Terbaru

Pajak

Pengelolaan Dana Aplikasi Penghasil Uang, Ini Aturan Pajaknya

Ditulis oleh Destiana

Daftar Isi

Pajak aplikasi penghasil uang menjadi pertanyaan yang makin sering muncul seiring maraknya aplikasi survei, cashback, hingga platform konten yang menjanjikan penghasilan tambahan. Banyak pengguna belum menyadari bahwa dana yang cair dari aplikasi tersebut sebenarnya tetap termasuk objek pajak.

Padahal, keliru memahami kewajiban ini bisa berujung sanksi administrasi di kemudian hari. Sebagai penulis yang mendalami regulasi perpajakan, saya menilai minimnya edukasi pajak digital menjadi penyebab utama banyak pengguna aplikasi penghasil uang tidak melaporkan penghasilannya secara sukarela.

Secara singkat, seluruh penghasilan dari aplikasi penghasil uang, baik berupa saldo, uang tunai, maupun barang, tetap dikenai Pajak Penghasilan sesuai Undang-Undang PPh. Bahkan, aturan terbaru kini secara khusus mengatur perlakuan pajak bagi kreator konten digital yang selama ini kerap menggunakan skema tarif rendah.

Pada artikel ini, Anda akan memahami dasar hukum pengenaan pajak atas penghasilan digital, jenis aplikasi yang tergolong objek pajak, skema tarif yang berlaku, hingga cara melaporkannya dengan benar.

Apakah Penghasilan dari Aplikasi Penghasil Uang Kena Pajak?

Penghasilan dari aplikasi penghasil uang termasuk objek Pajak Penghasilan berdasarkan Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana diubah melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Pasal ini menegaskan bahwa objek pajak adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima wajib pajak, baik dari Indonesia maupun luar negeri.

Oleh karena itu, bentuk pembayaran bukan menjadi faktor penentu kewajiban pajak. Selanjutnya, penghasilan berupa saldo digital, uang elektronik, produk barter, maupun transfer bank tetap dianggap sebagai tambahan kemampuan ekonomis yang harus dilaporkan.

Sebagai tambahan, ketentuan ini berlaku untuk berbagai sumber penghasilan digital, seperti hasil endorsement, komisi afiliasi, monetisasi konten, hadiah aplikasi survei, hingga cashback dari platform belanja daring yang bersifat komersial.

pengelolaan dana aplikasi penghasil uang

Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS

Jenis Penghasilan Digital yang Tergolong Objek Pajak

Berikut beberapa jenis penghasilan dari aplikasi digital yang termasuk objek pajak:

  • Penghasilan dari endorsement produk melalui media sosial.
  • Komisi dari program afiliasi maupun referral aplikasi.
  • Pendapatan monetisasi konten di platform video maupun streaming.
  • Hadiah tunai dari aplikasi survei, kuis, atau permainan berbasis reward.
  • Penghasilan dari penjualan produk digital, seperti kelas daring atau konten berlangganan.
Baca juga  Login e-Faktur Web Based DJP: Ini Cara dan Langkahnya

Perubahan Aturan Pajak untuk Kreator Konten Digital

Perubahan signifikan dalam pajak aplikasi penghasil uang terjadi setelah pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026 yang mengubah Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan. Aturan ini secara khusus mengeluarkan kreator konten digital dari kelompok wajib pajak yang dapat memanfaatkan fasilitas PPh Final UMKM sebesar 0,5 persen.

Berdasarkan Pasal 56 ayat (4) huruf b PP Nomor 20 Tahun 2026, penghasilan dari jasa pembuat atau pencipta konten pada media daring, termasuk influencer, pemengaruh, selebgram, blogger, dan vlogger, dikategorikan sebagai penghasilan dari pekerjaan bebas. Dengan demikian, penghasilan tersebut tidak lagi dapat dikenai tarif final UMKM, melainkan mengikuti skema Pajak Penghasilan umum.

Menariknya, Menteri Keuangan Purbaya menegaskan bahwa kebijakan ini bukan ditujukan khusus untuk mengincar kreator konten, melainkan bentuk penerapan prinsip perlakuan pajak yang setara bagi seluruh wajib pajak berpenghasilan tinggi. Sebagai pakar yang mengamati kebijakan ini, saya berpendapat langkah tersebut cukup logis, mengingat penghasilan sebagian kreator konten kerap melebihi batas kewajaran fasilitas UMKM yang semula dirancang untuk pelaku usaha mikro dan kecil.

Pengecualian bagi Pemilik Agensi Konten

Namun demikian, ketentuan ini tidak berlaku mutlak bagi seluruh pelaku ekonomi digital. Apabila seorang kreator konten mendirikan usaha yang mempekerjakan orang lain secara terorganisir, seperti agensi konten atau studio produksi, penghasilan dari bisnis tersebut dapat dikategorikan sebagai penghasilan usaha, sehingga berpotensi tetap memenuhi syarat fasilitas PPh Final UMKM.

Skema Perhitungan Pajak Penghasilan Digital

Skema perhitungan pajak aplikasi penghasil uang berbeda-beda tergantung status wajib pajak dan besaran penghasilannya. Oleh karena itu, penting memahami kategori mana yang sesuai dengan kondisi masing-masing individu.

Berikut beberapa skema yang umum berlaku:

  1. Wajib pajak dengan penghasilan sebagai pekerjaan bebas, seperti kreator konten, dikenai tarif progresif PPh Pasal 17 sebesar 5 hingga 35 persen berdasarkan lapisan penghasilan kena pajak.
  2. Wajib pajak dapat menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto apabila peredaran bruto tidak melebihi Rp4,8 miliar per tahun, dengan syarat menyampaikan pemberitahuan kepada Direktorat Jenderal Pajak.
  3. Wajib pajak dengan peredaran bruto di atas Rp4,8 miliar per tahun wajib menyelenggarakan pembukuan penuh untuk menghitung penghasilan neto secara akurat.
  4. Penghasilan yang dipotong pihak ketiga, seperti agensi atau brand, dapat dikenai PPh Pasal 21 atau PPh Pasal 23 tergantung mekanisme kerja sama yang digunakan.
Baca juga  Formulir 1721 A1: Fungsi, Format, dan Cara Mengisinya

Selanjutnya, wajib pajak tetap perlu melaporkan seluruh penghasilan tersebut dalam Surat Pemberitahuan Tahunan, meskipun sebagian sudah dipotong pihak lain.

Cara Melaporkan Pajak Penghasilan dari Aplikasi Digital

Cara melaporkan pajak penghasilan digital kini semakin mudah berkat sistem elektronik yang disediakan Direktorat Jenderal Pajak. Namun demikian, wajib pajak tetap perlu memahami dokumen pendukung yang harus disiapkan sebelum pelaporan.

Berikut tahapan umum pelaporan pajak penghasilan dari aplikasi digital:

  1. Mengumpulkan seluruh bukti penghasilan, termasuk mutasi rekening, bukti potong, dan riwayat transaksi aplikasi.
  2. Menentukan skema perhitungan yang sesuai, baik menggunakan pembukuan maupun Norma Penghitungan Penghasilan Neto.
  3. Menghitung penghasilan neto dan pajak terutang sesuai tarif progresif yang berlaku.
  4. Melaporkan SPT Tahunan Orang Pribadi melalui sistem Coretax DJP sebelum batas waktu 31 Maret.
  5. Menyimpan seluruh dokumen pendukung sebagai arsip apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk pemeriksaan pajak.

Dengan mengikuti tahapan tersebut, wajib pajak dapat terhindar dari risiko sanksi administrasi akibat keterlambatan maupun kesalahan pelaporan.

pengelolaan dana aplikasi penghasil uang

Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS

FAQ Seputar Pajak Aplikasi Penghasil Uang

1. Apakah saldo dari aplikasi survei atau kuis tetap kena pajak? Ya. Selama saldo tersebut dapat dikonversi menjadi uang atau memiliki nilai ekonomis, penghasilan tersebut tetap termasuk objek Pajak Penghasilan.

2. Apakah kreator konten masih bisa menggunakan tarif PPh Final UMKM 0,5 persen? Tidak, sejak berlakunya PP Nomor 20 Tahun 2026, penghasilan kreator konten dikategorikan sebagai pekerjaan bebas dan wajib menggunakan skema PPh progresif.

3. Bagaimana jika penghasilan dari aplikasi digital masih di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak? Wajib pajak tetap disarankan melaporkan penghasilan tersebut dalam SPT Tahunan, meskipun tidak terutang pajak, guna menjaga kepatuhan administrasi perpajakan.

Baca juga  NPWP Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Membuatnya

Kesimpulan

Pajak aplikasi penghasil uang pada dasarnya mengikuti prinsip umum Pajak Penghasilan, yakni setiap tambahan kemampuan ekonomis wajib dilaporkan tanpa memandang bentuk maupun sumbernya. Oleh karena itu, langkah paling tepat bagi pengguna aplikasi penghasil uang adalah mencatat seluruh penghasilan secara rutin, agar pelaporan pajak tahunan dapat dilakukan dengan akurat.

Sebagai penulis yang mendalami regulasi perpajakan, saya memandang perubahan aturan bagi kreator konten mencerminkan upaya pemerintah menyesuaikan kebijakan pajak dengan perkembangan ekonomi digital yang terus bergerak cepat. Namun, edukasi berkelanjutan tetap diperlukan agar masyarakat tidak terjebak asumsi bahwa penghasilan digital bebas dari kewajiban perpajakan.

Jika Anda masih bingung menentukan skema pajak yang sesuai dengan jenis penghasilan digital Anda, jangan biarkan ketidaktahuan ini menimbulkan risiko sanksi di kemudian hari. Klik poster yang tersedia atau tombol KONSULTASI GRATIS di pojok kanan website ini untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut dari tim ahli kami.

Ringkasan

  • Seluruh penghasilan dari aplikasi penghasil uang termasuk objek Pajak Penghasilan sesuai Pasal 4 ayat (1) UU PPh.
  • Bentuk pembayaran, baik saldo, uang tunai, maupun barang, tidak memengaruhi kewajiban pajak.
  • PP Nomor 20 Tahun 2026 mengeluarkan kreator konten dari fasilitas PPh Final UMKM 0,5 persen.
  • Penghasilan kreator konten kini dikenai tarif progresif PPh Pasal 17 sebesar 5 hingga 35 persen.
  • Wajib pajak dengan peredaran bruto di bawah Rp4,8 miliar dapat menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto.
  • Pemilik agensi konten yang mempekerjakan orang lain masih berpotensi memenuhi syarat PPh Final UMKM.
  • Pelaporan pajak penghasilan digital dilakukan melalui SPT Tahunan lewat sistem Coretax DJP.

Referensi

  1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan.
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022.
  4. Peraturan Direktur Jenderal Pajak tentang Norma Penghitungan Penghasilan Neto bagi Wajib Pajak Orang Pribadi.
  5. Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI, pajak.go.id.

Tag Terkait:

Bagikan:

Posted on Google Google
Esti Noviyanti profile picture
Esti Noviyanti
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Sebelumnya saya sempat mengalami banyak kendala dalam mengurus PT karena agensi sebelumnya tutup. Alhamdulillah, tim Legal MP sangat membantu memberikan solusi dan penjelasan yang terarah. Pelayanan pembuatan PT di sini sangat profesional dari awal hingga selesai. Proses konsultasinya jelas, responsnya cepat, dan setiap dokumen dijelaskan secara detail. Timnya juga sangat komunikatif, ramah (terimakasih kak Hanny dan tim), serta transparan mengenai biaya dan tahapan proses. Pengurusan legalitas berjalan lancar dan tepat waktu. Terima kasih banyak atas bantuan luar biasa dari seluruh tim Legal MP. Sangat direkomendasioan, semoga Legal MP semakin sukses dan jaya selalu!
Posted on Google Google
Thara Muthia profile picture
Thara Muthia
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Proses mudah & cepat Staf komunikatif
Posted on Google Google
FASHION JOLANY profile picture
FASHION JOLANY
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Layanan legalitas usaha yg cepat dan ramah, termasuk ramah di kantong tapu tetap profesional, segala yg berkaitan dg legalitas bisa di sini. bonusnya juga banyak ☺️
Posted on Google Google
Ahmad Ghufran Akbar profile picture
Ahmad Ghufran Akbar
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Melakukan pendirian PT disini sangat mudah, diarahkan, dan paling penting tidak ada yang ribet di persiapan hingga selesai pembuatan. Setelahnya pun masih menerima pertanyaan apabila ada kebingungan.
Posted on Google Google
masguntur husaini profile picture
masguntur husaini
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Saya Ucapkan Terima kasih atas Bantuan dan Pelayanannya yang menurut kami Maksimal. Staff yang sopan dan aktif memberikan informasi sehingga Perusahaan kami dapat diselesaikan dengan cepat dan lengkap 👍👍👍🙏
Posted on Google Google
Tommy Indoprabu Negoro profile picture
Tommy Indoprabu Negoro
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Selalu memberikan pelayanan terbaik, kami dari PT Central Emas Nusantara mengucapkan terimakasih banyak kepada tim work legal mp
Posted on Google Google
dian9900 ikn profile picture
dian9900 ikn
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Pelayanannya bagus, panduannya jelas, koordinasi nya cepat, komunikasi nya terbuka.
Posted on Google Google
YULIANA SADRI profile picture
YULIANA SADRI
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Mengurus document legalitas perusahaan saya sejak awal saya mempercayakan Legal MP sebagai pilihan. Begitupula disaat saya ingin melakukan perubahan alamat kantor dan lokasi usaha di Akta,NIB dan NPWP. Bagi saya Legal MP mempermudah urusan saya dan terpercaya. RECOMMEND!!
Posted on Google Google
canziolahoi profile picture
canziolahoi
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Pelayanan Legalmp.Id sangat baik, terpercaya, cepat dan sangat membantu sekali bagi pelaku usaha yang ingin mendaftarkan usahanya agar memiliki badan hukum
Posted on Google Google
Hafidz Jafar profile picture
Hafidz Jafar
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Sangat mudah dan di beri arahan maupun petunjuk yang sangat di pahami, terimakasih legalmp. Id

Lihat review Legal MP

dari para pengusaha di seluruh Indonesia!

Artikel Terpopuler

Bagikan:

Seedbacklink
Seedbacklink

Daftar Isi