Terbaru

Day: September 30, 2026

Menampilkan semua artikel yang telah dipublikasi pada tanggal tersebut

jurnal pph 23

Jurnal PPh 23: Cara Mencatat dan Contoh Perhitungannya

Jurnal PPh 23 sering jadi titik rawan di pembukuan perusahaan. Salah catat sedikit saja, laporan pajak ikut berantakan. Sebagai praktisi yang kerap mendampingi pelaku usaha, saya melihat kesalahan ini muncul berulang. Banyak orang hafal tarifnya, tapi lupa cara mencatatnya. Di artikel ini kita bahas dasar pemotongan, rumus hitung, lalu contoh jurnal dari dua sisi. Semuanya disusun ringkas supaya kamu bisa langsung praktik. Apa Itu PPh Pasal 23? PPh Pasal 23 adalah pajak yang dipotong atas penghasilan modal, penyerahan jasa, atau hadiah. Pemotongnya adalah pihak yang membayar penghasilan tersebut. Pihak pembayar ini bisa berupa badan usaha, instansi pemerintah, atau orang pribadi yang ditunjuk. Mereka wajib memotong, lalu menyetorkannya ke kas negara. Dasar hukumnya ada di Undang-Undang Pajak Penghasilan. Jenis jasa yang dipotong dijabarkan dalam PMK Nomor 141/PMK.03/2015. Menurut saya, banyak pelaku usaha baru menyadari kewajiban ini setelah kena teguran. Padahal aturannya cukup jelas dan bisa dipelajari sejak awal. Perlu kamu pahami juga bahwa pajak ini bukan beban pemotong. Uang potongan itu milik rekanan yang dititipkan lewat pemotong. Karena itu, pencatatannya berbeda dari beban biasa. Di sinilah jurnal PPh 23 berperan. Tarif dan Objek PPh 23 Tarif PPh 23 ada dua. Masing-masing berlaku untuk jenis penghasilan yang berbeda. Tarif 15 persen dikenakan atas dividen, bunga, royalti, serta hadiah dan penghargaan. Sementara itu, tarif 2 persen berlaku untuk sewa selain tanah dan bangunan serta berbagai jasa tertentu. Contoh jasa yang kena tarif 2 persen antara lain jasa konsultan, jasa akuntansi, jasa teknik, dan jasa manajemen. Daftar lengkapnya ada di PMK 141/PMK.03/2015. Wajib pajak yang tidak punya NPWP dikenai tarif lebih tinggi. Kenaikannya 100 persen dari tarif normal. Artinya, tarif 2 persen menjadi 4 persen. Selisih ini terasa besar pada transaksi bernilai tinggi. Dasar pengenaannya adalah jumlah bruto. Nilai ini dihitung sebelum potongan apa pun dan tidak termasuk PPN. Sebagai catatan, tidak semua jasa masuk daftar objek PPh 23. Jasa yang tidak tercantum biasanya dikenai pajak lain, misalnya PPh Pasal 21 atau PPh Pasal 4 ayat 2. Rumus dan Contoh Perhitungan PPh 23 Rumusnya sangat sederhana. PPh 23 sama dengan tarif dikalikan dasar pengenaan pajak. Mari pakai contoh nyata. PT Maju membayar jasa konsultan sebesar Rp10.000.000 sebelum PPN. Tarif jasa konsultan adalah 2 persen. Maka PPh 23 yang dipotong adalah Rp200.000. Konsultan menerima Rp9.800.000 dari PT Maju. Selisihnya disetor PT Maju ke kas negara atas nama konsultan. Bagaimana kalau ada PPN? PPN dihitung terpisah dari nilai Rp10.000.000. Jadi nilai PPN tidak memengaruhi besar potongan PPh 23. Misalkan konsultan itu pengusaha kena pajak dengan PPN 11 persen. Maka PT Maju membayar Rp10.000.000 ditambah PPN Rp1.100.000, dikurangi PPh 23 Rp200.000. Total kas yang keluar dari PT Maju ke konsultan menjadi Rp10.900.000. Sisanya, Rp200.000, masuk ke kas negara. Contoh Jika Rekanan Tidak Punya NPWP Kalau konsultan tadi tidak punya NPWP, tarifnya menjadi 4 persen. Potongannya naik menjadi Rp400.000. Konsultan hanya menerima Rp9.600.000. Selisih Rp200.000 itu sebenarnya bisa dihindari. Karena itu, minta NPWP rekanan sebelum pembayaran. Langkah ini murah dan cepat. Cara Mencatat Jurnal PPh 23 bagi Pemotong Pemotong mencatat PPh 23 sebagai kewajiban. Uang itu belum menjadi milik perusahaan dan harus disetor ke negara. Pada saat pengakuan beban, jurnalnya seperti berikut: Beban tetap dicatat sebesar nilai bruto. Potongan pajak tidak mengurangi beban. Kemudian, ketika perusahaan menyetor pajaknya, catat jurnal ini: Setelah jurnal setor selesai, saldo Utang PPh 23 kembali nol. Kamu bisa memakainya sebagai pengecekan cepat di akhir bulan. Penyetoran dilakukan paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. Pelaporan SPT Masa paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya. Jangan lupa menerbitkan bukti potong untuk rekanan. Dokumen ini penting untuk kredit pajak mereka. Saat ini penerbitan bukti potong dilakukan lewat sistem elektronik DJP. Cek panduan terbaru di situs resmi karena fiturnya bisa berubah. Jurnal Jika Pembayaran Dilakukan Bertahap Kadang pembayaran jasa dicicil. Dalam kondisi itu, PPh 23 tetap dipotong saat pembayaran atau saat terutang, mana yang lebih dulu. Pencatatannya mengikuti prinsip yang sama. Hanya nilai potongan yang menyesuaikan jumlah yang dibayarkan atau terutang. Pastikan kamu mencatat setiap tahap dengan rapi. Rekapitulasi yang jelas memudahkan penyusunan SPT Masa. Cara Mencatat Jurnal PPh 23 bagi yang Dipotong Sisi penerima penghasilan berbeda. Potongan yang ia alami dicatat sebagai pajak dibayar di muka. Dengan contoh yang sama, jurnal konsultan adalah: Pendapatan tetap diakui penuh Rp10.000.000. Potongan pajak menjadi kredit yang bisa diperhitungkan saat menghitung pajak tahunan. Syaratnya, konsultan harus memegang bukti potong yang sah. Tanpa dokumen itu, kredit pajak bisa ditolak. Sebagai tambahan, sebagian wajib pajak tidak perlu dipotong. Mereka yang memiliki Surat Keterangan sesuai PP 55 Tahun 2022 atau SKB dikecualikan. Dalam kondisi itu, pembayar tidak membuat jurnal utang PPh 23. Cukup catat beban dan pembayaran secara normal. Kesalahan Umum dalam Jurnal PPh 23 Kesalahan pertama adalah mencatat beban setelah dipotong. Padahal beban harus dicatat sebesar nilai bruto. Kesalahan kedua adalah telat menyetor. Keterlambatan memicu sanksi bunga. Kesalahan ketiga adalah lupa menerbitkan bukti potong. Akibatnya, rekanan kesulitan mengklaim kreditnya. Kesalahan keempat adalah salah memilih tarif. Misalnya, memakai 15 persen untuk jasa yang seharusnya 2 persen. Kebiasaan sederhana bisa mencegah semua itu. Buat daftar periksa bulanan dan cocokkan dengan buku besar. FAQ Seputar Jurnal PPh 23 Apakah PPh 23 dihitung dari nilai sebelum atau sesudah PPN?Dihitung dari nilai sebelum PPN. Jadi PPN tidak masuk dasar pengenaan pajak. Kapan PPh 23 harus disetor dan dilaporkan?Setor paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. Laporan SPT Masa paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya. Bagaimana jika bukti potong belum diterima?Minta segera ke pemotong. Tanpa bukti potong, kamu sulit mengkreditkan pajaknya. Kesimpulan Jurnal PPh 23 pada dasarnya berkutat pada tiga hal. Tarif, dasar pengenaan, dan akun yang tepat. Saya menyarankan kamu menyusun template jurnal baku di perusahaan. Langkah kecil ini memangkas risiko salah catat secara drastis. Kalau kamu masih ragu menentukan tarif atau menyusun jurnalnya, klik tombol KONSULTASI GRATIS di pojok kanan website ini. Kamu juga bisa klik poster yang tersedia, dan tim kami siap membantu. Ringkasan Referensi

SELENGKAPNYA
revaluasi aset tetap

Revaluasi Aset Tetap: Syarat dan Cara Menghitungnya

Revaluasi aset tetap berkaitan dengan proses penilaian kembali aset perusahaan supaya nilai yang tercatat dalam laporan keuangan tetap relevan. Bagi perusahaan, persoalannya tentu tidak berhenti pada angka dalam laporan keuangan. Ada standar akuntansi yang perlu diperhatikan. Ada pula aturan perpajakan yang harus diperiksa sebelum keputusan diambil. Menurut saya, bagian inilah yang sering luput ketika perusahaan membahas revaluasi. Pemilik usaha atau manajemen kadang melihat kenaikan nilai aset sebagai alasan yang cukup untuk melakukan penilaian ulang. Lantas, bagaimana sebenarnya proses tersebut berjalan? Artikel ini membahas pengertian revaluasi aset tetap, syarat yang perlu diperhatikan, manfaatnya bagi perusahaan, serta cara menghitung selisih nilai aset. Apa Itu Revaluasi Aset Tetap? Revaluasi aset tetap adalah proses menilai kembali nilai aset perusahaan agar pencatatannya dapat mencerminkan nilai yang relevan pada tanggal penilaian. Ada dua istilah yang perlu dipahami lebih dahulu, yaitu nilai buku dan nilai wajar. Nilai buku merupakan nilai aset setelah perusahaan memperhitungkan akumulasi penyusutan serta penurunan nilai yang relevan. Perbedaan kedua nilai tersebut bisa cukup besar. Contohnya, sebuah perusahaan membeli tanah ketika harga di kawasan tersebut masih rendah. Mengapa Perusahaan Melakukan Revaluasi? Alasannya bisa beragam. Salah satunya adalah ketika nilai aset yang tercatat sudah tidak lagi menggambarkan kondisi ekonominya. Bayangkan sebuah gedung yang dibeli belasan tahun lalu. Nilai perolehannya masih tercermin dalam pencatatan setelah memperhitungkan penyusutan. Dalam situasi seperti ini, perusahaan dapat mempertimbangkan model revaluasi sesuai standar akuntansi yang berlaku. Beberapa tujuan yang dapat mendasari keputusan tersebut antara lain: Apa Saja Syarat Revaluasi Aset Tetap? Syarat revaluasi aset tetap dapat berbeda sesuai tujuan penilaian. Ketika perusahaan melakukan revaluasi untuk laporan keuangan, penerapannya harus mengikuti standar akuntansi yang berlaku. PSAK 216 tentang Aset Tetap mengatur model revaluasi sebagai salah satu pilihan pengukuran setelah pengakuan awal aset. Menerapkan Kebijakan secara Konsisten Perusahaan tidak semestinya memilih satu aset secara sembarangan hanya karena harga aset tersebut sedang meningkat. Model revaluasi perlu diterapkan sesuai kelas aset sebagaimana diatur dalam standar akuntansi. Selain itu, penilaian perlu dilakukan dengan dasar yang memadai. Informasi pasar dapat menjadi salah satu pertimbangan apabila tersedia. Kondisinya berbeda ketika harga pasar tidak mudah ditemukan. Menggunakan Penilai yang Kompeten Aset tertentu memiliki karakteristik yang membuat penilaiannya cukup kompleks. Tanah dan bangunan, misalnya, dapat memerlukan pertimbangan mengenai lokasi, kondisi fisik, penggunaan, serta perkembangan pasar di sekitarnya. Karena itu, perusahaan dapat menggunakan jasa penilai yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan. Penilaian dari pihak yang memahami karakteristik aset akan membantu perusahaan memperoleh dasar angka yang lebih kuat. Memeriksa Ketentuan Perpajakan Ini bagian yang sering menimbulkan kebingungan. Revaluasi dalam laporan keuangan tidak otomatis memiliki perlakuan yang sama dengan penilaian kembali aktiva tetap untuk kepentingan pajak. Keduanya mempunyai dasar dan tujuan yang berbeda. Apa Manfaat Revaluasi Aset Tetap? Revaluasi aset tetap dapat membantu perusahaan memperoleh gambaran yang lebih relevan mengenai kondisi asetnya. Manfaat tersebut terutama terasa ketika terdapat jarak cukup besar antara nilai tercatat dengan nilai wajar aset. Misalnya, perusahaan mempunyai bangunan yang dibeli 15 tahun lalu. Harga perolehannya ketika itu masih relatif rendah. Kini, kawasan tersebut sudah berkembang dan harga properti meningkat. Pengaruh terhadap Laporan Keuangan Kenaikan nilai akibat revaluasi dapat memengaruhi ekuitas perusahaan melalui surplus revaluasi, sesuai ketentuan akuntansi yang berlaku. Dampaknya tidak berhenti di sana. Nilai aset yang berubah dapat memengaruhi perhitungan penyusutan pada periode berikutnya. Oleh sebab itu, perusahaan perlu menghitung kembali dampak setelah revaluasi. Penurunan nilai pun memiliki perlakuan tertentu. Perusahaan perlu memperhatikan apakah aset tersebut pernah memiliki saldo surplus revaluasi sebelumnya. Pengaruh terhadap Pajak Dari sisi perpajakan, perusahaan perlu melakukan pemeriksaan yang lebih khusus. Penilaian kembali aktiva tetap untuk tujuan pajak mempunyai aturan tersendiri. Perusahaan harus memperhatikan perbedaan antara nilai buku komersial dan nilai buku fiskal. Selisih tersebut dapat memengaruhi perhitungan pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Cara Menghitung Revaluasi Aset Tetap Cara menghitung revaluasi aset tetap dapat dimulai dengan mencari nilai buku aset. Setelah itu, perusahaan membandingkannya dengan nilai wajar berdasarkan hasil penilaian. Rumus sederhananya sebagai berikut: Selisih Revaluasi = Nilai Wajar Aset – Nilai Buku Tercatat Sebagai contoh, sebuah perusahaan mempunyai mesin dengan nilai perolehan Rp1.000.000.000. Setelah digunakan beberapa tahun, akumulasi penyusutannya mencapai Rp400.000.000. Maka nilai buku mesin adalah: Rp1.000.000.000 – Rp400.000.000 = Rp600.000.000 Kemudian perusahaan melakukan penilaian. Hasilnya menunjukkan nilai wajar mesin sebesar Rp750.000.000. Perhitungannya menjadi: Rp750.000.000 – Rp600.000.000 = Rp150.000.000 Dengan demikian, terdapat kenaikan nilai sebesar Rp150.000.000 berdasarkan perhitungan sederhana tersebut. Perlu dicatat, angka ini belum otomatis menjadi dasar perhitungan pajak. Perlakuan akuntansi dan perpajakan tetap harus diperiksa berdasarkan aturan masing-masing. Bagaimana Jika Nilainya Turun? Revaluasi tidak selalu menghasilkan kenaikan nilai. Contohnya, nilai buku suatu aset mencapai Rp600.000.000. Setelah penilaian, nilai wajarnya ternyata hanya Rp500.000.000. Maka perhitungannya: Rp500.000.000 – Rp600.000.000 = -Rp100.000.000 Artinya, terdapat penurunan nilai sebesar Rp100.000.000. Meski rumusnya sederhana, pencatatan akuntansinya tidak boleh dilakukan secara otomatis. Perusahaan perlu melihat riwayat surplus revaluasi aset tersebut dan mengikuti ketentuan standar yang berlaku. Revaluasi Akuntansi dan Revaluasi Pajak, Apa Bedanya? Revaluasi untuk kebutuhan akuntansi dan penilaian kembali aktiva tetap untuk perpajakan tidak dapat dianggap sebagai proses yang sama. Tujuan dan dasar aturannya berbeda. Perbedaan ini penting. Kesalahan memahami keduanya dapat membuat perusahaan keliru menentukan perlakuan atas selisih nilai aset. Revaluasi untuk Kepentingan Akuntansi Untuk laporan keuangan, perusahaan mengacu pada standar akuntansi yang berlaku. Model revaluasi memungkinkan aset tetap tertentu disajikan berdasarkan nilai revaluasian apabila persyaratan yang ditentukan standar sudah terpenuhi. Penilaian perlu dilakukan secara memadai. Nilai tercatat juga perlu diperbarui ketika perubahan nilai material terjadi. Revaluasi untuk Kepentingan Perpajakan Untuk kepentingan pajak, perusahaan mengacu pada ketentuan perpajakan. Salah satu dasar hukumnya terdapat dalam Pasal 19 Undang-Undang Pajak Penghasilan. Ketentuan teknis mengenai penilaian kembali aktiva tetap untuk tujuan perpajakan antara lain diatur melalui PMK Nomor 79/PMK.03/2008 tentang Penilaian Kembali Aktiva Tetap Perusahaan untuk Tujuan Perpajakan. Perusahaan perlu memperhatikan nilai buku fiskal dalam proses tersebut. Nilai ini dapat berbeda dengan nilai buku komersial yang tercatat dalam laporan keuangan. Contoh Sederhana Perhitungan Revaluasi Supaya lebih mudah dipahami, mari gunakan contoh sederhana. Sebuah perusahaan memiliki bangunan dengan data berikut: Pertama, perusahaan mengetahui nilai bukunya. Nilai tersebut sudah tersedia, yaitu Rp1.200.000.000. Selanjutnya, nilai buku dibandingkan dengan nilai wajar. Rp1.500.000.000 – Rp1.200.000.000 = Rp300.000.000 Jadi, terdapat kenaikan nilai sebesar Rp300.000.000. Perhitungan tersebut masih berupa ilustrasi sederhana. Dalam praktik, perusahaan perlu melihat

SELENGKAPNYA
laporan keuangan konsolidasi

Laporan Keuangan Konsolidasi: Pengertian dan Cara Membuatnya

Laporan keuangan konsolidasi menjadi hal penting bagi perusahaan yang memiliki satu atau beberapa entitas anak. Sekilas, prosesnya mungkin terlihat sederhana. Semua angka dari perusahaan induk dan anak perusahaan tinggal digabungkan. Menurut saya, ketelitian menjadi bagian paling penting dalam membuat laporan seperti ini. Satu kesalahan pada pencatatan transaksi internal saja dapat memengaruhi angka akhir. Apa Itu Laporan Keuangan Konsolidasi? Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan yang menyajikan aset, liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban, serta arus kas perusahaan induk bersama entitas yang dikendalikannya sebagai satu kelompok ekonomi. Ada satu konsep yang sangat penting dalam pembahasan ini, yaitu pengendalian. Hubungan antara induk dan perusahaan lain tidak cukup dilihat dari persentase kepemilikan saham. Kemampuan mengarahkan aktivitas relevan suatu entitas juga perlu diperhatikan. Dalam praktik bisnis, perusahaan induk bisa saja mempunyai beberapa anak perusahaan dengan kegiatan yang berbeda. Masing-masing tetap menyusun laporan keuangan sendiri. Tujuan Laporan Keuangan Konsolidasi Tujuan utama laporan ini adalah memberikan gambaran mengenai posisi keuangan dan kinerja kelompok usaha secara menyeluruh. Informasi tersebut kemudian dapat digunakan oleh berbagai pihak. Investor, kreditor, manajemen, maupun pihak berkepentingan lainnya dapat melihat kondisi grup dengan informasi yang lebih lengkap. Beberapa manfaat laporan keuangan konsolidasi antara lain: Kapan Perusahaan Perlu Membuat Laporan Konsolidasi? Kebutuhan membuat laporan konsolidasi berkaitan dengan hubungan pengendalian. Karena itu, langkah awal yang perlu dilakukan perusahaan adalah memastikan apakah suatu entitas berada dalam kendali perusahaan induk. PSAK 110 tentang Laporan Keuangan Konsolidasian mengatur prinsip penyusunan dan penyajian laporan ketika suatu entitas mengendalikan satu atau lebih entitas lainnya. Memahami Konsep Pengendalian Pengendalian pada dasarnya berkaitan dengan kemampuan investor dalam mengarahkan aktivitas relevan suatu investee. Investor juga perlu memiliki hak atau eksposur terhadap imbal hasil yang berubah akibat keterlibatannya. Kemudian, investor harus mampu menggunakan kekuasaan tersebut untuk memengaruhi imbal hasil yang diterimanya. Karena itu, penentuan pengendalian membutuhkan analisis yang cermat. Struktur perusahaan yang sederhana mungkin mudah dinilai. Bagaimana Jika Kepemilikan Tidak 100%? Kepemilikan saham tidak harus mencapai 100 persen agar proses konsolidasi dapat dilakukan. Selama perusahaan induk tetap mempunyai pengendalian atas entitas anak, laporan entitas tersebut dapat masuk dalam laporan konsolidasian sesuai ketentuan standar yang berlaku. Dalam situasi seperti ini, pihak lain mungkin tetap mempunyai bagian kepemilikan. Bagian tersebut dikenal sebagai kepentingan nonpengendali atau non-controlling interests. Jadi, angka persentase saham bukan satu-satunya hal yang perlu diperiksa. Pengendalian tetap menjadi bagian utama dalam menentukan perlakuan akuntansinya. Komponen Laporan Keuangan Konsolidasi Komponen laporan keuangan konsolidasi pada dasarnya mengikuti komponen laporan keuangan yang diatur dalam standar akuntansi yang relevan. Setiap bagian memiliki fungsi untuk menggambarkan kondisi kelompok usaha dari sisi yang berbeda. Karena itu, penyusunannya perlu dilakukan secara menyeluruh. Jangan sampai satu bagian sudah benar, sementara bagian lain belum mencerminkan kondisi grup. 1. Laporan Posisi Keuangan Laporan posisi keuangan menunjukkan aset, liabilitas, dan ekuitas kelompok usaha pada tanggal tertentu. Dalam proses konsolidasi, perusahaan menggabungkan pos-pos yang relevan dari perusahaan induk dan entitas anak. Setelah itu, saldo tertentu yang muncul akibat transaksi antarperusahaan perlu dieliminasi. 2. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Bagian ini memperlihatkan pendapatan, beban, laba atau rugi, serta penghasilan komprehensif lain selama periode pelaporan. Transaksi internal perlu mendapat perhatian khusus. Jika perusahaan dalam satu grup saling menjual barang atau memberikan jasa, transaksi tersebut tidak boleh membuat pendapatan grup terlihat lebih besar dari kondisi ekonominya. 3. Laporan Perubahan Ekuitas Laporan perubahan ekuitas memperlihatkan perubahan ekuitas selama periode tertentu. Informasi yang disajikan dapat mencakup perubahan modal, saldo laba, penghasilan komprehensif lain, serta bagian kepentingan nonpengendali. 4. Laporan Arus Kas Laporan arus kas menggambarkan pergerakan kas dan setara kas kelompok usaha selama periode tertentu. Saat melakukan konsolidasi, transaksi kas antarperusahaan dalam satu grup juga harus diperhatikan. Arus kas internal tidak boleh membuat aktivitas grup dengan pihak luar terlihat berbeda dari kondisi sebenarnya. 5. Catatan atas Laporan Keuangan Catatan atas laporan keuangan memberikan penjelasan tambahan mengenai angka yang terdapat dalam laporan utama. Isinya dapat mencakup kebijakan akuntansi, informasi mengenai entitas anak, kepentingan nonpengendali, transaksi pihak berelasi, serta informasi material lainnya. Cara Membuat Laporan Keuangan Konsolidasi Cara membuat laporan keuangan konsolidasi perlu mengikuti tahapan yang teratur. Data perusahaan induk dan seluruh entitas anak harus diperiksa terlebih dahulu sebelum masuk ke proses penggabungan. Periode pelaporan dan kebijakan akuntansi juga perlu diperhatikan. Jika terdapat perbedaan, perusahaan perlu melakukan penyesuaian yang diperlukan berdasarkan standar yang berlaku. 1. Identifikasi Entitas yang Dikendalikan Pertama, tentukan perusahaan mana yang berada dalam pengendalian perusahaan induk. Periksa struktur kepemilikan, hak suara, serta hak pengambilan keputusan yang dimiliki perusahaan. Setelah itu, lakukan penilaian untuk menentukan apakah hubungan tersebut memenuhi kriteria pengendalian. Langkah ini menjadi dasar bagi tahap berikutnya. Jika identifikasinya keliru, proses konsolidasi dapat ikut terdampak. 2. Samakan Kebijakan Akuntansi Selanjutnya, periksa kebijakan akuntansi yang digunakan oleh perusahaan induk dan anak perusahaan. Kebijakan yang berbeda dapat menghasilkan pencatatan yang tidak seragam. Karena itu, perusahaan perlu melakukan penyesuaian apabila memang diperlukan agar proses konsolidasi berjalan sesuai standar akuntansi. 3. Gabungkan Pos yang Sejenis Setelah data siap, perusahaan dapat menggabungkan pos-pos yang sejenis dari laporan induk dan entitas anak. Misalnya: Namun, pekerjaan belum selesai sampai di sini. Saldo dan transaksi internal tetap perlu diperiksa. 4. Eliminasi Transaksi Antarperusahaan Tahap eliminasi merupakan bagian yang sangat penting dalam penyusunan laporan konsolidasi. Contohnya, perusahaan induk mempunyai piutang kepada anak perusahaan. Dari sudut pandang kelompok usaha, piutang tersebut merupakan transaksi internal. Karena itu, saldo tersebut perlu dieliminasi sesuai ketentuan akuntansi. Hal serupa dapat berlaku pada utang, penjualan, pembelian, pendapatan, beban, dividen, serta transaksi internal lainnya. 5. Perhitungkan Kepentingan Nonpengendali Jika perusahaan induk tidak memiliki seluruh saham entitas anak, kepentingan nonpengendali perlu diperhitungkan. Perhitungan ini menunjukkan bagian ekuitas dan hasil usaha yang menjadi hak pihak lain di luar perusahaan induk. Dengan begitu, penyajian laporan dapat menggambarkan hak ekonomi masing-masing pihak secara lebih tepat. 6. Lakukan Pemeriksaan Akhir Setelah seluruh proses selesai, lakukan rekonsiliasi. Periksa kembali saldo antarperusahaan. Pastikan transaksi internal yang perlu dieliminasi sudah tertangani. Kemudian, cocokkan angka antara laporan pendukung dan laporan konsolidasi. Kesalahan yang Perlu Dihindari Dalam praktiknya, kesalahan konsolidasi dapat muncul dari hal yang cukup sederhana. Misalnya, data antarperusahaan tidak cocok atau transaksi internal belum tercatat dengan benar. Beberapa kesalahan yang perlu dihindari meliputi: Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi,

SELENGKAPNYA

Divestasi: Pengertian, Jenis, dan Contoh Kasusnya

Divestasi adalah tindakan perusahaan melepas sebagian atau seluruh investasinya, baik berupa saham, unit usaha, maupun aset. Istilah ini sering muncul di berita tambang dan BUMN. Banyak pembaca lalu bertanya, apakah ini sama dengan menjual perusahaan? Sebagian iya, sebagian tidak. Ada divestasi yang dipilih perusahaan sendiri. Ada juga yang diwajibkan undang-undang. Jadi, kenali dulu jenis, dasar hukum, dan risikonya sebelum kamu mengambil keputusan. Sebagai praktisi hukum, saya melihat divestasi sebagai alat strategis yang kerap disalahpahami. Pelaku usaha biasanya sibuk memikirkan harga jual. Padahal izin RUPS, kewajiban keterbukaan informasi, dan pajak ikut menentukan sah tidaknya transaksi. Satu langkah yang terlewat bisa membatalkan seluruh rencana. Mari kita bahas satu per satu. Apa Itu Divestasi? Kata ini berasal dari divestment, kebalikan dari investasi. Investasi berarti menanam modal. Divestasi berarti menarik atau mengurangi modal itu. Caranya bermacam-macam: perusahaan bisa menjual saham, menjual aset, atau memisahkan unit usaha. Baca Juga: Hak Veto Pemegang Saham Minoritas dan Batasannya Tujuan Divestasi Alasan perusahaan melakukan divestasi cukup beragam: Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Beda Divestasi dan Jual Saham Biasa Sekilas keduanya mirip, karena sama-sama melepas kepemilikan. Bedanya ada pada tujuan. Divestasi selalu berkaitan dengan strategi korporasi atau kewajiban regulasi. Investor ritel yang menjual saham di bursa melakukan transaksi biasa. Adapun induk perusahaan yang melepas saham anak usahanya sedang berdivestasi. Jenis Divestasi Berdasarkan Sifat dan Bentuknya Ada dua cara mengelompokkan divestasi. Cara pertama melihat sifatnya. Cara kedua melihat bentuk transaksinya. Berdasarkan Sifat Berdasarkan Bentuk Transaksi Dari pengalaman saya, spin-off dan penjualan saham paling sering muncul dalam konsultasi. Keduanya menuntut struktur hukum yang rapi sejak awal. Dasar Hukum Divestasi di Indonesia Indonesia belum punya satu undang-undang khusus yang mengatur semua divestasi. Aturannya tersebar di beberapa regulasi. Berikut yang paling relevan. Ketentuan dalam UU Perseroan Terbatas Pasal 102 UU PT mewajibkan direksi meminta persetujuan RUPS sebelum mengalihkan atau menjaminkan kekayaan perseroan yang nilainya lebih dari 50% kekayaan bersih. Artinya, direksi tidak boleh memutuskan penjualan aset besar seorang diri. Untuk pengambilalihan saham oleh pihak lain, kamu perlu merujuk Pasal 125 dan seterusnya beserta peraturan pelaksananya. Perusahaan terbuka punya lapisan tambahan. OJK mengatur transaksi material, sehingga perusahaan wajib mengumumkan informasinya kepada publik. Pada ambang tertentu, perusahaan juga harus meminta persetujuan RUPS independen. Sebelum menandatangani perjanjian, cek POJK terbaru tentang transaksi material. Kewajiban Divestasi di Sektor Tambang Sektor ini punya aturan paling tegas. Pasal 112 ayat (1) UU 3/2020 tentang Minerba mewajibkan badan usaha pemegang IUP atau IUPK tahap operasi produksi, yang sahamnya dimiliki asing, melakukan divestasi paling sedikit 51% secara berjenjang. Penerimanya adalah Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD, dan/atau badan usaha swasta nasional. PP 96/2021 mengatur pelaksanaannya, dan PP 25/2024 kemudian mengubahnya. Batas waktu divestasi bergantung pada fasilitas pengolahan: 15 tahun untuk perusahaan tanpa fasilitas pengolahan terintegrasi, dan 20 tahun untuk yang memilikinya. Istilah “berjenjang” berarti pihak-pihak tadi mendapat prioritas membeli saham divestasi secara bergiliran. Lalu, apa yang terjadi kalau perusahaan mengabaikan kewajiban ini? Sanksinya bertahap. Mulai dari peringatan, penghentian sementara, hingga pencabutan izin usaha. Aspek Pajak Divestasi Keuntungan dari penjualan saham atau aset termasuk objek PPh. Untuk saham perusahaan terbuka yang diperdagangkan di bursa, berlaku PPh final atas nilai transaksi. Untuk saham perusahaan tertutup, perhitungannya memakai selisih harga jual dan harga perolehan. Diskusikan struktur transaksi dengan konsultan pajak sebelum kamu menandatangani perjanjian jual beli. Contoh Kasus Divestasi di Indonesia Dua kasus berikut menjadi rujukan utama dalam praktik divestasi PMA di sektor tambang. Divestasi PT Freeport Indonesia Pada 21 Desember 2018, pemerintah lewat Inalum, yang kini bernama MIND ID, menuntaskan pengambilalihan saham PT Freeport Indonesia. Setelah transaksi, pihak Indonesia menguasai sekitar 51,23%. Sisa sekitar 48,8% tetap dimiliki Freeport-McMoRan. Inalum memegang sebagian saham secara langsung, sedangkan sisanya lewat PT Indonesia Papua Metal dan Mineral yang melibatkan BUMD Papua. Inalum menerbitkan obligasi global senilai US$4 miliar untuk mendanai akuisisi ini. Sekitar US$3,85 miliar dari dana itu dipakai membeli saham. Kasus ini memperlihatkan betapa panjang dan rumitnya divestasi wajib, mulai dari tawar-menawar harga sampai pembagian saham ke daerah. Divestasi PT Vale Indonesia Oktober 2020, PT Vale Indonesia Tbk menyelesaikan divestasi 20% sahamnya kepada MIND ID. Vale Canada Limited melepas 14,9%, sementara Sumitomo Metal Mining melepas 5,1%. Nilai transaksinya sekitar Rp5,52 triliun. Kewajiban ini berakar dari amandemen Kontrak Karya tahun 2014. Berikutnya, Vale menempuh divestasi tambahan seiring perpanjangan izin menjadi IUPK. Pada Februari 2024, MIND ID dan para pemegang saham asing menandatangani perjanjian induk untuk pelepasan 14% saham. Kasus ini juga memunculkan perdebatan soal saham publik: apakah ia dihitung sebagai kepemilikan nasional? Pertanyaan itu menegaskan pentingnya definisi yang jelas dalam kontrak. FAQ Seputar Divestasi Apakah divestasi sama dengan privatisasi? Tidak sama. Divestasi adalah pelepasan investasi oleh perusahaan mana pun. Privatisasi khusus menyangkut penjualan saham BUMN kepada pihak lain. Jadi, privatisasi termasuk salah satu bentuk divestasi. Berapa persen kewajiban divestasi saham PMA tambang? Untuk PMA pemegang IUP atau IUPK tahap operasi produksi, kewajibannya paling sedikit 51% secara berjenjang. PP 96/2021 sebagaimana diubah PP 25/2024 mengatur jangka waktunya. Apa akibatnya jika perusahaan tidak melaksanakan divestasi wajib? Pemerintah dapat menjatuhkan sanksi administratif. Bentuknya peringatan, penghentian sementara kegiatan, sampai pencabutan izin. Karena itu, susun jadwal divestasi jauh sebelum tenggat tiba. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Kesimpulan Divestasi adalah pelepasan investasi yang bisa perusahaan pilih sendiri atau yang hukum wajibkan. Bentuknya beragam, dari penjualan aset dan penjualan saham sampai spin-off. Di sektor tambang, PMA wajib melepas paling sedikit 51% sahamnya secara berjenjang. Kasus Freeport dan Vale membuktikan prosesnya panjang, mahal, dan penuh perundingan. Pendapat saya, persiapan hukum menentukan keberhasilan divestasi lebih besar daripada harga jual. Saya menyarankan empat langkah: petakan kewajiban regulasi, pastikan persetujuan RUPS, hitung dampak pajak, dan siapkan keterbukaan informasi. Libatkan penasihat hukum sejak tahap awal. Sedang mempertimbangkan divestasi atau menerima tawaran pelepasan saham? Klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini. Tim kami siap membantu kamu menyusun struktur transaksi yang aman dan sesuai aturan. Baca Juga: Delisting Saham dari Bursa: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya Ringkasan Referensi

SELENGKAPNYA

Agio Saham: Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitungnya

Agio saham adalah selisih lebih antara harga jual saham dan nilai nominalnya. Selisih itu muncul ketika perusahaan menerbitkan saham dengan harga di atas nilai yang tertulis dalam anggaran dasar. Pencatatannya sering bikin pusing pemilik usaha. Sebagian mengira agio termasuk laba. Sebagian lain cemas soal pajaknya. Aturannya sebenarnya jelas. Agio masuk kelompok modal, lalu tampil di laporan keuangan sebagai tambahan modal disetor. Dari pengalaman saya sebagai praktisi hukum, kesalahan mencatat agio cukup sering terjadi pada PT baru. Dampaknya bisa panjang. Laporan keuangan jadi tidak wajar, hak pemegang saham kabur, dan sengketa bisa muncul saat RUPS. Jadi, sebelum kamu menerbitkan saham baru, pahami dulu konsep, rumus, dan perlakuannya. Apa Itu Agio Saham? Agio saham berasal dari kelebihan setoran pemegang saham di atas nilai nominal. Nilai nominal adalah harga per lembar yang tercantum di anggaran dasar, misalnya Rp1.000.000 atau Rp100. Kalau investor membeli saham dengan harga lebih tinggi, selisihnya menjadi agio. Baca Juga: Delisting Saham dari Bursa: Pengertian, Penyebab, dan Dampaknya Dasar Hukum Agio Saham UU Perseroan Terbatas tidak mengatur agio secara rinci. Meski begitu, penjelasan Pasal 8 ayat (2) huruf c UU PT memberi pegangan yang tegas. Setoran yang melebihi nilai nominal harus perusahaan catat dalam laporan keuangan sebagai agio. Pasal 31 UU PT menyebut modal dasar terdiri atas seluruh nilai nominal saham, sedangkan Pasal 41 mensyaratkan persetujuan RUPS untuk setiap penambahan modal. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Bagi perusahaan terbuka, POJK 27/2020 punya definisi sendiri. Agio saham menurut peraturan itu adalah kelebihan setoran pemegang saham di atas nilai nominal, setelah dikurangi biaya emisi efek ekuitas. Agio, Disagio, dan Modal Disetor Tiga istilah ini sering tertukar. Berikut pembedanya: Praktik di Indonesia sangat membatasi disagio. Umumnya, saham harus terbit minimal senilai nominal. Itu sebabnya kamu jauh lebih sering bertemu agio. Rumus Agio Saham dan Cara Menghitungnya Menghitung agio itu gampang. Kamu hanya butuh tiga data: harga jual per lembar, nilai nominal per lembar, dan jumlah lembar yang terbit. Rumus Dasar Agio per lembar = Harga jual − Nilai nominal Total agio = Agio per lembar × Jumlah lembar saham Untuk perusahaan terbuka, hitung pula agio bersihnya: Agio bersih = Total agio − Biaya emisi saham Contoh untuk PT Tertutup Sebuah PT menerbitkan 100 lembar saham baru dengan nilai nominal Rp1.000.000 per lembar. Investor membayar Rp1.500.000 per lembar. Total setoran investor mencapai Rp150.000.000. Seratus juta masuk modal disetor. Lima puluh juta sisanya menjadi agio. Contoh untuk IPO Sekarang bayangkan perusahaan yang melantai di bursa. Nilai nominal saham Rp100, harga penawaran Rp1.500, dan jumlah saham 500 juta lembar. Biaya emisi mencakup honor underwriter, biaya notaris, dan biaya pencatatan. Perusahaan mengurangkan biaya itu dari tambahan modal disetor. Laporan laba rugi tidak menanggungnya. Perlakuan Agio Saham dalam Laporan Keuangan dan Pajak Agio menyentuh dua area sekaligus, yaitu akuntansi dan perpajakan. Salah langkah di salah satunya bisa berbuntut panjang. Pencatatan dalam Laporan Keuangan Perusahaan menyajikan agio di bagian ekuitas neraca dengan nama tambahan modal disetor. Di catatan atas laporan keuangan, angka itu biasanya dijelaskan sebagai selisih antara nilai nominal dan penerimaan modal. Jurnalnya kurang lebih seperti ini: Pegang satu aturan penting. Penjelasan UU PT mengarahkan perusahaan mencatat kelebihan setoran sebagai agio. Laporan laba rugi bukan tempatnya. Pajak Agio Saham Kabar baiknya, agio saham tidak termasuk objek Pajak Penghasilan bagi perusahaan penerima setoran. Dasarnya Pasal 4 ayat (3) huruf c UU PPh, yang mengecualikan setoran tunai sebagai pengganti saham atau penyertaan modal. PP 94/2010 menegaskan hal serupa. Disagio lain ceritanya, sebab perusahaan tidak bisa memakainya sebagai pengurang penghasilan bruto. Selain itu, lengkapi dokumen setorannya. Simpan akta perubahan modal, bukti transfer, dan risalah RUPS dengan rapi. Kalau suatu hari pemeriksa pajak bertanya, kamu tinggal menunjukkan buktinya. Penggunaan Agio Saham dan Batasan Hukumnya Setelah tercatat, agio tidak boleh perusahaan pakai sesuka hati. Sifatnya sebagai modal membawa sejumlah batasan. Dikapitalisasi Menjadi Saham Bonus Perusahaan dapat mengubah agio menjadi modal ditempatkan lewat penerbitan saham bonus. Pada PT non-Tbk, prosesnya memerlukan keputusan RUPS yang menyetujui peningkatan modal. Setelah itu, perusahaan menyampaikan perubahannya kepada Menteri Hukum untuk mendapat penerimaan pendaftaran. Tidak Dibagikan sebagai Dividen Agio termasuk modal. Karena itu, perusahaan tidak membagikannya sebagai dividen. Sumber dividen adalah laba yang ditahan, sesuai ketentuan UU PT tentang penggunaan laba bersih. Tips Praktis untuk Pengurus PT Menurut saya, pengurus PT sebaiknya menyusun tabel modal sederhana setiap kali ada penambahan saham. Tabel itu mempermudah audit. Selisih angka antara akta dan pembukuan pun bisa terdeteksi lebih awal. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! FAQ Seputar Agio Saham Apakah agio saham termasuk laba? Tidak. Agio masuk kelompok modal dan tampil sebagai tambahan modal disetor. Perusahaan tidak boleh mencatatnya di laporan laba rugi. Apakah agio saham kena pajak? Perusahaan penerima setoran tidak dikenai PPh atas agio, sesuai Pasal 4 ayat (3) huruf c UU PPh. Meski demikian, kamu tetap wajib mencatat dan mendokumentasikan setoran modalnya dengan benar. Bisakah agio saham dibagikan sebagai dividen? Tidak bisa. Agio adalah bagian dari modal, sedangkan dividen bersumber dari laba. Satu-satunya jalan adalah mengapitalisasi agio menjadi saham bonus setelah RUPS menyetujuinya. Kesimpulan Agio saham muncul ketika investor membayar lebih tinggi daripada nilai nominal saham. Rumusnya ringkas: harga jual dikurangi nilai nominal, lalu dikali jumlah lembar. Perusahaan terbuka perlu mengurangkan biaya emisi juga. Agio tercatat sebagai tambahan modal disetor, bebas dari PPh, dan baru bisa dipakai lewat kapitalisasi menjadi saham bonus dengan persetujuan RUPS. Pendapat saya, ketelitian mencatat agio mencerminkan kualitas tata kelola sebuah PT. Saya menyarankan tiga langkah: putuskan harga saham lewat RUPS, catat agio di akun yang tepat, dan simpan seluruh dokumen setoran. Jika ada setoran non-tunai atau rencana IPO, libatkan notaris dan akuntan sejak awal. Sedang merencanakan penambahan modal? Atau masih ragu cara mencatat agio yang benar? Klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini. Tim kami siap membantu kamu menyusun struktur modal yang rapi dan sesuai hukum. Baca Juga: Hak Veto Pemegang Saham Minoritas dan Batasannya Ringkasan Referensi

SELENGKAPNYA
perbedaan pph 21 dan pph 23

Perbedaan PPh 21 dan PPh 23: Objek dan Tarifnya

Perbedaan PPh 21 dan PPh 23 sering bikin pusing pelaku usaha, bendahara, sampai staf keuangan yang baru terjun ke urusan pajak. Salah pilih pasal, akibatnya bisa panjang: pajak kurang bayar, lalu sanksi administrasi. Ringkasnya begini. PPh 21 dipotong dari penghasilan orang pribadi, sedangkan PPh 23 dipotong dari penghasilan tertentu yang diterima badan atau bentuk usaha tetap. Sebagai praktisi hukum, saya menemukan satu pola yang berulang. Kebanyakan orang sibuk menghafal tarif, padahal kuncinya ada pada dua hal: siapa penerima penghasilannya dan transaksi apa yang terjadi. Maka sebelum menghitung apa pun, pahami dulu logikanya. Mengenal PPh 21 dan Dasar Hukumnya PPh 21 adalah pajak atas gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain yang diterima orang pribadi. Pemotongnya pemberi kerja atau pihak yang membayar jasa. Lalu, aturan apa saja yang menjadi pijakannya? Regulasi yang Mengatur PPh 21 Ada tiga aturan utama yang perlu kamu kenal: Ketiganya berjalan beriringan. Jadi, bacalah sebagai satu paket, jangan satu per satu. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Objek PPh 21 Objek PPh 21 mencakup penghasilan yang datang dari pekerjaan, jasa, dan kegiatan orang pribadi. Contohnya: Meski begitu, tidak setiap pembayaran ke orang pribadi otomatis kena PPh 21. Sebagian penghasilan dikecualikan, sebagian lagi dikenai pajak final. Mengenal PPh 23 dan Objeknya PPh 23 adalah pajak atas penghasilan dari modal, penyerahan jasa, serta hadiah dan penghargaan. Penerimanya wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap. Dalam kondisi khusus, orang pribadi tertentu juga bisa masuk. Dasar hukumnya Pasal 23 UU PPh dan PMK Nomor 141/PMK.03/2015 tentang jenis jasa lain yang dipotong PPh 23. Ketentuan pelaksanaannya pun terus diperbarui lewat aturan turunan DJP. Objek PPh 23 yang Paling Sering Ditemui Objek PPh 23 terbagi ke dalam dua kelompok besar: Satu catatan penting. Sewa tanah dan bangunan tidak kena PPh 23 karena transaksinya masuk pajak final PPh Pasal 4 ayat (2). Siapa yang Bertindak sebagai Pemotong PPh 23? Pemotong PPh 23 umumnya instansi pemerintah, subjek pajak badan, penyelenggara kegiatan, atau orang pribadi yang ditunjuk Direktur Jenderal Pajak. Mereka memotong pajak saat membayar atau saat penghasilan itu terutang. Setelah itu, pemotong harus menerbitkan bukti potong dan menyetorkan pajaknya tepat waktu. Tidak ada toleransi khusus di sini. Tabel Perbedaan PPh 21 dan PPh 23 Supaya lebih cepat ditangkap, lihat perbandingan berikut: Aspek PPh 21 PPh 23 Penerima penghasilan Orang pribadi Badan dan bentuk usaha tetap (orang pribadi tertentu) Objek utama Gaji, honorarium, upah, pesangon Bunga, royalti, sewa harta, jasa tertentu Tarif Pasal 17 UU PPh atau tarif efektif (TER) 15% atau 2% dari jumlah bruto Tanpa NPWP Tarif 20% lebih tinggi Tarif 100% lebih tinggi Bukti potong Bukti Pemotongan PPh 21 Bukti Pemotongan PPh 23 Ada satu kesamaan. Kedua pajak ini bisa dikreditkan di SPT Tahunan pihak yang menerima penghasilan. Tarif PPh 21 dan PPh 23 serta Contoh Perhitungannya Objeknya sudah jelas, jadi sekarang giliran tarif. Keduanya memakai logika yang berbeda, dan di situlah banyak orang tergelincir. Tarif PPh 21 Untuk penghasilan tahunan orang pribadi, tarif Pasal 17 berlaku berlapis: Karyawan tetap punya mekanisme lain. Pemotongan bulanan memakai tarif efektif rata-rata (TER) berdasarkan PP 58/2023, lalu pemotong menghitung ulang selisihnya pada masa pajak terakhir. Tarif PPh 23 Tarif PPh 23 jauh lebih sederhana. Angkanya berlaku atas jumlah bruto: Kalau penerima belum punya NPWP, tarifnya naik 100%. Tarif 2% pun menjadi 4%. Contoh Perhitungan Sederhana Bayangkan sebuah perusahaan membayar jasa senilai Rp20 juta. Hasil pajaknya akan berbeda, tergantung siapa yang menerima uang itu. Penerima adalah konsultan orang pribadi (bukan pegawai): Penerima adalah perusahaan jasa (badan): Nilai transaksinya sama persis. Namun pasal dan cara hitungnya berlainan, sehingga status penerima harus kamu pastikan lebih dulu. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Kesalahan Umum dan Kewajiban Pelaporan Di lapangan, kesalahan yang muncul hampir selalu itu-itu saja. Kenali daftarnya supaya kamu bisa menghindar. Kesalahan yang Sering Terjadi Ujungnya, pemotong menanggung pajak yang kurang dipotong, lengkap dengan sanksinya. Batas Waktu Setor dan Lapor Pemotong PPh 21 dan PPh 23 menyetor pajak paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya. Pelaporan lewat SPT Masa menyusul paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya. Sejak Coretax berjalan, penerbitan bukti potong dan pelaporan berlangsung melalui sistem itu. Pastikan akun kamu aktif dan data lawan transaksi lengkap. Telat sedikit saja, denda dan bunga langsung menanti. Karena itu, buatlah kalender pajak internal agar tidak ada tenggat yang terlewat. FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan Apakah honorarium untuk freelancer dipotong PPh 21 atau PPh 23? Semua bergantung pada penerimanya. Freelancer yang menerima sebagai orang pribadi dipotong PPh 21. Jika penerimanya badan usaha, pemotongan memakai PPh 23. Berapa tarif PPh 23 untuk jasa? Tarifnya 2% dari jumlah bruto atas jasa yang tercantum dalam PMK 141/2015. Penerima tanpa NPWP dikenai 4%. Apakah PPh 21 dan PPh 23 bisa dikreditkan? Bisa. Penerima penghasilan dapat mengkreditkan pajak yang sudah dipotong pada SPT Tahunan, asal ia memegang bukti potong yang sah. Kesimpulan Perbedaan PPh 21 dan PPh 23 ada pada penerima penghasilan, jenis objek, dan tarifnya. PPh 21 menyasar penghasilan orang pribadi dengan tarif progresif atau TER. PPh 23 menyasar modal dan jasa tertentu dengan tarif 15% atau 2%. Langkah yang saya sarankan gampang diingat. Tentukan status penerima, cocokkan jenis transaksi dengan aturannya, lalu hitung dan setor tepat waktu. Menurut saya sebagai pakar hukum, memastikan pasal di awal transaksi jauh lebih murah ketimbang membetulkan kesalahan di akhir tahun. Kontrak yang rapi dan NPWP lawan transaksi sering menjadi penentunya. Kalau kamu masih ragu menentukan pasal atau menghitung potongannya, tak perlu menebak sendiri. Klik poster yang tersedia atau tekan tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini. Tim kami siap membantu kamu memahami kewajiban pajak dengan tenang. Ringkasan Referensi

SELENGKAPNYA
pajak hadiah

Pajak Hadiah: Jenis, Tarif, dan Cara Menghitungnya

Pajak hadiah adalah PPh yang dipotong dari hadiah yang kamu terima, entah dari undian, pekerjaan, atau kegiatan tertentu. Banyak orang mengira hadiah pasti bebas potongan. Keliru. Singkatnya, hadiah undian kena PPh final 25%. Adapun hadiah dari pekerjaan atau lomba kena PPh Pasal 21 dengan tarif progresif. Saya sering melihat pemenang undian kaget saat hadiahnya cair dan nilainya menyusut jauh. Menurut saya, penyebabnya satu: mereka tidak pernah mengecek aturan sejak awal. Karena itu, baca dulu penjelasan berikut sebelum kamu menerima hadiah apa pun. Apa Itu Pajak Hadiah dan Dasar Hukumnya? Pajak hadiah adalah pungutan negara atas tambahan kemampuan ekonomis yang datang dalam bentuk hadiah. Wujudnya bisa uang, barang, atau fasilitas. Dasar hukum utamanya ada di Pasal 4 ayat (1) huruf e Undang-Undang Pajak Penghasilan. Pasal itu menyebut hadiah dari undian, pekerjaan, atau kegiatan, serta penghargaan, sebagai objek pajak. Untuk urusan teknis, pemerintah menerbitkan beberapa aturan pelaksana: Meski begitu, tidak semua hadiah menjadi objek pajak. Hibah dari keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus, misalnya, bebas pajak. Syaratnya, pemberian itu tidak berkaitan dengan usaha atau pekerjaan si penerima. Jadi, sebelum panik soal potongan, cek dulu dari mana hadiahmu berasal. Jenis-Jenis Pajak Hadiah di Indonesia Sumber hadiah menentukan jenis pajaknya. Kenali dulu asal hadiahmu, baru hitung pajaknya. Pajak Hadiah Undian Pajak hadiah undian berlaku untuk hadiah dari undian resmi. Contohnya undian tabungan bank, promo produsen, atau program pusat perbelanjaan. Penyelenggara undian wajib memotong PPh final dari hadiah itu. Artinya, urusan pajaknya selesai begitu pemotongan terjadi. Kamu tidak perlu lagi memasukkan hadiah tersebut ke dalam penghasilan kena pajak. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Pajak Hadiah dari Pekerjaan dan Kegiatan Bonus, penghargaan karyawan, dan hadiah kinerja termasuk hadiah dari pekerjaan. Pemberi kerja memotongnya sebagai PPh Pasal 21. Aturan serupa berlaku untuk pajak hadiah lomba, kuis, dan kompetisi. Panitia atau pemberi hadiah memotong PPh Pasal 21 dengan tarif progresif. Hadiah untuk Wajib Pajak Luar Negeri Lain lagi ceritanya bagi penerima yang berstatus wajib pajak luar negeri. Mereka dikenai PPh Pasal 26 dengan tarif umum 20% dari jumlah bruto. Pengecualiannya terjadi bila perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B) menetapkan tarif berbeda. Tarif Pajak Hadiah yang Berlaku Tarif pajak hadiah berbeda-beda, tergantung jenis hadiahnya. Berikut gambaran yang perlu kamu ketahui. Tarif Pajak Hadiah Undian Tarif PPh atas hadiah undian sebesar 25% dari jumlah bruto hadiah. Sifatnya final, sesuai PP Nomor 132 Tahun 2000. Bagaimana kalau hadiahnya berupa barang? Dasar pengenaan pajaknya adalah nilai pasar barang tersebut. Pemenang mobil tetap menghitung pajak 25% dari harga mobilnya. Tarif PPh Pasal 21 untuk Hadiah Lomba dan Penghargaan Hadiah non-undian memakai tarif progresif Pasal 17 UU PPh. Lapisannya seperti ini: Ada satu hal yang sering luput. Penerima tanpa NPWP dipotong dengan tarif 20% lebih tinggi dari tarif normal. Menurut saya, aturan ini seharusnya menjadi dorongan kuat untuk segera mengurus NPWP. Pembuatannya gratis. Kerugian karena tidak punya NPWP justru nyata. Cara Menghitung Pajak Hadiah dengan Contoh Menghitung pajak hadiah sebenarnya tidak rumit. Dua contoh di bawah ini memakai angka bulat supaya mudah diikuti. Contoh Menghitung Pajak Hadiah Undian Pak Budi memenangkan undian bank senilai Rp100.000.000. Hitungannya begini: Sekarang bayangkan hadiahnya mobil seharga Rp300.000.000. Pajaknya menjadi Rp75.000.000. Penyelenggara biasanya memotongnya atau meminta pemenang menyetorkannya sebelum mobil diserahkan. Contoh Menghitung Pajak Hadiah Lomba Ibu Sari menang lomba karya tulis dan membawa pulang hadiah Rp80.000.000. Ia sudah punya NPWP. Sebagai ilustrasi sederhana, PPh Pasal 21 dihitung seperti ini: Ingat, angka ini hanya ilustrasi. Hasil di lapangan bisa berbeda karena total penghasilanmu selama setahun ikut memengaruhi, begitu pula ketentuan terbaru dari DJP. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Kewajiban Penerima dan Pemberi Hadiah Pajak hadiah melibatkan dua pihak. Masing-masing punya kewajiban sendiri. Kewajiban pemberi hadiah: Kewajiban penerima hadiah: Untuk hadiah undian, cukup cantumkan hadiah itu sebagai penghasilan yang dikenai pajak final. Lain halnya dengan hadiah bertarif progresif, yang masuk ke perhitungan penghasilan kena pajak. Satu catatan lagi. Penyelenggara yang lalai memotong pajak bisa terkena sanksi administrasi. Maka, pastikan penyelenggara menjalankan tugasnya dengan benar sebelum kamu menerima hadiah. FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) Apakah semua hadiah dikenai pajak? Tidak semua. Hadiah undian, hadiah lomba, dan penghargaan dari pekerjaan umumnya kena pajak. Sementara itu, hibah dari keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus bebas pajak, selama tidak berkaitan dengan usaha atau pekerjaan. Berapa tarif pajak hadiah undian? Tarifnya 25% dari nilai bruto hadiah dan bersifat final. Jadi, pemenang tidak perlu membayar tambahan pajak atas hadiah itu. Bagaimana jika saya tidak punya NPWP? Kamu tetap kena pajak, dan tarif Pasal 21 naik 20% dari tarif normal. Daftarkan NPWP secepatnya supaya tidak membayar lebih banyak. Kesimpulan Pajak hadiah punya dasar hukum yang jelas dan bisa dihitung sendiri. Hadiah undian dikenai PPh final 25%. Hadiah lomba dan penghargaan dikenai PPh Pasal 21 dengan tarif progresif. Ada tiga langkah yang saya sarankan. Pertama, pastikan kamu punya NPWP. Kedua, minta bukti potong setiap kali menerima hadiah. Ketiga, laporkan hadiah itu dengan benar di SPT Tahunan. Menurut saya, pemenang yang paham pajak jauh lebih tenang. Mereka tidak was-was kalau suatu hari ada pemeriksaan. Masih bingung menghitung pajak hadiah yang kamu terima? Atau ragu apakah hadiahmu sudah dipotong dengan benar? Kamu tidak perlu mencari jawabannya sendirian. Klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini, dan tim kami siap membantu. Ringkasan Referensi

SELENGKAPNYA
pajak jht

Pajak JHT: Aturan, Tarif, dan Cara Menghitungnya

Pajak JHT adalah Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 yang dipotong dari saldo Jaminan Hari Tua ketika kamu mencairkannya sekaligus. Banyak pekerja baru sadar soal potongan ini setelah uangnya masuk rekening, dan jumlahnya ternyata menyusut. Intinya begini. Saldo sampai Rp50 juta bebas pajak, dan kelebihannya dikenai tarif progresif 5% sampai 25%. Sebagai praktisi hukum, saya melihat masalah utamanya ada pada sosialisasi yang minim. Peserta sering menyusun rencana keuangan berdasarkan angka saldo kotor, lalu kecewa ketika angka bersihnya berbeda. Karena itu, baca aturan ini sebelum kamu mengajukan klaim. Apa Itu Pajak JHT dan Apa Dasar Hukumnya? Pajak JHT adalah pemotongan PPh 21 atas manfaat JHT yang dibayarkan BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta. Potongan ini muncul saat peserta menarik dananya sekaligus. Lalu, apa saja aturan yang menjadi pijakannya? Regulasi yang Mengatur Ada empat aturan utama yang perlu kamu tahu: Keempatnya saling menyambung. Membacanya secara utuh akan memberi gambaran yang jauh lebih jelas. Mengapa JHT Dikenai Pajak? Dalam kacamata perpajakan, JHT termasuk tambahan kemampuan ekonomis yang diterima peserta. Itulah alasan negara memasukkannya sebagai objek PPh 21. Meski begitu, pemerintah menyediakan keringanan berupa lapisan penghasilan yang bebas pajak. Peserta dengan saldo kecil pun tidak perlu membayar sepeser pun. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Tarif Pajak JHT Terbaru yang Berlaku Tarif pajak JHT bersifat progresif dan final untuk pembayaran sekaligus. Semakin besar saldo, semakin tinggi persentase yang berlaku pada lapisan berikutnya. Berikut lapisan tarif menurut PP Nomor 68 Tahun 2009: Lapisan Penghasilan Bruto Tarif Sampai Rp50.000.000 0% (bebas pajak) Di atas Rp50 juta sampai Rp100 juta 5% Di atas Rp100 juta sampai Rp500 juta 15% Di atas Rp500 juta 25% Cara Membaca Tarif Progresif Banyak orang salah paham di titik ini. Tarif tidak menyentuh seluruh saldo, hanya selisih nominal pada tiap lapisan. Ambil contoh saldo Rp120 juta. Yang terkena tarif 15% cuma Rp20 juta di atas batas Rp100 juta, sedangkan sisanya mengikuti lapisan di bawahnya. Perbedaan dengan Tarif Pasal 17 UU PPh Tarif Pasal 17 UU PPh berlaku untuk penghasilan rutin seperti gaji bulanan. Pajak JHT memakai tarif khusus dengan lapisan yang lebih longgar. Jadi, jangan mencampur keduanya ketika menghitung. Kekeliruan ini sering membuat hasil hitungan melenceng jauh dari angka sebenarnya. Cara Menghitung Pajak JHT dengan Contoh Cara menghitung pajak JHT sebenarnya tidak rumit. Kamu tinggal memecah saldo ke dalam lapisan tarif, lalu menjumlahkan pajak dari tiap lapisan. Langkahnya seperti ini: Contoh 1: Saldo JHT Rp150 Juta Total PPh 21 JHT mencapai Rp10.000.000. Uang yang kamu terima berarti Rp140.000.000. Contoh 2: Saldo JHT Rp600 Juta Pajaknya berjumlah Rp87.500.000. Saldo bersih yang cair sekitar Rp512.500.000. Catatan soal Kepemilikan NPWP Peserta yang belum punya NPWP bisa kena tarif lebih tinggi. Kenaikannya umumnya 20% dari tarif normal, sesuai ketentuan pemotongan PPh 21. Makanya, urus NPWP lebih dulu sebelum mengajukan pencairan. Langkah kecil ini bisa menyelamatkan jutaan rupiah. Aturan Pencairan JHT dan Kaitannya dengan Pajak Syarat pencairan JHT ikut menentukan kapan dan berapa pajak yang kamu bayar. Simak dulu ketentuannya. Kapan JHT Bisa Dicairkan? Peserta boleh mencairkan JHT secara penuh dalam kondisi berikut: Ada pula pencairan sebagian, yakni maksimal 10% untuk persiapan pensiun atau maksimal 30% untuk kebutuhan perumahan. Perlakuan pajak atas pencairan sebagian bisa berbeda. Sebaiknya kamu memastikannya langsung ke BPJS Ketenagakerjaan. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Siapa yang Memotong Pajaknya? BPJS Ketenagakerjaan bertugas sebagai pemotong PPh 21. Pajak langsung dipotong dari dana sebelum ditransfer ke rekening kamu. Setelah itu, BPJS menerbitkan bukti potong PPh 21. Simpan dokumen tersebut baik-baik karena kamu akan memerlukannya untuk pelaporan SPT Tahunan. Kewajiban Melaporkan di SPT Tahunan Penghasilan dari JHT tetap harus tercantum di SPT Tahunan kamu. Karena pajaknya bersifat final, laporkan pada bagian penghasilan yang dikenai pajak final. Dengan begitu, data pajak kamu rapi dan konsisten. Risiko sanksi administrasi pun ikut menjauh. FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan Apakah semua saldo JHT kena pajak? Tidak. Saldo sampai Rp50 juta bebas pajak, sehingga hanya kelebihannya yang dikenai tarif progresif. Berapa potongan pajak JHT untuk saldo Rp100 juta? Pajaknya Rp2.500.000. Rp50 juta pertama bebas pajak, lalu Rp50 juta berikutnya dikenai tarif 5%. Apakah pajak JHT bisa dihindari? Secara hukum, pajak ini tidak bisa dihindari. Namun, kamu bisa menekan bebannya lewat perencanaan yang matang, misalnya mencairkan setelah syarat terpenuhi dan memastikan NPWP sudah aktif agar tidak kena tarif tambahan. Kesimpulan Pajak JHT dipotong dengan tarif progresif 0% sampai 25% atas pencairan sekaligus. Menghitungnya mudah selama kamu memecah saldo sesuai lapisan tarif. Langkah yang saya sarankan cukup tiga. Cek saldo JHT, hitung estimasi pajaknya, lalu pastikan NPWP kamu aktif sebelum klaim. Menurut saya sebagai pakar hukum, pekerja berhak mendapat penjelasan pajak yang transparan sebelum menarik dana hari tuanya. Semakin awal kamu paham, semakin kecil kemungkinan kamu terkejut di hari pencairan. Kalau kamu masih ragu soal perhitungan atau hak-hak kamu, tak perlu memutuskan sendirian. Klik poster yang tersedia atau tekan tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini. Tim kami siap membantu kamu memahami situasi hukum dan pajak dengan tenang. Ringkasan Referensi

SELENGKAPNYA

Tax Refund: Pengertian, Syarat, dan Cara Mengajukannya

Tax refund adalah pengembalian uang pajak yang kamu bayar melebihi kewajiban sebenarnya. Di Indonesia, orang menyebutnya restitusi pajak. Kondisi ini cukup sering terjadi. Potongan PPh dari kantor bisa lebih besar daripada pajak terutang, dan PPN masukan sebuah usaha bisa melampaui PPN keluarannya. Uang itu tidak hilang begitu saja. Kamu berhak memintanya kembali, asalkan syaratnya terpenuhi dan pengajuannya lewat Coretax berjalan dengan benar. Sebagai praktisi hukum pajak, saya menilai restitusi sebagai hak wajib pajak yang sering terabaikan. Banyak orang enggan mengurusnya karena takut diperiksa. Kekhawatiran itu bisa dimengerti. Padahal, dengan pembukuan rapi dan bukti lengkap, prosesnya cukup aman. Sejak 1 Mei 2026, aturannya berubah lewat PMK 28/2026, jadi ketentuan barunya perlu kamu kenal lebih dulu. Apa Itu Tax Refund atau Restitusi Pajak? Restitusi pajak adalah pengembalian kelebihan pembayaran pajak dari negara kepada wajib pajak. Kelebihan itu muncul ketika total pajak yang sudah dibayar atau dipotong melampaui pajak yang terutang. Di dalam SPT, kondisi ini tercatat sebagai status lebih bayar. Baca Juga: Tax Holiday Industri Pionir: Syarat dan Manfaat bagi Bisnis Dua Jalur Pengembalian Kamu bisa menempuh dua jalur berikut: Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Dasar Hukum Terbaru Pemerintah mengundangkan PMK 28/2026 pada 29 April 2026, dan aturan ini berlaku sejak 1 Mei 2026. Dengan terbitnya PMK tersebut, PMK 39/PMK.03/2018 beserta perubahannya, yakni PMK 119/2024, resmi tidak berlaku lagi. Tujuan aturan baru ini adalah memperketat syarat dan mempertegas proses penelitian elektronik lewat Coretax. Penyebab Kelebihan Bayar yang Memicu Tax Refund Sebelum mengajukan, cari tahu dulu mengapa pajakmu bisa lebih bayar. Beberapa penyebab yang paling sering muncul: Menurut pengamatan saya, karyawan sering melewatkan hak ini. Mereka melihat status lebih bayar, lalu membiarkannya begitu saja. Padahal ada dua pilihan. Kamu boleh meminta pengembalian, atau mengompensasikan kelebihan itu ke tahun pajak berikutnya. Syarat Tax Refund Dipercepat Menurut PMK 28/2026 Fasilitas restitusi dipercepat hanya berlaku untuk kelompok wajib pajak tertentu. PMK 28/2026 mengenal tiga kelompok, dan masing-masing punya syarat sendiri. Wajib Pajak Kriteria Tertentu Kelompok ini berisi wajib pajak dengan tingkat kepatuhan tinggi. Syaratnya antara lain: Bagi kelompok ini, DJP menerbitkan Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak (SKPPKP) paling lama tiga bulan untuk PPh dan satu bulan untuk PPN. Hitungannya dimulai sejak permohonan diterima lengkap. Wajib Pajak Persyaratan Tertentu Kelompok ini umumnya mencakup usaha kecil dan menengah. PMK 28/2026 menambahkan parameter omzet di sini. Untuk orang pribadi, lebih bayar yang bisa dipercepat maksimal Rp100 juta. Untuk PPN, batas lebih bayar tetap Rp1 miliar, dan DJP kini ikut menilai nilai penyerahan. PKP Berisiko Rendah Pengusaha Kena Pajak berisiko rendah juga boleh mengajukan restitusi PPN dipercepat. Salah satu kriterianya: nilai penyerahan maksimal Rp4,2 miliar dan lebih bayar maksimal Rp1 miliar. Status lama tidak otomatis berlanjut. Wajib pajak yang dulu masuk kategori kriteria tertentu harus mengajukan ulang penetapan. Karena itu, cek status fasilitasmu di Coretax. Cara Mengajukan Tax Refund lewat Coretax Kabar baiknya, kamu tidak perlu antre di kantor pajak untuk restitusi dipercepat. Semuanya berjalan di Coretax. Ikuti langkah berikut. Langkah-Langkah Pengajuan Coretax melakukan validasi awal secara otomatis. Tombol pengembalian pendahuluan menyala ketika statusmu sesuai. Menyala saja belum menjamin persetujuan, sebab DJP tetap melakukan penelitian formal dan material atas permohonanmu. Proses dan Pencairan Dalam penelitian, DJP mengecek kebenaran perhitungan, bukti potong, bukti setor (NTPN), faktur pajak, hingga dokumen ekspor atau impor. Bila hasilnya sesuai, DJP menerbitkan SKPPKP. Uang pengembalian masuk ke rekening terdaftar paling lama satu bulan setelah surat itu terbit. Jumlah yang dikembalikan kadang lebih kecil daripada yang kamu ajukan. Tenang saja. Kamu masih bisa mengajukan kembali atas selisihnya. Risiko dan Tips Agar Tax Refund Berjalan Lancar Restitusi dipercepat memang menghemat waktu. Meski begitu, DJP masih berwenang memeriksa kamu di kemudian hari. Jika pemeriksaan menemukan kekurangan bayar, DJP menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar beserta sanksinya. Tips Praktis Menurut pendapat saya, kepatuhan rutin adalah modal terbaik. Wajib pajak yang disiplin melapor dan membayar hampir selalu lebih mudah memperoleh percepatan restitusi. FAQ Seputar Tax Refund Berapa lama tax refund cair? Lamanya bergantung pada jalur yang kamu pilih. Pada restitusi dipercepat, DJP menerbitkan SKPPKP dalam satu sampai tiga bulan, sesuai jenis pajak dan kelompok wajib pajak. Pencairan ke rekening berlangsung paling lama satu bulan setelahnya. Jalur normal bisa memakan waktu hingga 12 bulan karena melewati pemeriksaan. Apakah karyawan bisa mengajukan tax refund? Bisa. Bila SPT Tahunan menunjukkan status lebih bayar, karyawan boleh meminta pengembalian. Untuk orang pribadi, jalur dipercepat berlaku bagi lebih bayar sampai Rp100 juta, selama syaratnya terpenuhi. Apa yang terjadi jika permohonan ditolak atau jumlahnya tidak sesuai? DJP hanya mengembalikan jumlah yang terbukti benar. Kamu bisa mengajukan kembali atas selisihnya, atau menempuh jalur normal lewat pemeriksaan. Jika kamu tidak setuju dengan hasilnya, upaya hukum juga terbuka untukmu. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Kesimpulan Tax refund atau restitusi pajak adalah hakmu ketika pajak yang dibayar melampaui kewajiban. Ada dua jalur: normal lewat pemeriksaan, dan dipercepat lewat pengembalian pendahuluan. Sejak 1 Mei 2026, PMK 28/2026 mengatur jalur dipercepat dengan syarat yang lebih ketat. Pengajuan berlangsung di Coretax, pada kolom pengembalian pendahuluan dalam SPT berstatus lebih bayar. Pendapat saya, jangan biarkan kelebihan bayar mengendap. Saya menyarankan empat langkah: cek status fasilitas, rapikan bukti pajak, isi rekening di Coretax, lalu ajukan dengan data yang bersih. Untuk nilai yang besar, bersiaplah menghadapi penelitian yang teliti. Ragu apakah kelebihan bayarmu layak direstitusi? Bingung memilih jalur yang tepat? Klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini. Tim kami siap membantu kamu menyiapkan pengajuan yang rapi dan aman. Baca Juga: Tax Identification Number: Kenali Pengertian dan Fungsinya Ringkasan Referensi

SELENGKAPNYA

SPT Masa PPh: Jenis, Batas Waktu, dan Cara Lapornya

SPT Masa PPh adalah laporan bulanan yang wajib disampaikan wajib pajak atas pemotongan atau pemungutan PPh dan angsuran pajak. Banyak pelaku usaha dan staf HRD sering lupa jadwalnya. Ada yang mencampur tanggal setor dengan tanggal lapor. Ada pula yang mengira laporan nihil boleh dilewatkan. Padahal aturannya jelas. Kamu perlu melaporkan SPT Masa PPh paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya melalui Coretax. Jika terlambat, denda Rp100.000 per SPT menunggumu. Sebagai praktisi hukum pajak, saya melihat kewajiban ini sebagai fondasi kepatuhan. Nilai dendanya memang kecil. Namun, kebiasaan telat lapor bisa memancing surat teguran dan perhatian pemeriksa pajak. Karena itu, kenali dulu jenis laporannya, jadwalnya, lalu langkah pelaporannya. Apa Itu SPT Masa PPh? SPT Masa PPh adalah Surat Pemberitahuan yang dipakai untuk melaporkan pajak penghasilan dalam satu masa pajak, yaitu satu bulan kalender. Isinya mencakup PPh yang kamu potong dari pihak lain, PPh yang kamu pungut, serta angsuran yang kamu bayar sendiri. Laporan ini berbeda dengan SPT Tahunan yang merangkum penghasilan setahun penuh. Baca Juga: SPT Kurang Bayar: Penyebab dan Cara Menyelesaikannya Siapa yang Wajib Melapor? Kewajiban ini berlaku bagi wajib pajak yang memotong, memungut, atau membayar angsuran PPh. Contohnya perusahaan yang menggaji karyawan, pemilik usaha yang membayar jasa kepada vendor, dan wajib pajak badan dengan angsuran PPh Pasal 25. Tanpa transaksi pun, kamu tetap perlu melapor dengan status nihil bila kewajiban itu melekat padamu. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Dasar Hukum dan Peran Coretax Pasal 3 UU KUP mewajibkan wajib pajak menyampaikan SPT. Pasal 7 mengatur denda keterlambatan, sedangkan Pasal 8 mengatur pembetulan. Sejak 1 Januari 2026, seluruh SPT Masa maupun SPT Tahunan wajib masuk lewat Coretax. Aturan pelaksanaannya mengacu pada PMK 81 Tahun 2024. Jenis SPT Masa PPh yang Perlu Kamu Kenali Coretax mengelompokkan SPT Masa PPh ke dalam beberapa jenis. Kamu hanya perlu melaporkan jenis yang sesuai dengan kewajibanmu. Berikut yang paling sering dipakai: Saran saya, buat daftar kewajiban bulanan perusahaan di awal tahun. Daftar ini mencegah satu jenis laporan terlewat. Setelah itu, tandai jenis mana yang berstatus nihil. Contoh Sederhana Bayangkan sebuah toko yang memiliki lima karyawan dan menyewa ruko. Toko itu harus melaporkan SPT Masa PPh 21 untuk gaji karyawan. Selain itu, ia harus melaporkan PPh Unifikasi atas pembayaran sewa. Kalau perusahaan juga punya angsuran, laporan Pasal 25 ikut masuk. Jadi, satu bulan bisa melahirkan tiga laporan. Batas Waktu Setor dan Lapor SPT Masa PPh Ada dua tanggal berbeda dan keduanya berlaku bersamaan: tanggal setor dan tanggal lapor. Kesalahan paling umum terjadi karena orang menyamakan keduanya. Jadwal Bulanan Sebagai contoh, PPh masa Januari 2026 harus kamu setor paling lambat 15 Februari 2026. Laporannya jatuh tempo pada 20 Februari 2026. Bila tanggalnya bertepatan dengan hari libur, batas waktu bergeser ke hari kerja berikutnya. Meski begitu, sebagian sumber menyebut tanggal setor yang berbeda. Cek jadwal resmi di pajak.go.id sebelum kamu menyusun kalender internal. Sanksi Jika Terlambat Denda telat lapor SPT Masa PPh sebesar Rp100.000 per SPT sesuai Pasal 7 ayat (1) UU KUP. Angka ini tetap, berapa pun lama keterlambatannya. Sebagai pembanding, SPT Masa PPN dikenai denda Rp500.000. Sistem Coretax dapat menerbitkan Surat Tagihan Pajak secara otomatis setelah surat teguran tidak dipenuhi. Selain denda lapor, setoran yang terlambat menimbulkan bunga. Menteri Keuangan menetapkan tarif bunga per bulan berdasarkan suku bunga acuan ditambah faktor tertentu. Bagian bulan dihitung penuh. Catatan tentang Relaksasi Pada tahun 2026, DJP sempat memberi kelonggaran. SPT Masa PPh 21 masa Desember 2025 boleh masuk sampai 28 Februari 2026 tanpa denda karena masa transisi Coretax. Relaksasi seperti ini bersifat khusus, jadi jangan mengandalkannya setiap tahun. Cara Lapor SPT Masa PPh di Coretax Alur pelaporan cukup runtut. Siapkan akun aktif dan bukti potong sebelum memulai. Setelah itu, ikuti langkah berikut. Langkah-Langkah Pelaporan Jangan menunggu tanggal 20 untuk mulai. Akses ke Coretax kerap padat di hari-hari terakhir. Mengirim laporan tanggal 17 atau 18 jauh lebih tenang. Jika Ada Kesalahan: Pembetulan SPT Masa Kesalahan input masih bisa kamu perbaiki. Pembetulan dilakukan atas kemauan sendiri sesuai Pasal 8 UU KUP. Kamu tidak perlu izin DJP, asalkan belum ada pemeriksaan. Jika pembetulan membuat pajak yang harus dibayar bertambah, kamu wajib melunasi kekurangannya beserta bunga. Pembetulan yang hasilnya nihil biasanya tidak menimbulkan bunga. FAQ Seputar SPT Masa PPh Apakah SPT Masa PPh nihil tetap harus dilaporkan? Ya. Jika kewajiban pelaporan melekat pada wajib pajak, kamu tetap harus menyampaikan SPT dengan status nihil. Melewatkannya dapat memicu surat teguran dan denda Rp100.000 per SPT. Apa bedanya tanggal setor dan tanggal lapor? Tanggal setor adalah batas membayar pajak, yaitu tanggal 15 bulan berikutnya. Tanggal lapor adalah batas menyampaikan SPT, yaitu tanggal 20 bulan berikutnya. Keterlambatan setor menimbulkan bunga, sedangkan keterlambatan lapor menimbulkan denda. Bagaimana cara memperbaiki SPT Masa PPh yang salah? Buat SPT pembetulan lewat Coretax. Perbaiki data yang keliru, lalu kirim ulang. Jika pembetulan menambah pajak terutang, lunasi kekurangannya lebih dulu bersama sanksi bunga. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Kesimpulan SPT Masa PPh menuntut disiplin bulanan. Kenali jenis laporan yang berlaku bagimu, bayar sebelum tanggal 15, lalu lapor sebelum tanggal 20 melalui Coretax. Kalau ada kesalahan, lakukan pembetulan sebelum pemeriksaan dimulai. Kebiasaan sederhana ini menjaga catatan pajakmu tetap bersih. Pendapat saya, denda Rp100.000 sering dianggap remeh, padahal riwayat kepatuhan lebih mahal nilainya. Saya menyarankan tiga hal: buat kalender pajak internal, tetapkan satu orang penanggung jawab, dan kirim laporan minimal dua hari sebelum tenggat. Simpan pula setiap Bukti Penerimaan Elektronik. Masih bingung menentukan jenis SPT Masa PPh yang harus kamu laporkan? Atau ragu dengan hitungan setoran bulan ini? Klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini. Tim kami siap membantu kamu merapikan kewajiban pajak bulanan dengan tenang. Baca Juga: SPT Tahunan Nihil: Pengertian dan Cara Melaporkannya Ringkasan Referensi

SELENGKAPNYA