Terbaru

Pajak

Piutang Adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Kelolanya

Ditulis oleh Wahyu JM

Daftar Isi

Piutang adalah salah satu pos yang paling sering bikin pusing pemilik usaha. Kenapa? Karena piutang menyangkut uang yang seharusnya masuk, tapi belum benar-benar di tangan.

Sebagai praktisi yang kerap menangani sengketa utang piutang, saya melihat masalah ini muncul berulang di banyak bisnis. Bukan karena barang atau jasa tidak laku, melainkan karena tagihan macet di tengah jalan.

Nah, di artikel ini kita akan bahas tuntas soal piutang. Mulai dari pengertian, jenis-jenisnya, sampai cara mengelolanya agar arus kas bisnis tetap sehat.

Apa Itu Piutang? Pengertian dan Dasar Hukumnya

Piutang adalah hak perusahaan atau individu untuk menagih sejumlah uang, barang, atau jasa kepada pihak lain akibat transaksi yang telah terjadi. Biasanya, piutang muncul dari penjualan barang atau jasa secara kredit.

Dalam kacamata akuntansi, piutang dicatat sebagai aset lancar. Artinya, piutang dianggap sebagai kekayaan perusahaan yang diharapkan cair dalam waktu dekat.

Dari sisi hukum, piutang juga diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Pasal-pasal tentang perikatan menjadi dasar bahwa setiap piutang lahir dari perjanjian, baik tertulis maupun lisan.

Menurut saya, banyak pengusaha kecil menyepelekan aspek legal ini. Mereka menganggap perjanjian lisan sudah cukup kuat. Padahal, tanpa bukti tertulis, penagihan piutang bisa jadi jauh lebih sulit ketika terjadi sengketa.

Perlu dipahami juga, piutang selalu berpasangan dengan utang. Ketika satu pihak mencatat piutang, pihak lain otomatis mencatat kewajiban berupa utang. Hubungan timbal balik ini yang membuat piutang menjadi indikator penting kesehatan finansial sebuah bisnis.

Selain itu, besar kecilnya piutang juga mencerminkan strategi penjualan perusahaan. Bisnis yang agresif memberi kredit biasanya punya piutang besar, namun risikonya pun ikut membesar. Sebaliknya, bisnis yang konservatif cenderung punya piutang kecil, tapi pertumbuhan penjualannya bisa melambat.

piutang adalah
Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS!

Jenis-Jenis Piutang dalam Bisnis

Piutang tidak hanya satu macam. Setidaknya ada beberapa kategori yang perlu kamu pahami sebelum mengelolanya.

Baca juga  PTKP Adalah: Pengertian, Besaran, dan Cara Menghitungnya

Piutang Usaha (Trade Receivable)

Piutang usaha muncul dari aktivitas penjualan utama perusahaan. Jenis ini paling sering ditemui, terutama pada bisnis yang menerapkan sistem pembayaran tempo.

Biasanya, piutang usaha memiliki jangka waktu penagihan yang relatif pendek. Umumnya berkisar antara 30 hingga 90 hari sejak transaksi terjadi.

Piutang Non-Usaha

Berbeda dengan piutang usaha, piutang non-usaha lahir dari transaksi di luar kegiatan pokok bisnis. Beberapa contohnya bisa kamu lihat di bawah ini.

  • Pinjaman kepada karyawan atau pihak afiliasi.
  • Klaim asuransi yang belum dibayarkan.
  • Piutang bunga dari deposito atau investasi.
  • Uang muka yang diberikan kepada pemasok.

Piutang Lancar dan Piutang Tak Tertagih

Selain berdasarkan sumbernya, piutang juga bisa dibedakan menurut kualitasnya. Piutang lancar adalah tagihan yang masih berpotensi besar untuk dibayar tepat waktu.

Sebaliknya, piutang tak tertagih adalah piutang yang kemungkinan besar tidak akan pernah dibayar. Kondisi ini biasanya terjadi karena debitur bangkrut, menghilang, atau memang berniat wanprestasi.

Piutang Berdasarkan Jangka Waktu

Piutang juga bisa dikelompokkan berdasarkan jangka waktu pelunasannya. Piutang jangka pendek biasanya jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun.

Sementara itu, piutang jangka panjang punya masa pelunasan lebih dari satu tahun. Contohnya seperti piutang dari penjualan aset secara cicilan atau pinjaman antar perusahaan afiliasi.

Perbedaan jangka waktu ini penting karena memengaruhi cara pencatatan di laporan keuangan. Piutang jangka pendek masuk kategori aset lancar, sedangkan piutang jangka panjang dicatat sebagai aset tidak lancar.

Cara Mengelola Piutang agar Tidak Macet

Mengelola piutang bukan sekadar mencatat siapa berutang berapa. Ada strategi yang perlu diterapkan supaya arus kas bisnis tetap terjaga.

Pertama, buat kebijakan kredit yang jelas sejak awal. Tentukan batas waktu pembayaran, denda keterlambatan, dan syarat verifikasi pelanggan.

Kedua, lakukan pencatatan piutang secara rapi dan konsisten. Gunakan sistem yang bisa melacak umur piutang, mulai dari yang baru jatuh tempo sampai yang sudah lewat waktu.

Baca juga  PPh 21 Adalah: Pengertian, Tarif, dan Cara Menghitungnya

Ketiga, lakukan penagihan secara bertahap dan terjadwal. Jangan menunggu piutang menumpuk terlalu lama sebelum bertindak.

Berikut beberapa langkah tambahan yang bisa kamu terapkan:

  1. Kirim pengingat pembayaran sebelum tanggal jatuh tempo.
  2. Berikan insentif diskon untuk pembayaran lebih awal.
  3. Terapkan sanksi tegas bagi pelanggan yang berulang kali telat bayar.
  4. Pertimbangkan opsi mediasi atau somasi untuk piutang bermasalah.

Selanjutnya, jika penagihan secara kekeluargaan tidak berhasil, kamu bisa menempuh jalur hukum. Somasi tertulis biasanya menjadi langkah awal sebelum gugatan perdata diajukan ke pengadilan.

piutang adalah
Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS!

FAQ Seputar Piutang

Apa beda piutang dan utang? Piutang adalah hak menagih dari sisi kreditur, sedangkan utang adalah kewajiban membayar dari sisi debitur. Keduanya muncul dari transaksi yang sama, hanya berbeda sudut pandang.

Bagaimana cara menghapus piutang tak tertagih secara akuntansi? Piutang tak tertagih biasanya dihapus melalui metode penyisihan atau metode langsung, tergantung kebijakan perusahaan. Proses ini harus didukung bukti yang memadai agar sah secara pajak.

Apakah piutang bisa dijadikan jaminan pinjaman? Bisa. Piutang usaha kerap dijadikan agunan melalui skema pembiayaan seperti factoring atau anjak piutang di lembaga keuangan.

Kesimpulan

Piutang adalah bagian tak terpisahkan dari roda bisnis, terutama yang menerapkan sistem kredit. Namun, tanpa pengelolaan yang disiplin, piutang justru bisa menjadi bom waktu bagi arus kas perusahaan.

Dari pengalaman menangani berbagai sengketa piutang, saya menyarankan agar setiap transaksi kredit selalu didukung perjanjian tertulis. Langkah sederhana ini akan sangat membantu ketika suatu saat penagihan harus ditempuh lewat jalur hukum.

Jika bisnismu sedang menghadapi masalah piutang macet atau ingin membuat perjanjian kredit yang kuat secara hukum, klik tombol KONSULTASI GRATIS di pojok kanan website ini. Tim kami siap membantu mencarikan solusi terbaik.

Baca juga  Kalkulator PPh 21: Cara Pakai dan Contoh Perhitungannya

Ringkasan

  • Piutang adalah hak menagih perusahaan atas transaksi barang, jasa, atau pinjaman.
  • Piutang dicatat sebagai aset lancar dalam laporan keuangan perusahaan.
  • Jenis piutang meliputi piutang usaha, piutang non-usaha, dan piutang tak tertagih.
  • Kebijakan kredit yang jelas membantu mencegah piutang macet.
  • Pencatatan dan penagihan terjadwal penting untuk menjaga arus kas.
  • Somasi dan gugatan perdata bisa ditempuh jika penagihan kekeluargaan gagal.
  • Piutang usaha dapat dijadikan jaminan melalui skema anjak piutang.

Referensi

  1. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Bab tentang Perikatan.
  2. Ikatan Akuntan Indonesia, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) terkait Aset dan Piutang.
  3. Otoritas Jasa Keuangan, “Ketentuan Pembiayaan Anjak Piutang,” ojk.go.id.
  4. Direktorat Jenderal Pajak, “Ketentuan Penghapusan Piutang Tak Tertagih,” pajak.go.id.

Tag Terkait:

Bagikan:

Artikel Terpopuler

Bagikan:

Seedbacklink
Seedbacklink

Daftar Isi