Terbaru

Hukum

HACCP Adalah: Pengertian, 7 Prinsip, dan Cara Penerapannya

Ditulis oleh Devi Mulina Husdania

Daftar Isi

HACCP adalah sistem keamanan pangan yang membantu pelaku usaha mengenali bahaya, menilai risiko, dan mengendalikan proses produksi agar makanan aman dikonsumsi.

Bagi pemilik usaha makanan, menjaga mutu produk merupakan bagian penting dari kegiatan operasional. Namun, ada hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu keamanan bahan baku, kebersihan peralatan, cara pengolahan, serta kondisi penyimpanan.

Menurut saya sebagai penulis yang membahas hukum dan kepatuhan usaha, HACCP perlu dipandang sebagai bagian dari pengelolaan risiko perusahaan. Sistem ini membantu pelaku usaha mengambil keputusan berdasarkan potensi bahaya yang ditemukan selama produksi.

Apa Itu HACCP? Pengertian dan Tujuannya

HACCP merupakan singkatan dari Hazard Analysis and Critical Control Points. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini dikenal sebagai analisis bahaya dan titik kendali kritis. HACCP adalah pendekatan sistematis untuk mengenali bahaya keamanan pangan, menilai tingkat risikonya, dan menetapkan pengendalian pada tahap produksi yang membutuhkan perhatian khusus.

Sistem ini menitikberatkan pada pencegahan. Artinya, perusahaan perlu mengendalikan risiko sejak bahan baku diterima, selama pengolahan berlangsung, hingga produk disimpan dan didistribusikan.

Apa tujuan penerapan HACCP?

Ada beberapa tujuan utama yang ingin dicapai melalui penerapan HACCP, antara lain:

  • Mengenali bahaya yang berpotensi mengganggu keamanan pangan.
  • Menentukan tahapan produksi yang memerlukan pengendalian khusus.
  • Menetapkan batas yang harus dipenuhi pada titik kendali kritis.
  • Memastikan proses pengendalian berjalan melalui pemantauan rutin.
  • Menentukan langkah yang harus dilakukan ketika terjadi penyimpangan.
  • Menyediakan catatan sebagai bukti pelaksanaan pengawasan keamanan pangan.

Sebagai contoh, produsen makanan siap santap perlu memastikan proses pemasakan berlangsung pada kondisi yang memadai untuk mengendalikan mikroorganisme berbahaya. Setelah pemasakan selesai, perusahaan tetap perlu mengatur penyimpanan dan distribusi.

Dengan prosedur yang terarah, perusahaan dapat mengetahui bagian proses yang membutuhkan pengawasan lebih ketat.

Mengapa HACCP Penting bagi Pelaku Usaha Pangan?

Keamanan pangan berhubungan langsung dengan kesehatan masyarakat. Makanan yang terkontaminasi dapat menyebabkan penyakit, terutama apabila proses pengolahan dan penyimpanannya tidak terkendali.

HACCP membantu perusahaan mengidentifikasi titik rawan dalam operasionalnya. Pengelola dapat menetapkan petugas yang bertanggung jawab, menentukan parameter yang perlu diperiksa, dan mengatur frekuensi pemantauan.

Manfaat HACCP bagi perusahaan

Berikut beberapa manfaat yang dapat diperoleh melalui penerapan HACCP.

  1. Mengendalikan risiko keamanan pangan. Perusahaan dapat mengenali potensi bahaya dan menetapkan langkah pengendalian sebelum produk sampai kepada konsumen.
  2. Membantu menata prosedur kerja. Karyawan memiliki panduan yang jelas ketika menerima bahan baku, mengolah makanan, atau menyimpan produk.
  3. Meningkatkan kepercayaan pelanggan. Catatan pengawasan dan prosedur yang konsisten dapat membantu perusahaan menjelaskan cara mereka menjaga keamanan produk.
  4. Mendukung akses ke pasar tertentu. Sebagian pembeli, distributor, dan pasar ekspor memiliki persyaratan khusus mengenai sistem keamanan pangan.
  5. Mempermudah penelusuran masalah. Catatan produksi membantu perusahaan menemukan tahap yang perlu dievaluasi ketika terjadi penyimpangan.

Mengenal 7 Prinsip HACCP

Codex Alimentarius memuat tujuh prinsip HACCP yang menjadi dasar pengembangan sistem pengendalian keamanan pangan. Setiap prinsip memiliki fungsi tersendiri.

Baca juga  Legal Standing dalam Gugatan: Pengertian, Syarat, dan Contohnya

1. Melakukan analisis bahaya

Prinsip pertama adalah mengenali bahaya yang mungkin muncul pada setiap tahap produksi. Bahaya keamanan pangan umumnya terbagi menjadi tiga kelompok.

  • Bahaya biologis: bakteri patogen, virus, parasit, atau mikroorganisme lain yang dapat membahayakan kesehatan.
  • Bahaya kimia: residu bahan kimia, alergen yang tidak dikelola dengan baik, atau penggunaan bahan tambahan yang tidak sesuai ketentuan.
  • Bahaya fisik: pecahan kaca, serpihan logam, plastik keras, dan benda asing lain yang dapat masuk ke dalam produk.

Setelah bahaya ditemukan, tim HACCP menilai kemungkinan terjadinya dan tingkat dampaknya terhadap konsumen. Penilaian tersebut membantu perusahaan menentukan bahaya yang membutuhkan pengendalian khusus.

2. Menentukan titik kendali kritis (CCP)

Prinsip kedua adalah menentukan Critical Control Point atau CCP. Istilah ini merujuk pada tahap ketika pengendalian sangat diperlukan untuk mencegah bahaya, menghilangkannya, atau menurunkannya hingga tingkat yang dapat diterima.

Tidak semua tahap produksi otomatis menjadi CCP. Tim harus memeriksa hasil analisis bahaya dan menilai pengendalian yang tersedia sebelum menetapkan titik tersebut.

3. Menetapkan batas kritis

Setelah CCP ditentukan, perusahaan perlu menetapkan batas kritis. Batas ini menjadi acuan untuk menilai apakah proses masih berada dalam kondisi yang dapat diterima.

Parameter yang digunakan bisa berupa suhu, waktu, tingkat keasaman, atau ukuran lain yang relevan. Penetapannya harus didukung bukti ilmiah, ketentuan yang berlaku, atau dasar teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.

4. Menetapkan sistem pemantauan

Prinsip keempat mengharuskan perusahaan memantau CCP secara teratur. Tujuannya untuk memastikan bahwa setiap parameter tetap berada dalam batas kritis yang telah ditetapkan.

Prosedur pemantauan perlu menjelaskan:

  • Parameter yang harus diperiksa.
  • Alat dan metode pengukuran.
  • Frekuensi pemeriksaan.
  • Petugas yang bertanggung jawab.
  • Cara mencatat dan melaporkan hasil pemantauan.

Misalnya, petugas produksi mengukur suhu pada tahap pemasakan menggunakan alat yang sesuai. Hasilnya dicatat dalam formulir pemantauan agar penanggung jawab dapat memeriksa apakah proses memenuhi ketentuan.

5. Menetapkan tindakan koreksi

Perusahaan perlu menyiapkan langkah penanganan ketika hasil pemantauan menunjukkan bahwa batas kritis tidak terpenuhi. Prosedur ini membantu petugas bertindak secara terarah saat terjadi masalah.

Tindakan koreksi dapat berupa penghentian proses, pemisahan produk terdampak, pemeriksaan keamanan produk, atau penyesuaian proses produksi. Perusahaan juga perlu menentukan apakah produk dapat diproses ulang atau harus ditahan untuk evaluasi lebih lanjut.

6. Melakukan verifikasi

Verifikasi bertujuan memastikan bahwa sistem HACCP dirancang dengan tepat dan berjalan sesuai rencana. Kegiatan ini membantu perusahaan menilai apakah pengendalian yang diterapkan benar-benar efektif.

Beberapa kegiatan verifikasi meliputi pemeriksaan catatan, pengamatan langsung terhadap proses, pengujian tertentu, dan peninjauan tindakan koreksi. Perusahaan juga perlu memastikan alat ukur berfungsi dengan baik melalui pemeriksaan atau kalibrasi sesuai kebutuhan.

7. Menyimpan dokumentasi dan catatan

Prinsip ketujuh berkaitan dengan dokumentasi. Catatan yang lengkap membantu perusahaan membuktikan bahwa prosedur telah dijalankan dan setiap penyimpangan ditangani sesuai ketentuan internal.

Baca juga  Pengadilan Hubungan Industrial: Fungsi dan Prosedur Gugatan

Dokumen yang umum digunakan meliputi:

  • Analisis bahaya dan rencana HACCP.
  • Diagram alir proses produksi.
  • Catatan pemantauan CCP.
  • Catatan penyimpangan dan tindakan koreksi.
  • Hasil verifikasi serta pemeriksaan alat.
  • Bukti pelatihan dan pembagian tanggung jawab.

Bagaimana Cara Menerapkan HACCP di Perusahaan?

Penerapan HACCP membutuhkan perencanaan yang sesuai dengan kondisi usaha. Perusahaan sebaiknya memulai dengan memahami proses produksi, kemudian menentukan risiko yang perlu dikendalikan. Berikut tahapan yang dapat dijadikan panduan.

1. Bentuk tim HACCP

Tentukan anggota tim yang memahami proses produksi, pengendalian mutu, sanitasi, penyimpanan, dan distribusi. Pada usaha berskala kecil, beberapa tugas dapat dirangkap sesuai kemampuan personel. Namun, pembagian tanggung jawab harus tetap jelas.

2. Jelaskan karakteristik produk

Tim perlu mencatat komposisi, bahan baku, cara pengolahan, jenis kemasan, masa simpan, dan kondisi penyimpanan produk. Informasi ini menjadi dasar untuk mengenali bahaya yang mungkin muncul.

Perusahaan juga perlu mempertimbangkan konsumen yang menjadi sasaran produk. Jenis pangan tertentu memerlukan perhatian khusus karena dikonsumsi oleh kelompok yang lebih rentan terhadap bahaya keamanan pangan.

3. Susun dan periksa diagram alir

Diagram alir menggambarkan urutan proses, mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi produk. Setelah menyusunnya, tim perlu memeriksa langsung kondisi di tempat produksi.

Langkah ini penting. Diagram harus sesuai dengan kegiatan yang benar-benar dilakukan, termasuk proses tambahan atau perubahan alur yang terjadi selama operasional.

4. Analisis bahaya dan tentukan CCP

Gunakan diagram alir untuk menilai bahaya pada setiap tahap. Setelah itu, tentukan bahaya yang signifikan dan pengendalian yang diperlukan. Tim kemudian menetapkan CCP berdasarkan hasil analisis tersebut.

5. Susun prosedur dan latih karyawan

Tetapkan batas kritis, metode pemantauan, tindakan koreksi, dan kegiatan verifikasi. Selanjutnya, jelaskan prosedur kepada karyawan melalui pelatihan yang sesuai dengan tugas masing-masing.

Pelatihan perlu dilakukan ketika ada perubahan prosedur atau ketika evaluasi menunjukkan bahwa karyawan masih mengalami kesulitan. Dengan begitu, penerapan HACCP tidak berhenti pada penyusunan dokumen.

6. Jalankan dan evaluasi sistem

Setelah sistem diterapkan, perusahaan perlu memeriksa catatan serta menilai hasil pemantauan secara berkala. Perubahan pemasok, bahan baku, peralatan, tata letak, dan jenis produk dapat memengaruhi risiko keamanan pangan.

Oleh karena itu, tim perlu meninjau rencana HACCP ketika ada perubahan yang relevan. Evaluasi juga diperlukan jika terjadi keluhan, penyimpangan berulang, atau temuan pemeriksaan.

haccp adalah
Jasa Pendampingan dan Konsultan Hukum Profesional, Didampingi Advokat Resmi. KLIK DI SINI!

HACCP dan Aturan Keamanan Pangan di Indonesia

Di Indonesia, penerapan HACCP perlu disesuaikan dengan peraturan mengenai pangan dan persyaratan untuk jenis usaha terkait. Salah satu landasan utamanya adalah Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Pelaku usaha juga perlu memperhatikan peraturan pelaksana dan ketentuan teknis dari instansi yang berwenang.

Baca juga  Actio Pauliana dalam Kepailitan: Pengertian dan Syarat Pengajuannya

Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan merupakan salah satu rujukan penting dalam memahami kewajiban terkait keamanan pangan. Selain itu, persyaratan teknis dapat berbeda menurut jenis produk, skala kegiatan, dan jalur distribusinya.

Apakah HACCP wajib bagi semua usaha pangan?

Tidak semua usaha pangan memiliki kewajiban sertifikasi HACCP yang sama. Persyaratan dapat bergantung pada jenis produk, kegiatan usaha, skala operasional, aturan sektoral, dan ketentuan pasar yang dituju.

Meski begitu, pelaku usaha tetap perlu memenuhi kewajiban keamanan pangan yang berlaku untuk kegiatannya. HACCP dapat membantu perusahaan mengendalikan risiko secara sistematis.

Apa perbedaan penerapan HACCP dan sertifikasi HACCP?

Penerapan HACCP berarti perusahaan menjalankan sistem analisis bahaya dan pengendalian titik kritis dalam kegiatan operasionalnya. Sertifikasi HACCP merupakan proses penilaian berdasarkan skema sertifikasi yang digunakan dan dilakukan oleh lembaga yang sesuai.

Sebelum mengajukan sertifikasi, perusahaan perlu memeriksa ruang lingkup penilaian, persyaratan audit, dan pengakuan sertifikat. Periksa juga permintaan pelanggan atau regulator.

FAQ Seputar HACCP

1. HACCP adalah apa dalam industri makanan?

HACCP adalah sistem untuk mengenali, menilai, dan mengendalikan bahaya keamanan pangan pada tahap produksi yang relevan.

2. Apa saja 7 prinsip HACCP?

Tujuh prinsip HACCP terdiri dari analisis bahaya, penentuan CCP, penetapan batas kritis, pemantauan, tindakan koreksi, verifikasi, serta dokumentasi dan pencatatan.

3. Apakah setiap usaha makanan wajib memiliki sertifikat HACCP?

Tidak semua usaha makanan otomatis wajib memiliki sertifikat HACCP. Persyaratannya bergantung pada jenis produk, kegiatan usaha, peraturan yang berlaku, dan ketentuan pasar yang dituju.

Kesimpulan

HACCP adalah sistem pengendalian keamanan pangan yang membantu perusahaan mengenali dan menangani bahaya secara terstruktur. Tujuh prinsipnya mencakup analisis bahaya, penentuan CCP, batas kritis, pemantauan, tindakan koreksi, verifikasi, serta dokumentasi.

Menurut saya, pelaku usaha sebaiknya memulai penerapan HACCP dengan memetakan proses produksi dan menilai risiko yang benar-benar ada di lapangan.

Jika kamu membutuhkan bantuan untuk memahami kewajiban usaha, meninjau dokumen kepatuhan, atau menentukan langkah berikutnya, klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website untuk memperoleh informasi lebih lanjut.

haccp adalah
Jasa Pendampingan dan Konsultan Hukum Profesional, Didampingi Advokat Resmi. KLIK DI SINI!

Ringkasan

  • HACCP adalah sistem analisis bahaya dan pengendalian titik kritis untuk menjaga keamanan pangan.
  • Bahaya pangan dapat berupa bahaya biologis, kimia, dan fisik.
  • Tujuh prinsip HACCP meliputi analisis bahaya, penentuan CCP, batas kritis, pemantauan, tindakan koreksi, verifikasi, dan dokumentasi.
  • Penerapan HACCP dimulai dengan membentuk tim, mengenali karakteristik produk, menyusun diagram alir, dan menganalisis bahaya.
  • Program higiene, sanitasi, pemeliharaan peralatan, dan pelatihan membantu mendukung efektivitas sistem.
  • Kewajiban sertifikasi HACCP bergantung pada jenis usaha, produk, persyaratan pasar, dan peraturan yang berlaku.
  • Pelaku usaha perlu memeriksa sumber resmi untuk memastikan ketentuan keamanan pangan yang sesuai dengan kegiatannya.

Referensi

  1. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan.
  3. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
  4. Codex Alimentarius Commission.
  5. World Health Organization (WHO).

Posted on Google Google
Esti Noviyanti profile picture
Esti Noviyanti
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Sebelumnya saya sempat mengalami banyak kendala dalam mengurus PT karena agensi sebelumnya tutup. Alhamdulillah, tim Legal MP sangat membantu memberikan solusi dan penjelasan yang terarah. Pelayanan pembuatan PT di sini sangat profesional dari awal hingga selesai. Proses konsultasinya jelas, responsnya cepat, dan setiap dokumen dijelaskan secara detail. Timnya juga sangat komunikatif, ramah (terimakasih kak Hanny dan tim), serta transparan mengenai biaya dan tahapan proses. Pengurusan legalitas berjalan lancar dan tepat waktu. Terima kasih banyak atas bantuan luar biasa dari seluruh tim Legal MP. Sangat direkomendasioan, semoga Legal MP semakin sukses dan jaya selalu!
Posted on Google Google
Thara Muthia profile picture
Thara Muthia
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Proses mudah & cepat Staf komunikatif
Posted on Google Google
FASHION JOLANY profile picture
FASHION JOLANY
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Layanan legalitas usaha yg cepat dan ramah, termasuk ramah di kantong tapu tetap profesional, segala yg berkaitan dg legalitas bisa di sini. bonusnya juga banyak ☺️
Posted on Google Google
Ahmad Ghufran Akbar profile picture
Ahmad Ghufran Akbar
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Melakukan pendirian PT disini sangat mudah, diarahkan, dan paling penting tidak ada yang ribet di persiapan hingga selesai pembuatan. Setelahnya pun masih menerima pertanyaan apabila ada kebingungan.
Posted on Google Google
masguntur husaini profile picture
masguntur husaini
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Saya Ucapkan Terima kasih atas Bantuan dan Pelayanannya yang menurut kami Maksimal. Staff yang sopan dan aktif memberikan informasi sehingga Perusahaan kami dapat diselesaikan dengan cepat dan lengkap 👍👍👍🙏
Posted on Google Google
Tommy Indoprabu Negoro profile picture
Tommy Indoprabu Negoro
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Selalu memberikan pelayanan terbaik, kami dari PT Central Emas Nusantara mengucapkan terimakasih banyak kepada tim work legal mp
Posted on Google Google
dian9900 ikn profile picture
dian9900 ikn
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Pelayanannya bagus, panduannya jelas, koordinasi nya cepat, komunikasi nya terbuka.
Posted on Google Google
YULIANA SADRI profile picture
YULIANA SADRI
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Mengurus document legalitas perusahaan saya sejak awal saya mempercayakan Legal MP sebagai pilihan. Begitupula disaat saya ingin melakukan perubahan alamat kantor dan lokasi usaha di Akta,NIB dan NPWP. Bagi saya Legal MP mempermudah urusan saya dan terpercaya. RECOMMEND!!
Posted on Google Google
canziolahoi profile picture
canziolahoi
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Pelayanan Legalmp.Id sangat baik, terpercaya, cepat dan sangat membantu sekali bagi pelaku usaha yang ingin mendaftarkan usahanya agar memiliki badan hukum
Posted on Google Google
Hafidz Jafar profile picture
Hafidz Jafar
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Sangat mudah dan di beri arahan maupun petunjuk yang sangat di pahami, terimakasih legalmp. Id

Lihat review Legal MP

dari para pengusaha di seluruh Indonesia!

Artikel Terpopuler

Bagikan:

Seedbacklink
Seedbacklink

Daftar Isi