Daftar Isi

Kerja di Mie Gacoan: Gaji, Syarat, Pengalaman, dan Tunjangan

Kerja di Mie Gacoan Gaji, Syarat, Pengalaman, dan Tunjangan

Mau kerja di Mie Gacoan? Bekerja di Mie Gacoan menjadi pilihan menarik, terutama bagi para pencari kerja. Brand ini memiliki peluang yang bagus untuk bertahan dalam jangka panjang. Tidak heran banyak orang berminat untuk menjadikannya tempat berkarier. Menurut saya, fenomena ramainya Mie Gacoan bukan hanya soal harga murah, tetapi juga karena konsep bisnisnya berhasil menarik berbagai kalangan. Hal ini membuat peluang kerja di sektor F&B, khususnya brand seperti Mie Gacoan, menjadi semakin menjanjikan bagi pencari kerja.

Setiap hari, outlet Mie Gacoan selalu ramai oleh pengunjung. Banyak orang rela mengantri panjang hanya demi mendapatkan tempat duduk. Hal ini menunjukkan bahwa brand Mie Gacoan memiliki daya tarik yang tinggi di mata konsumen. Kondisi ini membuat bisnis Mie Gacoan memiliki peluang untuk berjalan dengan baik. Berdasarkan data Kemenparekraf, sektor kuliner menyumbang lebih dari 40% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif nasional.

Outlet Mie Gacoan berekspansi dengan sangat cepat. Mereka sanggup membuka cabang baru di kota yang sama. Strategi ini dapat menjangkau lebih banyak customer tanpa harus berpindah ke wilayah lain. Pertumbuhan bisnis dengan cukup agresif menunjukkan bahwa Mie Gacoan memiliki perencanaan matang. Dengan begitu, peluang brand Mie Gacoan kedepannya semakin terbuka lebar.

Tidak hanya membangun cabang di satu kota, Mie Gacoan juga menjangkau customer dengan membangun cabang di daerah lain. Kondisi ini membuat brand tersebut semakin dikenal oleh masyarakat. Dengan membuka banyak cabang membantu meningkatkan popularitasnya secara nasional.

Maka dari itu, peluang kerja di Mie Gacoan sangat terbuka lebar karena banyaknya lowongan kerja tersedia. Biasanya ada berbagai jenis posisi yang dibuka. Mulai dari level crew atau staff hingga posisi supervisor dan manajer. Setiap posisi tentunya memiliki tanggung jawab dan tantangan berbeda.

Rincian Gaji Karyawan Mie Gacoan per Posisi

Perlu dipahami bahwa besaran gaji di bawah ini hanyalah perkiraan dari berbagai sumber. Nilai sebenarnya bisa saja berbeda, tergantung pada kebijakan perusahaan. Selain itu, lokasi outlet, pengalaman kerja karyawan, serta adanya tunjangan tambahan juga dapat memengaruhi jumlah yang diterima. Faktor lain seperti standar UMR di masing-masing daerah juga turut menentukan besaran gaji tersebut.

1. Gaji Crew Outlet (Kasir, Pelayan, Dapur)

Menurut Alfarani dkk (2023), sumber daya manusia sangat penting bagi perusahaan dalam mengelola, mengatur, dan memanfaatkan karyawan, sehingga dapat berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan perusahaan. Pegawai dan perusahaan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan, pegawai memegang peran utama dalam tercapainya tujuan perusahaan.

Sebagai tulang punggung operasional, posisi crew outlet terbagi menjadi dua kategori. Pembagian ini pada dasarnya memiliki tujuan, yaitu agar tugas yang dijalankan lebih efisien dan terstruktur. Kedua kategori tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kualitas layanan dan kepuasan pelanggan. Berikut adalah pembagiannya:

  • Crew Kitchen: meliputi cook, helper, dishwasher, dan tim dapur lainnya.
  • Crew Service: meliputi kasir, waiters crew, hingga pelayanan langsung ke pelanggan.

Kisaran gaji untuk level ini berada di rentang Rp 1.800.000 – Rp 3.000.000 per bulan. Di beberapa kota, terutama denga UMR tinggi, gaji kasir atau pelayan bahkan bisa setara atau lebih tinggi dari UMR setempat. Kondisi ini menjadi nilai tambah untuk orang lain dalam mendapatkan gaji yang kompetitif. Posisi ini semakin menarik, karena biasanya ada kenaikan gaji atau jenjang karir.

2. Gaji Supervisor dan Leader

Level ini memiliki tanggung jawab lebih besar, mulai dari mengawasi jalannya operasional harian, mengatur kualitas layanan, hingga mengkoordinasikan kinerja tim. Kisaran gajinya adalah:

  • Asisten Supervisor/Leader: sekitar Rp 2.500.000 – Rp 4.000.000 per bulan.
  • Supervisor Outlet: berkisar Rp 3.500.000 – Rp 4.500.000 per bulan, bahkan lebih tinggi di kota-kota besar.

3. Gaji Manajemen dan Posisi Kantor

Pada level ini, tanggung jawab yang diemban tentu lebih besar dibandingkan posisi crew. Perannya mencakup pengawasan operasional harian, memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga, serta mengoordinasikan kinerja seluruh tim agar berjalan efektif. Selain itu, posisi ini juga sering terlibat dalam pengambilan keputusan di tingkat outlet.Estimasi gaji di level ini antara lain:

  • Staff Administrasi, Purchasing, Accounting, Finance: Rp 2.000.000 – Rp 3.500.000.
  • Staf Personalia/HRD: Rp 2.000.000 – Rp 3.500.000.
  • Manager Outlet/Assistant Manager: Rp 4.000.000 – Rp 5.000.000 atau lebih.
Baca juga  5 Bisnis yang Cocok Memakai Virtual Office dan Keuntungannya

Di kota-kota besar dengan tingkat biaya hidup yang tinggi, paket kompensasi biasanya tidak hanya berupa gaji pokok saja. Perusahaan sering menambahkan berbagai tunjangan agar total pendapatan tetap sesuai atau bahkan melampaui ketentuan UMR setempat. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesejahteraan karyawan sekaligus meningkatkan daya tarik perusahaan. Dengan begitu, karyawan dapat bekerja dengan lebih nyaman dan fokus.

Sementara itu, untuk posisi supervisor dan manager, umumnya mendapatkan gaji di atas standar UMR. Hal ini sebanding dengan besarnya tanggung jawab serta peran penting dalam operasional outlet. Selain gaji pokok, biasanya juga terdapat tambahan benefit lain yang mendukung posisi tersebut. Oleh karena itu, jenjang karier ke level ini cukup diminati oleh banyak karyawan. Jika kamu juga berencana membangun usaha sendiri, kamu bisa mempertimbangkan menggunakan layanan dari Legal MP untuk membantu proses pendirian PT atau CV secara lebih mudah, aman, dan terpercaya.

kerja di mie gacoan
Pembuatan PT dan CV dengan DP 0% dan Gabung Komunitas Pengusaha, Mulai Sekarang dengan KLIK LINK DI SINI!

Syarat Melamar Kerja di Mie Gacoan yang Perlu Dilengkapi

Kalau kamu menerima kisaran gaji tersebut dan mau kerja di Mie Gacoan, berikut beberapa persyaratannya untuk melamar:

  • Surat Lamaran Pekerjaan – Berisi penjelasan singkat mengenai minat, alasan melamar, serta kecocokan Anda dengan posisi yang dituju.
  • Curriculum Vitae (CV) – Memuat ringkasan data diri, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, serta keterampilan yang relevan.
  • Fotokopi KTP – Sebagai identitas resmi yang berlaku secara hukum.
  • Fotokopi Ijazah Terakhir – Bukti kelulusan pendidikan minimal sesuai syarat posisi.
  • Pas Foto Terbaru – Foto formal yang digunakan sebagai identitas diri.
  • Foto Full Body (Opsional) – Pada beberapa posisi tertentu, perusahaan juga meminta foto seluruh badan dari depan dan samping.

Persyaratan Kualifikasi Umum (Untuk Posisi Crew)

Selain dokumen, pelamar juga wajib memenuhi kriteria umum berikut:

  • Usia: Maksimal 27 tahun pada saat melamar.
  • Pendidikan: Minimal lulusan SMA/SMK atau sederajat.
  • Kesehatan: Tidak memiliki riwayat penyakit serius.
  • Keterampilan: Mampu berkomunikasi dengan baik, aktif, dan dapat bekerja sama dalam tim.

Review Pengalaman Kerja di Mie Gacoan

Berdasarkan informasi dari laman JobStreet, sejumlah karyawan PT Pesta Pora Abadi yang menaungi Mie Gacoan membagikan pengalaman kerja mereka. 

Seorang Assistant Store Manager di Cakung, Jakarta Timur menyoroti masalah jam kerja yang dinilai tidak sesuai aturan. 

Ia mengatakan, “Jam kerja selalu tidak sesuai dengan ketetapan. Terlalu diforsir dalam bekerja. Fasilitas tidak banyak didapat,” tulisnya. 

Hal ini menunjukkan adanya keluhan terkait beban kerja berlebih serta minimnya fasilitas yang diterima karyawan di posisi manajerial.

Keluhan juga datang dari seorang kasir Mie Gacoan yang bekerja di Banyumanik, Semarang. 

Ia menyebutkan kesulitan dalam mendapatkan waktu istirahat. Dalam testimoninya tertulis, “Kesulitan untuk mendapatkan hari libur,” yang mengindikasikan adanya permasalahan dalam keseimbangan kerja dan waktu personal karyawan.

Selain itu, ada seorang crew kitchen di Solo mengungkapkan kondisi kerja yang cukup berat di lapangan. Ia menuliskan:

“Tidak boleh libur di tanggal merah/hari libur nasional, kecuali sakit. Antrian sepanjang apa pun tetap diterima meskipun keadaan resto full table dan antrian ojol yang mengular. Aplikasi ojol tidak boleh dimatikan. Jadi, sebanyak apa pun pesanan tetap harus dibuat. Kerja terasa sangat berat saat keadaan rush hour/ramai pengunjung. Jarang dan hampir tidak pernah pulang ontime. Selalu pulang lebih dari 30 menit keatas. Saat puasa lumayan sulit mengatur waktu untuk berbuka puasa karena harus bergantian dengan teman dan hanya diberi waktu 5-10 menit untuk berbuka dan ibadah. Dituntut untuk kerja cepat dan tepat sesuai SOP perusahaan. Gaji yang di bawah UMR dan untuk lembur hanya sekitar 10 ribu perjamnya,”

Dari pernyataan ini terlihat jelas bahwa crew kitchen menghadapi tingginya beban kerja fisik, aturan ketat, serta kompensasi dinilai tidak sebanding dengan kondisi di lapangan. Berdasarkan penelitian Abrian & Wulansari (2022), beban kerja yang tinggi dapat mempengaruhi kinerja karyawan menjadi kurang maksimal. Oleh karena itu, pihak perusahaan harus mempertimbangkan masalah beban kerja karyawan.

Baca juga  Apakah Badan Usaha Tidak Dapat Digunakan Ketika Belum Urus Izin Lanjutan (KBLI Belum Terverifikasi)?

Tunjangan Mie Gacoan: THR, Makan, Transport, dan Lembur

Selain gaji pokok, karyawan Mie Gacoan juga mendapatkan berbagai tunjangan dan fasilitas tambahan. Inilah beberapa benefit yang biasanya ditawarkan:

1. Tunjangan Hari Raya (THR)

Karyawan tetap berhak mendapatkan THR sesuai dengan ketentuan pemerintah. Besarannya umumnya setara dengan satu kali gaji pokok bagi karyawan yang telah bekerja minimal satu tahun. Sebagai gambaran, jika seorang crew memiliki gaji Rp2.500.000 per bulan, maka THR nya juga sebesar Rp2.500.000. Tunjangan ini biasanya diberikan menjelang hari raya keagamaan seperti Idul Fitri. Hal ini tentu menjadi tambahan penghasilan bagi karyawan perusahaan.

2. Uang Makan

Bagi karyawan operasional seperti crew outlet, perusahaan memberikan uang makan harian sekitar Rp15.000–Rp25.000 per shift atau fasilitas makan gratis di outlet. Jika dihitung bulanan, tunjangan ini bisa mencapai Rp450.000–Rp750.000, sehingga cukup membantu menekan pengeluaran harian karyawan.

3. Tunjangan Transportasi

Pada posisi tertentu yang memiliki mobilitas tinggi, seperti supervisor atau staf lapangan, perusahaan juga menyediakan tunjangan transportasi. Bentuknya bisa berupa uang transport bulanan sekitar Rp300.000 hingga Rp600.000. Selain itu, ada juga skema subsidi harian berkisar Rp20.000 hingga Rp30.000 tergantung kebutuhan kerja. Tunjangan ini bertujuan untuk mendukung kelancaran aktivitas karyawan. Dengan adanya fasilitas ini, beban biaya perjalanan dapat diminimalkan.

4. Lembur dan Insentif Tambahan

Apabila jam kerja melewati ketentuan normal, karyawan berhak mendapat uang lembur sesuai dengan regulasi ketenagakerjaan. Misalnya, dengan upah per jam Rp15.000, maka lembur dihitung Rp22.500 untuk jam pertama dan Rp30.000 untuk jam berikutnya. Selain itu, jika outlet berhasil mencapai target penjualan bulanan, karyawan bisa memperoleh insentif tambahan Rp300.000–Rp1.000.000, sehingga total pendapatan bisa jauh lebih besar dari gaji pokok saja.

Melihat berbagai benefit tersebut, bekerja di Mie Gacoan tidak hanya menawarkan gaji pokok, tetapi juga peluang penghasilan tambahannya menarik. Jika kamu tertarik tidak hanya bekerja tetapi juga ingin membangun usaha sendiri di masa depan, penting untuk mulai memikirkan legalitas bisnis sejak awal. Untuk itu, kamu bisa memanfaatkan layanan dari Legal MP yang siap membantu proses pendirian PT atau CV secara praktis, aman, dan sudah terpercaya oleh ribuan pelaku usaha.

kerja di mie gacoan
Pembuatan PT dan CV dengan DP 0% dan Gabung Komunitas Pengusaha, Mulai Sekarang dengan KLIK LINK DI SINI!

Perizinan Usaha Jika Ingin Membuka Bisnis seperti Mie Gacoan

Kamu bukan ingin melamar sebagai karyawan, melainkan tertarik untuk membuka bisnis outlet seperti Mie Gacoan? Jika iya, maka ada sejumlah hal penting perlu dipersiapkan sejak awal, terutama terkait legalitas usaha. Setiap bisnis tentu membutuhkan izin lengkap agar dapat beroperasi dengan aman dan sesuai hukum. Dengan legalitas, usaha juga akan lebih mudah berkembang dan dipercaya oleh konsumen. Oleh karena itu, memahami proses perizinan menjadi langkah awal yang tidak boleh dilewatkan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Pujianti dkk (2026), bahwa legalitas merupakan fondasi penting untuk memastikan keberlangsungan dan keamanan operasional bisnis.

Saat ini, sistem perizinan usaha di Indonesia sudah menggunakan pendekatan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko melalui platform OSS (Online Single Submission). Sistem ini mempermudah pelaku usaha dalam mengurus izin secara terintegrasi dan online. Dasar hukumnya mengacu pada PP Nomor 5 Tahun 2021 merupakan turunan dari Undang-Undang Cipta Kerja. Melalui sistem ini, proses perizinan menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien. Hal ini tentu memberikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin memulai usaha.

Dalam penerapannya, jenis perizinan yang dibutuhkan akan disesuaikan dengan tingkat risiko dan skala usahanya. Risiko usaha dibagi menjadi beberapa kategori, mulai dari rendah, menengah-rendah, menengah-tinggi, hingga tinggi. Sementara itu, skala usaha juga diklasifikasikan menjadi mikro, kecil, menengah, dan besar. Penentuan ini akan memengaruhi jenis izin yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui posisi usahamu agar proses pengurusan izin bisa lebih tepat.

Baca juga  Jenis dan Pengertian Status NPWP Aktif, NE, dan DE

Untuk bisnis restoran seperti outlet Mie Gacoan, klasifikasi usaha yang digunakan adalah KBLI 5610 (Restoran). Selain itu, kamu juga perlu melengkapi berbagai dokumen perizinan pendukung lainnya agar usaha dapat berjalan secara legal.

1. Nomor Induk Berusaha (NIB)

NIB adalah identitas resmi pelaku usaha yang diterbitkan melalui sistem OSS. Dokumen ini memiliki fungsi ganda karena sekaligus berlaku sebagai Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Angka Pengenal Importir (API) jika usaha melakukan impor, hingga akses ke kepabeanan. Landasan hukumnya tercantum dalam Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 12 ayat (1) PP No. 5 Tahun 2021.

2. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (Sertifikat Standar/Izin)

Jenis perizinan ini ditentukan berdasarkan tingkat risiko usaha yang merujuk pada KBLI 5610 untuk restoran. Jika usaha dikategorikan berisiko lebih tinggi, maka wajib memiliki Sertifikat Standar terverifikasi atau bahkan izin khusus sebelum beroperasi. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 4 ayat (1) serta Pasal 7 hingga 10 PP No. 5 Tahun 2021.

3. Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)

SLHS diterbitkan oleh Dinas Kesehatan sebagai bukti bahwa restoran telah memenuhi persyaratan kebersihan, baik dari aspek lokasi, bangunan, peralatan, maupun bahan makanan yang digunakan. Dokumen ini menjadi syarat penting untuk menjamin keamanan pangan sesuai aturan sanitasi dan standar berbasis risiko.

4. Sertifikat Halal

Sertifikat Halal merupakan jaminan resmi bahwa produk makanan dan minuman yang disajikan benar-benar halal. Sejak diberlakukannya regulasi terbaru, sertifikasi ini bersifat wajib dan prosesnya diatur oleh BPJPH di bawah Kementerian Agama. Dasar hukumnya adalah UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang kemudian diperbarui melalui UU Cipta Kerja.

5. Dokumen Lingkungan (SPPL untuk skala kecil/mikro)

SPPL adalah dokumen memuat pernyataan kesanggupan pengusaha untuk mengelola dan memantau dampak lingkungan dari kegiatan restorannya. Kewajiban ini disesuaikan dengan skala usaha serta potensi dampak yang ditimbulkan, sebagaimana diatur dalam Pasal 5 PP No. 5 Tahun 2021 dan peraturan lingkungan hidup terkait.

6. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Usaha

NPWP usaha merupakan identitas perpajakan yang wajib dimiliki agar setiap kegiatan bisnis dapat dijalankan sesuai kewajiban berlakunya pajak. Dengan memiliki NPWP, restoran dapat lebih mudah mengurus administrasi pajak serta memenuhi kewajiban perpajakannya sesuai dengan ketentuan UU No. 6 Tahun 1983 tentang KUP beserta perubahannya.

Kesimpulan

Bekerja di Mie Gacoan bisa menjadi pilihan menarik karena peluang kariernya cukup terbuka, terutama dengan ekspansi outlet yang terus berkembang di berbagai daerah. Selain gaji pokok, karyawan juga berpotensi mendapatkan berbagai tunjangan seperti THR, uang makan, transportasi, dan insentif tambahan.

Namun, calon pelamar juga perlu memahami bahwa industri F&B memiliki ritme kerja cukup tinggi, terutama saat jam ramai dan hari libur. Di sisi lain, perkembangan Mie Gacoan menunjukkan bahwa bisnis kuliner masih memiliki peluang besar di Indonesia, asalkan didukung legalitas usaha yang lengkap dan pengelolaan bisnis dengan baik.

Jika kamu ingin membangun usaha kuliner sendiri, Legal MP siap membantu pengurusan PT/CV, NIB, OSS, dan legalitas usaha lainnya secara lebih praktis dan aman

Pembuatan PT dan CV dengan DP 0% dan Gabung Komunitas Pengusaha, Mulai Sekarang dengan KLIK LINK DI SINI!

Referensi

  • Abrian, Y., & Wulansari, N. (2022). Pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan di Hotel Rangkayo Basa Kota Padang. Jurnal Kajian Pariwisata dan Bisnis Perhotelan, 3(1), 55-61.
  • Alfarani, E. A., Baining, M. E., & Orinaldi, M. (2023). Pengaruh Gaji Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Buruh Harian Lepas Di Trans Studio Mini Kota jambi. Journal of Student Research, 1(6), 215-232.
  • Desi Pujiati, S. E., Sudarman, S. E., MM, A., CA, C., & Rina Indrayani, S. E. (2026). Studi Kelayakan Bisnis: Tips Sukses Memulai Usaha. PT KIMHSAFI ALUNG CIPTA.

Daftar Isi