Jurnal umum adalah tempat pertama sebuah transaksi keuangan dicatat. Semua angka di laporan keuangan berawal dari sini.
Sebagai praktisi yang sering membantu pelaku usaha merapikan pembukuan, saya melihat kesalahan paling mahal justru terjadi di tahap ini. Satu transaksi yang salah dicatat bisa merembet ke buku besar, neraca saldo, sampai laporan pajak.
Nah, di artikel ini kita bahas jurnal umum secara runtut. Mulai dari pengertian, fungsi, format, contoh pencatatan, sampai jenis jurnal lain yang perlu kamu kenal.
Jurnal Umum Adalah: Pengertian dan Dasar Hukumnya
Jurnal umum adalah catatan kronologis seluruh transaksi keuangan perusahaan yang disusun berdasarkan bukti transaksi. Setiap transaksi dicatat dengan sisi debit dan sisi kredit yang nilainya sama.
Jurnal sering disebut buku catatan pertama atau book of original entry. Alasannya, transaksi dicatat di sini sebelum dipindahkan ke buku besar.

Jasa Pendampingan dan Konsultan Hukum Profesional, Didampingi Advokat Resmi. KLIK DI SINI!
Pengertian dan Prinsip Dasarnya
Pencatatan jurnal memakai sistem pencatatan berpasangan atau double entry. Setiap transaksi memengaruhi minimal dua akun.
Contohnya, saat kamu membeli perlengkapan secara tunai, akun perlengkapan bertambah. Pada saat yang sama, akun kas berkurang.
Prinsip ini menjaga persamaan dasar akuntansi, yaitu aset sama dengan utang ditambah modal. Selama jurnal dicatat benar, persamaan itu selalu seimbang.
Dasar Hukum Pencatatan Transaksi
Kewajiban membuat jurnal berasal dari kewajiban pembukuan. Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan mewajibkan Wajib Pajak tertentu menyelenggarakan pembukuan dengan prinsip taat asas.
Selain itu, Undang-Undang tentang Dokumen Perusahaan mewajibkan perusahaan membuat catatan dan menyimpan bukti pendukungnya. Standar penyajiannya mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan.
Menurut saya, banyak usaha kecil menganggap jurnal urusan akuntan saja. Padahal, jurnal adalah bukti pertama yang akan dilihat pemeriksa pajak.
Fungsi Jurnal Umum dalam Pembukuan
Jurnal punya peran yang jelas dalam proses akuntansi. Tanpa jurnal, transaksi sulit dilacak asal-usulnya.
Fungsi-fungsi ini terasa nyata saat terjadi pemeriksaan atau saat kamu mencari penyebab selisih angka.
Fungsi Utama Jurnal
Beberapa fungsi jurnal yang perlu kamu ketahui adalah sebagai berikut.
- Mencatat transaksi secara kronologis berdasarkan tanggal.
- Menjelaskan akun yang terpengaruh dan jumlahnya.
- Menjadi dasar pemindahan angka ke buku besar.
- Mempermudah pelacakan kesalahan karena setiap entri punya keterangan.
- Menjadi arsip bukti bahwa transaksi benar terjadi.
Jika buku besar adalah ringkasan, maka jurnal adalah cerita lengkapnya. Dari jurnal, kamu bisa mengetahui kapan dan mengapa suatu angka berubah.
Peran Jurnal untuk Kepatuhan Pajak
Jurnal juga punya peran penting dalam urusan pajak. Penghasilan dan biaya yang kamu laporkan di SPT harus bisa ditelusuri ke catatan pembukuan.
Biaya yang tidak punya jurnal dan bukti pendukung mudah dikoreksi saat pemeriksaan. Akibatnya, laba kena pajak naik dan pajak terutang membesar.
Karena itu, saya selalu menyarankan klien mencatat jurnal sedekat mungkin dengan tanggal transaksi. Mencatat berbulan-bulan kemudian hampir selalu menimbulkan salah ingat.
Format Jurnal Umum yang Benar
Format jurnal umum bersifat baku. Dengan format yang konsisten, siapa pun bisa membacanya tanpa penjelasan tambahan.
Jurnal umum biasanya memiliki lima kolom. Kolom-kolom itu disusun dari kiri ke kanan.
Kolom dalam Jurnal Umum
Berikut kolom yang lazim ada.
- Tanggal, berisi tahun, bulan, dan tanggal transaksi.
- Keterangan, berisi nama akun dan uraian singkat transaksi.
- Referensi, berisi nomor akun untuk memudahkan posting.
- Debit, berisi nominal yang dicatat di sisi debit.
- Kredit, berisi nominal yang dicatat di sisi kredit.
Nomor halaman jurnal juga biasanya dicantumkan di bagian atas. Hal ini memudahkan penelusuran saat posting.
Aturan Penulisan Debit dan Kredit
Ada beberapa aturan yang perlu dipegang saat menulis jurnal. Aturan ini berlaku di hampir semua buku akuntansi.
- Akun yang didebit ditulis lebih dulu, di baris atas.
- Akun yang dikredit ditulis di baris bawah dengan menjorok ke kanan.
- Total debit harus selalu sama dengan total kredit.
- Keterangan singkat ditulis di bawah entri jurnal.
Aturan sederhana ini mengurangi risiko salah baca. Selain itu, jurnal terlihat lebih rapi dan profesional.
Contoh Jurnal Umum untuk Transaksi Sehari-hari
Teori mudah dipahami lewat contoh. Berikut beberapa transaksi sebuah usaha jasa pada November 2026, dengan angka ilustrasi.
Perhatikan bagaimana setiap transaksi punya sisi debit dan kredit yang seimbang.
Contoh Pencatatan Transaksi
1 November: pemilik menyetor modal tunai Rp50.000.000.
- Debit Kas Rp50.000.000
- Kredit Modal pemilik Rp50.000.000
3 November: membeli peralatan secara tunai Rp10.000.000.
- Debit Peralatan Rp10.000.000
- Kredit Kas Rp10.000.000
5 November: membeli perlengkapan secara kredit Rp2.000.000.
- Debit Perlengkapan Rp2.000.000
- Kredit Utang usaha Rp2.000.000
10 November: menerima pendapatan jasa tunai Rp8.000.000.
- Debit Kas Rp8.000.000
- Kredit Pendapatan jasa Rp8.000.000
15 November: membayar gaji karyawan Rp3.000.000.
- Debit Beban gaji Rp3.000.000
- Kredit Kas Rp3.000.000
Cara Membaca Contoh di Atas
Pada transaksi pertama, kas bertambah sehingga masuk sisi debit. Modal pemilik bertambah sehingga masuk sisi kredit.
Pada transaksi ketiga, perlengkapan dibeli secara kredit. Artinya, usaha punya utang baru kepada pemasok.
Sebagai contoh lain, pembayaran gaji menambah beban sehingga didebit. Kas keluar sehingga dikredit.
Dari pengalaman saya, pemula paling sering tertukar di akun beban dan pendapatan. Ingat saja, beban didebit saat bertambah, pendapatan dikredit saat bertambah.
Jenis Jurnal Selain Jurnal Umum
Jurnal umum bukan satu-satunya jenis jurnal. Perusahaan juga memakai beberapa jenis lain sesuai kebutuhan.
Mengenalnya membantu kamu memahami alur pembukuan secara utuh.
Jurnal Khusus
Jurnal khusus dipakai untuk mencatat transaksi sejenis yang sering terjadi. Beberapa jenisnya sebagai berikut.
- Jurnal penjualan untuk penjualan kredit.
- Jurnal pembelian untuk pembelian kredit.
- Jurnal penerimaan kas.
- Jurnal pengeluaran kas.
Perusahaan dengan transaksi banyak biasanya memakai jurnal khusus. Jurnal umum lalu dipakai untuk transaksi yang tidak masuk kelompok tersebut.
Jurnal Penyesuaian, Penutup, dan Pembalik
Di akhir periode, perusahaan membuat jurnal penyesuaian. Jurnal ini mencatat penyusutan, beban dibayar di muka, dan pendapatan yang masih harus diterima.
Selanjutnya, jurnal penutup dibuat untuk menutup akun pendapatan dan beban ke akun ikhtisar laba rugi. Jurnal pembalik dipakai opsional di awal periode baru agar pencatatan tidak ganda.
Menurut saya, jurnal penyesuaian paling sering terlupa pada usaha kecil. Padahal, tanpa penyusutan, laba terlihat lebih besar dari kenyataan.

Jasa Pendampingan dan Konsultan Hukum Profesional, Didampingi Advokat Resmi. KLIK DI SINI!
FAQ Seputar Jurnal Umum
Apa beda jurnal umum dan buku besar?
Jurnal umum mencatat transaksi secara kronologis. Buku besar mengelompokkan catatan itu berdasarkan akun.
Apakah semua transaksi harus dijurnal?
Ya, semua transaksi yang memengaruhi keuangan usaha perlu dijurnal. Jurnal harus didukung bukti transaksi yang sah.
Bisakah jurnal umum dibuat dengan aplikasi?
Bisa. Aplikasi akuntansi umumnya membuat jurnal otomatis dari transaksi yang kamu input. Meski begitu, kamu tetap perlu memahami logika debit dan kredit.
Kesimpulan
Jurnal umum adalah fondasi pembukuan yang menentukan kualitas seluruh laporan keuangan. Jika fondasinya rapi, langkah berikutnya jauh lebih mudah.
Langkah yang saya sarankan sederhana. Catat transaksi sesegera mungkin, simpan bukti pendukung, dan periksa keseimbangan debit dan kredit setiap hari.
Menurut saya, kedisiplinan mencatat jurnal adalah investasi termurah bagi usaha kecil. Masalah pajak yang besar sering berawal dari catatan kecil yang diabaikan.
Kalau kamu masih ragu soal jurnal umum, pencatatan transaksi, atau pembukuan untuk keperluan pajak, klik poster yang tersedia atau tombol KONSULTASI GRATIS di pojok kanan website ini. Tim kami siap membantu kamu merapikan pembukuan dengan tenang.
Ringkasan
- Jurnal umum adalah catatan kronologis transaksi yang disusun berdasarkan bukti transaksi.
- Setiap transaksi dicatat dengan sistem berpasangan, sehingga debit selalu sama dengan kredit.
- Jurnal berfungsi sebagai dasar pemindahan angka ke buku besar.
- Format jurnal memuat kolom tanggal, keterangan, referensi, debit, dan kredit.
- Akun yang didebit ditulis lebih dulu, akun yang dikredit menjorok ke kanan.
- Jenis jurnal lain meliputi jurnal khusus, penyesuaian, penutup, dan pembalik.
- Pencatatan jurnal yang rapi memudahkan pelaporan pajak dan menghadapi pemeriksaan.
Referensi
- Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan beserta perubahannya.
- Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan.
- Ikatan Akuntan Indonesia, Standar Akuntansi Keuangan.
- Direktorat Jenderal Pajak, informasi kewajiban pembukuan, pajak.go.id.
- Kementerian Keuangan Republik Indonesia, kemenkeu.go.id.





