Kredit modal kerja adalah pinjaman dari bank atau lembaga pembiayaan untuk menutup biaya operasional usaha sehari-hari. Dananya biasa dipakai membeli bahan baku, membayar gaji, atau menalangi stok barang.
Pernah menunggu pembayaran pelanggan sampai berminggu-minggu? Kas menipis, tagihan supplier jatuh tempo, dan roda bisnis ikut tersendat.
Di situlah kredit ini berperan. Syaratnya, usahamu punya prospek jelas dan kemampuan bayar yang bisa dihitung.
Sebagai praktisi hukum, saya sering melihat pengusaha dengan mudah mendapat kredit, lalu kebingungan di tengah jalan. Penyebabnya hampir selalu sama: akad ditandatangani tanpa membaca klausul agunan, denda, dan wanprestasi. Karena itu, pahami dulu sisi hukumnya sebelum kamu mengajukan kredit modal kerja.
Pengertian Kredit Modal Kerja dan Dasar Hukumnya
Kredit modal kerja (KMK) adalah pinjaman jangka pendek sampai menengah untuk membiayai kebutuhan operasional. Dana ini tidak dipakai membeli aset tetap seperti mesin atau gedung. Untuk keperluan itu, tersedia kredit investasi.
Dasar hukumnya jelas. Pasal 1 angka 11 UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan mendefinisikan kredit sebagai penyediaan uang berdasarkan persetujuan pinjam-meminjam. Sementara itu, Pasal 1754 KUHPerdata mengatur perjanjian pinjam-meminjam uang.
Lalu ada Pasal 1338 KUHPerdata. Pasal ini menyatakan bahwa perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi para pihak. Artinya, seluruh isi akad mengikat kamu.
Sebagai contoh, salah satu bank BUMN menetapkan tenor kredit modal kerja maksimal satu tahun dan dapat diperpanjang, dengan agunan berupa persediaan atau piutang yang dibiayai.
Satu hal lagi. Dana wajib dipakai sesuai tujuan yang tertulis di perjanjian. Kalau menyimpang, bank bisa menyatakan kamu wanprestasi.
Baca Juga: Perjanjian Kredit Adalah: Pahami Isi dan Risikonya
Jenis Kredit Modal Kerja yang Tersedia
Bank dan lembaga pembiayaan menyediakan beberapa jenis kredit modal kerja. Karakter, agunan, dan risikonya berbeda-beda. Berikut tiga jenis utamanya.
Kredit Modal Kerja Reguler Bank
Jenis ini cocok untuk usaha yang sudah berjalan stabil. Plafonnya mengikuti kebutuhan modal kerja dan hasil analisis bank. Biasanya bank meminta agunan berupa aset bergerak atau tidak bergerak.
Kredit Usaha Rakyat (KUR)
KUR adalah kredit program pemerintah untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Pemerintah mensubsidi bunganya, sehingga bunga kredit modal kerja jenis ini terasa lebih ringan.
Program KUR BRI 2026, misalnya, menawarkan pinjaman hingga Rp500 juta dengan bunga 6% per tahun. Ketentuan seperti ini bisa berubah sewaktu-waktu, jadi cek aturan terbarunya sebelum mengajukan.
Pembiayaan Modal Kerja Multifinance
Perusahaan pembiayaan juga boleh menyalurkan pembiayaan modal kerja. POJK Nomor 46 Tahun 2024 mulai berlaku pada 1 Maret 2025 dan mengizinkan multifinance menyalurkan pembiayaan modal kerja hingga Rp10 miliar per debitur, dengan persyaratan tertentu. OJK kemudian menyempurnakannya lewat POJK Nomor 35 Tahun 2025.
Perbandingan singkatnya begini:
- Bank: bunga relatif rendah dan analisis kredit ketat.
- KUR: bunga bersubsidi dengan plafon serta sasaran yang dibatasi.
- Multifinance: proses cepat dengan biaya yang cenderung lebih tinggi.

Syarat Kredit Modal Kerja yang Wajib Dipenuhi
Setiap lembaga keuangan punya syarat kredit modal kerja sendiri. Pola umumnya mirip. Pasal 8 UU Perbankan mewajibkan bank menilai watak, kemampuan, modal, agunan, dan prospek usaha calon debitur, dan prinsip itulah yang melandasi semua persyaratan.
Syarat Administrasi
Siapkan dokumen berikut:
- KTP dan Kartu Keluarga pemohon, serta pasangan bila sudah menikah.
- NPWP pribadi atau badan usaha.
- Nomor Induk Berusaha (NIB) atau izin usaha yang masih berlaku.
- Akta pendirian dan SK Kemenkumham untuk usaha berbentuk PT atau CV.
- Laporan keuangan atau mutasi rekening 6 hingga 12 bulan terakhir.
Kelayakan dan Riwayat Kredit
Bank akan menelusuri riwayat kreditmu lewat Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Salah satu bank BUMN mensyaratkan peringkat kredit yang baik dan tidak tercatat dalam Daftar Hitam Nasional.
Usaha biasanya harus sudah berjalan minimal enam bulan hingga satu tahun. Tunggakan di SLIK menjadi alasan penolakan yang paling sering muncul.
Agunan
Agunan berfungsi sebagai pengaman pelunasan. Tanah dan bangunan diikat dengan Hak Tanggungan menurut UU Nomor 4 Tahun 1996. Kendaraan atau persediaan diikat fidusia berdasarkan UU Nomor 42 Tahun 1999.
Piutang usaha pun bisa dijadikan agunan. Sebagian kredit UMKM berplafon kecil malah bisa berjalan tanpa agunan tambahan.
Cara Mengajukan Kredit Modal Kerja Langkah demi Langkah
Paham cara mengajukan kredit modal kerja akan menghemat waktu. Risiko penolakan pun menurun. Ikuti urutan berikut.
- Hitung kebutuhan modal. Tentukan nominal dan tujuan penggunaan dana secara rinci.
- Bandingkan penyedia. Cek bunga, biaya provisi, biaya administrasi, dan tenor di beberapa bank.
- Periksa SLIK. Pastikan tidak ada tunggakan atau data yang keliru.
- Lengkapi dokumen. Susun semua berkas administrasi dan laporan keuangan.
- Ajukan permohonan. Datangi kantor cabang atau gunakan kanal digital resmi.
- Ikuti survei dan analisis. Petugas akan menilai usaha dan agunanmu.
- Baca perjanjian kredit. Pelajari klausul bunga, denda, agunan, dan wanprestasi sebelum tanda tangan.
- Tanda tangani akad dan terima pencairan. Pakai dana sesuai tujuan yang tertulis.
Waspadai juga pinjaman online ilegal. Pastikan penyedia terdaftar dan diawasi OJK sebelum kamu mengisi formulir apa pun.
Di sisi lain, pemerintah mulai membuka jalan yang lebih lebar. OJK menerbitkan POJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM. Pelaku usaha kecil kini punya peluang yang lebih terbuka.
Kesalahan Umum saat Mengajukan
Banyak pengajuan gagal karena hal sepele. Contohnya, nominal yang diminta tidak sesuai kebutuhan nyata. Bank biasanya langsung curiga bila angkanya terlalu besar.
Laporan keuangan yang berantakan juga jadi batu sandungan. Catat pemasukan dan pengeluaran sejak jauh hari. Dengan begitu, analis bank bisa menilai usahamu dengan cepat.
Hindari pula mengajukan ke banyak bank sekaligus. Cara itu bisa memberi kesan kamu sedang kepepet dana.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apa perbedaan kredit modal kerja dan kredit investasi?
Kredit modal kerja membiayai operasional harian, misalnya stok barang dan gaji karyawan. Kredit investasi membiayai pembelian aset tetap jangka panjang seperti mesin atau properti usaha. Karena tujuannya berlainan, tenor dan agunannya ikut menyesuaikan.
Berapa bunga kredit modal kerja?
Besaran bunga kredit modal kerja bergantung pada kebijakan bank, profil risiko, dan jenis kreditnya. Bunga KUR umumnya lebih rendah karena mendapat subsidi pemerintah. Minta simulasi angsuran secara tertulis, lalu perhatikan juga biaya provisi dan administrasi.
Apa risikonya kalau gagal membayar kredit modal kerja?
Keterlambatan bayar akan tercatat di SLIK OJK dan menurunkan kolektibilitasmu. Jika berlanjut, bank dapat mengeksekusi agunan sesuai perjanjian dan peraturan yang berlaku. Segera hubungi bank untuk membahas restrukturisasi sebelum tunggakan membesar.

Kesimpulan
Kredit modal kerja membantu usaha menjaga arus kas dan tumbuh lebih stabil. Kamu perlu memahami pengertian dan dasar hukumnya, memilih jenis kredit yang cocok, lalu memenuhi syarat administrasi dan kelayakan. Setelah itu, jalani tahapan pengajuan dengan tertib dan baca perjanjian sampai tuntas.
Langkah yang saya sarankan sederhana. Hitung kebutuhan dana secara realistis, rapikan laporan keuangan, dan periksa SLIK sebelum mengajukan.
Menurut saya, kredit baru sehat kalau cicilannya sanggup dibayar dari arus kas usaha. Sebagai penulis berlatar hukum, saya juga yakin konsultasi sebelum akad jauh lebih murah daripada sengketa sesudahnya.
Masih ragu soal isi perjanjian kredit, agunan, atau risiko hukumnya? Kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini, dan tim kami siap membantu menentukan langkah terbaik untuk usahamu.
Baca Juga: Kredit Sindikasi Adalah: Pengertian, Mekanisme, dan Risikonya
Ringkasan
- Kredit modal kerja membiayai operasional usaha, bukan pembelian aset tetap.
- Dasar hukumnya mencakup UU Perbankan, KUHPerdata (Pasal 1754 dan 1338), serta peraturan OJK.
- Jenis utamanya meliputi kredit reguler bank, KUR, dan pembiayaan multifinance.
- Syarat umumnya terdiri dari dokumen legalitas usaha, laporan keuangan, riwayat SLIK yang baik, dan agunan.
- Pengajuan dimulai dari menghitung kebutuhan modal dan berakhir dengan membaca perjanjian sebelum akad.
- Keterlambatan bayar tercatat di SLIK dan dapat berujung pada eksekusi agunan.
- Pilih penyedia yang terdaftar dan diawasi OJK untuk menghindari pinjaman ilegal.
Referensi
- Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998.
- Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Pasal 1338 dan Pasal 1754).
- Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan.
- Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.
- Peraturan OJK Nomor 46 Tahun 2024 tentang Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur, dan Perusahaan Modal Ventura, beserta perubahannya dalam POJK Nomor 35 Tahun 2025. Tersedia di ojk.go.id.
- Peraturan OJK Nomor 19 Tahun 2025 tentang Kemudahan Akses Pembiayaan kepada UMKM. Tersedia di ojk.go.id.
- Otoritas Jasa Keuangan, informasi Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Tersedia di ojk.go.id.
- Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, ketentuan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tersedia di ekon.go.id.





