Ide jualan makanan kekinian bisa menjadi pilihan menarik bagi siapa saja yang ingin mulai merintis usaha kuliner. Pilihan produknya pun cukup luas.
Lalu, makanan apa yang layak dicoba? Berikut 20 ide yang bisa kamu pertimbangkan. Pilih sesuai kemampuan, target pembeli, dan kondisi lingkungan tempat usaha.
1. Seblak Prasmanan
Seblak masih punya banyak penggemar. Terutama di kalangan anak muda. Konsep prasmanan membuat pembeli bisa memilih sendiri isi mangkuk mereka.
Kerupuk, bakso, sosis, ceker, makaroni, sayuran, dan berbagai topping lain dapat disediakan.
2. Dessert Box
Dessert box termasuk makanan kekinian untuk jualan yang cukup fleksibel. Isinya bisa berupa cake, krim, cokelat, keju, biskuit, atau topping lain sesuai konsep produk.
Untuk tahap awal, jangan membuat terlalu banyak varian. Tiga sampai lima rasa sudah cukup untuk menguji respons pasar.
3. Basreng Aneka Rasa
Basreng atau bakso goreng cocok untuk usaha camilan.
Beberapa varian yang bisa dicoba antara lain:
- Pedas daun jeruk.
- Balado.
- Barbecue.
- Keju.
- Jagung bakar.
- Pedas dengan beberapa level.
4. Dimsum Mentai
Dimsum sudah lama dikenal sebagai camilan yang digemari banyak orang. Menambahkan saus mentai dapat memberikan sentuhan berbeda pada produk.
Kamu bisa menjualnya dalam beberapa paket. Misalnya paket isi sedikit untuk pembeli perorangan dan paket lebih besar untuk keluarga.
5. Korean Garlic Bread
Korean garlic bread dapat menjadi pilihan bagi pembeli yang menyukai makanan bergaya Korea. Roti, krim keju, dan saus bawang putih menjadi kombinasi utamanya.
Tampilan produk cukup menarik untuk kebutuhan promosi. Karena itu, pemasaran lewat Instagram atau TikTok dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk kepada calon pelanggan.
6. Corndog Mozzarella
Corndog mozzarella bisa menjadi pilihan bagi pemula yang mencari makanan kekinian yang praktis. Produk ini dapat dibuat dengan isian keju, sosis, atau perpaduan keduanya.
Saus tambahan juga bisa menjadi bagian dari menu. Mulai dari saus tomat, saus pedas, mayones, sampai saus khusus buatan sendiri.
7. Rice Bowl Kekinian
Rice bowl sangat cocok untuk konsumen yang membutuhkan makanan cepat dan praktis. Variasinya pun mudah dikembangkan.
Beberapa menu yang bisa dipertimbangkan adalah:
- Chicken teriyaki.
- Chicken salted egg.
- Beef yakiniku.
- Ayam sambal matah.
- Ayam lada hitam.
8. Pisang Nugget
Pisang nugget dapat dikreasikan dengan berbagai topping. Cokelat, keju, matcha, cookies, dan kacang merupakan beberapa pilihan yang cukup mudah diterapkan.
Supaya produk memiliki karakter sendiri, buat satu atau dua topping khas. Tidak perlu terlalu banyak. Justru pilihan yang terukur membuat pengelolaan stok lebih mudah.
9. Tahu Walik
Tahu walik cocok bagi penggemar gorengan. Bagian dalamnya dapat diisi adonan ayam, ikan, atau bahan lain sesuai resep yang dikembangkan.
Penjualan dalam bentuk paket bisa menjadi pilihan. Sambal dengan beberapa tingkat kepedasan juga dapat ditawarkan sebagai pelengkap.
10. Cireng Isi
Cireng dapat dibuat lebih menarik dengan berbagai pilihan isian. Ayam suwir, keju, sosis, dan sambal merupakan beberapa contoh yang bisa dicoba.
Produk ini memiliki peluang untuk dijual dalam dua bentuk. Pertama, cireng matang yang siap disantap. Kedua, cireng frozen yang dapat dimasak sendiri oleh pembeli.
11. Makaroni Pedas
Makaroni pedas merupakan camilan yang mudah dikemas. Ukuran kemasannya dapat disesuaikan dengan target konsumen.
Level kepedasan bisa menjadi salah satu daya tarik. Kamu dapat menyediakan beberapa pilihan dari rasa ringan hingga sangat pedas.
12. Churros
Churros bisa menjadi alternatif camilan dengan konsep yang cukup sederhana. Produk ini dapat disajikan bersama gula, kayu manis, cokelat, atau saus lain.
Ukuran personal cocok untuk pembeli individu. Sementara itu, paket isi beberapa potong bisa ditawarkan untuk konsumen yang membeli bersama teman.
13. Toast Kekinian
Toast punya banyak kemungkinan menu. Pilihan gurih dapat menggunakan telur, keju, daging, dan saus. Untuk varian manis, selai dan berbagai topping bisa digunakan.
Menu seperti ini cocok untuk sarapan maupun camilan. Karena itu, jam operasional bisa disesuaikan dengan kebiasaan calon pelanggan.
14. Korean Fried Chicken
Ayam goreng dengan saus khas Korea masih menarik untuk dikembangkan sebagai produk kuliner. Saus pedas, manis, dan gurih dapat menjadi pilihan.
Namun, jangan berhenti pada tampilan yang mengikuti tren. Ciptakan rasa yang menjadi ciri khas usaha kamu.
15. Sambal Kemasan
Sambal memiliki pasar yang luas karena dapat digunakan sebagai pendamping berbagai makanan. Beberapa pilihan yang bisa dikembangkan adalah sambal bawang, sambal matah, sambal terasi, dan sambal ijo.
Ukuran botol kecil bisa digunakan sebagai produk percobaan. Setelah pelanggan menemukan rasa yang disukai, mereka dapat beralih ke ukuran yang lebih besar.
16. Cookies Premium
Cookies dapat menjadi pilihan usaha bagi kamu yang tertarik dengan produk bakery. Variasinya cukup luas, mulai dari cokelat hingga matcha dan kacang.
Kemasan premium juga membuka peluang untuk pasar hampers. Jadi, pembeli tidak selalu berasal dari orang yang ingin mengonsumsi sendiri.
17. Salad Buah
Salad buah dapat menyasar konsumen yang mencari makanan ringan dengan buah segar. Saus dan topping dapat menjadi pembeda dari produk sejenis.
Kesegaran bahan menjadi perhatian utama. Buah harus disimpan dengan kondisi yang sesuai.
18. Croffle
Croffle merupakan produk yang memadukan croissant dengan waffle. Menu ini sempat populer dan masih dapat dikembangkan dengan berbagai pilihan topping.
Cokelat, keju, es krim, buah, atau saus khusus dapat menjadi pendamping. Kamu juga dapat membuat menu unggulan dengan kombinasi topping tertentu.
19. Korean Toast
Korean toast cocok untuk menu sarapan atau camilan. Isian telur, sayuran, keju, dan daging dapat dipadukan sesuai konsep usaha.
Paket hemat dan paket premium bisa dibuat untuk menjangkau konsumen dengan kebutuhan berbeda. Pilihan seperti ini juga memudahkan pembeli menentukan menu sesuai anggaran.
20. Frozen Food Homemade
Frozen food homemade menawarkan pilihan makanan praktis yang dapat disimpan di rumah.
Model bisnis ini memiliki kelebihan dari sisi fleksibilitas. Produk tidak harus langsung dikonsumsi setelah dibuat.

| Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! |
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membuka Usaha Makanan
Memilih makanan kekinian untuk jualan memang menyenangkan. Banyak menu yang terlihat menarik ketika dipromosikan melalui media sosial.
Buat perencanaan sederhana. Tentukan siapa calon pembeli, berapa kapasitas produksi, bahan apa yang dibutuhkan, serta bagaimana cara menjual produk.
Urus NIB Sejak Memulai Usaha
Nomor Induk Berusaha atau NIB menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha. Pengurusannya dilakukan melalui sistem Online Single Submission atau OSS.
Jenis kegiatan usaha juga perlu dipilih sesuai aktivitas yang dijalankan. Jangan asal memilih klasifikasi hanya karena terlihat paling dekat dengan bisnis yang akan dibuat.
Cek Perizinan Produk Pangan
Setiap makanan memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, jalur perizinannya juga tidak selalu sama.
Produk pangan tertentu dapat masuk dalam skema Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga atau SPP-IRT.
Perhatikan Sertifikasi Halal
Sertifikasi halal juga perlu masuk dalam perencanaan usaha makanan. Kewajibannya berlaku secara bertahap berdasarkan kategori produk dan ketentuan yang ditetapkan pemerintah.
Bahan baku harus diperhatikan sejak proses pembelian. Simpan informasi pemasok serta dokumen pendukung yang relevan.
Jangan Sembarangan Membuat Label
Produk makanan dalam kemasan membutuhkan informasi yang jelas. Nama produk, komposisi, berat bersih, serta informasi lain perlu dicantumkan sesuai ketentuan kategori produk.
Cara Memilih Ide Bisnis Makanan yang Tepat
Beberapa langkah berikut bisa membantu:
- Tentukan target konsumen.
- Pilih satu menu utama.
- Lakukan uji coba resep.
- Hitung kebutuhan bahan.
- Perkirakan biaya operasional.
- Siapkan kemasan yang sesuai.
- Tes penjualan dalam jumlah kecil.
- Catat respons pembeli.
- Perbaiki produk berdasarkan hasil evaluasi.
- Urus legalitas sesuai jenis usaha.
FAQ Ide Jualan Makanan Kekinian
Apa ide jualan makanan kekinian yang cocok untuk pemula?
Camilan seperti basreng, makaroni, cireng, pisang nugget, dan dimsum dapat menjadi pilihan awal. Pilih produk yang proses pembuatannya sudah kamu kuasai.
Apakah usaha makanan rumahan membutuhkan legalitas?
Kebutuhan legalitas bergantung pada kegiatan usaha dan jenis pangan yang dijual. NIB perlu menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Produk pangan tertentu juga memiliki persyaratan tambahan.
Apakah makanan yang sedang viral pasti menguntungkan?
Belum tentu. Popularitas sebuah makanan hanya membantu menarik perhatian calon pembeli. Keuntungan tetap dipengaruhi biaya produksi, pemasaran, kualitas, harga, dan jumlah pembelian ulang.-
Kesimpulan
Memilih ide jualan makanan kekinian sebaiknya dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Jangan terburu-buru mengikuti tren hanya karena sebuah menu sedang ramai.
Jika kamu sedang menyiapkan usaha makanan dan masih memiliki pertanyaan mengenai dokumen atau aspek legalitasnya, silakan klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website. Langkah kecil ini dapat membantu kamu memahami kebutuhan usaha sebelum mulai berjalan lebih jauh.

| Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! |
Ringkasan
- Seblak, dimsum, rice bowl, dessert box, dan berbagai camilan dapat menjadi pilihan usaha makanan.
- Produk yang sedang tren perlu diuji terlebih dahulu sebelum diproduksi dalam jumlah besar.
- Target konsumen menjadi salah satu dasar penting dalam menentukan menu.
- Rasa, kebersihan, kemasan, serta konsistensi produk perlu dijaga sejak awal.
- NIB perlu diperhatikan sebagai bagian dari administrasi kegiatan usaha.
- Produk pangan tertentu memiliki persyaratan perizinan sesuai kategorinya.
- Sertifikasi halal dan informasi label perlu disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
- Uji pasar dalam skala kecil dapat membantu calon pelaku usaha mengurangi risiko.
Referensi
- Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan
https://peraturan.bpk.go.id/Details/39100/uu-no-18-tahun-2012 - Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal
https://peraturan.bpk.go.id/Details/38709/uu-no-33-tahun-2014 - Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal
https://peraturan.bpk.go.id/Details/161922/pp-no-39-tahun-2021 - Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan
https://peraturan.bpk.go.id/Details/294077/pp-no-28-tahun-2024 - Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia
https://www.pom.go.id/ - Online Single Submission (OSS) Indonesia
https://oss.go.id/ - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH)
https://bpjph.halal.go.id/





