Terbaru

Hukum

Kompensasi PKWT: Ketentuan, Rumus, dan Cara Menghitungnya

Ditulis oleh Yulia Damayanti

Daftar Isi

Kompensasi PKWT. Dua kata yang sering bikin bingung, baik pekerja kontrak maupun pemilik usaha. Banyak orang bekerja bertahun-tahun sebagai karyawan kontrak tanpa pernah tahu bahwa mereka berhak atas uang ini setiap kali masa kerjanya berakhir.

Padahal aturannya sudah cukup jelas. Singkatnya begini: kompensasi PKWT adalah kewajiban perusahaan untuk membayar sejumlah uang kepada pekerja kontrak, besarnya mengikuti masa kerja yang sudah dijalani, sebagaimana diatur dalam PP Nomor 35 Tahun 2021.

Sebagai orang yang menekuni hukum ketenagakerjaan selama bertahun-tahun, saya melihat aturan ini sebagai kemajuan yang patut diapresiasi. Dulu, sebelum UU Cipta Kerja hadir, nasib pekerja kontrak sering kali menyedihkan.

Kontrak habis, mereka pulang begitu saja tanpa kompensasi apa pun. Karena itulah ketentuan ini penting. Ia memberi perlindungan nyata untuk kelompok pekerja yang selama ini gampang terlupakan haknya.

Nah, di artikel ini kamu akan menemukan penjelasan lengkap soal dasar hukum, siapa saja yang berhak menerima, bagaimana rumus perhitungannya, sampai kapan uang itu seharusnya cair. Semua dibahas satu per satu supaya kamu paham dari akar sampai daunnya.

kompensasi pkwt

Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS!

Dasar Hukum Kompensasi PKWT di Indonesia

Ketentuan soal kompensasi PKWT tertuang jelas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021. Regulasi ini awalnya lahir sebagai aturan pelaksana dari UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, khususnya Pasal 81 dan Pasal 185 huruf b.

Setelah UU tersebut dicabut dan digantikan lewat Perppu Nomor 2 Tahun 2022, yang kemudian disahkan menjadi UU Nomor 6 Tahun 2023, PP 35/2021 tetap berlaku sebagai aturan pelaksana berdasarkan ketentuan peralihan.

Pasal 15 ayat (1) dari PP tersebut menegaskan satu hal penting: pengusaha wajib memberikan uang kompensasi kepada pekerja yang hubungan kerjanya berbasis PKWT.

Dulu, kewajiban semacam ini belum diatur setegas sekarang dalam UU Ketenagakerjaan lama. Celah itu kemudian ditutup lewat PP 35 Tahun 2021.

Sejak aturan ini berlaku, setiap perusahaan yang mempekerjakan karyawan kontrak punya kewajiban hukum yang jelas, tidak bisa lagi ditawar.

Ada beberapa poin penting yang perlu kamu catat dari dasar hukum ini:

  • Kewajiban ini berlaku untuk semua jenis PKWT, baik yang didasarkan pada jangka waktu maupun selesainya suatu pekerjaan tertentu.
  • Pekerja asing yang dipekerjakan berdasarkan PKWT dikecualikan dari aturan ini.
  • Aturan turunan tersebut memperkuat posisi pekerja kontrak yang sebelumnya rentan dan kurang terlindungi.
Baca juga  Perbedaan Posita dan Petitum: Pengertian dan Contoh dalam Gugatan

Satu hal lagi yang perlu digarisbawahi, kewajiban ini melekat pada pengusaha. Bukan opsi. Bukan pula sesuatu yang bisa dinegosiasikan ulang lewat isi kontrak kerja.

Siapa yang Berhak Menerima Kompensasi PKWT

Tidak semua karyawan kontrak otomatis mendapat kompensasi PKWT begitu saja. Ada syaratnya. Pasal 15 ayat (3) PP 35 Tahun 2021 mengatur bahwa pekerja harus punya masa kerja paling sedikit satu bulan secara terus-menerus. Jadi, karyawan yang baru bergabung beberapa hari saja belum memenuhi syarat tersebut.

Menariknya, hak atas uang kompensasi PKWT tetap berlaku sekalipun hubungan kerja berakhir lebih cepat dari jadwal. Merujuk Pasal 17 PP 35 Tahun 2021, kalau salah satu pihak memutuskan mengakhiri hubungan kerja sebelum masa kontrak habis, pengusaha tetap wajib membayar kompensasi.

Besarannya dihitung berdasarkan berapa lama pekerja itu sudah menjalani kontraknya. Beberapa kondisi yang membuat pekerja berhak menerima kompensasi PKWT antara lain:

  • Kontrak PKWT berakhir sesuai jangka waktu yang sudah disepakati sejak awal.
  • Karyawan memilih mengundurkan diri sebelum kontrak berakhir, asalkan sudah bekerja minimal satu bulan.
  • Perusahaan menghentikan kontrak lebih awal karena alasan tertentu.
  • Kontrak PKWT diperpanjang, sehingga kompensasi tetap diberikan pada setiap akhir periode kontrak.

Sebaliknya, ada pengecualian untuk tenaga kerja asing yang bekerja berdasarkan PKWT. Mereka tidak masuk dalam cakupan ketentuan ini, sesuai Pasal 15 ayat (5).

Rumus dan Cara Menghitung Kompensasi PKWT

Ini bagian yang paling banyak ditanyakan, baik oleh pekerja maupun tim HR perusahaan. Pasal 16 PP 35 Tahun 2021 mengatur rumus perhitungannya secara proporsional, mengikuti masa kerja yang sudah dijalani. Kalau kamu paham rumus ini, kamu bisa menghitung sendiri kira-kira berapa kompensasi yang berhak kamu terima.

Rumus Dasar Kompensasi PKWT

Secara umum, cara menghitung kompensasi PKWT terbagi menjadi tiga skema berikut ini:

  • Masa kerja tepat 12 bulan secara berturut-turut: kompensasi setara 1 (satu) bulan upah.
  • Masa kerja 1 bulan atau lebih, tapi kurang dari 12 bulan: (masa kerja dibagi 12) dikali 1 bulan upah.
  • Masa kerja lebih dari 12 bulan: tetap dihitung (masa kerja dibagi 12) dikali 1 bulan upah, secara proporsional.

Satu catatan penting, komponen upah yang jadi dasar perhitungan hanya terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap saja. Tunjangan yang sifatnya tidak tetap tidak ikut dihitung dalam kompensasi.

Baca juga  Informed Consent Pasien: Pengertian, Fungsi, dan Dasar Hukumnya

Contoh Perhitungan Kompensasi PKWT

Biar lebih gampang dipahami, coba lihat simulasi berikut ini.

Karyawan A bekerja selama 8 bulan dengan upah Rp5.000.000 per bulan. Hasilnya, (8 dibagi 12) dikali Rp5.000.000 sama dengan Rp3.333.333.

Lain lagi dengan Karyawan B yang bekerja tepat 12 bulan dengan upah sama. Ia berhak atas kompensasi penuh, Rp5.000.000.

Sementara Karyawan C bertahan selama 18 bulan. Perhitungannya jadi (18 dibagi 12) dikali Rp5.000.000, hasilnya Rp7.500.000.

Dari tiga simulasi tadi, kamu bisa melihat sendiri bahwa rumus kompensasi PKWT sifatnya proporsional dan sebenarnya cukup sederhana untuk diterapkan.

Waktu dan Mekanisme Pembayaran Kompensasi PKWT

Selain soal rumus, ada hal lain yang sama pentingnya: kapan uang itu harus cair. Pasal 15 ayat (2) PP 35 Tahun 2021 menyebutkan bahwa kompensasi diberikan pada saat PKWT berakhir. Artinya, perusahaan tidak boleh menunda-nunda pembayaran sampai melewati tanggal berakhirnya kontrak.

Ada pengecualian kalau kontraknya diperpanjang. Uang kompensasi tetap diberikan saat jangka waktu PKWT sebelum perpanjangan itu selesai. Setelah itu, kompensasi berikutnya baru dibayarkan setelah masa perpanjangan tersebut berakhir.

Beberapa hal yang patut kamu perhatikan soal mekanisme pembayaran ini:

  • Pembayaran wajib dilakukan penuh, tidak boleh dicicil tanpa kesepakatan tertulis dari kedua pihak.
  • Perusahaan sebaiknya mendokumentasikan bukti pembayaran sebagai bentuk perlindungan hukum bagi kedua belah pihak.
  • Keterlambatan pembayaran bisa jadi dasar gugatan perselisihan hubungan industrial.

Kalau kamu merasa hak ini belum dipenuhi, jangan langsung menyerah. Kamu bisa menempuh jalur mediasi di Dinas Ketenagakerjaan setempat dulu, sebelum melangkah lebih jauh ke Pengadilan Hubungan Industrial.

kompensasi pkwt

Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS!

FAQ Seputar Kompensasi PKWT

  1. Apakah kompensasi PKWT sama dengan pesangon? Berbeda. Kompensasi PKWT diberikan untuk karyawan kontrak saat masa kerjanya usai. Pesangon berlaku untuk pekerja tetap atau PKWTT yang mengalami pemutusan hubungan kerja.
  2. Apakah karyawan yang resign tetap mendapat kompensasi PKWT? Tetap dapat. Merujuk Pasal 17 PP 35 Tahun 2021, karyawan yang mengundurkan diri sebelum kontrak berakhir tetap berhak atas kompensasi, dengan syarat sudah bekerja minimal satu bulan.
  3. Apakah tenaga kerja asing berhak menerima kompensasi PKWT? Tidak berhak. Pasal 15 ayat (5) PP 35 Tahun 2021 secara jelas mengecualikan tenaga kerja asing dari ketentuan pemberian kompensasi ini.
Baca juga  Surat Penangguhan Penahanan: Syarat, Contoh, dan Cara Mengajukan

Kesimpulan

Kompensasi PKWT adalah hak normatif yang wajib dipenuhi pengusaha untuk karyawan kontraknya, sesuai Pasal 15 dan 16 PP 35 Tahun 2021. Hak ini berlaku selama pekerja sudah bekerja minimal satu bulan, entah kontraknya berakhir sesuai jadwal atau berhenti lebih cepat. Rumus hitungannya pun tidak rumit, cukup masa kerja dibagi 12 lalu dikali satu bulan upah.

Dari pengalaman saya menangani kasus ketenagakerjaan, banyak perusahaan justru lalai memenuhi kewajiban ini. Bukan karena sengaja melanggar, tapi karena kurang paham aturannya.

Karena itu, baik pengusaha maupun pekerja sama-sama perlu memahami ketentuan ini dengan lebih dalam supaya tidak muncul sengketa di kemudian hari. Sebagai langkah awal, coba periksa kembali kontrak kerja dan catatan masa kerjamu, pastikan hak kompensasi sudah dihitung dan dibayarkan dengan benar.

Kalau kamu sedang menghadapi kendala soal pembayaran kompensasi PKWT, atau butuh pendampingan hukum ketenagakerjaan, langsung saja klik tombol KONSULTASI GRATIS di pojok kanan website ini. Tim kami siap membantu memastikan hak-hak ketenagakerjaanmu terpenuhi sesuai aturan yang berlaku.

Ringkasan

  • Kompensasi PKWT diatur dalam Pasal 15 dan 16 PP Nomor 35 Tahun 2021.
  • Hak ini berlaku untuk pekerja dengan masa kerja minimal satu bulan secara terus-menerus.
  • Rumus perhitungannya: masa kerja dibagi 12, dikali satu bulan upah.
  • Karyawan yang bekerja tepat 12 bulan berhak atas kompensasi setara satu bulan upah penuh.
  • Karyawan yang resign sebelum kontrak berakhir tetap berhak menerima kompensasi secara proporsional.
  • Tenaga kerja asing dikecualikan dari ketentuan pemberian kompensasi PKWT.
  • Kompensasi wajib dibayarkan saat PKWT berakhir, termasuk di setiap periode perpanjangan kontrak.
  • Perusahaan yang tidak membayar kompensasi bisa digugat lewat mekanisme perselisihan hubungan industrial.

Referensi

  1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja.
  2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang.
  3. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, laman resmi kemnaker.go.id.
  4. Hukumonline, “Karyawan Kontrak Resign, Berhak Dapat Uang Kompensasi?”, diakses melalui laman resmi hukumonline.com.

Tag Terkait:

Bagikan:

Posted on Google Google
Andri Anggoro profile picture
Andri Anggoro
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Mba Millen dan rekan-rekan memberikan pelayanan yang baik dan cepat untuk kebutuhan laporan RUPS kami di NORSTECH, semoga kedepannya kita dapat berkolaborasi.
Posted on Google Google
Irwan Balalembang profile picture
Irwan Balalembang
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Rekomendasi banget buat yang mau bikin PT, CV, atau urus izin usaha! Tim legalMp.id ramah banget, gercep, dan siap jelasin detail prosesnya dengan sabar. Pokoknya tinggal terima beres, anti ribet
Posted on Google Google
Rasmianto profile picture
Rasmianto
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Terima kasih LegalMP.id yang telah membantu pengurusan Laporan RUSPT dengan cepat, profesional, ramah, komunikatif dan detail setiap informasi yang disampaikan. Untuk next kami tetap percayakan LegalMP.id untuk membantu kepengurusan legalitas lainnya. Salam sukses dan jaya selalu LegalMP.id
Posted on Google Google
Martin Suryana profile picture
Martin Suryana
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Urus RUPS tahunan karena gak mau ribet kesana kemari jadi pakai jasa di sini melalui online, memang gercep rekomen banget
Posted on Google Google
BOZZ GENK profile picture
BOZZ GENK
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Proses cepat dan lengkap tidak ragu buat dokumen apapun di sini
Posted on Google Google
nenymu profile picture
nenymu
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Terima kasih banyak untuk tim LegalMP. id yang sudah membantu pengurusan RUPS Tahunan perusahaan kami di PT. Barkah Container Line (BCLine). Pelayanannya sangat memuaskan, komunikatif, ramah, dan fast respon dari awal konsultasi sampai dokumen selesai. Sangat membantu kami. Sukses selalu dan terima kasih.
Posted on Google Google
Sheva.321 profile picture
Sheva.321
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
The service quality of this company is top-notch, and they come with fair prices too. They are very patient, and they reply as quick as they can, and they're always ready to provide solutions to your needs. I highly recommend their legal services. They're excellent!
Posted on Google Google
Indriani Karliman profile picture
Indriani Karliman
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Proses pengurusan cepat dan lancar, team admin fast respons & komunikatif. Pelayanan memuaskan. Sukses selalu.
Posted on Google Google
Nita Julz profile picture
Nita Julz
Google star 1Google star 2Google star 3Google star 4Google star 5Trustindex verifies that the original source of the review is Google.
Pengurusannya cepat dan tepat waktu. Sesuai dengan permintaan. Sangat profesional

Lihat review Legal MP

dari para pengusaha di seluruh Indonesia!

Artikel Terpopuler

Bagikan:

Seedbacklink
Seedbacklink

Daftar Isi