Laporan keuangan konsolidasi menjadi hal penting bagi perusahaan yang memiliki satu atau beberapa entitas anak.
Sekilas, prosesnya mungkin terlihat sederhana. Semua angka dari perusahaan induk dan anak perusahaan tinggal digabungkan.
Menurut saya, ketelitian menjadi bagian paling penting dalam membuat laporan seperti ini. Satu kesalahan pada pencatatan transaksi internal saja dapat memengaruhi angka akhir.
Apa Itu Laporan Keuangan Konsolidasi?
Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan yang menyajikan aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, serta arus kas perusahaan induk bersama entitas yang dikendalikannya sebagai satu kelompok ekonomi.
Ada satu konsep yang sangat penting dalam pembahasan ini, yaitu pengendalian. Hubungan antara induk dan perusahaan lain tidak cukup dilihat dari persentase kepemilikan saham. Kemampuan mengarahkan aktivitas relevan suatu entitas juga perlu diperhatikan.
Dalam praktik bisnis, perusahaan induk bisa saja mempunyai beberapa anak perusahaan dengan kegiatan yang berbeda. Masing-masing tetap menyusun laporan keuangan sendiri.
Tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi
Tujuan utama laporan ini adalah memberikan gambaran mengenai posisi keuangan dan kinerja kelompok usaha secara menyeluruh.
Informasi tersebut kemudian dapat digunakan oleh berbagai pihak. Investor, kreditor, manajemen, maupun pihak berkepentingan lainnya dapat melihat kondisi grup dengan informasi yang lebih lengkap.
Beberapa manfaat laporan keuangan konsolidasi antara lain:
- Menampilkan kondisi keuangan kelompok usaha secara menyeluruh.
- Membantu melihat perkembangan kinerja perusahaan dalam satu grup.
- Memberikan informasi mengenai aset dan kewajiban grup.
- Membantu memahami hubungan antara perusahaan induk dan entitas anak.
- Menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Kapan Perusahaan Perlu Membuat Laporan Konsolidasi?
Kebutuhan membuat laporan konsolidasi berkaitan dengan hubungan pengendalian. Karena itu, langkah awal yang perlu dilakukan perusahaan adalah memastikan apakah suatu entitas berada dalam kendali perusahaan induk.
PSAK 110 tentang Laporan Keuangan Konsolidasian mengatur prinsip penyusunan dan penyajian laporan ketika suatu entitas mengendalikan satu atau lebih entitas lainnya.
Memahami Konsep Pengendalian
Pengendalian pada dasarnya berkaitan dengan kemampuan investor dalam mengarahkan aktivitas relevan suatu investee. Investor juga perlu memiliki hak atau eksposur terhadap imbal hasil yang berubah akibat keterlibatannya.
Kemudian, investor harus mampu menggunakan kekuasaan tersebut untuk memengaruhi imbal hasil yang diterimanya.
Karena itu, penentuan pengendalian membutuhkan analisis yang cermat. Struktur perusahaan yang sederhana mungkin mudah dinilai.
Bagaimana Jika Kepemilikan Tidak 100%?
Kepemilikan saham tidak harus mencapai 100 persen agar proses konsolidasi dapat dilakukan. Selama perusahaan induk tetap mempunyai pengendalian atas entitas anak, laporan entitas tersebut dapat masuk dalam laporan konsolidasian sesuai ketentuan standar yang berlaku.
Dalam situasi seperti ini, pihak lain mungkin tetap mempunyai bagian kepemilikan. Bagian tersebut dikenal sebagai kepentingan nonpengendali atau non-controlling interests.
Jadi, angka persentase saham bukan satu-satunya hal yang perlu diperiksa. Pengendalian tetap menjadi bagian utama dalam menentukan perlakuan akuntansinya.
Komponen Laporan Keuangan Konsolidasi
Komponen laporan keuangan konsolidasi pada dasarnya mengikuti komponen laporan keuangan yang diatur dalam standar akuntansi yang relevan. Setiap bagian memiliki fungsi untuk menggambarkan kondisi kelompok usaha dari sisi yang berbeda.
Karena itu, penyusunannya perlu dilakukan secara menyeluruh. Jangan sampai satu bagian sudah benar, sementara bagian lain belum mencerminkan kondisi grup.
1. Laporan Posisi Keuangan
Laporan posisi keuangan menunjukkan aset, liabilitas, dan ekuitas kelompok usaha pada tanggal tertentu.
Dalam proses konsolidasi, perusahaan menggabungkan pos-pos yang relevan dari perusahaan induk dan entitas anak. Setelah itu, saldo tertentu yang muncul akibat transaksi antarperusahaan perlu dieliminasi.
2. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Bagian ini memperlihatkan pendapatan, beban, laba atau rugi, serta penghasilan komprehensif lain selama periode pelaporan.
Transaksi internal perlu mendapat perhatian khusus. Jika perusahaan dalam satu grup saling menjual barang atau memberikan jasa, transaksi tersebut tidak boleh membuat pendapatan grup terlihat lebih besar dari kondisi ekonominya.
3. Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan perubahan ekuitas memperlihatkan perubahan ekuitas selama periode tertentu.
Informasi yang disajikan dapat mencakup perubahan modal, saldo laba, penghasilan komprehensif lain, serta bagian kepentingan nonpengendali.
4. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas menggambarkan pergerakan kas dan setara kas kelompok usaha selama periode tertentu.
Saat melakukan konsolidasi, transaksi kas antarperusahaan dalam satu grup juga harus diperhatikan. Arus kas internal tidak boleh membuat aktivitas grup dengan pihak luar terlihat berbeda dari kondisi sebenarnya.
5. Catatan atas Laporan Keuangan
Catatan atas laporan keuangan memberikan penjelasan tambahan mengenai angka yang terdapat dalam laporan utama.
Isinya dapat mencakup kebijakan akuntansi, informasi mengenai entitas anak, kepentingan nonpengendali, transaksi pihak berelasi, serta informasi material lainnya.
Cara Membuat Laporan Keuangan Konsolidasi
Cara membuat laporan keuangan konsolidasi perlu mengikuti tahapan yang teratur. Data perusahaan induk dan seluruh entitas anak harus diperiksa terlebih dahulu sebelum masuk ke proses penggabungan.
Periode pelaporan dan kebijakan akuntansi juga perlu diperhatikan. Jika terdapat perbedaan, perusahaan perlu melakukan penyesuaian yang diperlukan berdasarkan standar yang berlaku.
1. Identifikasi Entitas yang Dikendalikan
Pertama, tentukan perusahaan mana yang berada dalam pengendalian perusahaan induk.
Periksa struktur kepemilikan, hak suara, serta hak pengambilan keputusan yang dimiliki perusahaan. Setelah itu, lakukan penilaian untuk menentukan apakah hubungan tersebut memenuhi kriteria pengendalian.
Langkah ini menjadi dasar bagi tahap berikutnya. Jika identifikasinya keliru, proses konsolidasi dapat ikut terdampak.
2. Samakan Kebijakan Akuntansi
Selanjutnya, periksa kebijakan akuntansi yang digunakan oleh perusahaan induk dan anak perusahaan.
Kebijakan yang berbeda dapat menghasilkan pencatatan yang tidak seragam. Karena itu, perusahaan perlu melakukan penyesuaian apabila memang diperlukan agar proses konsolidasi berjalan sesuai standar akuntansi.
3. Gabungkan Pos yang Sejenis
Setelah data siap, perusahaan dapat menggabungkan pos-pos yang sejenis dari laporan induk dan entitas anak.
Misalnya:
- Aset digabungkan dengan aset yang sejenis.
- Liabilitas digabungkan dengan liabilitas terkait.
- Pendapatan digabungkan dengan pendapatan.
- Beban digabungkan dengan beban.
- Arus kas digabungkan sesuai klasifikasi yang relevan.
Namun, pekerjaan belum selesai sampai di sini. Saldo dan transaksi internal tetap perlu diperiksa.
4. Eliminasi Transaksi Antarperusahaan
Tahap eliminasi merupakan bagian yang sangat penting dalam penyusunan laporan konsolidasi.
Contohnya, perusahaan induk mempunyai piutang kepada anak perusahaan. Dari sudut pandang kelompok usaha, piutang tersebut merupakan transaksi internal.
Karena itu, saldo tersebut perlu dieliminasi sesuai ketentuan akuntansi. Hal serupa dapat berlaku pada utang, penjualan, pembelian, pendapatan, beban, dividen, serta transaksi internal lainnya.
5. Perhitungkan Kepentingan Nonpengendali
Jika perusahaan induk tidak memiliki seluruh saham entitas anak, kepentingan nonpengendali perlu diperhitungkan.
Perhitungan ini menunjukkan bagian ekuitas dan hasil usaha yang menjadi hak pihak lain di luar perusahaan induk.
Dengan begitu, penyajian laporan dapat menggambarkan hak ekonomi masing-masing pihak secara lebih tepat.
6. Lakukan Pemeriksaan Akhir
Setelah seluruh proses selesai, lakukan rekonsiliasi.
Periksa kembali saldo antarperusahaan. Pastikan transaksi internal yang perlu dieliminasi sudah tertangani. Kemudian, cocokkan angka antara laporan pendukung dan laporan konsolidasi.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Dalam praktiknya, kesalahan konsolidasi dapat muncul dari hal yang cukup sederhana. Misalnya, data antarperusahaan tidak cocok atau transaksi internal belum tercatat dengan benar.
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari meliputi:
- Mengabaikan analisis mengenai pengendalian.
- Tidak menyelaraskan kebijakan akuntansi yang relevan.
- Lupa melakukan eliminasi saldo antarperusahaan.
- Keliru menghitung kepentingan nonpengendali.
- Mengabaikan transaksi internal yang keuntungannya belum terealisasi.
- Tidak melakukan rekonsiliasi data antarentitas.
- Mengabaikan informasi yang perlu diungkapkan dalam catatan laporan keuangan.

FAQ Laporan Keuangan Konsolidasi
Apakah perusahaan yang memiliki anak perusahaan wajib melakukan konsolidasi?
Jika hubungan tersebut memenuhi kriteria pengendalian berdasarkan standar akuntansi yang berlaku, perusahaan induk perlu mempertimbangkan penyusunan laporan keuangan konsolidasian.
Penentuan tersebut tetap bergantung pada fakta dan kondisi hubungan antara investor dan investee. Karena itu, perusahaan perlu melakukan analisis terlebih dahulu.
Apakah kepemilikan saham harus 100%?
Tidak selalu. Konsolidasi berkaitan dengan pengendalian, sehingga kepemilikan penuh bukan satu-satunya dasar penentuannya.
Jika perusahaan induk mengendalikan entitas anak meskipun kepemilikannya kurang dari 100 persen, bagian yang menjadi hak pihak lain dapat muncul sebagai kepentingan nonpengendali.
Apa perbedaan laporan keuangan biasa dan konsolidasi?
Laporan keuangan individual menggambarkan kondisi satu entitas. Sementara itu, laporan konsolidasi menyajikan perusahaan induk bersama entitas yang dikendalikannya sebagai satu kelompok ekonomi.
Karena itu, transaksi internal dalam grup perlu diperiksa dan dieliminasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Kesimpulan
Laporan keuangan konsolidasi membantu pembaca memahami kondisi sebuah kelompok usaha dalam satu penyajian.
Proses penyusunannya membutuhkan beberapa tahap. Perusahaan perlu mengidentifikasi entitas yang dikendalikan, menyelaraskan kebijakan akuntansi, menggabungkan pos sejenis, melakukan eliminasi transaksi internal, menghitung kepentingan nonpengendali, lalu memeriksa kembali seluruh angka.
Menurut saya, pemeriksaan konsolidasi secara berkala jauh lebih membantu daripada baru mencari kesalahan ketika laporan sudah masuk tahap audit.
Kalau perusahaan kamu sedang menyusun laporan konsolidasi atau menghadapi persoalan dokumen dan pencatatan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, jangan ragu mencari bantuan profesional. Kamu bisa klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website untuk mendapatkan informasi sesuai kebutuhan.

Ringkasan
- Laporan keuangan konsolidasi menggambarkan perusahaan induk dan entitas yang dikendalikannya sebagai satu kelompok ekonomi.
- Pengendalian menjadi dasar penting dalam menentukan apakah suatu entitas perlu masuk dalam proses konsolidasi.
- Komponen laporan mencakup laporan posisi keuangan, laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, perubahan ekuitas, arus kas, serta catatan atas laporan keuangan.
- Penyusunan laporan membutuhkan penggabungan pos sejenis dari perusahaan induk dan entitas anak.
- Saldo serta transaksi antarperusahaan perlu diperiksa dan dieliminasi sesuai standar akuntansi yang berlaku.
- Kepentingan nonpengendali perlu diperhitungkan ketika perusahaan induk tidak memiliki seluruh kepemilikan entitas anak.
- Rekonsiliasi dan pemeriksaan akhir membantu menemukan perbedaan atau kesalahan sebelum laporan digunakan.
- Perusahaan perlu mengacu pada standar akuntansi dan ketentuan yang berlaku ketika menyusun laporan konsolidasian.
Referensi
- Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), PSAK 110: Laporan Keuangan Konsolidasian.
https://web.iaiglobal.or.id/ - Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.
https://web.iaiglobal.or.id/SAK-IAI - IFRS Foundation, IFRS 10 Consolidated Financial Statements.
https://www.ifrs.org/issued-standards/list-of-standards/ifrs-10-consolidated-financial-statements/ - Otoritas Jasa Keuangan (OJK), regulasi dan informasi mengenai laporan keuangan perusahaan.
https://www.ojk.go.id/ - Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
https://www.pajak.go.id/ - Kementerian Keuangan Republik Indonesia, regulasi dan informasi kebijakan keuangan.
https://www.kemenkeu.go.id/




