Terbaru

Pajak

ROA Adalah: Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitungnya

Ditulis oleh Devi Mulina Husdania

Daftar Isi

ROA adalah rasio keuangan yang bisa membantu melihat seberapa efektif sebuah perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba. Sekilas, konsep ini memang terdengar cukup teknis.

Bagi pemilik bisnis, manajemen, maupun orang yang sedang mempelajari laporan keuangan, informasi tersebut cukup berguna. Sebab, jumlah laba saja belum tentu menggambarkan efisiensi sebuah perusahaan.

Pengertian ROA dan Fungsinya dalam Bisnis

ROA merupakan kependekan dari Return on Assets. Rasio ini digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba melalui aset yang dimilikinya.

Aset perusahaan dapat mencakup banyak hal. Kas, piutang, persediaan, bangunan, kendaraan, mesin, hingga berbagai aset lainnya masuk dalam laporan keuangan. Semua sumber daya tersebut mendukung kegiatan perusahaan.

Apa yang Diukur oleh ROA?

ROA menggambarkan efisiensi perusahaan dalam menggunakan aset. Perhitungannya menghubungkan laba dengan jumlah aset yang digunakan dalam periode tertentu.

Sebagai gambaran, sebuah perusahaan mempunyai aset senilai Rp10 miliar. Dalam satu tahun, perusahaan tersebut memperoleh laba bersih Rp1 miliar. Dengan perhitungan sederhana, tingkat pengembaliannya mencapai 10 persen.

Mengapa ROA Penting?

Dalam laporan keuangan, ROA dapat menjadi salah satu alat untuk membaca efisiensi bisnis. Informasinya berguna bagi berbagai pihak yang membutuhkan gambaran mengenai penggunaan aset perusahaan.

Beberapa kegunaan ROA meliputi:

  • Mengukur efisiensi penggunaan aset.
  • Membantu menilai perubahan kinerja perusahaan.
  • Membandingkan kinerja dalam beberapa periode.
  • Menjadi salah satu indikator dalam analisis laporan keuangan.
  • Membantu melihat hubungan antara aset dan laba.

Rumus ROA yang Perlu Kamu Ketahui

Rumus ROA pada dasarnya cukup mudah. Bentuk yang umum digunakan adalah:

ROA = Laba Bersih ÷ Total Aset × 100%

Dalam analisis tertentu, perhitungan ROA dapat menggunakan rata-rata total aset. Rumusnya menjadi:

ROA = Laba Bersih ÷ Rata-Rata Total Aset × 100%

Untuk mendapatkan rata-rata total aset, gunakan angka aset pada awal dan akhir periode.

Rata-Rata Total Aset = (Aset Awal + Aset Akhir) ÷ 2

Penggunaan metode tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih sesuai ketika jumlah aset berubah selama satu periode. Karena itu, kamu perlu memperhatikan metode yang digunakan saat membaca atau membandingkan nilai ROA.

Mengapa Menggunakan Rata-Rata Aset?

Jumlah aset perusahaan jarang benar-benar tetap sepanjang tahun. Perubahan dapat terjadi karena pembelian mesin, penjualan aset, penambahan persediaan, investasi, atau berbagai transaksi bisnis lainnya.

Bayangkan sebuah perusahaan membeli mesin baru pada pertengahan tahun. Nilai aset pada akhir tahun tentu bisa meningkat. Jika perhitungan hanya menggunakan aset akhir periode, hasil ROA dapat berbeda dibandingkan ketika menggunakan rata-rata aset.

Baca juga  Syarat Bayar Pajak Motor: Dokumen yang Perlu Disiapkan

Catatan untuk Sektor Perbankan

Khusus untuk bank, kamu perlu lebih teliti. Industri perbankan memiliki karakteristik laporan keuangan dan metode penilaian yang berbeda dari perusahaan pada umumnya.

Otoritas Jasa Keuangan memiliki ketentuan tersendiri mengenai penilaian tingkat kesehatan bank. Dalam konteks tersebut, perhitungan dan penilaian Return on Assets mengikuti pendekatan yang berlaku bagi industri perbankan.

Cara Menghitung ROA dengan Contoh Sederhana

Setelah mengetahui rumusnya, cara menghitung ROA sebenarnya tidak rumit. Data yang diperlukan dapat ditemukan dalam laporan keuangan, terutama informasi mengenai laba bersih dan aset.

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki data berikut:

  • Laba bersih: Rp500 juta.
  • Total aset awal tahun: Rp4 miliar.
  • Total aset akhir tahun: Rp6 miliar.

Langkah pertama adalah mencari rata-rata total aset.

(Rp4 miliar + Rp6 miliar) ÷ 2 = Rp5 miliar

Setelah angka tersebut diperoleh, masukkan ke rumus ROA.

ROA = Rp500 juta ÷ Rp5 miliar × 100%

Hasilnya:

ROA = 10%

Dengan demikian, berdasarkan metode tersebut, perusahaan menghasilkan laba bersih sebesar 10 persen dibandingkan rata-rata aset yang digunakan selama periode tersebut.

Cara Membaca Hasil ROA

Mendapatkan angka ROA hanyalah langkah awal. Setelah itu, kamu perlu memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik angka tersebut.

Misalnya, ROA sebuah perusahaan naik dari 6 persen menjadi 8 persen. Perubahan ini menunjukkan adanya peningkatan rasio. Namun, penyebabnya tetap perlu diperiksa.

Bisa saja laba meningkat ketika jumlah aset relatif stabil. Bisa pula jumlah aset berkurang sehingga rasio meningkat. Ada juga kemungkinan kedua kondisi tersebut terjadi secara bersamaan.

Faktor yang Memengaruhi Tinggi Rendahnya ROA

Nilai ROA dapat berubah karena banyak faktor. Dua komponen utama dalam perhitungannya adalah laba dan aset. Perubahan pada salah satunya dapat memengaruhi hasil akhir.

Laba Perusahaan

Laba merupakan salah satu unsur utama dalam perhitungan ROA. Ketika laba meningkat dan jumlah aset tidak mengalami perubahan besar, nilai ROA cenderung ikut meningkat.

Sebaliknya, ketika laba turun, ROA dapat ikut melemah. Penyebabnya bermacam-macam. Penjualan mungkin menurun. Biaya operasional bisa meningkat. Margin keuntungan juga dapat menyusut.

Jumlah Aset

Jumlah aset turut menentukan hasil ROA. Perusahaan yang sedang berkembang mungkin membeli mesin, membuka fasilitas baru, menambah kendaraan, atau melakukan investasi lainnya.

Dalam jangka pendek, peningkatan aset tersebut belum tentu langsung menghasilkan kenaikan laba. Akibatnya, ROA dapat turun sementara.

Baca juga  Panduan SP2DK Pajak: Cara Menjawab dan Dokumen yang Disiapkan

Efisiensi Operasional

Kinerja operasional juga mempunyai kaitan dengan ROA. Perusahaan yang mampu mengendalikan biaya dan memanfaatkan aset secara efisien memiliki peluang menghasilkan laba yang lebih baik.

Produktivitas aset menjadi bagian penting dalam hal ini. Aset yang besar belum tentu menghasilkan keuntungan besar apabila pemanfaatannya kurang efektif.

Kelebihan dan Keterbatasan ROA

ROA cukup populer karena konsepnya mudah dipahami. Rasio ini menghubungkan laba dengan aset sehingga pembaca laporan keuangan dapat melihat efisiensi penggunaan sumber daya perusahaan.

Selain itu, ROA bisa digunakan untuk melihat perubahan kinerja dari tahun ke tahun. Perbandingan tersebut dapat membantu menemukan pola tertentu dalam perkembangan perusahaan.

Keterbatasan ROA

Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan antara lain:

  • Standar ROA dapat berbeda menurut industri.
  • Metode perhitungan bisa berbeda.
  • Nilai aset dalam laporan keuangan tidak selalu sama dengan nilai ekonomis terkini.
  • ROA tidak menggambarkan seluruh aspek kesehatan perusahaan.
  • ROA tidak dapat menggantikan analisis laporan keuangan secara menyeluruh.

Karena alasan tersebut, jangan mengambil keputusan hanya dari satu angka ROA. Gunakan rasio ini sebagai salah satu bagian dari proses analisis.

Perbandingan juga perlu dilakukan secara tepat. Perusahaan dalam industri manufaktur, misalnya, mempunyai struktur aset yang berbeda dari perusahaan berbasis jasa. Kondisi tersebut dapat memengaruhi nilai ROA.

Perbedaan ROA dan ROE

ROA dan ROE sering digunakan dalam pembahasan kinerja perusahaan. Namanya memang mirip. Namun, keduanya mempunyai dasar pengukuran yang berbeda.

ROA atau Return on Assets melihat kemampuan perusahaan menghasilkan laba berdasarkan aset yang dimiliki. Sementara itu, ROE atau Return on Equity melihat kemampuan perusahaan menghasilkan laba berdasarkan ekuitas.

Dengan demikian, fokus keduanya berbeda. ROA berkaitan dengan efektivitas penggunaan aset. ROE berkaitan dengan tingkat pengembalian terhadap modal sendiri.

Keduanya dapat digunakan secara bersamaan. Dengan membaca ROA dan ROE, analisis kinerja perusahaan dapat menjadi lebih lengkap. Tentu saja, hasil tersebut tetap perlu dipadukan dengan rasio dan informasi keuangan lainnya.

roa adalah
Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS!

FAQ tentang ROA

1. ROA adalah apa?

ROA adalah singkatan dari Return on Assets. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba melalui aset yang dimilikinya.

2. Berapa ROA yang dianggap baik?

Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua perusahaan. Nilai ROA perlu dibandingkan dengan perusahaan dalam industri yang sama, periode sebelumnya, serta karakteristik bisnisnya.

Baca juga  PPh 22 Adalah: Pengertian, Tarif, dan Cara Menghitungnya

3. Apa perbedaan ROA dan ROE?

ROA menggunakan aset sebagai dasar pengukuran. Sementara itu, ROE menggunakan ekuitas atau modal sendiri. Karena dasar perhitungannya berbeda, keduanya memberikan informasi yang berbeda pula.

Kesimpulan

ROA adalah rasio yang membantu melihat kemampuan perusahaan menghasilkan laba dengan memanfaatkan aset. Rumusnya menghubungkan laba bersih dengan total aset. Dalam kondisi tertentu, analisis dapat menggunakan rata-rata aset awal dan akhir periode.

Untuk menghitungnya, kamu perlu menyiapkan data dari laporan keuangan. Setelah itu, masukkan angka tersebut ke rumus sesuai metode yang digunakan. Hasilnya kemudian dapat dibandingkan dengan periode sebelumnya atau perusahaan sejenis.

Meski terlihat sederhana, membaca ROA tetap membutuhkan konteks. Industri, struktur aset, ekspansi, perubahan laba, dan metode perhitungan dapat memengaruhi hasilnya. Pada sektor perbankan, kamu juga perlu memperhatikan ketentuan khusus dari regulator.

Menurut saya, ROA paling berguna ketika ditempatkan sebagai bagian dari analisis keuangan yang lebih luas. Satu angka belum cukup untuk menggambarkan kondisi perusahaan. Karena itu, periksa juga laporan laba rugi, neraca, arus kas, utang, serta rasio keuangan lainnya.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan mengenai kondisi bisnis, administrasi perusahaan, atau aspek legal yang berkaitan dengan kegiatan usaha, kamu dapat mengklik poster yang tersedia. Pilihan lainnya, tekan tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

roa adalah
Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS!

Ringkasan

  • ROA adalah Return on Assets yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari aset.
  • Rumus ROA membandingkan laba bersih dengan total aset atau rata-rata total aset.
  • Rata-rata aset dapat dihitung menggunakan nilai aset pada awal dan akhir periode.
  • ROA membantu melihat efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan aset.
  • Nilai ROA sebaiknya dibandingkan dengan periode sebelumnya dan perusahaan dalam industri sejenis.
  • ROA mempunyai keterbatasan sehingga tidak tepat jika digunakan sebagai satu-satunya indikator kondisi perusahaan.
  • ROA berbeda dari ROE karena ROA menggunakan aset, sedangkan ROE menggunakan ekuitas.
  • Perhitungan ROA pada industri tertentu, termasuk perbankan, dapat mengikuti metode dan ketentuan regulator yang berlaku.

Referensi

  1. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Peraturan OJK Nomor 4/POJK.03/2016 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.
    https://www.ojk.go.id/
  2. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Statistik Perbankan Indonesia.
    https://www.ojk.go.id/id/kanal/perbankan/data-dan-statistik/statistik-perbankan-indonesia/
  3. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Peraturan OJK Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.
    https://www.ojk.go.id/id/kanal/perbankan/regulasi/peraturan-ojk/
  4. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.
    https://web.iaiglobal.or.id/
  5. Otoritas Jasa Keuangan (OJK), portal informasi dan data sektor jasa keuangan.
    https://www.ojk.go.id/

Artikel Terpopuler

Bagikan:

Seedbacklink
Seedbacklink

Daftar Isi