembayaran

PIHAK KEDUA bersedia mengembalikan pinjaman paling lambat pada [tanggal jatuh tempo]. Pembayaran dilakukan melalui [transfer bank atau metode lain] ke [rekening atau penerima pembayaran yang disepakati].

Apabila pembayaran dilakukan secara bertahap, jadwal dan jumlah setiap angsuran dicantumkan dalam lampiran yang menjadi bagian dari perjanjian ini.

Pasal 3: Bunga atau Biaya Pinjaman

Para pihak sepakat bahwa pinjaman ini [tidak dikenakan bunga/dikenakan bunga berdasarkan ketentuan yang disepakati]. Jika terdapat bunga atau biaya lain, para pihak perlu mencantumkan dasar perhitungan, jumlah, dan waktu pembayarannya secara jelas.

Pasal 4: Kewajiban Para Pihak

PIHAK PERTAMA berkewajiban memberikan dana sesuai kesepakatan. PIHAK KEDUA berkewajiban mengembalikan pinjaman berdasarkan jumlah dan jadwal pembayaran yang telah disetujui.

Pasal 5: Keterlambatan Pembayaran

Jika PIHAK KEDUA terlambat membayar, PIHAK PERTAMA dapat menyampaikan pemberitahuan tertulis dan mengajak PIHAK KEDUA membahas penyelesaian tunggakan.

Pasal 6: Penyelesaian Perselisihan

Jika muncul perselisihan, para pihak sepakat mengutamakan musyawarah. Apabila musyawarah tidak menghasilkan kesepakatan, para pihak dapat menempuh upaya hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 7: Penutup

Baca juga  Emiten Adalah: Pengertian, Kewajiban, dan Contohnya

Perjanjian ini dibuat atas dasar kesepakatan para pihak tanpa paksaan. Kedua pihak menyatakan telah membaca, memahami, dan menyetujui seluruh isi dokumen.

[Tempat], [tanggal, bulan, tahun]

PIHAK PERTAMA,                     PIHAK KEDUA,

(Tanda tangan)                        (Tanda tangan)

[Nama lengkap]                      [Nama lengkap]

Saksi 1: [Nama dan tanda tangan, jika ada]

Saksi 2: [Nama dan tanda tangan, jika ada]

Catatan: Contoh tersebut merupakan format dasar. Isinya belum tentu sesuai untuk setiap transaksi. Sesuaikan klausul dengan kebutuhan dan kondisi para pihak. Jika pinjaman bernilai besar, menggunakan jaminan aset, atau berkaitan dengan kegiatan usaha, pertimbangkan pemeriksaan dokumen oleh advokat atau notaris.

contoh surat perjanjian utang piutang
Jasa Pendampingan dan Konsultan Hukum Profesional, Didampingi Advokat Resmi. KLIK DI SINI!

Klausul Penting dalam Perjanjian Utang Piutang

Surat perjanjian yang baik perlu mengatur hak dan kewajiban secara terperinci. Bagian ini penting karena masalah sering muncul ketika para pihak memiliki pemahaman berbeda mengenai isi kesepakatan.

Ada beberapa klausul yang patut kamu periksa sebelum menandatangani dokumen.

1. Klausul jumlah dan penyerahan dana

Tuliskan jumlah pinjaman dengan angka dan huruf. Jelaskan pula kapan uang diserahkan dan metode yang digunakan.

Jika dana dikirim melalui transfer bank, simpan bukti transaksinya. Apabila pemberi pinjaman menyerahkan uang tunai, buat tanda terima yang mencantumkan jumlah serta tanggal penyerahan.

2. Klausul jatuh tempo dan angsuran

Cantumkan tanggal pembayaran secara spesifik. Hindari kalimat seperti “dibayar saat sudah mampu” karena ketentuan tersebut bisa menimbulkan perbedaan penafsiran.

Jika debitur membayar secara cicilan, tuliskan nilai setiap angsuran, tanggal pembayaran, dan rekening tujuan. Dengan begitu, kedua pihak bisa memeriksa apakah pembayaran sudah sesuai jadwal.

3. Klausul bunga dan keterlambatan

Apabila para pihak menyepakati bunga, jelaskan besaran atau cara menghitungnya. Cantumkan pula waktu perhitungan dan mekanisme pembayaran.

Ketentuan mengenai denda keterlambatan perlu dirumuskan dengan hati-hati. Jangan memasukkan persentase yang belum disetujui bersama. Pastikan pula klausul tersebut tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.

4. Klausul jaminan

Dalam transaksi tertentu, kreditur dan debitur dapat menyepakati jaminan. Namun, mencantumkan suatu aset dalam surat perjanjian belum tentu cukup untuk membentuk hak jaminan yang dapat ditegakkan terhadap pihak lain.

Sebagai contoh, pembebanan hak tanggungan atas tanah mengikuti ketentuan hukum tersendiri. Jaminan fidusia pun memiliki persyaratan pembentukan dan pendaftaran.

5. Klausul wanprestasi dan penyelesaian sengketa

Wanprestasi terjadi ketika pihak yang terikat perjanjian tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana mestinya. Contohnya meliputi keterlambatan pembayaran atau kegagalan memenuhi kewajiban lain sesuai kesepakatan.

Jelaskan langkah yang bisa ditempuh jika kondisi tersebut terjadi. Misalnya, kreditur menyampaikan pemberitahuan tertulis dan memberikan kesempatan kepada debitur untuk menyelesaikan tunggakan sesuai perjanjian.

Cara Membuat Surat Perjanjian Utang Piutang agar Lebih Aman

Setelah memahami format dan klausulnya, perhatikan juga proses pembuatan dokumen. Beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko perselisihan di kemudian hari.

  1. Periksa identitas para pihak. Cocokkan nama dan informasi identitas dengan dokumen yang sah. Jangan menggunakan identitas orang lain tanpa dasar yang benar.
  2. Pastikan jumlah pinjaman tercatat jelas. Tuliskan nilai pinjaman dan informasi lain yang diperlukan untuk menjelaskan transaksi.
  3. Tentukan jadwal pembayaran. Pilih tenggat waktu yang realistis, lalu cantumkan tanggal secara pasti.
  4. Baca setiap klausul bersama-sama. Berikan kesempatan kepada kedua pihak untuk bertanya dan mengusulkan perubahan sebelum penandatanganan.
  5. Simpan bukti penyerahan uang. Arsipkan bukti transfer, kuitansi, jadwal angsuran, dan komunikasi penting terkait pembayaran.
  6. Berikan salinan kepada setiap pihak. Pastikan kreditur dan debitur menyimpan dokumen dengan isi yang sama.
  7. Pertimbangkan bantuan profesional. Untuk pinjaman bernilai besar atau transaksi dengan jaminan, mintalah pemeriksaan hukum sebelum menandatangani perjanjian.
Baca juga  Akta Kelahiran Anak Luar Nikah: Perbedaan dan Cara Mengurusnya

FAQ tentang Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang

Apakah surat perjanjian utang piutang tanpa notaris tetap sah?

Pada prinsipnya, perjanjian di bawah tangan dapat sah apabila memenuhi syarat sah perjanjian menurut KUH Perdata. Pinjaman antarindividu tidak selalu wajib dibuat di hadapan notaris.

Apakah surat perjanjian utang piutang harus memakai meterai?

Dokumen tertentu dikenai bea meterai berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020. Namun, meterai bukan satu-satunya penentu sah atau tidaknya perjanjian. Para pihak tetap harus memenuhi syarat sah perjanjian dan menyimpan bukti transaksi.

Apa yang bisa dilakukan jika debitur tidak membayar utang?

Kreditur dapat memeriksa isi perjanjian, mengumpulkan bukti pinjaman, dan menghubungi debitur untuk membicarakan penyelesaian.

Kesimpulan

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang bisa membantu kamu mencatat kesepakatan pinjaman dengan jelas dan terstruktur.

Dasar hukum yang perlu diperhatikan antara lain Pasal 1320 dan Pasal 1338 KUHPerdata. Perhatikan pula ketentuan bea meterai serta aturan khusus jika transaksi menggunakan jaminan.

Menurut saya, langkah paling masuk akal untuk mengurangi risiko sengketa ialah membicarakan semua ketentuan sebelum uang diserahkan.

Jika kamu sedang menyusun perjanjian untuk pinjaman bernilai besar, menggunakan jaminan, atau menghadapi masalah pembayaran, pertimbangkan untuk meminta pendapat profesional. Kamu dapat mengklik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website untuk mendiskusikan kebutuhan dokumenmu.

contoh surat perjanjian utang piutang
Jasa Pendampingan dan Konsultan Hukum Profesional, Didampingi Advokat Resmi. KLIK DI SINI!

Ringkasan

  • Surat perjanjian utang piutang mencatat kesepakatan antara kreditur dan debitur.
  • Pasal 1320 KUHPerdata mengatur empat syarat sah perjanjian.
  • Pasal 1338 KUHPerdata menjelaskan kekuatan mengikat perjanjian yang dibuat secara sah.
  • Meterai berkaitan dengan kewajiban bea meterai dan tidak menggantikan syarat sah perjanjian.
  • Dokumen perlu memuat jumlah pinjaman, tanggal jatuh tempo, metode pembayaran, dan kewajiban para pihak.
  • Klausul bunga, wanprestasi, jaminan, serta penyelesaian sengketa harus ditulis secara jelas.
  • Simpan surat perjanjian dan bukti transaksi, serta pertimbangkan bantuan profesional untuk transaksi yang berisiko tinggi.

Referensi

  1. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata).
  2. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai.
  3. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan atas Tanah Beserta Benda-Benda yang Berkaitan dengan Tanah.
  4. Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.
  5. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Nasional (JDIHN).

Posted on Google Google
Esti Noviyanti profile picture
Esti Noviyanti
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Sebelumnya saya sempat mengalami banyak kendala dalam mengurus PT karena agensi sebelumnya tutup. Alhamdulillah, tim Legal MP sangat membantu memberikan solusi dan penjelasan yang terarah. Pelayanan pembuatan PT di sini sangat profesional dari awal hingga selesai. Proses konsultasinya jelas, responsnya cepat, dan setiap dokumen dijelaskan secara detail. Timnya juga sangat komunikatif, ramah (terimakasih kak Hanny dan tim), serta transparan mengenai biaya dan tahapan proses. Pengurusan legalitas berjalan lancar dan tepat waktu. Terima kasih banyak atas bantuan luar biasa dari seluruh tim Legal MP. Sangat direkomendasioan, semoga Legal MP semakin sukses dan jaya selalu!
Posted on Google Google
Thara Muthia profile picture
Thara Muthia
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Proses mudah & cepat Staf komunikatif
Posted on Google Google
FASHION JOLANY profile picture
FASHION JOLANY
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Layanan legalitas usaha yg cepat dan ramah, termasuk ramah di kantong tapu tetap profesional, segala yg berkaitan dg legalitas bisa di sini. bonusnya juga banyak ☺️
Posted on Google Google
Ahmad Ghufran Akbar profile picture
Ahmad Ghufran Akbar
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Melakukan pendirian PT disini sangat mudah, diarahkan, dan paling penting tidak ada yang ribet di persiapan hingga selesai pembuatan. Setelahnya pun masih menerima pertanyaan apabila ada kebingungan.
Posted on Google Google
masguntur husaini profile picture
masguntur husaini
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Saya Ucapkan Terima kasih atas Bantuan dan Pelayanannya yang menurut kami Maksimal. Staff yang sopan dan aktif memberikan informasi sehingga Perusahaan kami dapat diselesaikan dengan cepat dan lengkap 👍👍👍🙏
Posted on Google Google
Tommy Indoprabu Negoro profile picture
Tommy Indoprabu Negoro
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Selalu memberikan pelayanan terbaik, kami dari PT Central Emas Nusantara mengucapkan terimakasih banyak kepada tim work legal mp
Posted on Google Google
dian9900 ikn profile picture
dian9900 ikn
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Pelayanannya bagus, panduannya jelas, koordinasi nya cepat, komunikasi nya terbuka.
Posted on Google Google
YULIANA SADRI profile picture
YULIANA SADRI
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Mengurus document legalitas perusahaan saya sejak awal saya mempercayakan Legal MP sebagai pilihan. Begitupula disaat saya ingin melakukan perubahan alamat kantor dan lokasi usaha di Akta,NIB dan NPWP. Bagi saya Legal MP mempermudah urusan saya dan terpercaya. RECOMMEND!!
Posted on Google Google
canziolahoi profile picture
canziolahoi
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Pelayanan Legalmp.Id sangat baik, terpercaya, cepat dan sangat membantu sekali bagi pelaku usaha yang ingin mendaftarkan usahanya agar memiliki badan hukum
Posted on Google Google
Hafidz Jafar profile picture
Hafidz Jafar
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Sangat mudah dan di beri arahan maupun petunjuk yang sangat di pahami, terimakasih legalmp. Id

Lihat review Legal MP

dari para pengusaha di seluruh Indonesia!

Artikel Terpopuler

Bagikan:

Seedbacklink
Seedbacklink

Daftar Isi