Inspiratif sekali sosok Yasika Aulia Ramadhani. Usianya baru 20 tahun. Tapi, sudah sukses jadi mitra Makan Bergizi Gratis (MBG).
Gak tanggung-tanggung, Ia berhasil mengelola 41 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan.
Selain karena kerja kerasnya, saya yakin dukungan semangat dari sang ayah tercinta juga turut membantunya untuk bisa mengelola puluhan dapur MBG ini.
Yasika sendiri merupakan Anak dari Wakil Ketua II DPRD Sulsel Yasir Mahmud dan Andi Tenri Engka.
Lewat Yayasan Yasika Group, Yasika saat ini menjalankan 41 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Selatan dengan sebaran 16 dapur di Makassar, 3 di Parepare, 2 di Gowa, serta 10 dapur baru di Kabupaten Bone.
Selain itu, masih ada 3 dapur lagi yang hampir rampung di beberapa kecamatan seperti Tanete Riattang hingga Kajuara. Dari total 17 dapur yang sudah aktif, sekitar 50 pekerja di tiap unit terlibat, sehingga keseluruhan tenaga kerja mencapai 850 orang.
Kamu bisa mengikuti kisah sukses anak muda inspiratif ini menjadi mitra MBG.
Anak muda saja bisa. Tentu kalau kamu berusia di atasnya, apalagi punya pengalaman mengelola organisasi atau perusahaan, saya yakin kamu pasti mampu menjadi mitra MBG untuk berperan dalam memperbaiki gizi generasi penerus bangsa kita.
Program MBG adalah langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas SDM dengan menyediakan makanan sehat secara gratis bagi kelompok sasaran utama. Kini, keberadaan Badan Gizi Nasional (BGN) yang dibentuk lewat Perpres Nomor 83 Tahun 2024 membuat pengelolaan dan kerja sama dalam program ini semakin kuat dan terarah secara resmi dilansir dari Setkab.go.id.
Selama kamu sudah memenuhi syarat-syaratnya dan prosedur pendaftaran apa saja yang harus dilalui, nanti bisa jadi mitra MBG. Apa saja itu?
Mari kita bahas lengkap di artikel ini!
Jenis-jenis Mitra Program Makan Bergizi Gratis
Sebelum bergabung, ada baiknya kamu memahami lebih dulu kategori mitra yang tersedia dalam program MBG.
Tujuannya agar posisi kamu maupun perusahaan bisa sesuai dan peluang kolaborasi dapat dimaksimalkan.
1. Mitra Non-Yayasan
Kategori ini mencakup berbagai bentuk usaha seperti PT, CV, koperasi, BUMDes, UMKM, usaha dagang, hingga instansi pemerintah.
Model ini memberi keleluasaan dalam pengelolaan serta peluang penyediaan bahan atau penyajian menu bergizi dalam jumlah yang cukup besar.
Karena cakupannya yang luas, calon mitra diharapkan memiliki legalitas yang lengkap dan kesiapan operasional yang terstruktur dirangkum dari Infiniti.id.
2. Mitra Yayasan
Kategori ini terdiri dari yayasan yang berperan sebagai penghubung antara penyalur anggaran dan pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Mitra dalam kategori ini biasanya menjalankan fungsi pengelolaan program, pendampingan, serta monitoring. Banyak yayasan mengelola beberapa lokasi sekaligus sehingga cocok bagi organisasi yang memiliki jaringan luas dan rekam pengalaman sosial.
3. Mitra Penyedia Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Penyedia Makanan dan Bahan Pangan Lokal
Kategori ini mencakup pengelola dapur layanan atau UMKM yang menyediakan bahan pangan lokal bagi pelaksanaan program MBG.
Peran ini berguna untuk mendukung rantai pasok daerah, menggerakkan ekonomi komunitas, serta menyesuaikan dengan ketentuan pemerintah mengenai penggunaan bahan pangan lokal dalam penyediaan menu dilansir dari Indonesia.go.id.
Syarat Menjadi Mitra Program MBG yang Baru
Setelah mengetahui macam mitra yang tersedia, berikut adalah daftar syarat terbaru yang perlu dipenuhi oleh calon mitra.
Pastikan seluruh poin ini kamu penuhi agar proses peninjauan berjalan lancar.
1. Badan Hukum atau Status Usaha yang Sah
Calon mitra harus memiliki bentuk usaha atau lembaga yang diakui secara hukum seperti PT, CV, koperasi atau yayasan.
Bila masih berupa individu atau komunitas, dapat melampirkan surat rekomendasi dari lembaga yang kredibel.
Ketentuan ini membantu memastikan komitmen jangka panjang serta tanggung jawab pelaksanaan penyediaan makanan bergizi.

Konsultasi Gratis Bikin Yayasan Tinggal Klik Link Disini
2. Menggunakan Bahan Pangan Lokal
Calon mitra diharuskan memanfaatkan bahan pangan lokal sebagai komponen utama menu yang disajikan. Ketentuan ini bukan sekadar syarat administratif, namun menjadi bagian dari strategi untuk menguatkan ekonomi lokal dan mendukung ketahanan pangan.
Contohnya, kamu bisa bekerja sama dengan UMKM setempat yang memasok sayur, ikan atau lauk berbasis produk daerah ke dapur MBG.
3. Dokumen Legalitas: KTP, NPWP, NIB, Akta Usaha
Dokumen legal yang biasanya diminta meliputi KTP penanggung jawab, NPWP badan usaha, NIB, serta akta pendirian dan perubahan yang sesuai dengan bentuk usaha.
Dokumen ini dibutuhkan untuk keperluan pendaftaran online dan proses verifikasi lapangan oleh BGN atau pihak pengelola program dilansir dari Legalitas.org.
4. Alamat Usaha dan Data Kontak yang Jelas
Calon mitra perlu mencantumkan alamat usaha lengkap untuk domisili dan lokasi produksi, alamat email resmi, nomor telepon atau HP, serta logo atau identitas usaha bila tersedia.
Ketersediaan data ini mendukung kegiatan pemantauan serta pelaporan selama kerja sama berjalan.
5. Komitmen Operasional dan Volume Penyediaan
Walaupun tidak selalu tercantum angka tertentu, calon mitra diharapkan memiliki kapasitas penyediaan makanan bergizi yang konsisten serta sesuai standar operasional yang berlaku.
Misalnya keteraturan distribusi, kondisi kebersihan dapur, dan kesiapan logistik.
Ketentuan ini berguna untuk membantu menghindari calon mitra yang belum memiliki kemampuan nyata untuk mengelola kegiatan program.
Langkah dan Cara Mendaftar Menjadi Mitra Resmi MBG
Proses pendaftaran mitra kini dapat dilakukan sepenuhnya melalui portal daring yang telah disediakan.
Kamu bisa mengikuti rangkaian langkahnya secara runtut agar prosesnya terasa lebih rapi dan mudah diikuti.
1. Akses Portal Mitra BGN
Langkah pertama, bukalah laman pendaftaran mitra di situs Badan Gizi Nasional melalui https://mitra.bgn.go.id.
Setelah halaman terbuka, cek kembali apakah alamat web yang kamu akses sudah benar.
Gunakan browser telah diperbarui atau versi terbaru agar formulir tidak mengalami gangguan ketika diisi.
Pastikan koneksi internet kamu stabil untuk membantu proses pengisian berjalan lebih mulus. Dengan persiapan sederhana ini, kamu bisa melanjutkan ke tahap berikutnya tanpa kendala teknis.
2. Membuat Akun Baru atau Masuk ke Akun yang Sudah Ada
Jika kamu belum memiliki akun, pilih menu Buat Akun Baru.
Lalu isi informasi dasar seperti nama usaha atau lembaga, jenis badan, email aktif, nomor telepon, dan kata sandi.
Proses ini membantu sistem mengenali identitasmu sehingga data pendaftaran bisa tercatat dengan benar.
Kalau sudah pernah mendaftar, cukup login menggunakan email dan kata sandi yang terdaftar.
Setelah masuk, kamu dapat melanjutkan pengisian formulir lanjutan yang lebih detail. Tahapan ini menjadi pintu awal sebelum mengunggah dokumen yang diperlukan.
3. Mengisi Formulir dan Mengunggah Dokumen Persyaratan
Pada tahap berikutnya, kamu diminta melengkapi formulir berisi data lembaga, informasi kontak, jenis kemitraan, serta lokasi layanan bila kamu mengelola SPPG.
Setiap kolom formulir perlu diisi dengan teliti agar informasi yang kamu berikan sesuai kondisi sebenarnya.
Setelah itu, unggahlah dokumen seperti KTP, NPWP, NIB, akta usaha, dan logo sesuai format yang diminta.
Pastikan file yang kamu unggah terbaca jelas karena dokumen ini akan diperiksa oleh tim verifikasi.
Semakin lengkap data yang kamu berikan, semakin cepat proses peninjauan bisa dilakukan.

Konsultasi Gratis Pembuatan Koperasi Tinggal Klik Link Disini
4. Menentukan Lokasi Layanan atau Titik SPPG
Bagi mitra yang memiliki dapur atau titik layanan, berarti tinggal memilih lokasi melalui peta atau daftar lokasi di dalam sistem.
Pada bagian ini, kamu juga perlu mengisi informasi mengenai bangunan, fasilitas pendukung, kapasitas produksi, serta rencana distribusi.
Data ini membantu tim penilai memahami kondisi operasional di lapangan. Semakin detail penjelasanmu, semakin mudah proses verifikasi dilakukan.
Tahap ini menjadi dasar untuk memastikan lokasi yang kamu ajukan memang layak digunakan.
5. Proses Pemeriksaan Administratif dan Survei Lapangan
Setelah data dan dokumen terkirim, tim BGN akan melakukan peninjauan administratif untuk melihat kesesuaian berkas.
Jika dibutuhkan, akan dilakukan pemeriksaan lapangan untuk melihat langsung kondisi fasilitas, alur pengolahan makanan, serta standar kebersihannya.
Hasil peninjauan ini akan menentukan apakah calon mitra dapat melanjutkan proses atau perlu perbaikan data.
Kamu akan menerima informasi resmi mengenai hasil pengecekan tersebut.
Bila disetujui, kamu akan mendapatkan surat keputusan sebagai mitra terdaftar.
6. Pelatihan, Penandatanganan Kerja Sama, dan Mulainya Operasional
Setelah ditetapkan sebagai mitra, kamu biasanya mengikuti pelatihan terkait standar gizi, logistik, dan pelaporan.
Pelatihan ini membantu memastikan semua pengelola memahami aturan layanan yang berlaku.
Setelah itu, kamu akan menandatangani perjanjian kerja sama sebelum memulai operasional.
Pastikan seluruh fasilitas, tenaga kerja, serta peralatan sudah disiapkan dengan baik.
Ketika semua komponen sudah siap, kegiatan operasional dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Kesimpulan
Program MBG menjadi peluang bagi berbagai bentuk usaha maupun lembaga sosial untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Dengan hadirnya BGN sebagai lembaga resmi, alur kemitraan kini jauh lebih terstruktur dan transparan.
Sepanjang calon mitra memenuhi persyaratan legalitas, penggunaan bahan pangan lokal, serta komitmen operasional, peluang untuk lolos verifikasi akan semakin besar.
Proses pendaftarannya pun dibuat mudah melalui portal daring sehingga dapat diikuti oleh pelaku usaha dari berbagai daerah.
Pada akhirnya, kolaborasi yang solid antara pemerintah dan mitra lokal diharapkan mampu mempercepat distribusi makanan bergizi dan memperkuat ekosistem gizi nasional.








