Category: Legalitas

Menampilkan semua artikel pada kategori yang disesuaikan

Pengecekan Merek dan Tips Lolos Jadi Hak Kekayaan Intelektual

Pengecekan Merek dan Tips Lolos Jadi Hak Kekayaan Intelektual

Menjadi Pengaruh – Berikut ini prosdeur pengecekan merek dan tips lolos agar jadi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Merek sendiri  merupakan tanda yang dapat ditampilkan secara grafis. Biasanya, merek bisa berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk dua dimensi dan/atau tiga dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari dua atau lebih unsur tersebut.. Selain itu, merek berfungsi untuk melindungi produk dan/atau jasa dari persaingan tidak sehat, serta untuk membangun reputasi dan citra positif bagi perusahaan kamu, loh! Untuk mendaftarkan merek sebagai HKI, kamu  perlu melakukan pengecekan merek terlebih dahulu, nih! Pengecekan merek berguna untuk memastikan bahwa merek yang kamu daftarkan gak sama atau mirip dengan merek lainnya. Baca Juga: HKI: Ciri-ciri Merek yang Ditolak dan Tidak Dapat Didaftarkan Sebab, pengecekan bisa menghindari penolakan pendaftaran merek oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Pengecekan merek bisa kamu lakukan secara mandiri atau melalui jasa konsultan hukum, ya! Kalau mau secara mandiri, kamu bisa memakai basis data merek yang tersedia di situs web DJKI.  Basis data tersebut berisi informasi mengenai merek-merek yang telah terdaftar di Indonesia. Begini caranya: Cara Cek Merek Mandiri Berikut adalah langkah-langkah pengecekan merek secara mandiri: Kalau merek yang mau kamu daftarkan gak ada dalam hasil pencarian, maka merek tersebut bisa didaftarkan. Namun, kalau mereknya muncul di pencarian, maka merek tersebut sudah dipakai orang lain, ya! Selain itu, kamu juga harus memerhatikan beberapa faktor dalam penelitian merek: Kelas barang dan/atau jasa Merek yang telah terdaftar dapat dilindungi untuk satu atau lebih kelas barang dan/atau jasa. Kamu  perlu memastikan bahwa kelas barang dan/atau jasa yang ingin kamu daftarkan tidak sama atau mirip dengan kelas barang dan/atau jasa dari merek yang telah terdaftar. Kemiripan merek Merek yang dianggap mirip dengan merek yang telah terdaftar dapat ditolak pendaftarannya. Kemiripan merek dapat dilihat dari segi visual, fonetik, dan/atau konseptual. Perbedaan merek Kalau merek yang ingin kamu daftarkan mirip dengan merek yang telah terdaftar, kamu  perlu menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua merek tersebut. Perbedaan yang signifikan dapat berupa perbedaan dalam segi visual, fonetik, dan/atau konseptual. Baca Juga: Contoh HKI atau Hak Kekayaan Intelektual dan Tujuannya Tips Merek Lolos HKI Kamu masih gak yakin merekmu bisa didaftarkan sebagai HKI? Gak usah khawatir! Menjadi Pengaruh siap bantu kamu! Kamu bisa berkonsultasi bersama kami apakah merekmu layak lolos sebagai HKI atau tidak. Gak cuma itu, kamu juga bakal dapat e-Book “Navigasi Hak Kekayaan Intelektual”,  loh! Apa isinya? Kamu bisa belajar: Bahkan, kamu dapat bonus analisa dan konsultasi merek serta join grup WhatsApp bersama ahli HKI. Keren, kan? Terus gimana caranya? Langsung klik link di sini, ya!

SELENGKAPNYA
Daftar KBLI yang Cocok untuk PT Perorangan

Daftar KBLI yang Cocok untuk PT Perorangan

Menjadi Pengaruh – Ini dia daftar KBLI yang cocok untuk badan usaha PT Perorangan, jangan sampai salah pilih. Saat ini, banyak sekali pelaku usaha yang tertarik mendirikan PT Perorangan, loh! Sebab, PT Perorangan memberikan banyak sekali peluang untuk mengembangakan berbagai macam usaha. Selain itu, sekarang banyak sekali bentuk usaha yang sering menggunakan PT Perorangan untuk legalitasnya. Namun, seringkali pelaku usaha salah memilih KBLI saat mendirikan PT Perorangan. Apa itu? Baca Juga: KBLI Sebagai KLU? Ini Penjelasannya! Apa Itu KBLI dan Fungsinya Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) adalah sebuah sistem kode yang dipakai untuk mengelompokkan berbagai jenis usaha atau industri di Indonesia berdasarkan sektor dan jenis kegiatan ekonomi yang dilakukan. KBLI membantu dalam mengidentifikasi dan mengklasifikasikan usaha berdasarkan karakteristiknya. Dengan memakai KBLI, perusahaan bisa mengidentifikasi di mana bisnis mereka berada dalam kerangka industri secara lebih terstruktur. Sistem kode KBLI juga digunakan untuk statistik ekonomi, penelitian pasar, serta dalam berbagai aspek analisis ekonomi dan kebijakan. Ada banyak sekali KBLI yang tersedia. Jadi kamu jangan sampai salah memilihnya. Baca Juga: Jenis Modal PT dan Klasifikasinya yang Harus Kamu Pahami Berikut ini daftar KBLI yang cocok untuk PT Perorangan: Jenis KBLI yang Cocok untuk PT Perorangan KBLI 56102: Rumah/Warung Makan. Kode KBLI ini sangat cocok bagi kelompok usaha yang fokus pada penyediaan makanan dan minuman untuk dinikmati di lokasi tempat usaha. Ini berlaku untuk usaha yang memiliki tempat tetap (gak berpindah-pindah), di mana makanan dan minuman disajikan untuk dinikmati di tempat tersebut. Contohnya termasuk Warteg, Rumah Makan Padang, Kedai Nasi Goreng, dan berbagai jenis rumah/warung makan lainnya. KBLI 47192: Perdagangan Eceran Kode KBLI ini cocok untuk usaha yang bergerak di bidang perdagangan eceran dengan fokus pada berbagai jenis barang, kecuali makanan, minuman, atau tembakau, serta bukan termasuk toserba/department store. Biasanya, barang-barang yang diperdagangkan meliputi pakaian, perabot rumah tangga, perhiasan, mainan anak-anak, dan produk kosmetik. Semua produk ini dikelola di bawah satu pengelolaan yang terintegrasi. KBLI 47711: Perdagangan Eceran Pakaian Kode KBLI ini cocok bagi usaha perdagangan eceran pakaian, baik itu pakaian dari bahan tekstil, kulit, maupun kulit buatan. Dalam kategori ini termasuk berbagai macam pakaian seperti kemeja, celana, jas, mantel, jaket, piyama, kebaya, blus, rok, daster, singlet, kutang/BH, gaun, rok dalam, pakaian bayi, pakaian tari, pakaian adat, mukena, dan jubah. Contoh usaha yang bisa kita pikirkan adalah seperti toko baju gamis, toko batik, toko kemeja, serta berbagai jenis toko pakaian lainnya yang mengusung konsep ini. Baca Juga: Apa Bedanya Hak Cipta, Hak Paten, dan Hak Merek? Itulah tadi beberapa jenis KBLI yang cocok dipilih untk PT Perorangan. Buat kamu yang mau tahu lebih banyak tentang pendirian badan usaha, ikuti terus menjadipengaruh.com, ya!

SELENGKAPNYA
HKI Ciri-ciri Merek yang Ditolak dan Tidak Dapat Didaftarkan

HKI: Ciri-ciri Merek yang Ditolak dan Tidak Dapat Didaftarkan

Menjadi Pengaruh – Kali ini kita akan bahas HKI (Hak Kekayaan Intelektual) tentang merek apa saja yang ditolah dan tidap dapat didaftarkan. Bicara soal bisnis, pastinya nggak lepas dari yang namanya merek dagang, kan? Nah, dalam urusan merek dagang ini, kamu pasti sudah sering denger istilah Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Jadi, sebelum kita menggali lebih dalam, yuk kita pahami dulu! Hak Kekayaan Intelektual itu semacam pelindung super bagi karya-karya kreatif dan ciptaan seseorang. Di Indonesia, aturan mainnya diatur oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Jadi, ketika kamu punya merek dagang dan ingin mendapatkan perlindungan hukum, kamu bisa mendaftarkan merekmu di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Tapi,ada lho beberapa jenis merek yang sayangnya nggak bisa masuk daftar pelindungan Hak Kekayaan Intelektual. Jadi, kamu harus perhatikan lagi kriteria apa saja yang membuat merek ditolak. Simak penjelasannya berikut ini. Baca Juga: Contoh HKI atau Hak Kekayaan Intelektual dan Tujuannya Merek yang Tidak Bisa Daftar Hak Kekayaan Intelektual Cara Navigasi HKI agar Lolos Ternyata banyak sekali ciri-ciri merek yang gak lolos Hak Kekayaan Intelektua, ya. Tapi kamu gak usah khawatir! Kamu bisa analisis merek kamu dulu sebelum mendaftarkannya sebagai Hak Kekayaan Intelektual. Dengan begitu, kamu bisa tahu apakah merekmu bisa lolos Hak Kekayaan Intelektuaatau tidak. Gimana caranya? Bersama Menjadi Pengaruh, kamu bisa analisa, navigasi, dan konsultasi kelayakan merek untuk lolos HKI,  loh! Langsung aja klik link di sini.

SELENGKAPNYA
Contoh HKI atau Hak Kekayaan Intelektual dan Tujuannya

Contoh HKI atau Hak Kekayaan Intelektual dan Tujuannya

Menjadi Pengaruh ­– Berikut ini beberapa contoh HKI atau Hak Kekayaan Intelektual yang ada di Indonesia. Mungkin gak semua orang familiar dengan istilah Hak Kekayaan Intelektual atau HKI, tapi contohnya gampang banget ditemuin dalam kehidupan sehari-hari. Contoh HKI yaitu seperti penemuan teknologi, hak cipta buat karya seni, atau hak merek buat ngelindungin brand dagang. Intinya, HKI itu kayak perlindungan buat hasil pikiran kreatif manusia, bisa dalam bentuk apa aja, kayak teknologi, seni, sastra, atau ilmu pengetahuan. Karya-karya ini nggak cuma asal-asalan, tapi butuh effort, waktu, dan otak. Kebanyakan juga punya nilai ekonomi, karena bisa jadi asset buat bisnis. Makanya, penting punya hukum yang ngejaga karya-karya ini. HKI ini kayak perisai buat melindungin karya intelektual. Selain itu, juga jadi hak eksklusif buat penciptanya. Jadi, lewat HKI, si pencipta bisa daftarin karyanya, tapi nggak wajib juga. Pemerintah mendukung pencipta dengan hak eksklusif ini buat apresiasi atas kreasi mereka. Nggak cuma itu, juga bikin orang lain termotivasi buat berkembang. HKI juga berpengaruh positif pada ekonomi, soalnya melalui mekanisme pasar. Baca Juga: Apa Itu EFIN Badan: Manfaat dan Syaratnya Tujuan dan Manfaat HKI Pembentukan sistem perlindungan Hak Kekayaan Intelektual atau HKI oleh pemerintah tentunya mempunyai tujuan, adapun tujuan adanya hak kekayaan intelektual atau HKI akan dijelaskan dibawah ini, antara lain: Menghargai usaha kreatifitas manusia yang membuahkan karya intelektual, hasil dari upaya dan pemikiran yang ditanamkan dalam waktu, tenaga, dan pikiran. Memberi kepastian hukum mengenai hak kepemilikan, pemanfaatan, dan dampak penggunaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam periode tertentu bagi pemilik, pencipta, pengguna, dan pihak terkait. Mendorong transfer pengetahuan melalui HKI, khususnya melalui paten, yang merangsang upaya penemuan dan inovasi teknologi. Dengan adanya system Paten akan melahirkan pengetahuan masyarakat serta memperkaya penemuan-penemuan baru sekaligus menghindari contoh pelanggaran etika bisnis dalam perusahaan supaya terhindar dari contoh pelanggaran norma sosial. Baca Juga: Navigasi Merek HKI Jenis-jenis HKI di Indonesia Nah, HKI sendiri punya beragam jenis dan contoh yang sesuai dengan cakupannya. Yuk, kita bahas beberapa jenis dan contohnya: Merek Ini dia yang pertama, merek. Ini bisa berupa logo atau tanda yang tampak secara visual. Bisa berupa nama, kata, angka, susunan warna, atau logo dalam bentuk 2D atau 3D. Bahkan bisa juga berupa suara, hologram, atau gabungan dari elemen-elemen di atas. Nah, merek ini digunakan buat membedakan barang atau jasa yang dikeluarkan oleh orang atau perusahaan saat berbisnis. Coba perhatiin beberapa contoh merek terkenal: Paten Lanjut ke nomor dua, ada yang namanya paten. Paten ini adalah hak eksklusif yang diberikan sama negara buat penemu atas penemuan di bidang teknologi. Ini berlaku dalam jangka waktu tertentu. Penemu bisa jalankan hak ini sendiri atau serahkan ke orang lain dengan izin penemu. Cek contoh-contoh paten yang mungkin kamu kenal: Hak Cipta Berikutnya, hak cipta. Hak cipta ini memberikan hak eksklusif buat pencipta atau pemegang hak buat ngasih ijin, mengumumkan, atau menciptakan salinan dari karyanya. Ini tentunya sesuai sama peraturan hukum yang berlaku. Cek contoh-contoh hak cipta di bawah ini: Nah, gitu deh beberapa contoh dari HKI atau hak kekayaan intelektual. Jadi, inget ya, ini penting buat ngelindungin kreasi dan karya-karya ciptaan manusia. Itulah tadi penjelasan tentang contoh HKI dan apa saja tujuannya. Kamu tertarik mendaftar HKI? Bisa langsung klik di sini.

SELENGKAPNYA
Pendirian Koperasi Syarat dan Prosedur Lengkap

Pendirian Koperasi: Syarat dan Prosedur Lengkap

Pendirian koperasi di Indonesia kini semakin mudah. Tidak bisa dimungkiri, jumlah koperasi di Indonesia sudah sangat banyak.  Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2021 saja, tercatat ada sekitar 127.846 koperasi yang masih aktif. Angka ini berarti lebih dari 22 juta orang menjadi anggota koperasi, dan nilai usaha yang dijalankan mencapai Rp182,35 triliun.  Peran ini menjadikan koperasi sangat penting bagi ekonomi Indonesia, bahkan berkontribusi sekitar 5,1% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dari data tersebut, jelas terlihat masih banyak peluang bagi Anda yang ingin membuat koperasi sendiri.  Namun, sebelum melangkah lebih jauh, yuk simak dulu syarat koperasi dan prosedurnya. Syarat Pendirian Koperasi Syarat koperasi untuk pendirian diatur dalam Pasal 12 Peraturan Menteri Koperasi dan UKM No 9/2018 tentang Penyelenggaraan dan Pembinaan Perkoperasian, serta diperkuat oleh Undang-Undang No 11/2020 tentang Cipta Kerja. 1. Koperasi Primer Pendirian koperasi primer dilakukan dengan mengajukan akta pendirian, baik tertulis maupun elektronik, kepada Menteri Koperasi dan UKM.  Beberapa persyaratan yang harus disertakan antara lain: 2. Koperasi Sekunder Ketentuan untuk mendirikan koperasi sekunder mirip dengan koperasi primer.  Perbedaan utama terletak pada dokumen tambahan, seperti: 3. Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Untuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP), ada syarat koperasi khusus yang diatur dalam Pasal 10 Peraturan Menteri Koperasi dan UKM No 9/2018.  Persyaratan ini mencakup dokumen tambahan, yaitu: Pembuatan PT dan CV dengan DP 0% dan Gabung Komunitas Pengusaha, Mulai Sekarang dengan KLIK LINK DI SINI! Prosedur Umum mendirikan Koperasi Setelah memahami syarat koperasi, penting untuk mengetahui prosedur koperasi atau langkah-langkah dalam cara membuat koperasi. “Keberhasilan pendirian koperasi di era sekarang ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Pengurus harus cakap secara manajerial dan finansial, didukung sistem yang transparan dan akuntabel. Tanpa tata kelola yang baik, modal sebesar apa pun tidak akan mampu menjamin keberlanjutan usaha.” Menurut Dr. Ir. Iwan Setiawan, M.Sc., Akademisi dan Penulis Buku Perkoperasian. Pandangan ini menegaskan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya soal pemenuhan syarat administratif, tetapi juga kesiapan organisasi dan pengelolanya. Dengan dasar itu, mari kita bahas langkah-langkah pendirian koperasi yang secara umum telah diatur dalam Peraturan Menteri Koperasi dan UKM No. 9 Tahun 2018 berikut ini: 1. Perencanaan Pendirian: Tahap awal merumuskan visi, misi, dan jenis usaha koperasi. 2. Konsultasi: Penyampaian seluruh rencana dan konsultasi ke dinas terkait di daerah maupun pusat. 3. Rapat Pendirian: Rapat resmi yang dihadiri oleh para calon anggota koperasi. 4. Verifikasi Nama Koperasi: Memastikan nama koperasi yang akan didirikan belum digunakan secara sah oleh koperasi lain. 5. Pengajuan Pengesahan Akta: Pengajuan akta pendirian yang dibuat oleh Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK). 6. Verifikasi Dokumen Permohonan Pendirian: Pengecekan kelengkapan dan keabsahan dokumen. 7. Mekanisme di Sistem Administrasi Layanan Badan Hukum Koperasi (SISMINBHKOP). 8. Pengesahan dalam Pendirian: Menteri Koperasi dan UKM akan mengeluarkan surat keputusan yang menyatakan penerimaan atau penolakan. Apakah Koperasi Wajib Setor Modal Rutin? Jawabannya: tergantung pada ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) masing-masing koperasi. Dalam praktiknya, koperasi mengenal beberapa jenis simpanan yang menjadi dasar permodalan, yaitu simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela. Simpanan pokok dibayar sekali saat seseorang menjadi anggota dan tidak dapat ditarik selama keanggotaan masih aktif. Lalu, simpanan wajib adalah setoran rutin (biasanya bulanan) yang dibayarkan selama anggota masih aktif, sesuai kesepakatan dalam rapat anggota. Selain itu, simpanan sukarela bersifat opsional, tergantung kemampuan atau kemauan anggota. Menurut Peraturan Menteri Koperasi dan UKM No. 2 Tahun 2024 tentang Kebijakan Akuntansi Koperasi, simpanan pokok dan simpanan wajib dikategorikan sebagai ekuitas anggota dan diakui sebagai bagian dari modal sendiri koperasi.  Ketentuan ini mempertegas bahwa kedua jenis simpanan tersebut merupakan pilar keuangan koperasi, bukan sekadar iuran administratif. Sementara dalam Permenkop UKM No. 8 Tahun 2023 tentang Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi, Pasal 63 ayat (5) mengatur bahwa besaran simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sejenis tidak boleh melebihi 20 % dari modal sendiri bagi tiap anggota di koperasi simpan pinjam.  Artinya, pemerintah membatasi agar kewajiban setoran rutin tidak memberatkan anggota. Menurut Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM periode 2019-2024 “Simpanan wajib merupakan bentuk partisipasi ekonomi yang memperkuat kemandirian koperasi, asalkan penetapannya disepakati anggota secara transparan.” Penelitian juga mendukung pentingnya setoran rutin ini.  Dalam jurnal “Analisis Pengaruh Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, dan Simpanan Sukarela terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) Anggota di Koperasi Serba Usaha Talenta Kalabahi, Alor” (Jurnal Ilmiah Widyapreneur, 2023) disebutkan bahwa simpanan wajib berpengaruh signifikan terhadap peningkatan SHU.  Artinya, koperasi yang menerapkan setoran rutin dari anggota cenderung memiliki kinerja keuangan lebih stabil dibanding yang tidak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak ada kewajiban nasional yang mengharuskan seluruh koperasi menetapkan setoran rutin. Tetapi secara praktik, simpanan wajib menjadi mekanisme penting dalam menjaga likuiditas dan partisipasi anggota. Koperasi disarankan mencantumkan aturan ini secara eksplisit dalam AD/ART. Meliputi besaran, waktu pembayaran, serta sanksi atau insentifnya agar sistem keuangan tetap transparan dan anggota memahami hak serta kewajibannya sejak awal. Pembuatan Koperasi dengan DP 0% dan Gabung Komunitas Pengusaha, Mulai Sekarang dengan KLIK LINK DI SINI! Kesimpulan Cara membuat koperasi sejatinya tidak serumit yang dibayangkan. Dengan landasan hukum yang jelas dan didukung kontribusi besar pada ekonomi nasional, peluang untuk mendirikan dan mengembangkan koperasi di Indonesia masih terbuka lebar.  Intinya adalah komitmen para pendiri terhadap asas kekeluargaan dan kesadaran diri untuk menolong sesama anggota.  Proses administrasi yang terstruktur seperti yang dijelaskan dalam prosedur koperasi melalui Permenkop UKM No 9/2018 menjamin legalitas, sehingga Anda tinggal fokus pada rencana bisnis yang matang.

SELENGKAPNYA
Apa Itu EFIN Badan Manfaat dan Syaratnya

Apa Itu EFIN Badan: Manfaat dan Syaratnya

Menjadi Pengaruh – Apa itu EFIN badan dan apa manfaatnya buat bisnis? Berikut penjelasan lengkapnya. Kalau kamu punya atau mau mendirikan sebuah badan usaha, seperti PT, CV, koperasi, yayasan, atau bentuk lainnya, maka perlu tahu  apa itu EFIN Badan dan bagaimana cara mendapatkannya. EFIN Badan sendiri singkatan dari Electronic Filling Identification Number. Maksudnya, adalah nomor identitas pajak yang diperlukan untuk melakukan transaksi perpajakan secara elektronik, seperti melaporkan SPT Tahunan PPh Badan melalui e-Filing. Selain itu, EFIN Badan juga berguna untuk mengakses berbagai layanan perpajakan online yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP), seperti e-Billing, e-Form, e-SPT, dan lain-lain. Banyak sekali pengusaha yang belum tahu apa itu EFIN Badan sehingga sulit melaporkan pajaknya secara online. EFIN Badan beda dengan EFIN Pribadi, loh!  EFIN Badan dikeluarkan oleh DJP untuk sebuah badan usaha yang terdaftar sebagai wajib pajak badan. Selain itu , EFIN Badan bersifat rahasia dan hanya dapat digunakan oleh pengurus yang ditunjuk oleh badan usaha tersebut untuk mewakilinya dalam urusan perpajakan. Baca Juga: Cara Mengubah CV ke PT Secara Online dari Rumah Langkah Dapat EFIN Badan Lalu, bagaimana cara mendapatkan EFIN Badan? Caranya cukup ribet kalau kamu ngurus sendiri. Ini langkah-langkahnya: 1. Mengisi formulir permohonan aktivasi EFIN Badan secara online di situs resmi pajak Formulir ini harus diisi oleh salah satu pengurus yang namanya tercantum dalam akta pendirian atau dokumen pendirian badan usaha. Kamu harus memasukkan data-data seperti nama badan usaha, NPWP, alamat, nomor telepon, email, dan lain-lain. 2. Mencetak formulir permohonan aktivasi EFIN Badan yang telah diisi secara online. Formulir ini harus disertai sama fotokopi akta pendirian atau dokumen pendirian badan usaha, fotokopi NPWP badan usaha, fotokopi KTP pengurus yang mengisi formulir, dan surat kuasa bermaterai jika pengurus tidak dapat datang sendiri ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP). 3. Menyampaikan formulir permohonan aktivasi EFIN Badan beserta lampirannya ke KPP tempat badan usaha terdaftar sebagai wajib pajak. Kamu bisa datang langsung ke KPP atau mengirimkannya melalui pos atau kurir. Pastikan Kamu mendapatkan tkamu terima dari petugas KPP sebagai bukti penyampaian. 4. Menunggu pemberitahuan dari DJP mengenai status permohonan aktivasi EFIN Badan Kamu. Jika permohonan disetujui, kamu akan mendapatkan nomor EFIN Badan dan password sementara yang dapat digunakan untuk mengaktifkan akun DJP onlin. 5. Mengaktifkan akun DJP online kamu pakai nomor EFIN Badan dan password sementara yang telah diberikan. Dengan memiliki EFIN Badan, kamu bisa dengan mudah mengurus perpajakan badan usaha. Kamu bisa melaporkan SPT Tahunan PPh Badan secara online tanpa harus antre di KPP. Selain itu, kamu juga punya akses ke berbagai informasi dan layanan perpajakan online yang disediakan oleh DJP. Baca Juga: Perkumpulan: Definisi dan Karakteristik Tips Bikin EFIN Badan dengan Cepat Ribet sekali kan langka-langkahnya? Selain prosedur yang banyak, tentunya proses itu memakan banyak waktu. Untungnya, ada solusi mengurus EFIN Badan dengan mudah dan cepat. Gimana? Kamu bisa memakai layanan dari menjadipengaruh.com. Tinggal setor berkas-berkas yang diperlukan, biar kami yang selesaikan. Kalau mau, bisa klik link di sini, ya! Demikian artikel tentang apa itu EFIN Badan dan bagaimana cara mendapatkannya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu yang punya atau ingin mendirikan badan usaha

SELENGKAPNYA
Beda PIRT dan Izin Edar BPOM dalam Usaha Pangan Olahan

Beda PIRT dan Izin Edar BPOM dalam Usaha Pangan Olahan

Menjadi Pengaruh – Inilah beda PIRT dan izin edar BPOM yang wajib kamu ketahui dalam suaha pangan olahan. Banyak orang yang masih bingung dengan perbedaan izin edar BPOM dan SP-PIRT (Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga). Padahal, sektor usaha pangan olahan merupakan salah satu bidang bisnis yang memiliki daya tarik besar di kalangan pelaku bisnis. Karena kebingungan itu, banyak pengusaha olahan makanan yang gak tahu harus mendaftarkan SP-PIRT atau izin edar BPOM untuk bisnisnya. Gak usah khawatir, dalam artikel ini kami akan memberikan penjelasan beda PIRT dan izin edar BPOM agar kamu gak bingung lagi. Baca Juga: Cara Daftar SP-PIRT: Syarat dan Prosedur Lengkap Beda Produksi untuk PIRT dan Izin Edar BPOM Produk pangan olahan yang mendapatkan izin edar dari BPOM wajib diproduksi di area yang berbeda dari tempat tinggal dan  memiliki lokasi tersendiri. Proses pembuatan pangan olahan ini bisa berlangsung secara manual, semi otomatis, otomatis, atau menggunakan teknologi khusus seperti UHT, pasteurisasi, dan retort. Sementara itu, untuk produk pangan olahan yang memiliki izin SP-PIRT, pembuatannya harus dilakukan di lokasi tempat tinggal pribadi, yakni di rumah sendiri. Cara produksinya melibatkan tahap-tahap yang dilakukan secara manual hingga tahap semi otomatis. Jenis Olahan Izin Edar BPOM Pada dasarnya semua olahan pangan yang diproduksi  di dalam negeri maupun yang diimpor untuk diperdagangkan dalam kemasan eceran, wajib memiliki izin edar. Berikut juga berlaku bagi jenis pangan olahan yang wajib memiliki izin edar, di antaranya (Pasal 2 ayat (1) dan (2) PBPOM No.27/2017): – Olahanan makanan dan minuman fortifikasi – Makanan yang wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) (contohnya minyak goreng sawit, air mineral, kopi instan, tepung terigu) – Pangan program pemerintah – Pangan yang ditujukan untuk uji pasar – Bahan Tambahan Pangan (BTP) Namun, ketentuan di atas dikecualikan untuk beberapa jenis pangan olahan berikut: (Pasal 3 ayat (1) PBPOM No.27/2017): – Pangan olahan yang diproduksi oleh industri rumah tangga – Mempunyai masa simpan kurang dari 7 (tujuh) hari – Diimpor dalam jumlah kecil – Digunakan lebih lanjut sebagai bahan baku – Dikemas dalam jumlah besar dan tidak dijual secara langsung kepada konsumen akhir – Dikemas langsung di hadapan pembeli dalam jumlah kecil – Pangan siap saji – Mengalami pengolahan minimal (pasca masa panen) Baca Juga: Cara Mendirikan PT Perorangan Sesuai UU Cipta Kerja Terbaru Jenis Olahan PIRT Sementara, izin yang diterbitkan SP-PIRT yaitu pangan olahan industri rumah tangga. Pangan olahan industri rumah tangga dikualifikasikan menjadi 15 (lima belas) jenis, yaitu (PBPOM No.22/2018): Sementara jenis pangan olahan yang tidak diperbolehkan mendapatkan SPP-IRT berdasarkan buku elektronik BPOM Pedoman Mendapatkan Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), antara lain: – Makanan dan minuman proses fortifikasi – Olahan pangan yang harus punya SNI – Olahan pangan yang harus mencantumkan klaim – Makanan dan minuman yang diimpor – Makanan dan minuman yang melewati proses sterilisasi komersial atau pasteurisasi – Frozen food (makanan beku) – Pangan olahan asal hewan yang disimpan dingin/beku – Pangan olahan untuk Keperluan Gizi Khusus – Bahan Tambahan Pangan – Pangan Iradiasi – Pangan Organik Baca Juga: Apa Tugas CEO dan Direktur PT? Ini Perbedaannya Kesimpulan Itulah tadi beda PIRT dan izin edar BPOM yang bisa kamu pelajari sebelum mendaftarkan legalitas untuk bisnis kamu. Kalau masih bingung, kamu bisa konsultasi dengan kami dengan klik link di sini.

SELENGKAPNYA
Apa Tugas CEO dan Direktur PT Ini Perbedaannya

Apa Tugas CEO dan Direktur PT? Ini Perbedaannya

Menjadi Pengaruh – Berikut ini penjelasan apa tugas CEO dan direktur PT yang harus kamu tahu. Tugas dan peran antara kedunya tentu sangat berbeda, loh, terutama dalam perusahaan berstruktur seperti Perseroan Terbatas (PT). Selain itu, CEO (Chief Executive Officer) dan Direktur memiliki peran yang sangat penting dalam urusan strategis dan operasional perusahaan. Artikel ini akan membahas dengan mendalam apa sebenarnya peran dan tugas CEO serta Direktur dalam PT, mengupas perbedaan antara kedua posisi tersebut, dan bagaimana kerjasama mereka mempengaruhi keseluruhan kinerja perusahaan. Dari pengambilan keputusan strategis hingga pengawasan harian, peran-peran ini memiliki dampak yang mendalam terhadap arah dan prestasi perusahaan. Langsung saja, ini dia perbedaan tugas CEO dan direktur PT yang harus kamu pelajari. Baca Juga: Jenis Modal PT dan Klasifikasinya yang Harus Kamu Pahami Kepemilikan Saham CEO dan Direktur di PT Meskipun CEO memiliki bisa memiliki saham dalam perusahaan, tapi tidak selalu ada keterkaitan antara posisi CEO dan kepemilikan saham. Sebagai catatan, status CEO bisa beragam, loh. CEO bisa saja berperan sebagai karyawan yang dipilih oleh dewan direksi serta pemegang saham untuk memegang kemudi dalam menjalankan roda perusahaan. Di sisi lain, direktur pada umumnya merupakan individu yang terpilih oleh pemegang saham perseroan. Namun, peran direktur gak sederhana. Bisa saja direktur memiliki pilihan untuk menjadi pemegang saham atau mewakili kelompok pemegang saham tertentu dalam dewan direksi. Melalui peran ini, mereka bisa memiliki tanggung jawab lebih dalam membimbing arah perusahaan. Menurut Blacks’s Law Dictionary edisi ke-9, CEO diseut sebagai “administrator tertinggi dalam perusahaan, yang mengurus operasional perusahaan sehari-hari serta melaporkan kepada dewan direksi.” Oleh karena itu, penggunaan istilah CEO tidak selalu secara khusus merujuk pada posisi Presiden atau Direktur Utama. Istilah ini juga dapat digunakan untuk merujuk kepada individu yang bertanggung jawab atas aspek administratif dan manajemen sumber daya manusia dalam perusahaan. Baca Juga: Suami-Istri Boleh Jadi Pemilik PT? Ini Aturannya Tugas CEO dan Direktur Tugas dan tanggung jawab seorang CEO yaitu sebagai peran utama dalam mengemban kepemimpinan eksekutif perusahaan. Sebagai figur kepala eksekutif, mereka punya tanggung jawab penuh dalam mengelola semua aspek operasional perseroan secara menyeluruh. Peran ini meliputi pengawasan strategi bisnis, pengambilan keputusan strategis yang membentuk arah perusahaan, serta pelaksanaan rencana jangka panjang yang telah dirancang untuk meraih tujuan perseroan. Sementara direktur, berkewajiban untuk menyusun dan merawat aspek-aspek vital dalam perseroan. Ini termasuk pencatatan pemegang saham, penulisan naskah rapat umum pemegang saham (RUPS), dan hasil rapat direksi yang menjadi landasan pengambilan keputusan penting. Selain itu, tanggung jawab direktur juga mencakup penyusunan laporan tahunan dan semua dokumen keuangan perseroan. Laporan tahunan ini memiliki peran krusial dalam memberikan gambaran menyeluruh tentang aspek-aspek kinerja, keuangan, serta posisi perseroan dalam rentang waktu tertentu. Baca Juga: Cara Mengubah CV ke PT Secara Online dari Rumah Dengan begitu, dapat dilihat bahwa peran CEO dan direktur dalam perusahaan memiliki dimensi dan tanggung jawab masing-masing yang memainkan peran penting dalam menjaga kelangsungan serta pertumbuhan perseroan. Itulah tadi penjelasan singkat tentang apa perbedaan tugas CEO dan direktur dalam sebuah PT. Mau mendirikan PT untuk kembangkan bisnis kamu? Menjadi Pengaruh siap bantu! Silahkan klik lik di sini!

SELENGKAPNYA
Cara Mendirikan PT Perorangan Sesuai UU Cipta Kerja Terbaru

Cara Mendirikan PT Perorangan Sesuai UU Cipta Kerja Terbaru

Menjadi Pengaruh – Berikut ini prosedur dan cara mendirikan PT Perorangan sesuai dengan UU Cipta Kerja No. 11 tahun 2020. Buat kamu yang tertarik mendirikan PT perorangan, ada beberapa aturan yang harus kamu tahu leih dulu. PT Perorangan sendiri diperuntukkan khusus buat usaha yang masuk dalam kriteria mikro dan kecil, ya. Nah, buat usaha mikro, modalnya gaj boleh lebih dari Rp 1 miliar dan itu belum termasuk harga tanah atau bangunan tempat usaha, atau total hasil penjualan per tahunnya gak lebih dari Rp 2 miliar. Kalau buat usaha kecil, ada sedikit perbedaan. Modal usahanya bisa antara Rp 1 miliar sampai Rp 5 miliar (juga nggak termasuk tanah atau bangunan tempat usaha), atau hasil penjualan per tahunnya bisa antara Rp 2 miliar sampai Rp 15 miliar. Jadi, PT Perorangan sangat membantu untuk usaha yang masih dalam tahap berkembang. Baca Juga: Jenis Modal PT dan Klasifikasinya yang Harus Kamu Pahami Unsur Penting PT Perorangan Dalam UU Cipta Kerja, PT Perorangan punya dua unsur utama yang perlu diperhatikan, yaitu (1) karakteristik individu sebagai pendiri dan (2) kriteria Usaha Mikro dan Kecil (UMK): Unsur Karakteristik Individu (Perorangan) PT Perorangan merujuk pada pendirian perusahaan oleh satu orang saja dan berlaku hanya untuk Warga Negara Indonesia (WNI). Konsep ini menekankan pemisahan antara aset pribadi pendiri dengan aset perusahaan. Dalam PT Perorangan, tidak ada persyaratan modal dasar minimum melainkan hanya perlu mengisi pernyataan pendirian. Proses pendirian PT Perorangan juga lebih sederhana karena tidak memerlukan akta notaris Selain itu, PT bisa didirkan dengan satu orang pendiri atau satu pemegang saham dan tidak perlu melibatkan komisaris. Unsur Kriteria Usaha Mikro dan Kecil (UMK) UMK merujuk pada usaha dengan skala mikro atau kecil. Usaha mikro memiliki modal di bawah Rp 1.000.000.000 (satu miliar Rupiah). Sementara itu, usaha kecil memiliki modal di atas Rp 1.000.000.000 (satu miliar Rupiah) hingga Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar Rupiah). Dengan begitu, PT Perorangan adalah bentuk perusahaan yang didirikan oleh satu individu dengan modal yang tidak melebihi Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar Rupiah) dan proses pendiriannya lebih sederhana dan fleksibel dibandingkan PT Reguler. Baca Juga: Suami-Istri Boleh Jadi Pemilik PT? Ini Aturannya Syarat Pendirian PT Perorangan – Perseroan Terbatas disebut sebagai Persero adalah badan hukum yang didirikan sesuai dengan kriteria usaha mikro dan kecil. – Membuat Surat pernyataan Pendirian sesuai dengan Format yang ada pada lampiran PP No. 8 tahun 2021 PP tentang Modal UMK. – Perseroan perorangan didirikan hanya oleh 1 orang. – Perseroan perorangan wajib memiliki Modal Dasar dan modal disetor. Sama seperti Perseroan Terbatas ketentuan modal disetor yaitu minimal 25% dari modal dasar yang dibuktikan dengan bukti penyetoran yang sah. – Perseroan Perorangan didirikan oleh WNI dengan mengisi peryataan pendirian dalam Bahasa Indonesia -WNI sebagaimana dimaksud harus memenuhi syarat yaitu : harus berusia paling rendah 17 tahun dan cakap secara hukum. Proses Pendirian PT Perorangan – Didirikan oleh 1 orang (termasuk Pemegang saham dan Direktur, tidak ada Komisaris) – Memiliki kegiatan usaha mikro dan kecil – Pendiri membuat surat pernyataan pendirian – Pendaftaran secara elektronik Perseroan Perorangan melalui Menteri Hukum dan HAM RI – Mengurus NPWP Perseroan Perorangan -Mengurus NIB dan Izin usaha Perseroan Perorangan Berkas Untuk Pendirian PT Perorangan – KTP – NPWP Baca Juga: 5 Perbedaan PT Perorangan dan Reguler, Mana yang Cocok? Itulah tadi penjelasan singkat tentang cara mendirikan PT Perorangan sesuai dengan aturan terbaru dari pemerintah. Kamu tertarik mendirikan juga? Langsung saja klik di bawah ini untuk konsultasi. Klik di Sini

SELENGKAPNYA
SIUP Gak Berlaku Lagi di 2023, Pakai Ini Gantinya

SIUP Gak Berlaku Lagi di 2023, Pakai Ini Gantinya

Menjadi Pengaruh – SIUP gak berlaku lagi di 2023 sejak diterbitkannya  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU 11/2020). SIUP sendiri merupakan singkatan dari Surat Izin Usaha Perdagangan. Surat ini berguna untuk sebagai dokumen resmi bagi pelaku usaha untuk menjalankan bisnisnya. Cara mendapatkannya yaitu dengan mengisi Surat Permohonan SIUP kemduian diserahkan ke Dinas Perdagangan atau Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di wilayah terkait. Namun, dengan adanya UU Cipta Kerja sekarang pelaku usaha (terutama dengan risiko rendah dan menengah) gak harus lagi mengurus SIUP untuk memulai usahanya. Karena SIUP gak berlaku lagi, kini dokumen resminya digantikan oleh Nomor Induk Berusaha atau NIB). Baca Juga: Syarat dan Prosedur Pendirian CV (Persekutuan Komanditer) SIUP Diganti NIB Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sekarang para pebisnis gak perlu mengurus SIUP lagi, Untuk urusan perijinan usaha sekarang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021. Kalau usaha yang dijalankan itu punya risikon rendah, NIB jadi tanda bahwa usaha itu sah dan bisa jalan. Tapi buat usaha dengan risiko yang menengah rendah, menengah tinggi, atau malah tinggi banget, NIB tetep diperlukan sebagai bukti identitas buat urusan perizinan yang lain. Jadi, intinya, perubahan pendekatan ini bikin hidup para pebisnis makin gampang. Gak hanya kemudahan dalam urusan perizinan, tapi juga lebih menjaga bisnis dari. berbagai tingkat risiko yang ada. Baca Juga: NIB: Definisi dan Manfaatnya Manfaat Lain NIB Selain Pengganti SIUP NIB sebenarnya gak  cuma jadi ganti SIUP aja, tapi ada banyak manfaat lainnya menurut Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 dan Peraturan Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor 4 Tahun 2021. Nah, di dalam peraturan tersebut NIB bisa berguna buat banyak hal, antara lain: 1. NIB bisa digunakan buat mendaftar ke BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, jadi jaminan kesehatan dan tenaga kerja tercover. 2. Bisa mendapatkan bantuan untuk bikin sertifikat halal, nih. 3. Data tentang pelaku usaha bisa dicatat dan diarsipkan pake NIB. 4. Dapet fasilitas pinjaman dari bank juga bisa lewat NIB ini. 5. Ada kesempatan ikutan pelatihan juga, jadi bisa terus belajar dan berkembang. 6. Peluang buat ikutan tender barang/jasa dari pemerintah juga ada. 7. NIB bisa bawa insentif dan berbagai kemudahan perizinan lainnya dari pemerintah. 8. Ada kemudahan untuk bermitra dengan usaha menengah dan besar. 9. Peluang besar buat memperluas bisnis juga bisa lewat NIB. 10. Jaminan perlindungan dari pemerintah. Baca Juga: Cara Cepat Membuat NIB dan Pentingnya Buat bisnis kamu Jadi, bisa dibilang NIB itu seperti kunci akses ke segudang peluang dan manfaat untuk perkembangan bisnis. Itulah tadi alasan mengapa SIUP gak berlaku lagi dan posisinya digantikan oleh NIB. Kamu mau urus NIB  dengan cepat dan murah? Silahkan klik link di sini!

SELENGKAPNYA