Terbaru

Day: Oktober 1, 2026

Menampilkan semua artikel yang telah dipublikasi pada tanggal tersebut

contoh bukti potong pph 23

Contoh Bukti Potong PPh 23: Format dan Cara Membacanya

Banyak pelaku usaha mencari contoh bukti potong PPh 23 karena bingung harus mulai memeriksa dari mana. Wajar saja. Dokumennya kelihatan sederhana, padahal satu angka yang meleset sudah cukup untuk mengacaukan pembukuan dan laporan pajak kamu. Lalu seperti apa format yang benar? Singkatnya, bukti potong berisi tiga kelompok informasi: identitas penerima penghasilan, rincian pajak yang dipotong, dan identitas pemotong. Tugas kamu adalah mencocokkan ketiganya dengan transaksi yang sebenarnya terjadi. Sebagai praktisi hukum, saya melihat banyak sengketa pajak berawal dari bukti potong yang tidak pernah dicek sejak awal. Menurut saya, membaca bukti potong sama seriusnya dengan membaca kontrak kerja sama. Karena itu, di bawah ini saya uraikan format, contoh, dan cara memeriksanya satu per satu. Apa Itu Bukti Potong PPh 23 dan Dasar Hukumnya Bukti potong PPh 23 adalah dokumen resmi yang menyatakan pemotong sudah memotong pajak atas penghasilan tertentu. Dasarnya ada di Pasal 23 Undang-Undang Pajak Penghasilan. Objek yang dipotong mencakup dividen (dengan beberapa pengecualian), bunga, royalti, hadiah, sewa selain tanah dan bangunan, serta imbalan jasa tertentu. Setelah dipotong, penerima penghasilan memegang dokumen ini sebagai kredit pajak. Artinya, kamu boleh mengurangkan pajak yang sudah dipotong dari pajak terutang di SPT Tahunan. Tanpa bukti potong, klaim itu mudah ditolak oleh petugas pajak. Soal tarif, aturannya cukup jelas. Dividen, bunga, royalti, dan hadiah umumnya dikenai 15% dari jumlah bruto. Sewa harta dan jasa tertentu dikenai 2%. Kalau penerima belum punya NPWP, tarifnya naik menjadi 100% lebih tinggi. Baca Juga: PPh 24: Pengertian, Tarif, dan Cara Menghitungnya Format Bukti Potong PPh 23 Terbaru Sekarang, pemotong membuat bukti potong PPh 23 dalam bentuk bukti pemotongan/pemungutan unifikasi (BPPU) lewat Coretax DJP. Dasar formatnya adalah PER-24/PJ/2021 yang kemudian diubah dengan PER-11/PJ/2025. Sementara itu, PMK Nomor 81 Tahun 2024 menjadi payung pelaksanaan Coretax secara umum, termasuk batas waktu setor dan lapor. Peraturan menetapkan informasi minimal yang harus ada dalam dokumen. Kamu bisa mengelompokkannya menjadi tiga bagian berikut: Satu bukti potong berlaku untuk satu pihak yang dipotong, satu kode objek pajak, dan satu masa pajak. Nomor bukti potong dibuat otomatis oleh sistem, sehingga kedua pihak mudah melacak transaksi saat pemeriksaan. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Contoh Bukti Potong PPh 23 Supaya lebih mudah dibayangkan, ikuti ilustrasi ini. PT Maju Jaya membayar jasa konsultan manajemen kepada CV Karya Mandiri senilai Rp10.000.000, di luar PPN. Jasa ini termasuk objek PPh 23 dengan tarif 2%. Datanya tersaji dalam tabel berikut (fiktif, hanya untuk ilustrasi). Bagian Isi Contoh Penerima penghasilan CV Karya Mandiri, NPWP 00.000.000.0-000.000 Kode objek pajak 24-104-xx (jasa lain; pilih kode sesuai jenis jasa di sistem) Dasar pengenaan pajak Rp10.000.000 (tanpa PPN) Tarif 2% PPh 23 dipotong Rp200.000 Dokumen dasar Faktur atau kontrak jasa konsultan Pemotong PT Maju Jaya, NPWP 00.000.000.0-000.000 Hitungannya sederhana. PT Maju Jaya menahan Rp200.000 dari nilai jasa dan menyetorkannya ke kas negara. Jika CV Karya Mandiri berstatus PKP, PPN dibayar terpisah dan tidak ikut dikalikan tarif. Kode objek pajak pada tabel cuma contoh, jadi kamu harus memilih kode yang cocok dengan jenis jasa di sistem. Cara Membaca Bukti Potong PPh 23 Langkah demi Langkah Cara membaca bukti potong PPh 23 sebenarnya tidak rumit asal urutannya benar. Berikut langkah yang saya sarankan kepada klien. Kesalahan yang Sering Terjadi Di lapangan, kesalahannya itu-itu saja. Nama penerima salah ketik. Kode objek pajak tidak cocok dengan jenis jasa. Tarif keliru. Ada juga pemotong yang telat membuat dokumen. Soal waktu, DJP menyebut belum ada batas khusus untuk pembuatan bukti potong unifikasi. Namun, pemotong tetap terikat batas setor dan lapor. Menurut DJP, PPh disetor paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya, dan SPT Masa PPh Unifikasi dilaporkan paling lama 20 hari setelah masa pajak berakhir. Karena itu, minta bukti potong sebelum tenggat tersebut. FAQ Apakah pemotong wajib memberikan bukti potong PPh 23 kepada penerima penghasilan? Wajib. PER-24/PJ/2021 mewajibkan pemotong membuat bukti potong dan menyerahkannya kepada pihak yang dipotong. Kalau pemotong terlambat setor atau lapor, ia dikenai sanksi administrasi sesuai UU KUP. Apa yang harus dilakukan kalau bukti potong salah? Minta pemotong membuat bukti potong pembetulan atau pembatalan lewat sistem DJP. Sesudah itu, pemotong melaporkannya dalam SPT Masa PPh Unifikasi. Simpan semua korespondensi sebagai bukti. Apakah bukti potong PPh 23 masih bisa berbentuk kertas? Sekarang pembuatan bukti potong unifikasi dilakukan lewat Coretax, dan kamu bisa menerima hasilnya sebagai dokumen elektronik. Untuk kondisi khusus, tanyakan lebih dulu ke kantor pajak atau Kring Pajak 1500200. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Kesimpulan Contoh bukti potong PPh 23 di atas memperlihatkan bahwa dokumen ini punya tiga kelompok informasi utama. Kalau kamu rutin mengecek identitas, kode objek pajak, dan perhitungannya, risiko salah catat mengecil drastis. Langkah yang saya sarankan: periksa setiap bukti potong begitu diterima, jangan menumpuknya sampai akhir tahun. Menurut saya pribadi, disiplin administrasi jauh lebih murah daripada membayar sanksi. Perusahaan yang rapi mengarsipkan bukti potong biasanya tampak lebih tenang ketika menghadapi pemeriksaan pajak. Masih ragu apakah bukti potong kamu sudah benar? Tenang, kamu tidak perlu mengurusnya sendirian. Klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini, lalu ceritakan kendalamu kepada tim kami. Baca Juga: PPh 26: Pengertian, Tarif, dan Cara Menghitungnya Ringkasan Referensi

SELENGKAPNYA
kode harta spt tahunan

Kode Harta SPT Tahunan: Daftar Lengkap dan Cara Mengisinya

Kode harta SPT Tahunan adalah kode tiga angka yang menandai jenis hartamu pada akhir tahun pajak. Wajib Pajak orang pribadi wajib mencantumkannya di lampiran harta. Singkatnya, cocokkan setiap harta dengan kodenya. Tabungan memakai 012, mobil memakai 043, lalu lengkapi nama harta, tahun perolehan, dan harga perolehan. Sebagai penulis sekaligus pemerhati hukum pajak, saya sering melihat orang menyepelekan lampiran ini. Menurut saya itu keliru, sebab data harta bisa menjadi bahan DJP untuk menilai kewajaran SPT-mu. Apa Itu Kode Harta SPT Tahunan dan Mengapa Penting? Kode harta adalah klasifikasi jenis harta di lampiran SPT Tahunan PPh Orang Pribadi. Isinya harta yang kamu miliki atau kuasai pada akhir tahun pajak. Harta anggota keluarga yang menjadi tanggungan ikut dilaporkan. Kalau status pajak suami istri berupa HB, PH, atau MT, istri melaporkan hartanya sendiri dalam SPT terpisah. Ada beberapa alasan mengapa kode harta SPT Tahunan layak mendapat perhatian: Karena itu, teliti sejak awal. Memilih kode yang pas butuh waktu beberapa menit, sedangkan memperbaiki kesalahan bisa memakan waktu lebih lama. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Daftar Lengkap Kode Harta SPT Tahunan Orang Pribadi Daftar di bawah ini mengacu pada petunjuk pengisian Formulir 1770 dari DJP. Kodenya terbagi ke dalam enam kategori. Satu catatan dulu. Tampilan pilihan harta di Coretax bisa berbeda dari formulir kertas, jadi cek ulang daftar yang muncul di aplikasi sebelum kamu mengisi. Kode Harta Kas dan Setara Kas Kode Harta Piutang Kode Harta Investasi Kode Harta Alat Transportasi Kode Harta Bergerak Lainnya Kode Harta Tidak Bergerak Cara Mengisi Kode Harta SPT Tahunan Langkah demi Langkah Supaya pengisian kode harta SPT Tahunan berjalan mulus, ikuti urutan berikut: Ambil contoh sederhana. Kamu punya mobil Toyota keluaran 2019 yang dibeli pada 2020 seharga Rp200.000.000. Maka kamu mengisi kode 043, nama harta “Mobil Toyota 2019”, tahun perolehan 2020, dan harga perolehan Rp200.000.000. Selesai. Satu hal yang layak kamu ingat: dasar harga perolehan mengikuti ketentuan Pasal 10 ayat (1) UU PPh. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Kesalahan Umum Saat Mengisi Kode Harta Dari berbagai laporan yang pernah saya lihat, kesalahan berikut paling sering muncul di lampiran harta: Soal risiko hukum, petunjuk pengisian DJP cukup jelas. SPT yang isinya tidak benar atau tidak lengkap bisa dikenai sanksi administrasi dan/atau pidana. Kalau kamu menemukan kekeliruan setelah melapor, ajukan pembetulan SPT sesuai Pasal 8 UU KUP. Dengan begitu, datamu terkoreksi sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) Apakah saya mengisi harga perolehan atau harga pasar? Isi harga perolehan. Harga pasar saat ini tidak menjadi dasar pengisian pada kolom tersebut. Apakah harta suami dan istri digabung dalam satu SPT? Ya, kalau status perpajakanmu KK, harta keluarga dilaporkan dalam satu SPT kepala keluarga. Pasangan berstatus HB, PH, atau MT melaporkan hartanya masing-masing. Kapan batas waktu pelaporan SPT Tahunan orang pribadi? Batasnya paling lambat tiga bulan setelah tahun pajak berakhir, yaitu 31 Maret untuk tahun pajak kalender. Kalau terlambat, kamu bisa terkena denda administrasi Rp100.000. Kesimpulan Kode harta SPT Tahunan membantu kamu melaporkan harta secara terstruktur lewat enam kategori, dari kas sampai harta tidak bergerak. Pilih kode yang paling sesuai, isi harga perolehan dengan benar, dan lengkapi keterangan pendukungnya. Saran saya sederhana. Catat seluruh hartamu setiap akhir tahun, sehingga pelaporan tahun berikutnya terasa jauh lebih ringan. Menurut saya, lampiran harta adalah bentuk transparansi yang justru melindungimu. Data yang rapi menjadi bukti itikad baik ketika DJP meminta klarifikasi. Kalau kamu masih ragu menentukan kode harta atau menyusun lampiran SPT, jangan menunggu sampai tenggat dekat. Klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini, dan tim kami siap membantu. Ringkasan Referensi

SELENGKAPNYA
pemindahbukuan pajak

Pemindahbukuan Pajak: Syarat dan Cara Mengajukannya

Pemindahbukuan pajak adalah cara resmi untuk membetulkan setoran pajak yang telanjur masuk ke pos yang salah. Lewat mekanisme ini, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) memindahkan penerimaan pajak ke pos yang semestinya. Intinya begini. Kamu bisa mengajukan Pbk lewat Coretax DJP, asalkan alasannya masuk daftar Pasal 109 PMK 81/2024 dan dokumen pendukungnya lengkap. Sebagai pemerhati hukum pajak, saya melihat aturan barunya memang lebih ketat, dan rambu-rambunya jauh lebih jelas. Karena itu, pelajari batasannya dulu sebelum kamu mengirim permohonan. Apa Itu Pemindahbukuan Pajak dan Dasar Hukumnya Definisinya tercantum di Pasal 1 angka 108 PMK 81/2024. Pemindahbukuan berarti proses memindahbukukan penerimaan pajak agar tercatat pada penerimaan pajak yang sesuai. Dulu, Pbk pajak berpijak pada PMK 242/PMK.03/2014 yang diubah dengan PMK 18/2021. Sejak 1 Januari 2025, PMK 81/2024 mengambil alih aturan itu seiring penerapan Coretax. Pasal 108 PMK 81/2024 membuka dua jalur pemindahbukuan: Jadi, Pbk punya landasan hukum yang tegas. Dampaknya langsung terasa pada catatan pajak kamu, dan itu alasan kenapa urusan ini layak dipahami dengan teliti. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Alasan Pemindahbukuan Pajak yang Diakui PMK 81/2024 Pasal 109 ayat (1) PMK 81/2024 membatasi alasan permohonan Pbk menjadi empat kategori. Aturan lama jauh lebih longgar karena mencakup banyak jenis kesalahan pembayaran. Berikut empat kategori yang bisa kamu ajukan: Cakupan jenis pajaknya cukup luas. Pbk bisa berlaku untuk PPh, PPN, PPnBM, bea meterai, PBB, pajak penjualan, dan pajak karbon. Satu syarat teknis perlu kamu catat. Pemindahbukuan hanya berlaku antarpembayaran dalam mata uang yang sama. Menurut saya, pembatasan ini masuk akal demi kepastian administrasi. Akibatnya, banyak wajib pajak kini harus mencari jalur lain ketika kesalahan mereka tidak termasuk dalam daftar tersebut. Syarat Pemindahbukuan Pajak yang Wajib Dipenuhi Sebelum mengajukan permohonan, cek dulu syarat pemindahbukuan pajak berikut: Sebelum mengunggah, periksa ulang data pada bukti bayar. Salah ketik NPWP atau kode akun sering menjadi biang penolakan. Cara Mengajukan Pemindahbukuan Pajak lewat Coretax DJP Sejak Coretax berjalan, permohonan pemindahbukuan Coretax menjadi jalur utama untuk pengajuan elektronik. Prosesnya cukup runtut. Ikuti langkah-langkah ini: Kalau sumber pemindahbukuannya berasal dari Akun Deposit Pajak, sistem mengisi alasan permohonan secara otomatis. Praktis. Setelah permohonan masuk, Dirjen Pajak menerbitkan bukti pemindahbukuan jika permohonanmu memenuhi ketentuan Pasal 109. Kalau tidak memenuhi, DJP mengirim surat pemberitahuan penolakan. Perbedaan Pemindahbukuan dan Pengembalian Pajak Tidak semua salah bayar bisa selesai lewat Pbk. Karena alasan Pbk kini dibatasi, sebagian kasus harus masuk ke jalur pengembalian. Ketika kesalahanmu tidak memenuhi Pasal 109, ajukan permohonan pengembalian atas kelebihan pembayaran pajak yang seharusnya tidak terutang (PPYSTT). Pengajuannya bisa kamu lakukan secara daring lewat menu Pembayaran di Coretax DJP. Lampirkan fotokopi BPN dan perhitungan pajak yang seharusnya tidak terutang. Contohnya, pembayaran yang menyatu dengan penyampaian SPT tidak bisa di-Pbk, sehingga jalur pengembalianlah yang harus kamu tempuh. Dari pengalaman membaca banyak kasus, memahami dua jalur ini sangat membantu. Salah memilih jalur berarti membuang waktu dan menunda pemulihan hak kamu. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Tips Agar Permohonan Pbk Pajak Tidak Ditolak Penolakan biasanya muncul karena alasan tidak cocok atau dokumen kurang. Beberapa kebiasaan kecil bisa mencegahnya. Coba terapkan tips ini: Persiapan yang matang memperbesar peluang permohonan diterima. Kamu juga menghemat waktu karena tidak perlu mengajukan ulang. FAQ (Frequently Asked Questions) Apakah semua kesalahan setor pajak bisa diajukan pemindahbukuan? Tidak semua. Pasal 109 ayat (1) PMK 81/2024 hanya mengakui empat alasan. Kesalahan di luar alasan itu perlu kamu selesaikan lewat permohonan pengembalian pajak yang seharusnya tidak terutang. Siapa yang berhak mengajukan permohonan pemindahbukuan? Wajib pajak yang identitasnya tercantum pada bukti pembayaran. Ketentuan ini tertuang dalam Pasal 109 ayat (5) PMK 81/2024. Apakah permohonan yang ditolak bisa diajukan lagi? Dalam praktiknya, kamu bisa melengkapi kekurangan lalu mengajukan permohonan baru. Alasan permohonannya tetap harus memenuhi Pasal 109. Kesimpulan Pemindahbukuan pajak membantu kamu merapikan pencatatan setoran lewat prosedur resmi di Coretax DJP. Syarat utamanya ada tiga: alasan sesuai Pasal 109, pemohon sesuai bukti bayar, dan dokumen pendukung lengkap. Langkah yang saya sarankan sederhana. Cek dulu apakah kasusmu masuk salah satu dari empat alasan Pbk, dan kalau tidak, tempuh jalur pengembalian pajak. Menurut saya, kehati-hatian di awal jauh lebih murah daripada memperbaiki kesalahan belakangan. Pahami aturannya sebelum kamu menekan tombol kirim. Masih ragu apakah kasusmu cocok untuk Pbk atau pengembalian? Klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini, dan tim kami siap membantu kamu. Ringkasan Referensi

SELENGKAPNYA
Kepailitan Perorangan: Syarat, Akibat Hukum, dan Solusinya

Kepailitan Perorangan: Syarat, Akibat Hukum, dan Solusinya

Utang yang tidak terbayar bisa dialami siapa saja, mulai dari karyawan, pemilik usaha kecil, sampai profesional yang bekerja mandiri. Ketika cicilan terlambat dan beberapa pihak menagih pada waktu yang sama, muncul pertanyaan apakah seseorang dapat dinyatakan pailit secara pribadi. Jawabannya bisa. Kepailitan perorangan adalah keadaan ketika pengadilan menyatakan seseorang pailit karena utangnya tidak terbayar dan syarat dalam undang-undang terpenuhi. Aturan utamanya ada di Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (UU 37/2004). Pasal 1 angka 1 UU ini menyebut kepailitan sebagai sita umum atas seluruh kekayaan debitur. Kurator mengurus dan membereskan kekayaan itu di bawah pengawasan hakim pengawas, sebagaimana dijelaskan Hukumonline Klinik. Artikel ini membahas syarat pailit perorangan, perbedaannya dengan pailit perusahaan, akibat hukum bagi Anda yang dinyatakan pailit, serta langkah hukum yang bisa ditempuh sebelum permohonan pailit diajukan. Syarat Pailit Perorangan Dasar syarat pailit ada di Pasal 2 ayat (1) UU 37/2004. Hukumonline Klinik merangkumnya menjadi dua syarat. Syarat pertama, debitur memiliki dua kreditur atau lebih. Syarat kedua, debitur tidak membayar lunas paling sedikit satu utang yang sudah jatuh waktu dan dapat ditagih. Permohonan dapat diajukan oleh debitur sendiri atau oleh satu kreditur atau lebih. UU ini tidak menyebut batas jumlah utang minimal. Jika Anda hanya berutang kepada satu pihak, syarat dua kreditur belum terpenuhi. Utang kepada bank, koperasi, dan rekan bisnis yang sama-sama belum dibayar dapat membentuk kondisi dua kreditur atau lebih. Karena itu, Anda perlu mendata seluruh pihak yang memiliki tagihan kepada Anda. Pembuktiannya diatur dalam Pasal 8 ayat (4). Menurut Hukumonline Klinik, Pengadilan Niaga harus mengabulkan permohonan apabila fakta atau keadaan yang membuktikan dua syarat tadi terlihat secara sederhana. Penjelasan pasal itu hanya menyebut fakta adanya dua kreditur atau lebih dan fakta utang yang sudah jatuh waktu dan belum dibayar. Perbedaan jumlah utang antara pemohon dan termohon tidak menghalangi putusan pailit. Sebagai ilustrasi, Pak Budi, seorang pedagang, memiliki utang jatuh tempo kepada pemasok A dan pemasok B, dan keduanya memegang bukti tagihan. Dua fakta itu cukup bagi hakim untuk menilai syarat terpenuhi, walaupun Pak Budi berselisih soal nominal dengan salah satu pemasok. Ada beberapa ketentuan tata cara yang perlu Anda ketahui. Permohonan diajukan kepada Ketua Pengadilan Niaga menurut Pasal 6 ayat (1), dan pengadilan yang berwenang adalah yang wilayahnya meliputi tempat kedudukan hukum debitur menurut Pasal 3 ayat (1). Putusan diucapkan paling lambat 60 hari sejak permohonan didaftarkan, sesuai Pasal 8 ayat (5). Jika debitur masih terikat pernikahan yang sah, Pasal 4 ayat (1) mengatur bahwa permohonan yang diajukan debitur memerlukan persetujuan suami atau istrinya. Surat persetujuan pasangan juga sebagai dokumen debitur perorangan. Regulasi ini sedang dalam pembahasan perubahan. Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) menyusun naskah akademik perubahan UU 37/2004, dan dokumen isu pentingnya memuat pembahasan Pasal 8 ayat (4) dan Pasal 222 ayat (3). Guru Besar Hukum Kepailitan Universitas Airlangga, Hadi Subhan, yang masuk tim perubahan, menyampaikan kepada Hukumonline bahwa pemerintah merevisi sebagian pasal dan tidak mengganti seluruh undang-undang. Menurutnya, revisi direncanakan masuk Program Legislasi Nasional 2025 untuk menyesuaikan norma dengan praktik. Selama revisi belum disahkan, UU 37/2004 tetap berlaku. Periksa status terbarunya di situs resmi pemerintah sebelum Anda mengambil keputusan. Jasa Pendampingan dan Konsultan Hukum Profesional, Didampingi Advokat Resmi. KLIK DI SINI! Beda Pailit Perusahaan dan Perorangan Pailit perorangan dan pailit perusahaan tunduk pada UU yang sama, termasuk syarat dua kreditur dan satu utang jatuh tempo. Perbedaannya ada pada subjek, harta yang disita, dan dampak setelah putusan. Perbedaan pertama ada pada subjek. SIP Law Firm menjelaskan bahwa subjek kepailitan perorangan adalah individu, sedangkan subjek kepailitan perseroan adalah badan hukum atau perusahaan. Pada perseroan terbatas, permohonan pailit berkaitan dengan keputusan organ perusahaan. Hukumonline Klinik menyebut berita acara rapat umum pemegang saham (RUPS) sebagai dokumen bagi debitur berbentuk PT, sedangkan debitur perorangan melampirkan persetujuan pasangan. Perbedaan kedua ada pada harta yang disita. Harta perusahaan terpisah dari harta pribadi pemiliknya. Pada kepailitan perorangan, harta yang disita adalah harta pribadi debitur. Pasal 21 UU 37/2004 menyatakan kepailitan meliputi seluruh kekayaan debitur pada saat putusan diucapkan dan semua yang diperoleh selama kepailitan berjalan. Jika Anda menikah dengan harta bersama, jangkauannya meluas ke pasangan, seperti dibahas pada bagian akibat hukum. Pada perusahaan, tanggung jawab pribadi muncul dalam keadaan tertentu. Hukumonline Klinik merujuk Pasal 97 ayat (3) dan Pasal 104 ayat (2) Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU PT) sebagai dasar tanggung jawab pribadi anggota direksi apabila ada kesalahan atau kelalaian dalam pengurusan perseroan. Perbedaan ketiga ada pada nasib subjek setelah pailit. SIP Law Firm mencatat bahwa debitur perorangan yang dinyatakan pailit menghadapi konsekuensi pada status hukum dan reputasinya, sedangkan perusahaan yang dinyatakan pailit dapat dibubarkan dan kehilangan status badan hukumnya. Seseorang tidak bisa dibubarkan. Orang yang pailit tetap menjalani kehidupan sehari-hari dengan pembatasan atas hartanya sampai kepailitan berakhir. Satu bentuk yang sering membingungkan adalah Perseroan Perorangan untuk usaha mikro dan kecil, atau PT Perorangan. PT Perorangan adalah badan hukum yang didirikan satu orang, sehingga masuk kelompok pailit perusahaan. Utang yang Anda buat atas nama pribadi masuk kelompok pailit perorangan. Jadi periksa dahulu atas nama siapa utang itu dibuat, pribadi Anda atau badan usaha Anda. Akibat Hukum Dinyatakan Pailit Pribadi Putusan pailit mengubah posisi hukum Anda sejak putusan diucapkan. SIP Law Firm merangkum tiga akibat utama. Debitur kehilangan hak atas aset yang termasuk harta pailit sejak tanggal putusan, menurut Pasal 24 ayat (1). Kurator ditugaskan mengurus dan membereskan harta pailit menurut Pasal 69 ayat (1). Eksekusi terhadap aset debitur dihentikan dan diganti penjualan aset oleh kurator untuk melunasi utang, menurut Pasal 31 ayat (1). Artinya, Anda tidak lagi berwenang menjual, menggadaikan, atau memindahtangankan aset yang masuk harta pailit. Undang-undang tetap menyisakan perlindungan untuk kebutuhan dasar. Pasal 22 mengecualikan benda tertentu dari harta pailit, dan kajian di repository Universitas Airlangga merujuk pasal ini sebagai pengecualian atas Pasal 24 ayat (1). Menurut pemahaman saya atas bunyi pasalnya, pengecualian itu mencakup antara lain perlengkapan kerja yang dibutuhkan, tempat tidur beserta perlengkapannya, bahan makanan untuk 30 hari, dan penghasilan dari pekerjaan sesuai penetapan hakim pengawas. Cocokkan rincian ini dengan teks resmi sebelum Anda mengutipnya. Perbuatan Anda setelah putusan juga dibatasi. Menurut uraian Rendra Topan tentang akibat kepailitan, perikatan yang timbul setelah

SELENGKAPNYA
gaji 5 juta kena pajak berapa

Gaji 5 Juta Kena Pajak Berapa? Ini Cara Menghitungnya

Gaji 5 juta kena pajak berapa? Pertanyaan ini hampir selalu muncul ketika seseorang menerima slip gaji pertamanya. Jawabannya singkat. Untuk karyawan lajang tanpa tanggungan, PPh 21 bulanan yang dipotong adalah Rp0, sebab penghasilannya masih berada di bawah batas tarif 0%. Meski begitu, ada syarat dan pengecualian yang sebaiknya kamu pahami sebelum merasa tenang. Menurut saya sebagai praktisi hukum, banyak pekerja salah paham soal pajak gajinya karena sosialisasinya minim. Karena itu, mengerti aturan sejak awal melindungi kamu dari potongan yang tidak semestinya. Gaji 5 Juta Kena Pajak Berapa Menurut Aturan Terbaru? Mulai 1 Januari 2024, pemerintah memakai Tarif Efektif Rata-rata (TER) untuk memotong PPh 21 bulanan. Dasarnya adalah PP Nomor 58 Tahun 2023 dan PMK Nomor 168 Tahun 2023. Pemberi kerja memilih tarif TER sesuai kategori status PTKP karyawan. Batas penghasilan bulanan yang masih bertarif 0% adalah sebagai berikut: Hasilnya, pajak gaji 5 juta per bulan bernilai Rp0 di semua kategori. Syaratnya, gaji bruto tepat Rp5 juta tanpa tambahan penghasilan lain. Kalau sudah menikah? Karyawan K/0 masuk Kategori A, jadi hasilnya tetap nol rupiah. Baca Juga: Cara Mengecek NPWP Aktif atau Tidak, Ini Langkah Mudahnya Dasar Hukum dan PTKP dalam Pajak Gaji 5 Juta Kunci hitungannya ada pada Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Menurut PMK Nomor 101/PMK.010/2016, PTKP wajib pajak orang pribadi sebesar Rp54.000.000 per tahun. Status kawin dan jumlah tanggungan akan menambahnya. Berikut contohnya: Setahun, gaji 5 juta berjumlah Rp60.000.000. Angka itu hanya sedikit di atas PTKP TK/0. Di sisi lain, aturan membolehkan pengurangan biaya jabatan sebesar 5% dari penghasilan bruto, maksimal Rp6.000.000 per tahun. Ketentuannya kini ada di Pasal 10 ayat (2) PMK 168/2023, yang menggantikan PMK 250/PMK.03/2008. Hasilnya, penghasilan kena pajak kamu menjadi sangat kecil. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Cara Menghitung Pajak Gaji 5 Juta dengan Metode TER Hitungan PPh 21 berjalan dalam dua tahap. Dari Januari sampai November, pemberi kerja memakai TER. Memasuki Desember, mereka beralih ke tarif Pasal 17 UU PPh. Perhitungan Bulanan Januari sampai November Untuk menghitung pajak gaji 5 juta tiap bulan, ikuti urutan ini: Pada karyawan TK/0, hasilnya 0% × Rp5.000.000 = Rp0. Perhitungan Masa Pajak Desember Di bulan Desember, pemberi kerja menghitung ulang pajak setahun penuh. Tarif Pasal 17 untuk penghasilan kena pajak sampai Rp60.000.000 adalah 5%. Contoh berikut memakai karyawan TK/0 dengan iuran JHT 2% dan JP 1%: Pajak Januari sampai November sudah Rp0, sehingga yang dibayar pada Desember hanya Rp60.000. Kalau dibagi rata, bebannya sekitar Rp5.000 per bulan. Kalau kamu berhenti bekerja sebelum Desember, pemberi kerja menghitung ulang pajaknya pada bulan terakhir. Faktor yang Mengubah Pajak Gaji 5 Juta Jawaban atas pertanyaan gaji 5 juta kena pajak berapa bisa berubah, tergantung beberapa hal berikut: Contohnya begini. Dalam satu bulan, kamu menerima gaji Rp5.000.000 plus bonus Rp1.000.000. Total bruto menjadi Rp6.000.000, dan tarif TER Kategori A naik menjadi 0,75%. Pemberi kerja mengalikan tarif itu dengan Rp6.000.000, sehingga potongannya Rp45.000. Bonus sekecil apa pun bisa memunculkan potongan. FAQ: Pertanyaan Seputar Pajak Gaji 5 Juta Apakah karyawan bergaji 5 juta wajib lapor SPT Tahunan? Tergantung angka netonya. Aturan terbaru mengecualikan karyawan yang hanya punya satu pemberi kerja dan berpenghasilan neto setahun tidak melebihi PTKP. Karyawan TK/0 pada contoh di atas memiliki neto Rp55,2 juta, jadi wajib melapor paling lambat 31 Maret. Apakah THR dan bonus kena pajak? Ya. THR dan bonus masuk penghasilan bruto. Pemberi kerja memotongnya dengan TER sesuai total penghasilan di bulan penerimaan. Bagaimana jika perusahaan tetap memotong pajak padahal gaji hanya 5 juta? Minta rincian perhitungannya kepada bagian keuangan. Kalau terbukti lebih potong, kamu bisa memperhitungkannya sebagai kelebihan bayar dalam SPT Tahunan. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Kesimpulan Jadi, gaji 5 juta kena pajak berapa? Untuk potongan bulanan, jawabannya Rp0. Pada Desember, karyawan TK/0 membayar sekitar Rp60.000. Saya menyarankan tiga langkah. Pertama, pastikan status PTKP kamu tercatat dengan benar. Kedua, periksa bukti potong BPA1 dari perusahaan di Coretax. Ketiga, laporkan SPT Tahunan tepat waktu. Pendapat saya, potongan janggal pada gaji sekecil ini hampir selalu berasal dari kesalahan administrasi. Masih ragu dengan slip gaji atau bukti potongmu? Klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini, lalu ceritakan masalahmu langsung kepada tim kami. Baca Juga: Wajib Pajak Adalah: Pengertian, Jenis, dan Kewajibannya Ringkasan Referensi

SELENGKAPNYA
pajak pns

Pajak PNS: Jenis, Tarif, dan Cara Menghitungnya

Pajak PNS memang sering bikin bingung. Padahal aturannya sama dengan pekerja pada umumnya: setiap penghasilan yang kamu terima sebagai aparatur sipil negara bisa dikenai pajak. Intinya begini. PNS membayar PPh 21 dari gaji dan tunjangan, ditambah pajak lain seperti PBB dan pajak kendaraan. Tiap bulan bendahara instansi memotong PPh 21 itu, lalu kamu melaporkannya lewat SPT Tahunan. Sebagai praktisi hukum, saya sering bertemu PNS yang menganggap pajak sepenuhnya urusan bendahara. Anggapan itu keliru. Urusan pelaporan tetap menjadi tanggung jawab wajib pajak, yaitu kamu sendiri. Karena itu, bisa menghitung pajak sendiri akan menjauhkanmu dari sanksi administrasi. Jenis Pajak PNS yang Perlu Kamu Kenal Ada beberapa pajak yang sekaligus menempel pada seorang PNS. Yang paling sering muncul adalah berikut ini: Jadi, kewajiban pajak PNS tidak selesai di slip gaji. Penghasilan di luar gaji harus kamu hitung dan laporkan sendiri. Baca Juga: Cara Mengecek NPWP Aktif atau Tidak, Ini Langkah Mudahnya Dasar Hukum Pajak PNS Aturan induk PPh 21 PNS ada di Undang-Undang Pajak Penghasilan. UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) kemudian merapikan lapisan tarifnya. Setelah itu pemerintah menerbitkan aturan teknis pemotongan lewat PP Nomor 58 Tahun 2023 dan PMK Nomor 168 Tahun 2023. PMK 168/2023 bahkan memuat ketentuan khusus bagi pejabat negara, PNS, anggota TNI, anggota Polri, dan pensiunannya. Aturan ini menggantikan PMK 262/2010 yang dulu berlaku untuk kelompok tersebut. Bendahara pemerintah memotong, menyetor, dan melaporkan PPh 21 pegawainya. Tugas bendahara berhenti di situ. Laporan atas seluruh penghasilanmu dalam SPT Tahunan tetap menjadi pekerjaanmu. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Tarif PPh 21 PNS Menurut Aturan Terbaru Tarif pajak PNS mengikuti tarif progresif Pasal 17 UU PPh. Semakin besar penghasilan, semakin tinggi pula tarif yang berlaku untuk lapisan tersebut. Lapisan Tarif Progresif Berikut lapisan tarif untuk penghasilan kena pajak dalam setahun: PTKP PNS sebagai Pengurang Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) berfungsi sebagai pengurang penghasilan yang dikenai pajak. Besarnya ikut status keluargamu: Tarif Efektif Rata-Rata (TER) Mulai 2024, bendahara memakai tarif efektif rata-rata untuk pemotongan bulanan. Cara ini berlaku dari Januari sampai November. Pada Desember, bendahara menghitung ulang pajak setahun dengan tarif progresif. Wajar kalau jumlah potongan bulanan terasa berbeda dari hitungan akhir tahun. Cara Menghitung Pajak PNS Langkah demi Langkah Kamu bisa menghitung PPh 21 setahun dengan urutan ini: Contoh Perhitungan Bayangkan seorang PNS menikah dengan satu anak (K/1). Penghasilan brutonya Rp120 juta setahun, dengan iuran pensiun dan THT Rp3 juta. Angka itu belum memuat THR dan gaji ke-13, karena pemerintah menanggung pajaknya. Angka di atas hanya contoh. Pola hitungannya, meski begitu, sama untuk semua PNS. Ganti saja angka penghasilan dan status keluarga sesuai kondisimu. Hasilnya akan memberi gambaran pajak yang lebih dekat dengan kenyataan sebelum kamu melapor. Kewajiban Lapor SPT Tahunan PNS Setiap PNS yang punya NPWP wajib melapor SPT Tahunan PPh Orang Pribadi. Tenggat normalnya 31 Maret. Untuk Tahun Pajak 2025, DJP sempat memperpanjang batasnya sampai 30 April 2026 lewat KEP-55/PJ/2026. Kelonggaran seperti itu sifatnya sementara, jadi jangan menunggu perpanjangan. Bahan utama pengisian adalah BPA2, nama baru dari formulir 1721-A2. Bendahara menerbitkannya lewat Coretax, lalu datanya muncul otomatis di draf SPT milikmu. Tetap cocokkan angkanya dengan dokumen yang kamu terima. Pelaporan kini dilakukan lewat Coretax. Cantumkan semua harta dan penghasilan lain, termasuk usaha sampingan. Terlambat melapor berisiko mendatangkan denda administrasi, yaitu Rp100.000 untuk orang pribadi. Siapkan datamu sejak awal tahun, jadi tidak ada drama di menit terakhir. Kesalahan Umum PNS dalam Mengurus Pajak Banyak PNS tanpa sadar mengulang kesalahan yang sebenarnya gampang dicegah. Contohnya sebagai berikut: Biasakan mengecek slip gaji setiap bulan. Dengan begitu, kekeliruan potongan cepat ketahuan. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) Apakah semua PNS wajib membayar pajak? Ya, selama penghasilannya melewati PTKP. Penghasilan di bawah PTKP tidak dikenai PPh 21. Walau begitu, kamu tetap wajib melapor SPT Tahunan. Apakah tunjangan kinerja PNS kena pajak? Kena. Tunjangan kinerja termasuk penghasilan yang dikenai PPh 21. Bendahara menggabungkannya dengan gaji pokok ketika menghitung potongan. Siapa yang memotong pajak gaji PNS? Bendahara pengeluaran instansi. Setiap bulan ia memotong PPh 21, lalu menyetorkannya ke kas negara. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Kesimpulan Pajak PNS terdiri dari PPh 21, PBB, PKB, dan pajak atas penghasilan lain. Tarifnya mengikuti lima lapisan progresif, dari 5% sampai 35%, setelah dikurangi PTKP. Hitung penghasilan kena pajakmu dengan teliti, lalu cocokkan dengan bukti potong dari bendahara. Langkah berikutnya, laporkan SPT Tahunan lewat Coretax sebelum 31 Maret. Menurut saya, tertib pajak adalah bagian dari integritas seorang abdi negara. PNS yang patuh memberi contoh yang baik dan terhindar dari risiko hukum yang sebenarnya bisa dicegah. Masih ragu soal hitungan pajak atau cara mengisi SPT? Tenang, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Klik poster yang tersedia atau tekan tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini. Tim kami siap membantumu dengan ramah. Baca Juga: Wajib Pajak Adalah: Pengertian, Jenis, dan Kewajibannya Ringkasan Referensi

SELENGKAPNYA

Metode Perpetual: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya

Pernah membuka laporan keuangan, lalu bingung kenapa angka stok tidak cocok dengan isi gudang? Banyak pemilik usaha mengalaminya. Akibatnya, keputusan belanja barang meleset dan laba terasa janggal. Metode perpetual bisa membantu mengatasinya. Metode perpetual adalah sistem pencatatan persediaan yang memperbarui saldo barang setiap kali terjadi pembelian atau penjualan. Menurut saya sebagai praktisi hukum, metode ini layak dilirik karena manfaatnya sampai ke ranah hukum. Catatan stok yang rapi dan real-time menjadi bekal kuat ketika pemeriksaan pajak datang. Karena itu, saya menyarankan setiap usaha dagang memakainya sejak awal. Artikel ini mengulas pengertian, cara kerja, contoh jurnal, perbedaan dengan metode periodik, hingga aturan hukumnya di Indonesia. Mari mulai dari dasarnya. Baca juga: Pajak Penghasilan Orang Pribadi: Tarif dan Cara Menghitungnya Pengertian Metode Perpetual Metode perpetual adalah cara mencatat persediaan barang dagang secara terus-menerus. Setiap ada transaksi, akun Persediaan langsung berubah. Hasilnya, kamu bisa melihat saldo stok kapan saja tanpa menunggu akhir periode. Alat utamanya adalah kartu persediaan. Di dalamnya tercatat tanggal transaksi, jumlah barang masuk, jumlah barang keluar, dan saldo akhir. Dulu kartu ini ditulis tangan. Sekarang banyak perusahaan memakai perangkat lunak akuntansi atau mesin kasir yang terhubung langsung ke pembukuan, sehingga sistem pencatatan persediaan perpetual berjalan hampir otomatis. Ada satu hal lagi yang perlu kamu tahu. Setiap kali barang terjual, sistem ikut mencatat harga pokok penjualan (HPP) saat itu juga. Kamu tidak perlu menghitung HPP secara terpisah di ujung periode. Laporan laba rugi pun siap disusun kapan pun manajemen memintanya. Cara Kerja Metode Perpetual Prinsipnya satu: semua pergerakan barang harus langsung masuk catatan. Mari kita lihat alurnya satu per satu. Pencatatan Saat Pembelian Begitu perusahaan membeli barang, akun Persediaan bertambah. Akun Pembelian, yang lazim dipakai pada metode periodik, tidak diperlukan di sini. Jurnalnya sederhana: debit Persediaan, kredit Kas atau Utang Dagang. Biaya tambahan ikut masuk ke akun Persediaan. Contohnya ongkos angkut pembelian dan bea masuk. Retur pembelian serta potongan pembelian akan mengurangi saldo persediaan. Pencatatan Saat Penjualan Satu penjualan melahirkan dua jurnal. Jurnal pertama mencatat pendapatan: debit Kas atau Piutang, kredit Penjualan. Jurnal kedua mencatat HPP: debit Harga Pokok Penjualan, kredit Persediaan. Dari dua jurnal itu, saldo persediaan turun tepat ketika barang keluar. Lalu, bagaimana menentukan nilai barang yang keluar? Perusahaan memakai metode penilaian tertentu, dan yang paling umum adalah FIFO (first in, first out) serta rata-rata bergerak. Pencocokan dengan Stok Fisik Sistem boleh berjalan real-time, tetapi stok opname tetap perlu dilakukan. Petugas menghitung barang di gudang, lalu membandingkan hasilnya dengan catatan. Selisih sering muncul karena barang rusak, hilang, atau salah input. Untuk menyelaraskan keduanya, perusahaan membuat jurnal penyesuaian. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Contoh Jurnal Metode Perpetual Teori lebih mudah dipahami lewat angka. Bayangkan Toko Maju Jaya memiliki persediaan awal Rp20.000.000. Sepanjang Oktober, toko ini melakukan empat transaksi: 1. Membeli barang dagang secara kredit Rp50.000.000.2. Menjual barang secara tunai Rp45.000.000 dengan HPP Rp30.000.000.3. Mengembalikan barang ke pemasok Rp2.000.000.4. Membayar ongkos angkut pembelian secara tunai Rp1.000.000. Berikut jurnalnya: Sekarang hitung saldo akhirnya. Persediaan awal Rp20.000.000 ditambah pembelian Rp50.000.000, dikurangi HPP Rp30.000.000 dan retur Rp2.000.000, lalu ditambah ongkos angkut Rp1.000.000. Hasilnya Rp39.000.000. Angka ini sudah diketahui tanpa menunggu tutup buku. Laba kotor bulan itu juga langsung terlihat, yaitu Rp45.000.000 dikurangi Rp30.000.000, sama dengan Rp15.000.000. Perbedaan Metode Perpetual dan Periodik Banyak orang masih tertukar antara dua metode ini. Perbedaan metode perpetual dan periodik bisa kamu lihat dari lima hal berikut. Lalu mana yang cocok untukmu? Usaha kecil dengan transaksi sedikit masih nyaman memakai metode periodik. Usaha dengan volume transaksi tinggi akan lebih terbantu oleh metode perpetual. Kelebihan dan Kekurangan Metode Perpetual Setiap metode punya sisi baik dan sisi yang perlu diwaspadai. Kita mulai dari kelebihannya. Kelebihan Kekurangan Saya sendiri melihat manfaatnya lebih besar daripada biayanya, terutama untuk usaha yang sedang tumbuh. Dasar Hukum dan Aspek Perpajakan di Indonesia Indonesia tidak mewajibkan satu metode pencatatan persediaan tertentu. Meski begitu, sejumlah aturan menentukan cara pembukuan dan penilaiannya. Ada tiga yang perlu kamu kenal. Pertama, Pasal 28 Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Pasal 28 ayat (1) mewajibkan wajib pajak orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas, serta wajib pajak badan, menyelenggarakan pembukuan. Pembukuan harus mencerminkan keadaan dan kegiatan usaha yang sebenarnya. Orang pribadi yang boleh memakai Norma Penghitungan Penghasilan Neto, dengan peredaran bruto di bawah Rp4,8 miliar setahun, hanya wajib melakukan pencatatan. Wajib pajak badan tidak mendapat kelonggaran itu. Metode perpetual membantu memenuhi kewajiban pembukuan karena datanya rinci dan mudah ditelusuri. Kedua, Pasal 10 ayat (6) Undang-Undang Pajak Penghasilan. Persediaan dinilai berdasarkan harga perolehan, sedangkan pemakaian persediaan untuk menghitung harga pokok memakai metode rata-rata atau FIFO. Setelah memilih satu cara, wajib pajak harus memakainya terus di tahun berikutnya. LIFO tidak boleh dipakai untuk perhitungan pajak. Jika laporan keuangan menilai persediaan di bawah harga perolehan, misalnya karena nilai realisasi neto turun, selisihnya perlu dikoreksi secara fiskal. Ketiga, PSAK 202 tentang Persediaan, yang menjadi acuan akuntansi keuangan. PSAK 202 adalah PSAK 14 yang berganti nomor. Penomoran baru ini disahkan pada 12 Desember 2022 dan berlaku efektif sejak 1 Januari 2024. Isinya merujuk pada IAS 2 Inventories. Perusahaan wajib mengukur persediaan pada nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Entitas yang memakai SAK EP atau SAK EMKM perlu mengecek ketentuan standar yang berlaku bagi mereka. Dari ketiganya, pesan praktisnya jelas. Pilih satu metode penilaian yang sesuai, lalu pakai terus. Pasal 28 ayat (6) UU KUP mengatur bahwa perubahan metode pembukuan harus mendapat persetujuan Direktur Jenderal Pajak. Jadi, jangan mengganti metode tanpa mengurus izinnya lebih dulu. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! FAQ (Frequently Asked Questions) Apa perbedaan utama metode perpetual dan metode periodik? Metode perpetual mencatat persediaan dan HPP di setiap transaksi. Metode periodik menghitungnya di akhir periode berdasarkan hasil stok opname. Karena itu, perpetual memberi informasi stok yang lebih cepat dan akurat. Apakah metode perpetual wajib digunakan di Indonesia? Tidak wajib. Regulasi tidak menetapkan metode tertentu. Pembukuan tetap harus akurat dan mencerminkan kegiatan usaha sebenarnya. Untuk keperluan pajak, pemakaian persediaan dalam

SELENGKAPNYA

Subjek Pajak dan Objek Pajak: Pengertian dan Contohnya

Subjek pajak dan objek pajak adalah dua istilah paling dasar dalam sistem perpajakan Indonesia. Subjek pajak menunjuk pihak yang berpotensi menanggung kewajiban pajak. Objek pajak menunjuk penghasilan yang menjadi sasaran pengenaan pajak itu. Sayangnya, banyak orang masih tertukar. Ada juga yang menyamakan keduanya dengan wajib pajak. Hasilnya bisa merepotkan, mulai dari salah hitung pajak, salah isi SPT, sampai telat mendaftarkan NPWP. Sebagai praktisi hukum, saya melihat salah paham soal dua konsep ini sebagai akar banyak sengketa pajak. Pelaku usaha kecil dan pekerja lepas paling sering terkena dampaknya. Karena itu, artikel ini mengurai pengertian, jenis, dan contoh keduanya secara runtut, lengkap dengan dasar regulasi yang berlaku. Baca juga: Kelebihan Pembayaran Pajak: Penyebab dan Cara Mengajukan Restitusinya Pengertian Subjek Pajak dan Objek Pajak Mari mulai dari definisinya. Dasar hukum utamanya ada di Undang-Undang Pajak Penghasilan (UU PPh). Aturan ini sudah beberapa kali berubah, antara lain lewat UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) dan UU Cipta Kerja. Apa Itu Subjek Pajak? Pengertian subjek pajak tercantum di Pasal 2 UU PPh. Menurut pasal itu, subjek pajak meliputi orang pribadi, warisan yang belum terbagi, badan, dan bentuk usaha tetap yang menerima atau memperoleh penghasilan. Status menjadi penentunya. Berapa pun besar penghasilanmu, kamu sudah masuk kelompok ini selama statusmu sesuai. Apa Itu Objek Pajak? Objek pajak penghasilan diatur dalam Pasal 4 ayat (1) UU PPh. Undang-undang mendefinisikan penghasilan sebagai setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak. Sumbernya bisa dari dalam negeri, bisa juga dari luar negeri. Kamu boleh memakainya untuk konsumsi atau menambah kekayaan. Perbedaan Subjek Pajak dan Wajib Pajak Lalu, apa bedanya dengan wajib pajak? Seorang subjek pajak baru menjadi wajib pajak setelah memenuhi dua syarat berikut. Contohnya seorang anak yang belum berpenghasilan. Ia sudah menjadi subjek pajak, namun belum wajib membayar pajak. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Jenis Subjek Pajak dalam Perpajakan Indonesia Sekarang kita masuk ke jenis subjek pajak. UU PPh membaginya ke dalam beberapa kelompok. Pembagian ini menentukan cara pemerintah memungut pajak darimu. Orang Pribadi Orang pribadi adalah subjek pajak yang paling sering kita temui. Karyawan, dokter, freelancer, dan pemilik usaha perorangan semuanya masuk di sini. Seseorang tergolong subjek pajak dalam negeri jika memenuhi salah satu kondisi berikut. Warisan yang Belum Terbagi Warisan yang belum terbagi berfungsi sebagai subjek pajak pengganti. Ia menggantikan ahli waris yang berhak. Selama warisan belum dibagi, pemerintah tetap memungut pajak atas penghasilannya, misalnya uang sewa rumah peninggalan pewaris. Begitu warisan dibagi, tiap ahli waris menanggung kewajiban pajaknya sendiri. Badan Badan mencakup perseroan terbatas, perseroan komanditer, yayasan, koperasi, serta badan usaha milik negara atau daerah. Badan yang didirikan atau berkedudukan di Indonesia menjadi subjek pajak dalam negeri. Perusahaan semacam ini wajib punya NPWP dan melaporkan penghasilannya. Bentuk Usaha Tetap (BUT) BUT adalah bentuk usaha yang dipakai orang pribadi atau badan asing untuk menjalankan bisnis di Indonesia. Kantor cabang perusahaan asing dan proyek konstruksi jangka panjang termasuk contohnya. Pemerintah memperlakukan BUT sebagai subjek pajak tersendiri. Subjek Pajak Dalam Negeri, Luar Negeri, dan yang Dikecualikan Kelompok berikutnya dibagi menurut domisili. Pembagian ini memengaruhi cara pemungutan pajak, jadi pahami baik-baik. Subjek Pajak Dalam Negeri Subjek pajak dalam negeri dikenai pajak atas penghasilan dari seluruh dunia (worldwide income). Seorang WNI yang tinggal di Indonesia, misalnya, tetap melaporkan penghasilan dari luar negeri di SPT-nya. Kalau kamu punya honor dari klien di luar negeri, angkanya ikut masuk laporan. Subjek Pajak Luar Negeri Subjek pajak luar negeri hanya dikenai pajak atas penghasilan yang bersumber dari Indonesia. Pemerintah umumnya memungutnya lewat pemotongan PPh Pasal 26 sebesar 20% dari penghasilan bruto. Tarifnya bisa turun kalau berlaku perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B). Pihak yang Bukan Subjek Pajak Pasal 3 UU PPh mengecualikan beberapa pihak dari subjek pajak, yaitu: Pengecualian ini berlaku karena asas timbal balik dalam hubungan antarnegara. Objek Pajak Penghasilan dan Contohnya Setelah tahu siapa subjeknya, giliran objeknya. Pasal 4 ayat (1) UU PPh menyebut cakupan objek pajak yang sangat luas. Berikut contoh objek pajak penghasilan yang paling sering muncul: Objek Pajak yang Bersifat Final Sebagian penghasilan dikenai PPh final berdasarkan Pasal 4 ayat (2). Bunga deposito dan penghasilan dari sewa tanah dan bangunan termasuk di dalamnya. Usaha dengan peredaran bruto tertentu juga masuk kelompok ini. Aturannya ada di PP Nomor 55 Tahun 2022 yang telah diubah dengan PP Nomor 20 Tahun 2026. Tarif PPh final 0,5% kini berlaku bagi wajib pajak orang pribadi, perseroan perorangan, dan koperasi dengan omzet tidak lebih dari Rp4,8 miliar setahun. Wajib pajak orang pribadi bahkan tidak dikenai PPh atas omzet sampai Rp500 juta pertama dalam satu tahun pajak. Sejak 22 April 2026, CV, firma, dan PT reguler tidak bisa lagi memakai tarif ini sebagai peserta baru. Pelaku yang sudah memakainya sebelum tanggal itu tetap terlindungi selama masa transisi. Tarif Pajak atas Objek Pajak Setelah objek pajak ditentukan, wajib pajak orang pribadi menghitung pajaknya memakai tarif progresif Pasal 17 UU PPh: Wajib pajak badan dalam negeri punya tarif sendiri, yaitu 22%. Penghasilan yang Bukan Objek Pajak Ada kabar baiknya. Tidak semua penerimaan dikenai pajak. Pasal 4 ayat (3) UU PPh mengecualikan beberapa jenis penerimaan. Kamu perlu mengenalinya supaya tidak melaporkan atau membayar pajak yang sebenarnya tidak terutang. Contoh bukan objek pajak antara lain: Satu hal lagi. Cek syarat masing-masing pengecualian sebelum kamu mengandalkannya. Aturan turunannya sering berubah, jadi rujuklah ketentuan terbaru. Konsekuensi Hukum dan Langkah Praktis bagi Wajib Pajak Memahami subjek pajak dan objek pajak punya akibat hukum yang nyata. Salah menentukan status bisa memicu sanksi administrasi berupa bunga dan denda sesuai UU KUP. Berikut langkah praktis yang saya sarankan: Sebagai gambaran, PTKP untuk wajib pajak orang pribadi sebesar Rp54 juta per tahun. Status kawin menambah Rp4,5 juta, dan setiap tanggungan menambah Rp4,5 juta dengan batas maksimal tiga orang. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! FAQ (Frequently Asked Questions) Apa perbedaan subjek pajak dan objek pajak? Subjek pajak adalah pihak yang dapat dikenai pajak, misalnya orang pribadi atau badan. Objek pajak adalah penghasilan yang menjadi dasar pengenaan

SELENGKAPNYA
cara membuat laporan keuangan

Cara Membuat Laporan Keuangan, Ini Langkah dan Contohnya

Cara membuat laporan keuangan sering terdengar rumit. Padahal, siapa pun bisa mengerjakannya asal tahu urutannya. Banyak pemilik usaha menunda pencatatan karena merasa tidak punya latar belakang akuntansi. Dampaknya baru terasa belakangan. Menghitung laba jadi sulit, pengajuan pinjaman tersendat, dan pelaporan pajak ikut berantakan. Intinya sederhana. Catat transaksi secara rutin, kelompokkan, lalu susun menjadi laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Sebagai pakar hukum, saya melihat laporan keuangan sebagai alat bukti yang sangat kuat. Ketika usahamu diperiksa kantor pajak, berselisih dengan mitra, atau digugat pihak ketiga, catatan yang rapi menjadi pegangan utama. Karena itu, simak langkah dan contohnya berikut ini. Apa Itu Laporan Keuangan dan Mengapa Wajib Dibuat? Laporan keuangan adalah catatan terstruktur yang menggambarkan posisi keuangan, kinerja, dan arus kas usaha dalam periode tertentu. Pemilik usaha memakainya untuk mengambil keputusan. Bank dan investor menjadikannya bahan menilai kelayakan usaha. Otoritas pajak juga membacanya. Mereka menguji kebenaran SPT lewat angka-angka di dalamnya. Aturan hukumnya pun jelas. Pasal 28 Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (UU KUP) meminta wajib pajak badan dan orang pribadi pengusaha menyelenggarakan pembukuan. Lalu ada Pasal 66 UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang memerintahkan direksi menyusun laporan tahunan beserta laporan keuangannya. Direksi harus menyampaikan laporan itu kepada RUPS paling lambat enam bulan setelah tahun buku berakhir. Jadi, mencatat keuangan termasuk kewajiban hukum yang melekat pada setiap pelaku usaha. Sayangnya, banyak orang baru sadar ketika surat dari kantor pajak sudah tiba di meja. Baca Juga: Analisis Laporan Keuangan: Metode, Rumus, dan Cara Membacanya Jenis Laporan Keuangan yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum masuk ke praktik, kenali dulu jenis laporan keuangan yang lazim disusun. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 201, yang sebelumnya bernama PSAK 1, mengatur penyajiannya. Komponen utamanya ada lima: Kabar baiknya, pelaku usaha kecil tidak perlu memakai standar yang rumit. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menerbitkan SAK EMKM untuk entitas mikro, kecil, dan menengah. Standar ini jauh lebih ringkas, sehingga cocok untuk laporan keuangan UMKM. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Langkah Membuat Laporan Keuangan dari Awal Langkah membuat laporan keuangan mengikuti siklus akuntansi yang berurutan. Ikuti tahapan di bawah ini, dan hasilnya akan rapi serta akurat. 1. Kumpulkan Bukti Transaksi Mulai dari nota, faktur, kuitansi, hingga mutasi rekening. Semua bukti ini menjadi dasar pencatatanmu. Di mata hukum, dokumen-dokumen itu juga berfungsi sebagai alat bukti. 2. Catat Transaksi dalam Jurnal Harian Tulis setiap transaksi sesuai tanggal kejadiannya. Kamu bisa memakai buku manual, Excel, atau aplikasi akuntansi. Pilih satu cara, lalu catat jumlah, keterangan, dan akun terkait dengan konsisten. 3. Pindahkan ke Buku Besar Kelompokkan jurnal berdasarkan akun, seperti kas, piutang, persediaan, dan beban gaji. Setelah itu, hitung saldo tiap akun di akhir periode. Pekerjaan ini terasa membosankan, tetapi sangat menentukan. 4. Susun Neraca Saldo Jumlahkan seluruh saldo debit dan kredit. Hasilnya harus seimbang. Kalau belum, periksa ulang pencatatanmu dari awal. 5. Susun Laporan Keuangan Terakhir, olah data neraca saldo menjadi laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Tambahkan catatan atas laporan keuangan bila perlu. Sebelum menyimpan atau menyerahkannya, cek lagi semua angka. Contoh Laporan Keuangan Sederhana untuk UMKM Biar lebih jelas, bayangkan sebuah kedai kopi dengan laporan periode Januari 2026. Angkanya hanya ilustrasi dan belum memperhitungkan pajak. Laporan Laba Rugi: Laporan Posisi Keuangan per 31 Januari 2026: Lihat angka totalnya. Aset sebesar Rp60.000.000 sama persis dengan jumlah liabilitas dan ekuitas. Kesamaan itu menandakan pencatatanmu sudah benar. Jadikan contoh laporan keuangan ini sebagai kerangka. Setelah itu, sesuaikan dengan jenis usahamu. Aturan Hukum tentang Laporan Keuangan di Indonesia Tahu caranya saja belum cukup. Kamu juga perlu memahami konsekuensi hukumnya, dan ada dua hal yang paling sering terlewat. Kewajiban Pajak dan Penyimpanan Dokumen Wajib pajak badan melampirkan laporan keuangan pada SPT Tahunan PPh. Batas pelaporannya paling lama empat bulan setelah tahun pajak berakhir. Selain itu, UU KUP meminta kamu menyimpan buku, catatan, dan dokumen pendukung selama 10 tahun. Aturan ini sejalan dengan UU Nomor 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan, yang menetapkan masa simpan dokumen keuangan. Risiko Jika Pencatatan Tidak Tertib Pembukuan yang berantakan bisa memicu koreksi fiskal. Kantor pajak berwenang menghitung pajakmu secara jabatan, dan hasilnya sering lebih besar dari perhitungan yang sebenarnya. Pada perseroan terbatas, risikonya menjalar ke direksi. Jika kelalaian pencatatan merugikan perusahaan, direksi dapat dimintai pertanggungjawaban pribadi. Maka, mulailah berbenah sebelum masalah datang. FAQ (Frequently Asked Questions) Bagaimana cara membuat laporan keuangan untuk pemula? Mulailah dengan mencatat semua pemasukan dan pengeluaran setiap hari. Di akhir bulan, kelompokkan transaksi ke dalam akun, lalu susun laporan laba rugi dan neraca. Excel atau aplikasi akuntansi gratis bisa mempercepat prosesnya. Apakah UMKM wajib membuat laporan keuangan? Ya. UU KUP meminta wajib pajak yang menjalankan usaha menyelenggarakan pembukuan. Sebagian pelaku usaha boleh memakai pencatatan dengan norma penghitungan selama memenuhi syarat dalam peraturan perpajakan. Untuk pengajuan kredit, laporan keuangan UMKM berbasis SAK EMKM tetap sangat membantu. Berapa lama laporan keuangan harus disimpan? Kamu wajib menyimpan pembukuan beserta dokumen pendukungnya selama 10 tahun. Simpan juga salinan digitalnya supaya aman dari kerusakan atau kehilangan. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Kesimpulan Cara membuat laporan keuangan terdiri dari lima tahap. Kumpulkan bukti, catat jurnal, susun buku besar, buat neraca saldo, lalu sajikan laporan akhir. Pahami juga jenis laporannya, pakai standar yang sesuai seperti SAK EMKM, dan patuhi aturan pajak serta hukum perusahaan. Saran saya, mulailah mencatat dari bulan ini, sekecil apa pun usahamu. Menurut pendapat saya, pembukuan yang rapi adalah perlindungan hukum termurah yang bisa kamu miliki. Banyak sengketa usaha selesai lebih cepat karena pemiliknya mampu menunjukkan catatan yang jelas. Kalau kamu masih ragu menyusun laporan keuangan atau cemas soal kepatuhan hukumnya, jangan dipendam sendiri. Klik poster yang tersedia atau tekan tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini. Tim kami siap membantu dengan ramah. Baca Juga: Laporan Keuangan Konsolidasi: Pengertian dan Cara Membuatnya Ringkasan Referensi

SELENGKAPNYA
spt 1771

SPT 1771: Fungsi, Format, dan Cara Melaporkannya

SPT 1771 adalah formulir laporan pajak tahunan milik badan usaha. Sejak Coretax berjalan, pelaporannya berlangsung di sana dengan batas akhir 30 April untuk tahun buku Januari sampai Desember. Banyak pengurus perusahaan masih bingung memilih lampiran dan menghitung angka akhirnya. Karena itu, tulisan ini menguraikan fungsi, format, dan langkah pelaporannya secara runtut. Menurut saya sebagai penulis berlatar hukum, SPT 1771 adalah dokumen pembuktian utama bagi perusahaan. Lewat dokumen inilah kamu menunjukkan bahwa pajak sudah dihitung dengan benar. Apa Itu SPT 1771 dan Apa Fungsinya? SPT 1771 adalah nama populer untuk SPT Tahunan PPh Badan. Angkanya berasal dari kode formulir lama yang dulu dipakai Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Kini istilah itu mulai bergeser. PER-11/PJ/2025 tidak lagi menyebut SPT Tahunan PPh Badan sebagai Formulir 1771, meski praktisi pajak masih memakainya setiap hari. Dasar kewajibannya ada di Pasal 3 ayat (1) UU KUP, yang meminta setiap wajib pajak mengisi dan menyampaikan SPT. Perusahaan yang rugi atau belum beroperasi penuh pun termasuk di dalamnya. Fungsi SPT Tahunan PPh Badan bisa kamu lihat dari daftar berikut: Salah isi sedikit saja bisa memancing pemeriksaan pajak. Karena itu, ketelitian sejak awal sangat membantu. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Format SPT 1771 dan Lampiran yang Wajib Dilengkapi Format SPT 1771 terdiri atas formulir induk dan lampiran. Formulir induk memuat identitas wajib pajak, pertanyaan Ya atau Tidak, dan ringkasan perhitungan pajak. Jawabanmu di formulir induk menentukan lampiran mana yang harus diisi. Lampiran fasilitas penanaman modal, misalnya, hanya muncul bila perusahaan memakai fasilitas itu. Berikut lampiran SPT 1771 versi Coretax yang cukup sering muncul: Perusahaan dengan transaksi afiliasi wajib mengisi lampiran khusus untuk transaksi itu. Meski begitu, tidak semua pengisi lampiran tersebut wajib menyusun dokumen transfer pricing. Dokumen yang Perlu Kamu Siapkan Sebelum membuka Coretax, kumpulkan dulu berkas berikut: Persiapan yang rapi memangkas waktu pengisian secara nyata. Hasilnya, kamu bisa langsung fokus ke angka. Batas Waktu Lapor SPT Tahunan Badan dan Sanksinya Pasal 3 ayat (3) huruf b UU KUP menetapkan batas waktu lapor SPT Tahunan Badan paling lambat empat bulan setelah tahun pajak berakhir. Untuk tahun buku Januari sampai Desember, tenggatnya jatuh pada 30 April. Kamu juga bisa mengajukan perpanjangan penyampaian SPT. Permohonannya berlaku maksimal dua bulan dan masuk lewat Coretax beserta alasannya. Satu catatan lagi. Kewajiban membayar kekurangan pajak tetap jatuh pada tanggal semula. Kalau terlambat melapor, ketentuan berikut berlaku: Jadwalkan penyusunan laporan keuangan jauh sebelum akhir April. Makin awal kamu mulai, makin longgar waktumu. Cara Lapor SPT 1771 Lewat Coretax Cara lapor SPT 1771 kini sepenuhnya berbasis Coretax DJP, mengacu pada PMK-81 Tahun 2024. DJP menegaskan bahwa pengisian selalu dimulai dari formulir induk, lalu lanjut ke lampiran. Ikuti langkah berikut secara berurutan: Setelah itu, simpan semua berkas pendukung selama jangka waktu yang undang-undang tetapkan. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Kesalahan yang Sering Terjadi Beberapa kesalahan ini paling sering memicu surat permintaan penjelasan dari KPP: Kalau kamu menemukan kekeliruan setelah SPT terkirim, Pasal 8 UU KUP memberi hak untuk membetulkannya. Lakukan itu sebelum DJP memulai pemeriksaan. FAQ (Frequently Asked Questions) Apakah SPT 1771 masih berlaku setelah Coretax diterapkan? Fungsinya masih sama. Perusahaan tetap melaporkan SPT Tahunan PPh Badan, hanya saja kini lewat Coretax dengan format baru. Apakah perusahaan yang rugi atau nihil tetap wajib lapor? Ya. Kewajiban menyampaikan SPT melekat pada status sebagai wajib pajak, berapa pun labanya. Berapa denda jika terlambat melaporkan SPT 1771? Dendanya Rp1.000.000 untuk SPT Tahunan PPh Badan. Kekurangan pajak yang terutang tetap harus kamu lunasi. Kesimpulan SPT 1771 berfungsi melaporkan dan mempertanggungjawabkan pajak badan selama satu tahun. Formatnya terdiri atas formulir induk dan lampiran, lalu pelaporannya berjalan di Coretax paling lambat 30 April. Saran saya sederhana: siapkan laporan keuangan lebih awal, cocokkan bukti potong, dan lapor sebelum tenggat. Menurut saya, perusahaan yang melapor dengan rapi akan jauh lebih tenang saat pemeriksaan datang. Kalau kamu masih ragu soal lampiran atau hitungan pajak, jangan menunggu sampai mepet. Klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini, dan tim kami siap membantu. Ringkasan Referensi

SELENGKAPNYA