Upah minimum adalah batas upah terendah yang wajib dibayarkan pengusaha kepada pekerjanya setiap bulan. Dengan aturan ini, pekerja punya jaminan bahwa penghasilannya tidak jatuh di bawah standar hidup layak.
Soal jenis, rumus, dan sanksinya, banyak orang masih bingung. Kebingungan itu makin terasa sejak pemerintah menerbitkan PP Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan.
Dari pengalaman saya menangani perkara ketenagakerjaan, upah minimum termasuk pemicu sengketa yang paling sering muncul di ruang mediasi. Padahal, sebagian besar masalah itu bisa dicegah kalau kedua pihak paham aturannya sejak awal.
Nah, artikel ini mengupas pengertian, dasar hukum, jenis, rumus perhitungan, sampai sanksi bagi pelanggarnya.
Pengertian Upah Minimum dan Dasar Hukumnya
Apa sebenarnya upah minimum itu? Ini upah bulanan paling rendah yang berlaku di satu wilayah atau sektor usaha. Komponennya bisa berupa upah pokok saja, atau upah pokok ditambah tunjangan tetap. Pemerintah daerah menetapkannya tiap tahun, dan pengusaha wajib mematuhinya.
Tujuannya sederhana. Negara ingin menjaga daya beli pekerja dan mencegah praktik pengupahan yang semena-mena. Sambil menjalankan itu, pemerintah tetap menimbang kemampuan dunia usaha.
Landasan Hukum Pengupahan
Sejumlah regulasi menjadi pijakan upah minimum di Indonesia. Inilah dasar hukum utamanya:
- UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang mengatur perlindungan pengupahan.
- UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi undang-undang, yang mengubah sejumlah ketentuan pengupahan.
- PP Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan, yang memuat formula penetapan upah minimum mulai tahun 2026.
- Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2024, yang menguji beberapa ketentuan klaster ketenagakerjaan.
Satu hal yang perlu kamu pegang: pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum. Larangan itu tegas, dan konsekuensinya sampai ke ranah pidana.

Fungsi Upah Minimum bagi Pekerja dan Pengusaha
Bagi pekerja, upah minimum menjadi jaring pengaman. Penghasilan dasarnya terjamin. Pengusaha pun mendapat patokan biaya tenaga kerja yang jelas, sehingga perencanaan keuangan perusahaan lebih mudah disusun.
Manfaat lainnya muncul di level persaingan usaha. Perusahaan tidak bisa menekan biaya dengan memangkas upah sampai di bawah ketentuan, jadi semua pelaku usaha berangkat dari garis start yang sama.
Jenis-Jenis Upah Minimum di Indonesia
Regulasi membagi upah minimum berdasarkan wilayah dan sektor usaha. Kewenangan penetapannya pun berbeda-beda.
Berikut jenis yang berlaku:
- Upah Minimum Provinsi (UMP): berlaku di seluruh wilayah satu provinsi. Gubernur wajib menetapkannya setiap tahun.
- Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK): berlaku di tingkat kabupaten atau kota. Gubernur dapat menetapkannya, dan angkanya harus lebih tinggi dari UMP.
- Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP): berlaku untuk sektor tertentu di tingkat provinsi.
- Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK): berlaku untuk sektor tertentu di tingkat kabupaten atau kota.
Karena itu, cek dulu angka yang berlaku di wilayah tempat kamu bekerja atau menjalankan usaha. Melihat UMP saja sering kali belum cukup.
Perbedaan UMP dan UMK
Cakupan wilayahnya beda. UMP meliputi satu provinsi utuh, sedangkan UMK hanya menjangkau satu kabupaten atau kota. Sifat kewajiban penetapannya juga berlainan, sebab gubernur wajib menetapkan UMP dan hanya dapat menetapkan UMK.
Di kawasan industri, UMK biasanya jauh lebih tinggi dari UMP. Perusahaan di sana harus memakai angka yang paling sesuai dengan lokasi usahanya.
Upah Minimum Sektoral
Sektor tertentu punya karakter kerja yang khas, misalnya risiko lebih besar atau keahlian khusus. Untuk sektor semacam itu, pemerintah dapat menetapkan upah sektoral. Angkanya harus lebih tinggi dari upah minimum wilayah yang bersangkutan, sehingga pekerja di sektor tersebut menerima imbalan yang sepadan.
Cara Menghitung Upah Minimum dan Kenaikannya
Pemerintah tidak menentukan kenaikan upah minimum secara asal. Ada formula baku yang dipakai, dan PP Nomor 49 Tahun 2025 mengaturnya dengan tiga variabel: inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tertentu yang disebut alfa.
Rumus kenaikan upah minimum tampil seperti ini:
Penyesuaian = Inflasi + (Pertumbuhan Ekonomi × Alfa)
Upah Minimum Baru = Upah Minimum Berjalan + (Upah Minimum Berjalan × Penyesuaian)
Nilai alfa sekarang berada di rentang 0,5 sampai 0,9. Aturan sebelumnya, yakni PP Nomor 51 Tahun 2023, hanya membolehkan rentang 0,1 sampai 0,3. Penentuan nilai alfa berlangsung lewat dialog sosial di Dewan Pengupahan daerah.
Contoh Cara Menghitung Upah Minimum
Supaya tidak bingung, coba ikuti simulasi ini. Angkanya hanya ilustrasi dan tidak mewakili daerah mana pun.
- Upah minimum berjalan: Rp5.000.000
- Inflasi: 2,5%
- Pertumbuhan ekonomi: 5%
- Alfa: 0,7
Perhitungannya berjalan begini:
- Kalikan pertumbuhan ekonomi dengan alfa: 5% × 0,7 = 3,5%.
- Jumlahkan dengan inflasi untuk mendapat penyesuaian: 2,5% + 3,5% = 6%.
- Hitung nominal kenaikan: Rp5.000.000 × 6% = Rp300.000.
- Tambahkan ke upah berjalan: Rp5.000.000 + Rp300.000 = Rp5.300.000.
Hasilnya, pekerja di daerah itu berhak menerima minimal Rp5.300.000 per bulan.
Peran Dewan Pengupahan dan Kepala Daerah
Dewan Pengupahan bertugas memberi rekomendasi kepada gubernur. Anggotanya datang dari unsur pemerintah, pengusaha, serikat pekerja, dan akademisi. Sesudah menerima rekomendasi itu, gubernur menetapkan angka final lewat keputusan resmi.
Prosesnya menuntut keterbukaan. Pantau saja pengumuman resmi pemerintah daerahmu, supaya kamu tahu angka yang berlaku sejak awal.
Siapa yang Berhak Menerima Upah Minimum
Secara prinsip, upah minimum berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Setelah lewat satu tahun, perusahaan wajib menyusun struktur dan skala upah. Lewat skema ini, upah naik seiring masa kerja, jabatan, dan kompetensi.
Status hubungan kerja tidak mengubah hak tersebut. Pekerja kontrak (PKWT) maupun pekerja tetap (PKWTT) sama-sama berhak. Pengusaha juga tidak boleh menurunkan upah pekerja yang nilainya sudah melampaui upah minimum baru.
Pengecualian bagi Usaha Mikro dan Kecil
Ada satu kelompok yang mendapat pengecualian, yaitu usaha mikro dan kecil. Upah di sektor ini mengikuti kesepakatan antara pengusaha dan pekerja, dengan batas yang ditentukan peraturan. Meski begitu, kesepakatannya harus tertulis, dan pengusaha tidak boleh mengubahnya secara sepihak demi merugikan pekerja.

Sanksi Membayar Upah di Bawah Upah Minimum
Membayar upah di bawah upah minimum bukan pelanggaran ringan. Risiko hukumnya serius, dan pemerintah tidak menganggapnya urusan perdata biasa.
Ancaman Sanksi Pidana
Pasal 185 UU Nomor 13 Tahun 2003, sebagaimana diubah oleh UU Cipta Kerja, mengancam pelanggar dengan pidana penjara satu sampai empat tahun dan/atau denda Rp100 juta sampai Rp400 juta. Di luar itu, pekerja berhak menuntut selisih upah yang belum dibayar.
Langkah Hukum bagi Pekerja
Kalau kamu mengalami hal ini, tempuh langkah berikut secara berurutan:
- Ajak pengusaha berunding secara bipartit.
- Ajukan mediasi ke dinas ketenagakerjaan setempat.
- Laporkan pelanggaran kepada pengawas ketenagakerjaan.
- Gugat ke Pengadilan Hubungan Industrial bila mediasi gagal.
Menurut pengamatan saya, banyak sengketa bermula dari komponen upah yang tidak tercatat jelas. Dokumen yang rapi menjadi benteng pertama, baik untuk pekerja maupun pengusaha.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Apa perbedaan upah minimum dan gaji?
Upah minimum ditetapkan pemerintah sebagai batas terendah. Gaji adalah imbalan yang disepakati dalam kontrak kerja. Nilai gaji boleh lebih tinggi dari upah minimum, tetapi tidak boleh lebih rendah.
Apakah upah minimum berlaku untuk pekerja kontrak?
Ya. Pekerja kontrak dan pekerja tetap sama-sama berhak, sebab status hubungan kerja tidak menghilangkan hak itu. Baca juga perjanjian kerjamu untuk memastikan angkanya sesuai.
Kapan upah minimum baru mulai berlaku?
Gubernur biasanya menetapkan upah minimum menjelang akhir tahun. Angka baru umumnya berlaku mulai 1 Januari tahun berikutnya. Jadwal pastinya mengikuti peraturan yang berlaku pada tahun tersebut.
Kesimpulan
Upah minimum berfungsi sebagai alat negara untuk melindungi pekerja dan menjaga usaha tetap berjalan. Jenisnya meliputi UMP, UMK, UMSP, dan UMSK. Pemerintah menghitung kenaikannya dengan rumus inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi dikalikan alfa.
Saran saya sederhana. Pekerja sebaiknya memeriksa slip gaji secara rutin. Pengusaha perlu menyesuaikan sistem penggajian sebelum angka baru berlaku. Dan kedua pihak lebih baik membuka dialog dulu sebelum melangkah ke jalur hukum.
Bagi saya, mematuhi upah minimum termasuk kewajiban hukum yang sekaligus menjadi investasi. Hubungan kerja yang sehat akan menghasilkan produktivitas yang lebih baik.
Sedang menghadapi masalah upah? Kamu tidak harus menyelesaikannya sendirian. Klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini. Tim kami siap membantumu memahami hak dan menentukan langkah hukum yang tepat.
Ringkasan
- Upah minimum adalah batas upah terendah yang wajib dibayar pengusaha.
- Jenisnya terdiri dari UMP, UMK, UMSP, dan UMSK.
- Gubernur wajib menetapkan UMP dan dapat menetapkan UMK serta upah sektoral.
- PP Nomor 49 Tahun 2025 mengatur formula terbaru dengan alfa 0,5 sampai 0,9.
- Rumusnya adalah inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi dikalikan alfa.
- Upah minimum berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun.
- Pelanggar dapat dipidana penjara satu sampai empat tahun dan/atau denda Rp100 juta sampai Rp400 juta.
Referensi
- Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan.
- Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.
- Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
- Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2024.
- Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, kemnaker.go.id.
- Dewan Ekonomi Nasional, “UMP 2026: Formula Baru Perkuat Kepastian Upah,” dewanekonomi.go.id.



