Kerja sama operasi adalah bentuk kemitraan ketika dua pihak atau lebih menggabungkan sumber daya untuk menggarap satu proyek bersama. Kamu akan sering menemukannya di sektor konstruksi, migas, properti, dan kesehatan. Alasannya sederhana.
Banyak pelaku usaha memakai KSO untuk memenuhi syarat kualifikasi tender atau membagi risiko proyek besar. Masalah biasanya baru terasa belakangan, saat perjanjian yang dulu disusun terburu-buru mulai bermasalah. Sengketa pun datang.
Menurut saya sebagai praktisi hukum, kualitas perjanjian menentukan nasib sebuah KSO. Sayangnya, banyak orang memperlakukan dokumen ini sebagai formalitas belaka. Padahal di dalamnyalah hak, kewajiban, dan tanggung jawab semua pihak tercatat.
Artikel ini mengupas pengertian, dasar hukum, skema, perlakuan pajak, dan contoh KSO dengan bahasa yang mudah dicerna. Simak sampai selesai. Kamu akan punya gambaran yang cukup jelas sebelum menandatangani apa pun.
Apa Itu Kerja Sama Operasi (KSO)?
Kerja sama operasi, atau joint operation dalam bahasa Inggris, adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih untuk menjalankan usaha atau proyek secara bersama. Setiap pihak menyumbang sesuatu, bisa berupa modal, aset, keahlian, atau tenaga. Hasil dan risikonya kemudian dibagi sesuai kesepakatan.
Dalam urusan pajak, PMK 79/2024 punya definisi sendiri. Aturan itu menyebut KSO sebagai badan berbentuk pengaturan bersama antaranggota. Para anggotanya memegang pengendalian bersama atau hak atas aset, sekaligus menanggung kewajiban atas liabilitas.
Jadi, kesepakatan lisan antarmitra jelas tidak cukup. Dokumen tertulis menjadi pegangan utama.
Perbedaan KSO dan Joint Venture
Banyak orang menyamakan KSO dengan joint venture. Wajar saja, sebab keduanya sama-sama melibatkan lebih dari satu pihak.
Pada joint venture, para pihak biasanya mendirikan entitas baru seperti PT. Mereka lalu berhak atas aset bersih entitas tersebut. Pada KSO, anggota langsung memegang hak atas aset dan menanggung kewajiban yang terkait proyek.
Baca Juga: Term Sheet Adalah: Pengertian, Isi, dan Contoh Klausulnya
Dasar Hukum Kerja Sama Operasi di Indonesia
Indonesia belum punya undang-undang khusus yang mengatur KSO. Praktiknya bersandar pada beberapa aturan yang tersebar. Berikut yang paling sering dipakai:
- KUHPerdata: Pasal 1338 ayat (1) menganut asas kebebasan berkontrak, sehingga para pihak bebas menyusun isi perjanjian KSO.
- Syarat sah perjanjian: Pasal 1320 KUHPerdata mensyaratkan kesepakatan, kecakapan, hal tertentu, dan sebab yang halal.
- PMK 79/2024: Aturan ini mengatur perlakuan pajak atas KSO dan berlaku sejak 18 Oktober 2024.
- PSAK 111: Standar akuntansi untuk pengaturan bersama ini menggantikan PSAK 66 bagi transaksi sejak 2024.
- Perpres pengadaan barang/jasa pemerintah: Peraturan ini mengizinkan penyedia mengikuti tender dalam bentuk KSO.
Selain itu, setiap sektor punya aturan perizinan sendiri. KSO di bidang migas, kesehatan, dan konstruksi tunduk pada ketentuan yang tidak sama. Cek dulu aturan sektormu sebelum menyusun perjanjian.

Skema Kerja Sama Operasi yang Umum Digunakan
Para pihak bebas memilih skema sesuai tujuan proyek dan cara mereka ingin membagi risiko. Pilihan ini juga memengaruhi kewajiban pajak di kemudian hari. Ada tiga skema yang paling sering muncul.
Skema Pembagian Hasil
Pada skema ini, para pihak membagi pendapatan atau laba berdasarkan persentase kontribusi. Misalnya, pihak A menyetor modal dan pihak B membawa keahlian teknis. Keduanya lalu berbagi hasil sesuai rasio yang disepakati.
Skema ini cocok untuk proyek jangka pendek hingga menengah. Hitungannya mudah dipahami semua pihak.
Skema Bagi Pekerjaan
Di sini, setiap anggota mengerjakan bagian proyek tertentu. Satu anggota mungkin menangani pekerjaan sipil, sementara anggota lain mengurus pekerjaan mekanikal. Masing-masing kemudian menagih bagian yang dikerjakannya.
Skema ini lazim dalam proyek konstruksi. Pembagian tugasnya jelas sejak awal.
Skema Pemanfaatan Aset
Satu pihak menyediakan aset, misalnya lahan atau alat medis. Pihak lain mengoperasikan aset itu dan membagi hasilnya. Perjanjian harus mengatur siapa pemilik aset, siapa yang merawatnya, dan apa yang terjadi pada aset saat kerja sama berakhir.
Banyak sengketa lahir dari bagian ini. Tulis semuanya dengan rinci.
Pajak Kerja Sama Operasi: Apa yang Perlu Kamu Ketahui?
Pajak kerja sama operasi sering bikin pelaku usaha bingung. Sebelum PMK 79/2024 terbit, ketentuannya tersebar di banyak regulasi. Kini PMK tersebut menyatukan aturan PPN, PPnBM, dan PPh atas KSO dalam satu ketentuan.
Beberapa poin pentingnya:
- KSO wajib mendaftar untuk memperoleh NPWP sebagai wajib pajak badan jika perjanjian atau pelaksanaan kerjanya memenuhi kriteria dalam PMK tersebut.
- Bagian laba yang dibagikan KSO kepada anggotanya bukan objek PPh bagi anggota, selama memenuhi ketentuan PMK.
- Dokumentasi yang rapi membantu kamu menghindari sengketa pajak.
Meski begitu, penerapannya bergantung pada struktur kontrak masing-masing. Konsultasikan perjanjianmu dengan konsultan pajak sebelum tanda tangan.
Contoh Kerja Sama Operasi di Berbagai Sektor
Contoh kerja sama operasi membantu kamu membayangkan penerapannya di lapangan. Berikut tiga di antaranya:
- Konstruksi: Dua kontraktor membentuk KSO untuk mengikuti tender jalan tol. Kontraktor kecil memenuhi syarat kemampuan dengan menggandeng kontraktor besar.
- Migas: Perusahaan daerah menjadi mitra KSO perusahaan migas untuk mengoperasikan lapangan minyak selama masa kontrak tertentu.
- Kesehatan: Rumah sakit menyediakan ruangan, sedangkan mitra swasta menyediakan alat canggih. Keduanya membagi pendapatan layanan.
Model yang sama juga muncul di sektor properti dan teknologi. Prinsipnya tetap satu: para pihak saling melengkapi sumber daya.
Tips Menyusun Perjanjian Kerja Sama Operasi yang Aman
Perjanjian yang kuat melindungi semua pihak. Karena itu, pastikan dokumenmu memuat hal-hal berikut:
- Identitas lengkap dan kewenangan para pihak
- Ruang lingkup serta jangka waktu kerja sama
- Besaran kontribusi dan rasio pembagian hasil
- Pembagian tanggung jawab dan penanggungan risiko
- Cara menyelesaikan sengketa dan mengakhiri kerja sama
- Ketentuan pajak dan pelaporan
Kalau salah satu pihak berasal dari luar negeri, siapkan juga versi terjemahan resmi. Terjemahan yang kurang akurat bisa memicu salah tafsir. Akibatnya, sengketa muncul di tengah jalan.
FAQ
Apa perbedaan KSO dan konsorsium?
KSO umumnya memakai perjanjian yang mengikat dan bisa berbentuk badan untuk keperluan pajak. Konsorsium cenderung lebih longgar dan sering muncul dalam pengadaan. Meski begitu, isi perjanjian lebih menentukan daripada nama yang dipakai.
Apakah KSO harus punya NPWP sendiri?
Ya, jika perjanjian atau pelaksanaan kerjanya memenuhi kriteria dalam PMK 79/2024. KSO semacam itu wajib mendaftar sebagai wajib pajak badan.
Apakah perjanjian KSO harus berbentuk akta notaris?
Hukum tidak mewajibkan akta notaris untuk semua KSO. Namun, akta notaris memberi kekuatan pembuktian yang lebih kuat. Untuk proyek bernilai besar, saya menyarankan kamu memakainya.

Kesimpulan
Kerja sama operasi membuka peluang untuk menggarap proyek yang sulit ditangani sendirian. Model ini baru berjalan baik kalau perjanjiannya jelas, peran tiap pihak tegas, dan urusan pajaknya tertata. Langkah yang saya sarankan: petakan skema, susun perjanjian tertulis, lalu periksa kewajiban pajak sebelum proyek dimulai.
Menurut saya, kesalahan paling sering terjadi saat orang menandatangani perjanjian tanpa membaca klausul pembagian risiko. Perjanjian lintas negara menuntut ketelitian ekstra pada bahasanya. Satu kata yang keliru bisa mengubah makna sebuah klausul.
Butuh terjemahan dokumen hukum yang akurat, atau ingin memastikan dokumen kerja samamu siap dipakai? Tim kami siap membantu. Klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini untuk berdiskusi tanpa biaya.
Baca Juga: Shareholder Agreement: Pengertian, Fungsi, dan Isi Pentingnya
Ringkasan
- Kerja sama operasi adalah perjanjian dua pihak atau lebih untuk menjalankan proyek bersama dengan pembagian hasil dan risiko.
- Pada KSO, anggota langsung memegang hak atas aset dan menanggung kewajiban terkait proyek, berbeda dengan struktur joint venture.
- Dasar hukumnya mencakup KUHPerdata, PMK 79/2024, dan PSAK 111.
- Skema yang umum dipakai adalah pembagian hasil, bagi pekerjaan, dan pemanfaatan aset.
- KSO wajib punya NPWP jika memenuhi kriteria dalam PMK 79/2024.
- Bagian laba KSO yang dibagikan kepada anggota bukan objek PPh bagi anggota sesuai ketentuan PMK.
- Perjanjian tertulis yang rinci mencegah sengketa di kemudian hari.
- Konsultasi dengan ahli hukum dan pajak sangat dianjurkan sebelum tanda tangan.
Referensi
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek), Pasal 1313, 1320, dan 1338.
- Peraturan Menteri Keuangan Nomor 79 Tahun 2024 tentang Perlakuan Perpajakan dalam Kerja Sama Operasi.
- Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-7/PJ/2025.
- Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, sebagaimana diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021.
- Ikatan Akuntan Indonesia, PSAK 111 tentang Pengaturan Bersama.
- Direktorat Jenderal Pajak, “PMK 79/2024: Pengaturan Perpajakan Kerja Sama Operasi (KSO)”, pajak.go.id.





