Terbaru

Pajak

Bupot Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya

Ditulis oleh Wahyu JM

Daftar Isi

Bagi wajib pajak yang penghasilannya dipotong pajak oleh pihak lain, istilah bupot pasti sudah tidak asing lagi. Dokumen ini menjadi bukti sah bahwa kewajiban pemotongan pajak telah dilaksanakan sesuai aturan.

Secara sederhana, bupot adalah singkatan dari bukti pemotongan, yaitu dokumen yang diterbitkan oleh pemotong pajak sebagai tanda bahwa pajak penghasilan pihak lain telah dipotong dan disetorkan ke kas negara. Dokumen ini menjadi salah satu bukti penting dalam pelaporan pajak tahunan.

Menurut pandangan saya sebagai praktisi hukum yang sering menangani urusan perpajakan klien, banyak wajib pajak yang masih bingung membedakan bupot dengan bukti setor pajak biasa. Padahal, kedua dokumen ini memiliki fungsi hukum yang berbeda dalam sistem administrasi perpajakan.

Pengertian Bupot Secara Hukum

Bupot atau bukti potong adalah dokumen yang diterbitkan pemotong pajak sebagai bukti telah dilakukannya pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) atas penghasilan yang diterima wajib pajak. Ketentuan mengenai bukti potong diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

Pihak yang wajib menerbitkan bupot adalah pemberi kerja, badan usaha, atau pihak lain yang melakukan pembayaran kepada wajib pajak dan diwajibkan memotong pajak sesuai ketentuan. Misalnya, perusahaan yang membayar gaji karyawan wajib menerbitkan bupot PPh Pasal 21 setiap bulan maupun tahunan.

Sejak implementasi sistem Coretax secara penuh, penerbitan bupot kini dilakukan secara elektronik melalui portal resmi DJP. Hal ini membuat proses pembuatan dan pelaporan bupot menjadi lebih terintegrasi dibanding sistem sebelumnya.

bupot adalah
Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS!

Fungsi Bupot bagi Wajib Pajak

Bupot memiliki sejumlah fungsi penting, baik bagi pihak yang menerbitkan maupun pihak yang menerima dokumen tersebut. Berikut fungsi utama bupot:

  • Menjadi bukti sah bahwa pajak penghasilan telah dipotong dan disetorkan ke kas negara.
  • Digunakan sebagai kredit pajak saat wajib pajak melaporkan SPT Tahunan.
  • Menjadi dasar rekonsiliasi data antara pemotong dan penerima penghasilan di sistem DJP.
  • Melindungi wajib pajak dari risiko pemotongan pajak ganda oleh pihak lain.
  • Menjadi alat pengawasan bagi DJP untuk memastikan kepatuhan pemotong pajak.

Bagi karyawan atau penerima penghasilan, bupot menjadi dokumen penting yang harus disimpan dan digunakan saat melaporkan SPT Tahunan. Tanpa bupot yang valid, klaim kredit pajak dalam SPT berpotensi ditolak sistem DJP.

Baca juga  Cukai Adalah: Pengertian, Jenis, dan Barang Kena Cukai

Jenis-Jenis Bupot dalam Sistem Perpajakan

Terdapat beberapa jenis bupot yang diterbitkan sesuai dengan jenis pajak penghasilan yang dipotong. Berikut jenis bupot yang umum ditemui:

  • Bupot PPh Pasal 21, untuk pemotongan pajak atas gaji, upah, dan honorarium karyawan.
  • Bupot PPh Pasal 22, untuk pemotongan pajak atas kegiatan impor dan pembelian barang tertentu.
  • Bupot PPh Pasal 23, untuk pemotongan pajak atas dividen, bunga, royalti, dan jasa tertentu.
  • Bupot PPh Pasal 26, untuk pemotongan pajak atas penghasilan wajib pajak luar negeri.
  • Bupot PPh Final Pasal 4 ayat (2), untuk pemotongan pajak final seperti sewa tanah dan bangunan.

Setiap jenis bupot memiliki format dan kode yang berbeda dalam sistem Coretax. Oleh karena itu, penting bagi pemotong pajak untuk memilih jenis bupot yang sesuai dengan transaksi yang sedang dilaporkan.

Cara Membuat Bupot Melalui Coretax

Proses pembuatan bupot kini sepenuhnya dilakukan secara elektronik melalui sistem Coretax DJP. Berikut langkah-langkah umum membuat bupot melalui sistem tersebut:

  • Login ke portal Coretax menggunakan akun wajib pajak yang terdaftar sebagai pemotong.
  • Pilih menu penerbitan bukti potong sesuai jenis pajak yang akan dipotong.
  • Masukkan data penerima penghasilan, termasuk NPWP atau NIK yang telah divalidasi.
  • Isi jumlah penghasilan bruto dan tarif pajak yang berlaku sesuai ketentuan.
  • Sistem akan menghitung otomatis jumlah pajak yang dipotong berdasarkan data yang diinput.
  • Terbitkan bupot secara elektronik dan kirimkan salinannya kepada penerima penghasilan.

Setelah bupot diterbitkan, data tersebut akan otomatis terekam dalam sistem DJP dan dapat digunakan penerima penghasilan sebagai kredit pajak saat pelaporan SPT Tahunan. Proses yang terintegrasi ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan input data dibanding sistem manual sebelumnya.

Konsekuensi Jika Tidak Menerbitkan Bupot

Pemotong pajak yang tidak menerbitkan bupot sesuai kewajibannya bisa dikenai sanksi administratif. Ketentuan ini diatur dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Sanksi yang dikenakan bisa berupa denda administratif hingga potensi pemeriksaan pajak oleh DJP. Selain itu, ketiadaan bupot juga merugikan pihak penerima penghasilan, karena mereka tidak bisa mengklaim kredit pajak yang seharusnya menjadi haknya.

Baca juga  Avoidance Artinya Apa? Ini Pengertian dan Contoh Penggunaannya

Menurut saya, kepatuhan dalam menerbitkan bupot bukan hanya soal memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga bentuk tanggung jawab terhadap hak pihak lain yang penghasilannya telah dipotong. Kelalaian dalam hal ini bisa menimbulkan kerugian ganda, baik bagi pemotong maupun penerima penghasilan.

Perbedaan Bupot Unifikasi dan Bupot Sebelumnya

Sejak beberapa tahun terakhir, DJP memperkenalkan konsep bupot unifikasi yang menggabungkan beberapa jenis bukti potong dalam satu format pelaporan. Perubahan ini bertujuan menyederhanakan proses administrasi bagi pemotong pajak.

Sebelumnya, setiap jenis PPh memiliki format bupot dan aplikasi pelaporan yang terpisah, sehingga pemotong pajak harus mengelola banyak dokumen sekaligus. Dengan bupot unifikasi, pemotong cukup menggunakan satu sistem pelaporan yang mencakup berbagai jenis PPh sekaligus, termasuk PPh Pasal 23, 26, dan PPh Final Pasal 4 ayat (2).

Setelah Coretax diberlakukan penuh, konsep unifikasi ini semakin diperkuat karena seluruh jenis bupot kini terintegrasi dalam satu portal yang sama. Menurut saya, perubahan ini cukup membantu pelaku usaha, khususnya yang memiliki banyak transaksi dengan jenis pajak berbeda dalam satu periode pelaporan.

Tips Mengelola Bupot agar Tidak Bermasalah

Agar proses pelaporan pajak berjalan lancar, ada beberapa tips yang bisa diterapkan pemotong maupun penerima bupot. Pengelolaan yang rapi akan sangat membantu saat pelaporan SPT Tahunan tiba.

Berikut beberapa tips mengelola bupot dengan baik:

  • Simpan seluruh bupot secara digital maupun fisik dalam folder yang terorganisir per periode pajak.
  • Lakukan rekonsiliasi data bupot secara berkala dengan laporan keuangan internal perusahaan.
  • Segera konfirmasi kepada pemotong pajak jika ada bupot yang belum diterima sesuai jadwal.
  • Periksa kembali kesesuaian NPWP dan nominal pajak yang tercantum dalam bupot sebelum digunakan untuk pelaporan.

Dengan pengelolaan yang tertib, wajib pajak bisa menghindari kesalahan input data saat melaporkan SPT Tahunan. Selain itu, kelengkapan bupot juga akan mempermudah proses pemeriksaan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh otoritas pajak.

bupot adalah
Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS!

FAQ Seputar Bupot

Apa perbedaan bupot dengan bukti setor pajak? Bupot adalah bukti bahwa pajak telah dipotong oleh pihak lain dari penghasilan wajib pajak, sedangkan bukti setor adalah bukti bahwa pajak yang dipotong tersebut telah disetorkan ke kas negara.

Baca juga  Tax Evasion: Pengertian, Modus, dan Sanksi Hukumnya

Apakah bupot wajib disimpan oleh penerima penghasilan? Ya, bupot wajib disimpan karena menjadi dasar pengajuan kredit pajak saat pelaporan SPT Tahunan, sehingga kehilangan dokumen ini bisa menyulitkan proses pelaporan pajak.

Bagaimana jika pemotong pajak tidak menerbitkan bupot? Pemotong pajak yang tidak menerbitkan bupot bisa dikenai sanksi administratif sesuai UU KUP, sementara penerima penghasilan berhak meminta penerbitan bupot kepada pihak pemotong.

Kesimpulan

Bupot adalah dokumen penting dalam sistem perpajakan Indonesia yang menjadi bukti sah pemotongan pajak penghasilan. Dengan sistem Coretax yang kini terintegrasi penuh, proses penerbitan dan pelaporan bupot menjadi lebih mudah dipantau baik oleh pemotong maupun penerima penghasilan.

Menurut saya, pemahaman yang baik mengenai bupot akan membantu wajib pajak menghindari kesalahan pelaporan SPT Tahunan, terutama terkait klaim kredit pajak. Jangan sampai dokumen sepenting ini justru diabaikan hanya karena dianggap sekadar formalitas administratif.

Jika kamu membutuhkan pendampingan dalam urusan pelaporan pajak atau penerbitan bupot, jangan ragu untuk berkonsultasi. Klik tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini untuk mendapatkan bantuan dari ahlinya.

Ringkasan

  • Bupot adalah bukti pemotongan pajak penghasilan yang diterbitkan pemotong pajak.
  • Dasar hukum bupot diatur dalam UU PPh sebagaimana diubah UU HPP.
  • Fungsi bupot meliputi bukti pemotongan pajak dan dasar kredit pajak dalam SPT Tahunan.
  • Jenis bupot meliputi PPh Pasal 21, 22, 23, 26, dan PPh Final Pasal 4 ayat (2).
  • Penerbitan bupot kini dilakukan elektronik melalui sistem Coretax DJP.
  • Pemotong pajak yang tidak menerbitkan bupot bisa dikenai sanksi administratif.
  • Bupot wajib disimpan penerima penghasilan sebagai dasar pelaporan SPT Tahunan.

Referensi

  1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana diubah dengan UU HPP.
  2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).
  3. Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pajak.go.id.
  4. Peraturan Direktur Jenderal Pajak tentang Bukti Pemotongan/Pemungutan Pajak Penghasilan.

Tag Terkait:

Bagikan:

Posted on Google Google
Esti Noviyanti profile picture
Esti Noviyanti
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Sebelumnya saya sempat mengalami banyak kendala dalam mengurus PT karena agensi sebelumnya tutup. Alhamdulillah, tim Legal MP sangat membantu memberikan solusi dan penjelasan yang terarah. Pelayanan pembuatan PT di sini sangat profesional dari awal hingga selesai. Proses konsultasinya jelas, responsnya cepat, dan setiap dokumen dijelaskan secara detail. Timnya juga sangat komunikatif, ramah (terimakasih kak Hanny dan tim), serta transparan mengenai biaya dan tahapan proses. Pengurusan legalitas berjalan lancar dan tepat waktu. Terima kasih banyak atas bantuan luar biasa dari seluruh tim Legal MP. Sangat direkomendasioan, semoga Legal MP semakin sukses dan jaya selalu!
Posted on Google Google
Thara Muthia profile picture
Thara Muthia
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Proses mudah & cepat Staf komunikatif
Posted on Google Google
FASHION JOLANY profile picture
FASHION JOLANY
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Layanan legalitas usaha yg cepat dan ramah, termasuk ramah di kantong tapu tetap profesional, segala yg berkaitan dg legalitas bisa di sini. bonusnya juga banyak ☺️
Posted on Google Google
Ahmad Ghufran Akbar profile picture
Ahmad Ghufran Akbar
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Melakukan pendirian PT disini sangat mudah, diarahkan, dan paling penting tidak ada yang ribet di persiapan hingga selesai pembuatan. Setelahnya pun masih menerima pertanyaan apabila ada kebingungan.
Posted on Google Google
masguntur husaini profile picture
masguntur husaini
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Saya Ucapkan Terima kasih atas Bantuan dan Pelayanannya yang menurut kami Maksimal. Staff yang sopan dan aktif memberikan informasi sehingga Perusahaan kami dapat diselesaikan dengan cepat dan lengkap 👍👍👍🙏
Posted on Google Google
Tommy Indoprabu Negoro profile picture
Tommy Indoprabu Negoro
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Selalu memberikan pelayanan terbaik, kami dari PT Central Emas Nusantara mengucapkan terimakasih banyak kepada tim work legal mp
Posted on Google Google
dian9900 ikn profile picture
dian9900 ikn
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Pelayanannya bagus, panduannya jelas, koordinasi nya cepat, komunikasi nya terbuka.
Posted on Google Google
YULIANA SADRI profile picture
YULIANA SADRI
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Mengurus document legalitas perusahaan saya sejak awal saya mempercayakan Legal MP sebagai pilihan. Begitupula disaat saya ingin melakukan perubahan alamat kantor dan lokasi usaha di Akta,NIB dan NPWP. Bagi saya Legal MP mempermudah urusan saya dan terpercaya. RECOMMEND!!
Posted on Google Google
canziolahoi profile picture
canziolahoi
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Pelayanan Legalmp.Id sangat baik, terpercaya, cepat dan sangat membantu sekali bagi pelaku usaha yang ingin mendaftarkan usahanya agar memiliki badan hukum
Posted on Google Google
Hafidz Jafar profile picture
Hafidz Jafar
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Sangat mudah dan di beri arahan maupun petunjuk yang sangat di pahami, terimakasih legalmp. Id

Lihat review Legal MP

dari para pengusaha di seluruh Indonesia!

Artikel Terpopuler

Bagikan:

Seedbacklink
Seedbacklink

Daftar Isi