Terbaru

Day: September 28, 2026

Menampilkan semua artikel yang telah dipublikasi pada tanggal tersebut

perjanjian kredit adalah

Perjanjian Kredit Adalah: Pahami Isi dan Risikonya

Perjanjian kredit adalah dokumen yang menjadi dasar hubungan hukum antara kreditur dan debitur ketika sebuah fasilitas kredit diberikan. Bagi banyak orang, dokumen semacam ini muncul ketika hendak mengambil KPR, kredit kendaraan, pinjaman usaha, atau fasilitas pembiayaan lainnya. Masalahnya, perhatian sering tertuju pada besarnya cicilan. Padahal, bagian yang terlihat kecil bisa memiliki akibat yang cukup besar. Karena itu, dari sudut pandang hukum, saya melihat kebiasaan membaca kontrak secara terburu-buru sebagai sesuatu yang perlu diubah. Memahami Pengertian Perjanjian Kredit Lalu, apa sebenarnya pengertian perjanjian kredit? Secara sederhana, perjanjian kredit merupakan kesepakatan antara pihak yang memberikan fasilitas kredit dengan pihak yang menerima fasilitas tersebut. UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan memberikan pengertian kredit sebagai penyediaan uang atau tagihan berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam. Dari sisi hukum perdata, sebuah perjanjian juga harus memenuhi syarat sah sebagaimana tercantum dalam Pasal 1320 KUHPerdata. Ada empat unsur yang perlu diperhatikan, yaitu: Apa Saja Isi Perjanjian Kredit? Setiap lembaga keuangan dapat menggunakan format kontrak yang berbeda. Produk kreditnya pun beragam. Meski begitu, terdapat sejumlah bagian yang umumnya perlu diperiksa oleh calon debitur. Membacanya memang membutuhkan waktu. Namun, langkah ini dapat membantu kamu memahami kewajiban sejak awal. Identitas para pihak Pertama, lihat identitas kreditur dan debitur. Nama, alamat, nomor identitas, serta kedudukan hukum biasanya tercantum pada bagian awal kontrak. Untuk debitur berbentuk badan usaha, pemeriksaan perlu dilakukan lebih teliti. Pastikan nama perusahaan dan pihak yang menandatangani dokumen memang sesuai dengan kewenangannya. Nilai dan tujuan kredit Selanjutnya, periksa jumlah dana yang diberikan. Pastikan nilai fasilitas kredit sesuai dengan kesepakatan awal. Beberapa jenis kredit juga memiliki tujuan penggunaan tertentu. Misalnya, kredit modal kerja memiliki karakter berbeda dengan pembiayaan untuk membeli rumah. Bunga dan berbagai biaya Bagian ini sering menjadi perhatian utama calon debitur. Namun, yang perlu diperiksa bukan hanya jumlah cicilan. Lihat jenis bunga yang digunakan. Apakah bunganya tetap, mengambang, atau menggunakan mekanisme tertentu? Periksa pula biaya administrasi, provisi, denda, biaya pelunasan lebih awal, serta pungutan lain yang tercantum dalam kontrak. Jangka waktu dan pembayaran Kontrak biasanya mencantumkan masa kredit serta tanggal pembayaran setiap periode. Informasi ini sebaiknya dicatat dengan baik sejak awal. Bagi debitur yang menggunakan fasilitas autodebet, pahami juga mekanisme pembayarannya. Pastikan rekening memiliki dana yang cukup pada waktu yang ditentukan. Jaminan kredit Jaminan merupakan bagian penting dalam sejumlah fasilitas kredit. Bentuknya dapat berupa tanah, bangunan, kendaraan, deposito, atau aset lain sesuai kesepakatan. Jenis jaminan menentukan aturan yang berlaku. Tanah dan bangunan, misalnya, dapat berkaitan dengan Hak Tanggungan. Sementara itu, objek tertentu dapat menggunakan jaminan fidusia. Hak dan Kewajiban Debitur yang Perlu Dipahami Hubungan kredit memiliki dua sisi. Debitur mempunyai kewajiban yang harus dipenuhi. Pada saat yang sama, debitur juga memiliki hak yang perlu diketahui. Memahami keduanya dapat membantu seseorang bersikap lebih hati-hati ketika menjalani masa kredit. Kewajiban debitur Beberapa kewajiban yang biasanya terdapat dalam perjanjian kredit meliputi: Hak debitur Debitur juga mempunyai hak. Salah satunya adalah memperoleh informasi yang berkaitan dengan fasilitas kredit sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam hubungan dengan pelaku usaha jasa keuangan, aturan perlindungan konsumen dari Otoritas Jasa Keuangan juga perlu diperhatikan. Salah satu regulasi yang relevan adalah POJK Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan. Risiko Perjanjian Kredit bagi Debitur Kondisi keuangan yang berubah, ketidakpahaman terhadap kontrak, atau kegagalan memenuhi kewajiban dapat membawa konsekuensi hukum tertentu. Keterlambatan pembayaran Keterlambatan pembayaran dapat menimbulkan konsekuensi sesuai isi perjanjian dan ketentuan yang berlaku. Salah satunya dapat berupa biaya atau denda sesuai klausul kontrak. Selain itu, kualitas pembayaran kredit juga berkaitan dengan informasi dalam sistem layanan informasi keuangan sesuai ketentuan yang berlaku. Wanprestasi Risiko berikutnya berkaitan dengan wanprestasi. Istilah ini merujuk pada keadaan ketika salah satu pihak tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana yang telah disepakati. Dalam hubungan kredit, salah satu bentuk yang sering dibahas adalah kegagalan debitur memenuhi pembayaran sesuai ketentuan. Risiko terhadap jaminan Jaminan mempunyai konsekuensi tersendiri. Ketika debitur tidak memenuhi kewajibannya, kreditur dapat menggunakan mekanisme yang tersedia berdasarkan jenis jaminan dan aturan hukum yang mengaturnya. Contohnya, Hak Tanggungan mempunyai mekanisme eksekusi yang diatur dalam UU Nomor 4 Tahun 1996. Sementara itu, jaminan fidusia berkaitan dengan UU Nomor 42 Tahun 1999 beserta ketentuan yang berlaku. Klausul yang tidak dipahami Masalah juga dapat muncul karena debitur melewatkan klausul tertentu. Padahal, kontrak dapat memuat ketentuan tentang denda, perubahan bunga, pelunasan lebih awal, kondisi wanprestasi, jaminan, sampai penyelesaian sengketa. Istilah hukum memang terkadang terasa rumit. Namun, kamu tetap berhak meminta penjelasan. Cara Memeriksa Perjanjian Kredit Sebelum Tanda Tangan Sebelum membubuhkan tanda tangan, lakukan pemeriksaan secara bertahap. Tidak perlu terburu-buru. 1. Baca seluruh dokumen Jangan berhenti pada halaman yang mencantumkan jumlah cicilan. Baca pula syarat dan ketentuan, lampiran, serta dokumen yang berkaitan dengan jaminan. Bagian kecil tetap penting. 2. Tandai ketentuan yang berhubungan dengan kewajiban Perhatikan beberapa poin berikut: 3. Jangan ragu meminta penjelasan Tidak semua orang memahami istilah hukum atau perbankan. Itu hal yang wajar. Karena itu, tanyakan bagian yang belum kamu mengerti. Terutama jika klausul tersebut berkaitan dengan bunga, denda, jaminan, atau hak kreditur ketika debitur mengalami keterlambatan. 4. Sesuaikan dengan kemampuan keuangan Sebelum menerima kredit, hitung kemampuan pembayaran secara realistis. Jangan menggunakan seluruh pendapatan untuk mengejar cicilan. Sisakan ruang untuk kebutuhan rutin dan keadaan darurat. Perhitungan seperti ini dapat membantu menjaga pembayaran tetap lancar. 5. Simpan dokumen Setelah kontrak selesai ditandatangani, simpan salinannya dengan baik. Dokumen pendukung juga sebaiknya tidak dibuang. Bukti pembayaran perlu disimpan secara teratur. Jika terjadi perbedaan data, dokumen tersebut dapat membantu proses pengecekan. Apa yang Terjadi Jika Debitur Tidak Membayar Kredit? Ketika debitur mulai menunggak, kreditur umumnya akan melakukan penagihan sesuai prosedur yang berlaku. Tahap berikutnya dapat berbeda, tergantung jenis kredit, isi kontrak, status jaminan, serta kondisi kasus. Dalam situasi tertentu, persoalan dapat berkembang menjadi sengketa. Para pihak kemudian dapat menggunakan mekanisme penyelesaian yang tersedia berdasarkan perjanjian dan peraturan yang berlaku. Perlu dicatat, keterlambatan pembayaran tidak otomatis membuat seluruh jaminan langsung dieksekusi dalam setiap kasus. Ada sejumlah faktor yang harus diperiksa terlebih dahulu. Jasa Pendampingan dan Konsultan Hukum Profesional, Didampingi Advokat Resmi. KLIK DI SINI! FAQ tentang Perjanjian Kredit Apakah perjanjian kredit harus dibuat secara tertulis? Dalam praktik perbankan, perjanjian kredit umumnya dituangkan secara tertulis. Dokumen tersebut menjadi

SELENGKAPNYA
dividen interim adalah

Dividen Interim Adalah: Pengertian, Syarat, dan Cara Pembagiannya

Dividen interim adalah dividen yang dibagikan perseroan sebelum tahun buku berakhir. Dengan skema ini, pemegang saham bisa menerima bagian laba lebih awal tanpa menunggu RUPS tahunan. Meski begitu, hukum perseroan di Indonesia memasang syarat yang cukup ketat. Sebagai praktisi hukum, saya sering melihat perseroan tertutup membagi dividen interim tanpa dasar yang rapi. Ini berbahaya. Pembagian yang keliru bisa membuat direksi menanggung tanggung jawab pribadi. Pengertian Dividen Interim Dividen interim (interim dividend) adalah pembagian sebagian laba perseroan kepada pemegang saham di tengah tahun buku. Perseroan membayarkannya sebelum laporan keuangan tahunan disahkan. Itulah yang membedakannya dari dividen final, yang baru diputuskan dalam RUPS tahunan. Dalam praktiknya, perseroan biasanya membagikan dividen ini pada akhir semester atau akhir kuartal. Nilainya umumnya lebih kecil daripada dividen final. Sebagian perseroan memakai skema ini untuk menjaga hubungan baik dengan investor. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Perbedaan dengan Dividen Final Dividen final diputuskan RUPS setelah tahun buku berakhir. Dividen interim datang lebih awal, dan wewenang memutuskannya bisa berada di tangan direksi. Sifatnya juga sementara. Pada akhir tahun, perseroan memperhitungkan dividen interim itu dengan dividen final. Hasilnya, total dividen setahun tetap mengikuti laba bersih yang sebenarnya. Dasar Hukum Dividen Interim menurut UU PT Pasal 72 UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UU PT) mengatur dividen interim. Perseroan yang ingin membagi laba lebih awal harus berpegang pada pasal ini. Pasal 71 UU PT juga ikut berperan karena mengatur pemakaian laba bersih. Perseroan wajib menyisihkan cadangan wajib lebih dulu. Barulah sisanya boleh dibagikan sebagai dividen. Ada beberapa prinsip hukum yang perlu kamu pahami: Perseroan terbuka punya lapisan aturan tambahan dari pasar modal. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bursa efek mewajibkan keterbukaan informasi untuk setiap pembagian dividen. Syarat Dividen Interim Syarat dividen interim tidak boleh kamu abaikan. Pasal 72 UU PT menetapkan beberapa syarat yang semuanya harus terpenuhi. Berikut syarat utamanya: Ada satu syarat tambahan yang sering terlewat. Kalau tahun buku ternyata berakhir dengan kerugian, pemegang saham wajib mengembalikan dividen interim yang sudah diterima. Bila mereka tidak mengembalikannya, direksi dan dewan komisaris ikut menanggung kerugian perseroan secara tanggung renteng. Menurut saya, aturan pengembalian inilah yang paling sering dilupakan. Maka dari itu, perseroan sebaiknya menuliskan mekanisme pengembalian langsung di dalam risalah keputusan pembagian. Cara Pembagian Dividen Interim Cara pembagian dividen interim harus tertib dan terdokumentasi. Tiap tahap butuh bukti tertulis supaya posisi perseroan aman secara hukum. Alur yang umum dipakai perseroan adalah sebagai berikut: Contoh Sederhana Pembagian Bayangkan PT Maju Bersama membukukan laba semester pertama sebesar Rp2 miliar. Anggaran dasarnya mengizinkan dividen interim. Setelah dewan komisaris setuju, direksi membagikan Rp500 juta kepada pemegang saham sesuai porsi sahamnya. Akhir tahun tiba, dan laba bersih ternyata mencapai Rp3 miliar. RUPS memutuskan total dividen sebesar Rp1,2 miliar. Perseroan pun membayar selisihnya, yaitu Rp700 juta, sebagai dividen final. Pajak Dividen Interim Dividen interim dikenai pajak seperti dividen pada umumnya. Perlakuannya berbeda-beda, tergantung siapa penerimanya. Bagi pemegang saham orang pribadi dalam negeri, dividen dapat dikecualikan dari objek PPh. Syaratnya, dividen itu harus diinvestasikan di wilayah Indonesia dalam jangka waktu tertentu. UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan beserta aturan turunannya mengatur ketentuan ini. Lain halnya dengan wajib pajak luar negeri. Dividen yang mereka terima umumnya kena PPh Pasal 26 dengan tarif 20 persen, kecuali tax treaty menetapkan tarif yang lebih rendah. Perseroan juga wajib memotong, menyetor, dan melaporkan pajak atas dividen tersebut. Aturan pajak sering berubah. Jadi, tanyakan dulu kepada konsultan pajak sebelum kamu melakukan pembayaran. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) Siapa yang berwenang memutuskan dividen interim? Direksi menetapkan dividen interim setelah dewan komisaris menyetujuinya. Anggaran dasar, meski begitu, harus mengizinkan skema ini lebih dulu. Tanpa izin itu, pembagian berisiko cacat hukum. Apakah dividen interim harus dikembalikan jika perseroan rugi? Ya. Kalau tahun buku berakhir dengan kerugian, pemegang saham wajib mengembalikan dividen interim. Perseroan berhak menagihnya. Bila penagihan gagal, direksi dan dewan komisaris ikut menanggung kerugiannya. Apa bedanya dividen interim dengan dividen final? Dividen interim dibagikan sebelum tahun buku berakhir, tanpa menunggu RUPS tahunan. Dividen final diputuskan RUPS setelah tahun buku berakhir. Perseroan kemudian menghitung keduanya untuk mendapatkan total dividen setahun. Kesimpulan Dividen interim adalah cara yang sah untuk membagi laba lebih awal, selama perseroan memenuhi syarat dalam Pasal 72 UU PT. Anggaran dasar harus mengizinkan, ekuitas harus terjaga, dan kreditor tidak boleh dirugikan. Jika tahun buku ditutup dengan rugi, pemegang saham juga wajib mengembalikan dividen yang sudah diterima. Langkah yang saya sarankan cukup jelas. Cek anggaran dasar, susun laporan keuangan interim, lalu minta persetujuan tertulis dewan komisaris. Dari pengalaman saya, perseroan yang disiplin mendokumentasikan proses ini jarang berurusan dengan sengketa di kemudian hari. Masih ragu menyusun keputusan dividen interim? Jangan ambil risikonya sendirian. Klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan atas website ini. Tim kami siap membantu kamu memastikan pembagian dividen berjalan aman dan sesuai hukum. Ringkasan Referensi

SELENGKAPNYA
syarat menjadi wali nikah

Syarat Menjadi Wali Nikah Menurut Hukum, Urutan dan Ketentuannya

Urusan wali nikah kerap bikin calon pengantin perempuan dan keluarganya pusing tujuh keliling. Terlebih kalau sang ayah sudah wafat atau tak diketahui lagi keberadaannya. Jawaban ringkasnya begini: wali nikah harus laki-laki muslim yang balig, berakal, dan adil. Siapa yang akhirnya duduk di kursi wali ditentukan lewat urutan kerabat dari pihak ayah. Landasannya ada di Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 19 sampai Pasal 23, sedangkan tata cara di KUA kini mengikuti Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 30 Tahun 2024 tentang Pencatatan Pernikahan. Sebagai penulis, saya melihat aturan ini punya fungsi yang nyata. Wali memberi perlindungan hukum kepada perempuan sekaligus menutup peluang sengketa soal keabsahan nikah di kemudian hari. Jadi, pelajari aturannya jauh sebelum hari akad tiba. Apa Itu Wali Nikah dan Dasar Hukumnya Wali nikah adalah pihak yang menikahkan calon mempelai perempuan saat akad. Perannya krusial. Dalam KHI Pasal 19, wali ditegaskan sebagai rukun nikah yang wajib terpenuhi. PMA 30/2024 Pasal 10 menguatkannya dengan menempatkan wali nikah di antara lima rukun, bersama calon suami, calon istri, dua orang saksi, dan ijab kabul. Akad tanpa wali yang berhak pun berisiko tidak sah. Di sisi lain, UU Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 2 ayat (1) menyebut perkawinan sah apabila dilakukan menurut hukum agama masing-masing. Itu sebabnya pencatatan nikah bagi umat Islam berpegang pada ketentuan fikih yang sudah dirumuskan dalam KHI. Baca Juga: Nikah Siri: Ini Akibat Hukumnya Jika Tak Dicatatkan Negara Syarat Wali Nikah Menurut Hukum KHI Pasal 20 ayat (1) menyebut wali nikah adalah seorang laki-laki yang memenuhi syarat hukum Islam, yakni muslim, akil, dan baligh. PMA 30/2024 Pasal 12 ayat (2) merinci syarat wali nasab menjadi lima, dan rincian inilah yang dipegang petugas KUA saat ini: Wali nikah terbagi dalam dua jenis, yaitu wali nasab dan wali hakim. Wali nasab berasal dari garis keturunan calon mempelai perempuan. Wali hakim baru turun tangan ketika wali nasab tidak bisa menjalankan perannya. Satu hal lagi yang perlu kamu catat, batas usia minimal menikah sekarang 19 tahun, baik untuk laki-laki maupun perempuan, sesuai UU Nomor 16 Tahun 2019. Calon pengantin yang belum genap 19 tahun pada hari akad wajib membawa surat dispensasi kawin dari Pengadilan (PMA 30/2024 Pasal 4 ayat (1) huruf k). Jasa Pendampingan dan Konsultan Hukum Profesional, Didampingi Advokat Resmi. KLIK DI SINI! Urutan Wali Nikah Dalam KHI Pasal 21, wali nasab disusun ke dalam empat kelompok. Kelompok yang lebih awal punya hak lebih utama ketimbang kelompok sesudahnya. Empat Kelompok Wali Nasab Di KUA, urutan kelompok itu dipakai dalam bentuk yang lebih terperinci. PMA 30/2024 Pasal 12 ayat (3) menyusunnya begini: Bapak kandung, kakek, buyut, saudara laki-laki sebapak dan seibu, lalu saudara laki-laki sebapak, disusul anak laki-laki dari kedua saudara itu. Setelahnya giliran paman, anak paman, dan cucu paman, kemudian paman bapak beserta anaknya. Pada setiap tingkat, yang sebapak dan seibu didahulukan sebelum yang hanya sebapak. Perpindahan Hak Perwalian Lalu, bagaimana kalau wali yang paling berhak tidak bisa hadir? Jawabannya ada di KHI Pasal 22. Hak perwalian bergeser ke wali nasab berikutnya bila wali itu tidak memenuhi syarat, menderita tuna wicara atau tuna rungu, atau sudah uzur. Wali yang meninggal dunia berarti wali itu tidak ada, sehingga urutan berikutnya yang maju. Lain ceritanya bila wali utama hanya sedang bepergian jauh dan masih bisa dihubungi. Ia bisa mewakilkan akad, wali nasab boleh menunjuk PPN atau orang lain yang memenuhi syarat. Kemudian wali yang tidak hadir membuat surat kuasa (taukil wali) di hadapan PPN sesuai tempat ia berada, disaksikan dua orang. Wali Hakim dan Wali Adhal Wali hakim muncul ketika wali nasab tidak ada. KHI Pasal 23 ayat (1) mengizinkannya dalam beberapa keadaan: PMA 30/2024 Pasal 13 ayat (5) memperjelas sekaligus menambah daftar itu. Wali hakim bisa bertindak jika wali nasab tidak ada, wali adhal, wali tidak diketahui keberadaannya, wali tidak dapat dihadirkan karena dipenjara, tidak ada wali nasab yang beragama Islam, atau wali yang akan menikahkan ternyata calon pengantin itu sendiri. Di lapangan, wali hakim adalah Penghulu yang menjabat Kepala KUA. Bila Kepala KUA bukan Penghulu, tugas itu dipegang penghulu yang ditunjuk lewat surat Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten atau kota (PMA 30/2024 Pasal 13 ayat (2) sampai (4)). Khusus wali adhal, aturannya lebih ketat. KHI Pasal 23 ayat (2) mensyaratkan putusan Pengadilan Agama, dan PMA 30/2024 Pasal 13 ayat (6) juga menyebut wali adhal ditetapkan oleh pengadilan. Artinya, calon pengantin perempuan mengajukan permohonan penetapan wali adhal lebih dulu. Setelah pengadilan memutus, barulah KUA bisa memproses pernikahan dengan wali hakim. Akibat Hukum Jika Wali Nikah Tidak Sah Salah menentukan wali bisa berbuntut panjang. KHI Pasal 71 huruf e menyatakan perkawinan tanpa wali, atau dengan wali yang tidak berhak, dapat dibatalkan. UU Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 26 ayat (1) menambahkan bahwa keluarga garis lurus ke atas, jaksa, serta suami atau istri berhak mengajukan pembatalan. Pembatalan baru berlaku setelah putusan Pengadilan Agama berkekuatan hukum tetap, dan akibatnya dihitung sejak akad berlangsung (KHI Pasal 74 ayat (2)). Anak yang lahir dari pernikahan itu tetap terlindungi. Putusan tidak berlaku surut terhadap mereka, dan hubungan hukum anak dengan orang tuanya tidak terputus (KHI Pasal 75 dan Pasal 76). Meski begitu, status pasangan dan hak-hak yang timbul dari pernikahan bisa menjadi urusan yang berlarut. Maka periksa dokumen perwalian sejak awal. FAQ: Pertanyaan Seputar Wali Nikah Apakah ayah tiri boleh menjadi wali nikah? Tidak. Ayah tiri tidak termasuk kerabat garis keturunan, jadi ia tidak berhak menjadi wali nasab. Kalau ayah kandung sudah tidak ada, hak perwalian berpindah kepada kakek, lalu buyut, kemudian saudara laki-laki, sesuai urutan dalam PMA 30/2024 dan KHI. Apakah pernikahan boleh tanpa wali? Bagi umat Islam, tidak boleh. Wali termasuk rukun nikah berdasarkan KHI Pasal 19 dan PMA 30/2024 Pasal 10. Bila wali nasab tidak ada, calon mempelai dapat memakai wali hakim melalui KUA. Bagaimana jika wali nasab menolak menikahkan? Calon mempelai perempuan bisa mengajukan permohonan wali adhal ke Pengadilan Agama. Sesudah ada penetapan, KUA menunjuk wali hakim untuk menikahkan. Jasa Pendampingan dan Konsultan Hukum Profesional, Didampingi Advokat Resmi. KLIK DI SINI! Kesimpulan Syarat wali nikah pada dasarnya sederhana: laki-laki, muslim, balig, berakal, dan adil. Praktiknya menuntut ketelitian, karena urutan wali nasab dan syarat wali hakim

SELENGKAPNYA
izin usaha mikro kecil (iumk) adalah

Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK) Adalah: Syarat dan Cara Mengurusnya

Izin usaha mikro kecil (IUMK) adalah surat legalitas yang membuktikan usaha kecilmu berjalan secara sah. Kalau kamu berencana mengajukan kredit atau mengembangkan bisnis, dokumen ini sangat berguna. Aturannya memang sempat berubah. Urusan izin yang dulu berpusat di kantor kecamatan kini berpindah ke sistem OSS. Sebagai penulis sekaligus pemerhati hukum, saya melihat legalitas usaha kecil sebagai perlindungan hukum yang murah untuk didapat. Biayanya kecil dan manfaatnya terasa dalam jangka panjang. Artikel ini mengupas pengertian, kriteria, syarat, dan cara mengurus IUMK langkah demi langkah. Pengertian Izin Usaha Mikro Kecil dan Dasar Hukumnya Izin usaha mikro kecil adalah legalitas yang diberikan kepada pelaku usaha mikro dan kecil untuk menjalankan kegiatan usahanya. Dengan legalitas ini, pelaku usaha mendapat kepastian hukum dan ruang untuk berkembang. Dasar hukumnya tersebar di beberapa aturan berikut: Dulu, camat yang menerbitkan IUMK di kantor kecamatan. Sekarang pemerintah memusatkan pendaftaran usaha lewat sistem OSS, jadi kamu cukup mengurusnya secara daring. Praktis. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Kriteria Usaha Mikro dan Kecil Pemohon IUMK Tidak semua usaha bisa memakai izin usaha mikro kecil. Pemerintah menetapkan kriteria berdasarkan modal usaha atau hasil penjualan tahunan. Merujuk pada PP 7/2021, ukurannya seperti ini: Modal usaha di sini tidak menghitung tanah dan bangunan tempat usaha. Pemohon IUMK sendiri pada dasarnya adalah pelaku usaha perorangan. Badan usaha seperti CV atau PT mengikuti ketentuan perizinan yang lain. Karena itu, kenali dulu bentuk usahamu sebelum mendaftar. Perbedaan IUMK dan NIB yang Perlu Kamu Pahami Banyak orang menyamakan IUMK dengan Nomor Induk Berusaha (NIB). Fungsinya ternyata berlainan. Fungsi NIB NIB adalah nomor identitas pelaku usaha yang terbit lewat OSS. Untuk usaha mikro dan kecil berisiko rendah, NIB sudah berlaku sebagai legalitas usaha. Karena itu, SIUP dan TDP tidak perlu lagi kamu urus terpisah. NIB juga berfungsi sebagai Angka Pengenal Impor dan hak akses kepabeanan. Posisi IUMK Saat Ini IUMK berbentuk surat izin satu lembar. Bagi usaha perorangan yang membutuhkannya, IUMK bisa terbit lewat OSS setelah kamu mengantongi NIB. Urutannya jelas. NIB dulu, IUMK menyusul. Saya menyarankan kamu tetap mengecek ketentuan teknis terbaru di OSS, sebab aturan pelaksanaannya sering berubah. Syarat Izin Usaha Mikro Kecil yang Perlu Disiapkan Syarat izin usaha mikro kecil sekarang jauh lebih ringkas dibanding dulu. Siapkan dokumen dan data berikut sebelum mendaftar: Sebagai tambahan, siapkan pas foto dan surat pengantar RT/RW. Beberapa daerah masih memintanya sebagai pelengkap. Selanjutnya, pastikan lokasi usahamu sesuai tata ruang daerah. Langkah kecil ini mencegah masalah di kemudian hari. Cara Mengurus IUMK Online Lewat OSS Seluruh proses berjalan daring melalui laman oss.go.id. Ikuti langkah berikut secara berurutan: Prosesnya biasanya cepat kalau datamu benar. Pemerintah juga tidak memungut biaya untuk penerbitan NIB. Tips Agar Pendaftaran Lancar Pastikan nama dan NIK sama persis dengan KTP. Selisih satu huruf saja bisa membuat sistem menolak datamu. Berikutnya, pilih KBLI yang paling cocok dengan kegiatan usahamu. Kalau salah pilih, kamu akan kerepotan saat mengurus izin lain. Jika sistem menolak permohonan, baca pesan kesalahannya dengan cermat. Umumnya penyebabnya adalah data yang tidak cocok dengan catatan kependudukan atau NPWP yang belum valid. Perbaiki datanya, lalu ajukan ulang. Kalau masih menemui kendala, datangi Dinas Penanaman Modal dan PTSP di kabupaten atau kotamu. Petugas di sana biasanya siap membantu. Manfaat Memiliki Izin Usaha Mikro Kecil Memiliki izin usaha mikro kecil memberi keuntungan yang nyata bagi pelaku usaha. Berikut manfaat utamanya: Jadi, IUMK menjadi modal awal untuk naik kelas. Menurut saya, banyak usaha kecil sulit berkembang karena terlambat mengurus legalitas. Kesalahan Umum saat Mengurus Izin Usaha Mikro Kecil Ada beberapa kesalahan yang sering muncul ketika pelaku usaha mengurus izin. Semuanya bisa dihindari dengan persiapan yang baik. Berikut yang paling sering terjadi: Kesalahan kecil di tahap awal sering berujung pada revisi data yang menyita waktu. Karena itu, luangkan waktu memeriksa ulang sebelum menekan tombol kirim. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Kewajiban Lanjutan Setelah Usaha Berizin Setelah izin di tangan, sejumlah kewajiban lanjutan menunggu kamu. Pertama, urusan pajak. Pelaku UMKM bisa memakai PPh final 0,5% dari peredaran bruto sesuai PP 55/2022, dengan syarat dan jangka waktu tertentu. Kedua, urusan izin sektor. Usaha makanan dan minuman, misalnya, membutuhkan sertifikat halal dan izin edar sesuai tingkat risiko produknya. Terakhir, simpan semua dokumen perizinan dengan rapi. Bank dan calon mitra bisnis sering memintanya saat kamu mengajukan kredit atau kerja sama. FAQ (Frequently Asked Questions) 1. Apakah IUMK masih berlaku saat ini? Pengurusannya kini berjalan lewat OSS, dan NIB menjadi dokumen utama legalitas usaha berisiko rendah. IUMK masih dikenal untuk usaha perorangan, jadi cek kebutuhannya langsung di OSS. 2. Berapa biaya mengurus IUMK? Pendaftaran NIB dan izin lewat OSS tidak dipungut biaya. Waspadai pihak yang menawarkan jasa dengan tarif tinggi tanpa penjelasan yang jelas. 3. Apakah CV atau PT perlu mengurus IUMK? Pada dasarnya IUMK ditujukan untuk usaha perorangan. CV dan PT mengurus NIB serta perizinan berusaha sesuai bentuk badan usahanya. Kesimpulan Izin usaha mikro kecil membuktikan bahwa usahamu sah dan siap tumbuh. Kamu cukup menyiapkan KTP, NPWP, dan data usaha, lalu mendaftar lewat OSS. Langkah yang saya sarankan sederhana. Daftarkan NIB lebih dulu, cek kebutuhan IUMK, lalu lengkapi izin sektor yang relevan dengan usahamu. Menurut pendapat saya, pelaku usaha kecil sebaiknya mengurus legalitas sejak awal. Izin yang rapi sejak hari pertama menghemat waktu, biaya, dan risiko hukum. Masih ragu soal jenis izin yang cocok untuk usahamu? Klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini, dan tim kami siap membantu kamu. Ringkasan Referensi

SELENGKAPNYA
cara mengurus subrogasi utang

Cara Mengurus Subrogasi Utang, Ini Syarat dan Prosedurnya

Cara mengurus subrogasi utang perlu dipahami dengan cermat, terutama ketika pembayaran melibatkan tiga pihak sekaligus. Ada debitur, kreditur awal, dan pihak ketiga yang mengambil alih hak tagih setelah melunasi utang. Secara sederhana, subrogasi memungkinkan pihak yang membayar utang memperoleh hak yang sebelumnya dimiliki kreditur. Prosesnya memang terdengar sederhana. Namun, pada praktiknya ada beberapa hal yang perlu diperiksa. Menurut pandangan saya sebagai penulis, kesepakatan lisan sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar dalam transaksi seperti ini. Apa Itu Subrogasi Utang dalam Hukum Perdata? Subrogasi utang merupakan mekanisme hukum ketika pihak ketiga membayar kewajiban seorang debitur kepada kreditur. Setelah pembayaran memenuhi ketentuan yang berlaku, pihak ketiga tersebut dapat menggantikan posisi kreditur dalam batas hak yang dialihkan. KUHPerdata mengatur subrogasi dalam Pasal 1400 sampai dengan Pasal 1403. Pasal 1400 menyebutkan bahwa subrogasi terjadi ketika hak kreditur kepada pihak ketiga menggantikan kedudukan kreditur tersebut. Ketentuan ini menjadi dasar penting dalam memahami mekanisme penggantian hak dalam utang-piutang. Dalam praktiknya, setidaknya ada tiga pihak yang perlu dikenali: Lalu, apakah setiap pembayaran oleh pihak ketiga otomatis menjadi subrogasi? Belum tentu. Pembayaran pihak ketiga perlu dilihat dari dasar hukumnya. Ada subrogasi yang lahir karena perjanjian. Ada pula yang muncul berdasarkan ketentuan undang-undang. Dasar Hukum Subrogasi Utang di Indonesia Dasar hukum subrogasi utang dapat ditemukan dalam KUHPerdata. Ketentuan khusus mengenai subrogasi tercantum dalam Pasal 1400 hingga Pasal 1403. Ketentuan tersebut memberikan kerangka mengenai kapan dan bagaimana seseorang dapat menggantikan posisi kreditur setelah melakukan pembayaran. Subrogasi Berdasarkan Perjanjian Pasal 1401 KUHPerdata mengatur subrogasi yang terjadi melalui perjanjian. Salah satu bentuknya dapat terjadi ketika kreditur menerima pembayaran dari pihak ketiga dan menyatakan bahwa pihak tersebut menggantikan hak kreditur. Dalam situasi seperti ini, dokumen menjadi sangat penting. Isi dokumen perlu menunjukkan bahwa pembayaran tersebut memang berkaitan dengan penggantian kedudukan kreditur. Subrogasi Berdasarkan Undang-Undang Selain melalui perjanjian, KUHPerdata mengenal subrogasi yang terjadi karena ketentuan undang-undang. Pasal 1402 KUHPerdata memuat keadaan tertentu yang dapat melahirkan subrogasi berdasarkan hukum. Salah satu konteksnya berkaitan dengan pihak yang memiliki kepentingan dalam pelunasan utang. Setelah memenuhi persyaratan yang berlaku, pihak tersebut dapat memperoleh hak kreditur sesuai ruang lingkup subrogasi. Syarat Subrogasi Utang yang Perlu Disiapkan Syarat subrogasi utang berkaitan erat dengan keberadaan kewajiban, pembayaran, dan dasar penggantian hak kreditur. Dokumen yang lengkap akan memudahkan para pihak membuktikan hubungan hukum tersebut. Sebelum transaksi dilakukan, beberapa dokumen berikut sebaiknya disiapkan: Prosedur Subrogasi Utang yang Perlu Dilakukan Prosedur subrogasi utang sebaiknya dilakukan secara berurutan. Tujuannya jelas, yaitu memastikan pembayaran dan penggantian hak kreditur dapat dibuktikan secara hukum. 1. Periksa Perjanjian Utang Mulailah dari dokumen utama. Periksa identitas pihak, jumlah utang, jatuh tempo, bunga, denda, jaminan, dan ketentuan pembayaran. Kemudian, lihat apakah perjanjian mengatur pembayaran melalui pihak lain. Ketentuan ini dapat memberikan gambaran mengenai langkah yang harus ditempuh. Jangan terburu-buru membayar sebelum dokumen diperiksa. Kesalahan pada tahap awal bisa menyulitkan proses berikutnya. 2. Tentukan Dasar Subrogasi Langkah berikutnya adalah menentukan dasar subrogasi. Apakah penggantian hak terjadi karena perjanjian atau berdasarkan ketentuan undang-undang? Pertanyaan tersebut penting karena mekanisme pembuktiannya dapat berbeda. Jika para pihak memilih subrogasi berdasarkan perjanjian, buat kesepakatan tertulis yang menyebutkan maksud pembayaran dan penggantian hak. 3. Lakukan Pembayaran Utang Setelah dasar transaksi jelas, pihak ketiga dapat melakukan pembayaran sesuai kesepakatan. Simpan buktinya. Jika pembayaran melunasi seluruh utang, tuliskan dengan jelas bahwa kewajiban tersebut telah dibayar. Jika pembayaran hanya sebagian, rincikan jumlah yang sudah dibayarkan dan sisa kewajibannya. 4. Buat Dokumen Subrogasi Berikutnya, buat perjanjian atau pernyataan subrogasi sesuai dasar transaksi. Dokumen ini perlu menjelaskan siapa saja pihak yang terlibat dan hak apa yang berpindah. Beberapa informasi yang sebaiknya dicantumkan antara lain: 5. Serahkan Dokumen Pendukung Setelah pembayaran dan dokumen subrogasi selesai, kreditur lama perlu menyerahkan dokumen yang berkaitan dengan hak tagih sesuai kesepakatan dan aturan yang berlaku. Jangan mengabaikan tahap ini. Dokumen lama dapat menjadi bukti penting bagi pihak yang memperoleh hak. Karena itu, buat daftar dokumen yang diserahkan. Catat pula tanggal penyerahannya. 6. Periksa Status Jaminan Bagian ini perlu mendapat perhatian khusus. Jika utang mempunyai jaminan, jangan langsung menganggap jaminan tersebut berpindah dengan cara yang sama seperti hak tagih. Jenis jaminan memiliki ketentuan hukum yang berbeda. Hak dan Kewajiban Setelah Subrogasi Setelah subrogasi berlangsung, pihak yang menggantikan kreditur dapat memperoleh hak tagih sesuai dasar dan batas pengalihan. Hak tersebut perlu dilihat berdasarkan dokumen dan ketentuan hukum yang menjadi dasar transaksi. Debitur pun perlu mengetahui perubahan tersebut. Informasi mengenai pihak yang kini memiliki hak tagih dapat membantu debitur menghindari kesalahan pembayaran. Bayangkan jika debitur tetap membayar kepada kreditur lama setelah haknya beralih. Situasi semacam ini berpotensi menimbulkan persoalan baru. Karena itu, pemberitahuan dan dokumen yang jelas sangat membantu. Risiko yang Perlu Diperhatikan dalam Subrogasi Subrogasi dapat menjadi solusi dalam hubungan utang-piutang tertentu. Meski begitu, masalah dapat muncul apabila dokumen dan kewenangan para pihak tidak diperiksa sejak awal. Beberapa persoalan yang perlu diantisipasi antara lain: Jasa Pendampingan dan Konsultan Hukum Profesional, Didampingi Advokat Resmi. KLIK DI SINI! FAQ Seputar Subrogasi Utang Apakah pembayaran utang oleh pihak ketiga otomatis menjadi subrogasi? Belum tentu. Pembayaran oleh pihak ketiga perlu dilihat berdasarkan dasar hukum dan keadaan transaksinya. Subrogasi memiliki ketentuan tersendiri dalam KUHPerdata. Jadi, jangan menyamakan setiap pembayaran pihak ketiga dengan penggantian kedudukan kreditur. Dokumen dan dasar pembayarannya perlu diperiksa terlebih dahulu. Apakah subrogasi harus dibuat dalam perjanjian tertulis? Untuk subrogasi berdasarkan perjanjian, dokumen tertulis sangat membantu membuktikan kesepakatan. Dokumen tersebut dapat menjelaskan siapa pihak yang menggantikan kreditur dan hak apa yang beralih. Selain itu, dokumen tertulis dapat membantu mengurangi perbedaan penafsiran mengenai jumlah utang, pembayaran, serta kewajiban debitur. Apakah jaminan utang otomatis ikut berpindah? Status jaminan perlu diperiksa berdasarkan jenis jaminan dan aturan yang mengaturnya. Jangan langsung menganggap seluruh jaminan berpindah tanpa pemeriksaan. Untuk jaminan tertentu, mungkin terdapat prosedur atau pencatatan khusus. Karena itu, dokumen jaminan perlu diperiksa bersama dokumen utang dan subrogasi. Kesimpulan Cara mengurus subrogasi utang membutuhkan perhatian pada dasar hukum, pembayaran, dokumen, dan perubahan hak kreditur. KUHPerdata mengatur subrogasi dalam Pasal 1400 sampai dengan Pasal 1403. Langkah yang dapat dilakukan dimulai dengan memeriksa perjanjian utang. Setelah itu, tentukan dasar subrogasi, lakukan pembayaran, susun dokumen penggantian hak, dan periksa kembali status jaminan. Menurut saya, ketelitian sejak awal akan sangat membantu dalam transaksi

SELENGKAPNYA
Hak Asuh Anak Setelah Cerai

Hak Asuh Anak Setelah Cerai: Aturan Hukum dan Cara Mengajukannya

Hak asuh anak hampir selalu menjadi titik paling panas dalam sebuah perceraian. Wajar saja. Setelah putusan cerai dibacakan, tanggung jawab sebagai orang tua tetap berjalan. Hakim memutus hak asuh anak dengan satu patokan utama, yaitu kepentingan terbaik anak. Dalam perkara umat Muslim, anak di bawah 12 tahun umumnya ikut ibu, sedangkan anak yang lebih besar boleh memilih sendiri. Sebagai praktisi hukum, saya menyarankan kedua orang tua berunding dulu sebelum melangkah ke ruang sidang. Putusan hakim jarang memuaskan semua pihak. Kesepakatan yang lahir dari obrolan tenang lebih melindungi kondisi mental anak. Dasar Hukum Hak Asuh Anak di Indonesia Aturan soal hak asuh anak tersebar di beberapa undang-undang. Pertama, Pasal 41 huruf a UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Pasal ini menegaskan bahwa ayah dan ibu sama-sama wajib memelihara dan mendidik anak setelah bercerai, semata-mata demi kepentingan anak. Kalau keduanya berselisih, pengadilan yang memutus. Kedua, Pasal 14 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ketentuan ini menjamin anak tetap bisa bertemu dan berhubungan dengan kedua orang tuanya, sekalipun mereka sudah berpisah. Ketiga, Kompilasi Hukum Islam (KHI), yang mengatur hadhanah atau pemeliharaan anak bagi umat Muslim. Pasangan non-Muslim membawa perkaranya ke Pengadilan Negeri. Di sana, hakim juga merujuk yurisprudensi, misalnya Putusan Mahkamah Agung Nomor 102 K/Sip/1973 yang mengutamakan ibu bagi anak yang masih kecil. Semua aturan ini memakai satu prinsip yang sama, yaitu kepentingan terbaik anak. Baca Juga: Istri Minta Cerai tapi Suami Menolak, Ini Hukum dan Prosesnya Siapa yang Berhak Mendapat Hak Asuh Anak? Hakim menilai banyak hal sebelum memutus. Untuk perkara umat Muslim, pedomannya cukup jelas: Aturan itu tidak berlaku secara kaku. Hakim tetap melihat kondisi ekonomi, moral, kesehatan, dan kedekatan anak dengan masing-masing orang tua. Soal biaya, Pasal 41 huruf b UU Perkawinan memberi ruang. Jika ayah nyata-nyata tidak mampu, pengadilan dapat meminta ibu ikut menanggung. Kewajiban nafkah berjalan sampai anak dewasa dan bisa mengurus dirinya sendiri. Hak asuh tidak menghapusnya. Jasa Pendampingan dan Konsultan Hukum Profesional, Didampingi Advokat Resmi. KLIK DI SINI! Faktor yang Dipertimbangkan Hakim dalam Menentukan Hak Asuh Anak Usia anak hanya satu bagian dari penilaian. Di persidangan, hakim menggali fakta lain. Siapa yang selama ini merawat anak setiap hari? Bagaimana kemampuan finansial, waktu luang, dan kondisi rumah masing-masing? Seperti apa perilaku dan kesehatan kedua orang tua? Anak yang sudah cukup dewasa juga ditanya pendapatnya, dan kadang hakim meminta laporan pekerja sosial atau psikolog anak. Karena itu, siapkan bukti pengasuhan yang nyata, misalnya rapor sekolah, catatan kesehatan anak, dan foto kegiatan bersama. Hakim juga memperhatikan stabilitas hidup anak. Pindah sekolah atau lingkungan secara mendadak bisa mengganggu anak, sehingga hakim cenderung mempertahankan kondisi yang sudah nyaman baginya. Bukti yang jelas memperkuat gugatanmu. Serangan pribadi tanpa bukti melemahkannya. Cara Mengajukan Hak Asuh Anak ke Pengadilan Kamu bisa menggabungkan tuntutan hak asuh dengan gugatan cerai, atau mengajukannya setelah putusan cerai berkekuatan hukum tetap. Di Pengadilan Agama, dasarnya Pasal 86 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama. Untuk cerai talak, dasarnya Pasal 66 ayat (5), dan bentuknya permohonan. Di Pengadilan Negeri, tuntutan hak asuh umumnya ikut digabung dalam gugatan cerai. Langkahnya sebagai berikut: Mediasi wajib dijalani berdasarkan PERMA Nomor 1 Tahun 2016. Mediator membantu kedua pihak menyepakati jadwal kunjungan, biaya, dan tempat tinggal anak. Kalau mereka sepakat, hakim dapat menguatkan kesepakatan itu dalam akta perdamaian. Pihak yang kalah boleh mengajukan banding. Pihak yang menang bisa memohon eksekusi jika mantan pasangan menolak menyerahkan anak. Mengubah atau Mencabut Hak Asuh Anak Putusan hak asuh tidak berlaku seumur hidup. Ada dua jalur yang perlu kamu tahu. Jalur pertama lewat Pasal 156 huruf c KHI. Atas permintaan kerabat yang bersangkutan, Pengadilan Agama dapat memindahkan hak asuh kepada kerabat lain kalau pemegangnya tidak menjamin keselamatan jasmani dan rohani anak. Jalur kedua lewat Pasal 49 UU Perkawinan. Pengadilan dapat mencabut kekuasaan salah satu atau kedua orang tua untuk waktu tertentu. Permintaannya bisa datang dari orang tua yang lain, keluarga anak dalam garis lurus ke atas, saudara kandung yang sudah dewasa, atau pejabat berwenang. Alasannya hanya dua, yaitu orang tua sangat melalaikan kewajiban atau berkelakuan buruk sekali. Contohnya penelantaran, kekerasan, atau penyalahgunaan narkoba. Rumusan kamar agama dalam SEMA Nomor 1 Tahun 2017 juga menyebut bahwa menutup akses bertemu bagi orang tua lain dapat menjadi alasan gugatan pencabutan hak hadhanah. Siapkan bukti kuat, seperti visum, rekaman, atau keterangan saksi. Sesudah pencabutan, orang tua tetap wajib membiayai anak (Pasal 49 ayat (2)). FAQ Apakah ayah bisa mendapat hak asuh anak? Bisa. Ayah dapat memegang hak asuh jika anak berusia 12 tahun ke atas memilih ikut ayah. Pengadilan juga bisa memindahkan hak asuh kepada ayah kalau pengasuh sebelumnya terbukti tidak menjamin keselamatan anak. Putusannya tetap mengikuti kepentingan anak. Bolehkah mantan pasangan bertemu anak kalau tidak memegang hak asuh? Boleh. Pasal 14 ayat (2) UU Perlindungan Anak menjamin hak itu. Dalam perkara di Pengadilan Agama, SEMA Nomor 1 Tahun 2017 meminta amar putusan hak asuh mencantumkan kewajiban pemegang hak asuh memberi akses bertemu. Kalau akses ditutup, mantan pasangan dapat menggugat perubahan hak asuh. Bagaimana jika salah satu orang tua tinggal di luar negeri? Akta cerai dan akta kelahiran biasanya perlu diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah. Sejak 4 Juni 2022, Indonesia memakai Apostille untuk negara peserta Konvensi Apostille, dan Kementerian Hukum yang menerbitkannya. Untuk negara yang bukan peserta, legalisasi berjenjang lewat Kementerian Hukum, Kementerian Luar Negeri, dan kedutaan besar negara tujuan tetap berlaku. Jasa Pendampingan dan Konsultan Hukum Profesional, Didampingi Advokat Resmi. KLIK DI SINI! Kesimpulan Hak asuh anak setelah cerai bertumpu pada kepentingan terbaik anak. Untuk umat Muslim, ibu umumnya mengasuh anak di bawah 12 tahun, anak yang lebih besar memilih sendiri, dan ayah menanggung biaya sesuai kemampuannya. Langkah yang saya sarankan sederhana. Kumpulkan dokumen, coba berunding, lalu ajukan gugatan kalau jalan damai buntu. Menurut saya, pengadilan sebaiknya menjadi pilihan terakhir. Anak yang menyaksikan orang tuanya berebut biasanya menanggung dampaknya jauh lebih lama daripada proses sidang itu sendiri. Kalau putusan cerai atau akta kelahiran anakmu perlu dipakai di luar negeri, urusan dokumen jangan sampai menambah beban. Klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini. Tim kami siap mendampingi penerjemahan dan

SELENGKAPNYA
konsinyasi adalah

Konsinyasi Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya

Konsinyasi adalah sistem titip jual. Kamu menyerahkan barang ke pihak lain, dan pembayaran baru datang setelah barang itu laku terjual. Skema ini banyak dipakai pelaku usaha kecil yang ingin masuk ke pasar tanpa modal besar. Di Indonesia, istilah ini punya dua wajah, yaitu konsinyasi dalam dunia dagang dan konsinyasi dalam hukum perdata. Sebagai praktisi hukum, saya sering menemukan konsinyasi berjalan hanya dengan janji lisan. Kebiasaan ini berisiko. Hampir semua sengketa stok dan pembayaran yang saya tangani berawal dari kesepakatan yang kabur sejak hari pertama. Pengertian Konsinyasi Konsinyasi (consignment) adalah perjanjian ketika pemilik barang menitipkan produknya kepada pihak lain untuk dijual. Pemilik barang disebut consignor. Penerima titipan disebut consignee. Barang tetap menjadi milik consignor sampai ada pembeli akhir. Consignee hanya bertugas menjualkan, jadi ia tidak membeli barang itu lebih dulu. Setelah barang laku, consignee menyetorkan uang hasil penjualan kepada consignor, lalu memotong komisinya. Hukum Indonesia juga mengenal arti lain dari kata ini. Konsinyasi hukum adalah penitipan uang atau barang di pengadilan negeri, yang terjadi ketika pihak penerima menolak pembayaran. Aturannya ada di KUHPerdata. Dua makna itu berbeda jauh. Kenali dulu konteksnya sebelum kamu menerapkan salah satunya. Cara Kerja Konsinyasi dalam Bisnis Cara kerja konsinyasi terlihat sederhana. Meski begitu, setiap tahapnya perlu dicatat dengan rapi. Alur umumnya seperti ini: Sesudah itu, kedua pihak sebaiknya rutin mencocokkan data stok. Langkah ini kelihatan sepele. Padahal selisih jumlah barang adalah pemicu utama cekcok dalam kerja sama konsinyasi. ayanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Hak dan Kewajiban Para Pihak Consignor berhak atas pembayaran barang yang terjual. Ia juga berhak menarik kembali barang yang belum laku. Kewajibannya, ia harus menyerahkan barang yang sesuai spesifikasi dalam kesepakatan. Di pihak consignee, hak utamanya adalah komisi atau selisih harga. Kewajibannya lebih banyak. Ia harus menjaga barang titipan, melaporkan penjualan dengan jujur, dan membayar tepat waktu. Bagaimana kalau barang rusak atau hilang? Jawabannya harus sudah tertulis sejak awal. Karena itu, masukkan klausul tanggung jawab ini secara jelas ke dalam perjanjian. Dasar Hukum dan Perjanjian Konsinyasi Indonesia belum punya undang-undang khusus untuk konsinyasi dagang. Praktiknya tetap sah karena berpijak pada asas kebebasan berkontrak dalam Pasal 1338 KUHPerdata. Perjanjian konsinyasi harus memenuhi empat syarat sah menurut Pasal 1320 KUHPerdata: Hubungan konsinyasi juga mirip dengan hubungan komisioner yang diatur mulai Pasal 76 KUHD. Ketika sengketa muncul, hakim biasanya memakai ketentuan itu sebagai bahan rujukan. Sebuah perjanjian konsinyasi yang baik memuat hal-hal berikut: Urusan pajak juga perlu kamu perhatikan. Penyerahan Barang Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak kepada pedagang perantara termasuk penyerahan yang dikenai PPN, sebagaimana tercantum dalam UU PPN. Untuk pencatatan dan pelaporan yang tepat, tanyakan langsung kepada konsultan pajak. Dari sisi akuntansi, PSAK 72 mengatur pengakuan pendapatan atas barang konsinyasi. Prinsipnya jelas. Consignor mengakui pendapatan setelah barang terjual kepada pihak ketiga. Konsinyasi di Pengadilan (Penitipan Uang atau Barang) Sekarang kita masuk ke makna kedua, yaitu penitipan di pengadilan. Mekanisme ini berlaku saat kreditur menolak pembayaran yang sah dari debitur. Menurut Pasal 1404 KUHPerdata, debitur boleh menawarkan pembayaran tunai lebih dulu. Kalau kreditur tetap menolak, debitur dapat menitipkan uang atau barang itu ke pengadilan negeri. Begitu penitipan dinyatakan sah, kewajiban debitur gugur. Contoh yang paling sering muncul ada di pengadaan tanah untuk kepentingan umum. UU Nomor 2 Tahun 2012 membolehkan penitipan ganti kerugian ke pengadilan negeri, jika pemilik tanah menolak nilai ganti rugi atau tidak bisa ditemukan. Perma Nomor 3 Tahun 2016 mengatur tata caranya secara lebih rinci. Menurut saya, konsinyasi pengadilan adalah jalan keluar yang adil bagi debitur beritikad baik. Prosedurnya ketat, sih. Maka dari itu, pendampingan hukum sangat saya sarankan. Contoh Konsinyasi Tiga contoh berikut akan membantu kamu membayangkan kedua jenis konsinyasi. Contoh 1: Konsinyasi dagang. Seorang pengrajin makanan ringan menitipkan 200 bungkus keripik di toko oleh-oleh. Mereka sepakat komisi toko sebesar 20 persen. Dalam sebulan, toko berhasil menjual 150 bungkus. Hasil penjualan dibayarkan setelah dipotong komisi, dan 50 bungkus sisanya dikembalikan. Contoh 2: Konsinyasi di ritel modern. Sebuah merek kosmetik lokal menitipkan produknya di gerai ritel. Setiap akhir bulan, gerai membayar sesuai laporan penjualan. Contoh 3: Konsinyasi pengadilan. Seorang penyewa hendak melunasi uang sewa yang sudah jatuh tempo. Pemilik rumah menolak menerimanya tanpa alasan yang sah. Penyewa lalu menawarkan pembayaran secara resmi dan menitipkan uangnya ke pengadilan negeri. ayanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Kelebihan dan Kekurangan Konsinyasi Konsinyasi membawa untung dan risiko sekaligus. Timbang keduanya sebelum kamu menyetujui kerja sama. Kelebihan bagi consignor: Kelebihan bagi consignee: Kekurangan: FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) Apa perbedaan konsinyasi dan jual putus? Pada konsinyasi, barang tetap milik consignor sampai terjual. Pada jual putus, kepemilikan pindah begitu transaksi selesai. Akibatnya, pembeli jual putus menanggung sendiri risiko barang tidak laku. Apakah perjanjian konsinyasi harus tertulis? Hukum tidak mewajibkan bentuk tertulis untuk konsinyasi dagang. Meski begitu, perjanjian tertulis sangat berguna sebagai alat bukti. Dengan dokumen yang jelas, sengketa jauh lebih mudah diselesaikan. Apa yang terjadi jika consignee tidak membayar hasil penjualan? Consignor bisa menagih langsung dan mengirim somasi. Kalau consignee terus mengabaikannya, consignor dapat menggugat wanprestasi ke pengadilan. Perjanjian, surat jalan, dan laporan stok akan menentukan kuat tidaknya gugatan itu. Kesimpulan Konsinyasi adalah cara efektif untuk menjual barang tanpa modal besar. Di ranah hukum perdata, konsinyasi juga menjadi mekanisme yang melindungi debitur ketika pembayarannya ditolak. Dalam bisnis, kuncinya ada pada perjanjian yang jelas dan pencatatan stok yang rapi. Dalam perkara pengadilan, kuncinya ada pada prosedur penitipan yang benar. Langkah yang saya sarankan cukup sederhana. Buat perjanjian tertulis, cantumkan komisi dan pembagian risiko, lalu cocokkan stok secara berkala. Dari pengalaman saya, pelaku usaha yang disiplin pada tiga hal itu jarang berujung sengketa besar. Masih ragu menyusun perjanjian konsinyasi, atau sedang menghadapi masalah pembayaran? Jangan tunggu sampai urusannya membesar. Klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan atas website ini. Tim kami siap membantu kamu menemukan langkah hukum yang paling aman. Ringkasan Referensi

SELENGKAPNYA
cessie piutang

Cessie Piutang: Pengertian, Syarat, dan Akibat Hukumnya

Cessie piutang adalah cara hukum untuk memindahkan hak tagih atas sebuah utang ke pihak lain. Bayangkan kamu punya tagihan yang belum cair, sementara kas usaha sedang seret. Kamu bisa menjual tagihan itu ke pihak lain lewat cessie. Syaratnya jelas: ada akta tertulis dan debitur mendapat pemberitahuan, sesuai Pasal 613 KUHPerdata. Sebagai praktisi hukum, saya melihat cessie sering dianggap urusan administrasi biasa. Padahal, satu surat pemberitahuan yang terlewat bisa membuat seluruh transaksi kehilangan daya ikatnya terhadap debitur. Pengertian Cessie Piutang dan Dasar Hukumnya Cessie adalah penyerahan piutang atas nama, atau hak kebendaan tak berwujud lainnya, kepada pihak lain. Aturan utamanya ada di Pasal 613 KUHPerdata. Pasal ini mengizinkan penyerahan lewat akta otentik maupun akta di bawah tangan. Dalam satu transaksi cessie, selalu ada tiga pihak yang terlibat. Masing-masing punya sebutan sendiri. Banyak orang mencampur cessie dengan novasi. Keduanya memang sama-sama menyangkut pengalihan piutang. Pada novasi, perikatan lama hapus lalu lahir perikatan baru. Pada cessie, perikatan yang lama tetap berjalan dan yang berganti hanya pemegang hak tagihnya. Perbedaan Cessie dengan Subrogasi Subrogasi diatur dalam Pasal 1400 KUHPerdata dan pasal-pasal sesudahnya. Dalam subrogasi, pihak ketiga melunasi utang debitur, lalu menempati posisi kreditur yang lama. Cessie berjalan lewat jalur lain. Ia lahir dari kesepakatan antara cedent dan cessionaris, misalnya lewat jual beli piutang. Perbedaan dasar itulah yang membuat konsekuensi hukum keduanya tidak sama. Syarat Cessie Piutang agar Sah Secara Hukum Syarat cessie piutang bersumber dari dua pasal, yaitu Pasal 613 dan Pasal 1320 KUHPerdata. Pasal 1320 mengatur syarat sahnya perjanjian secara umum. Pasal 613 menambahkan syarat khusus untuk pengalihan piutang. Kedua lapis syarat ini harus terpenuhi sekaligus. Rinciannya sebagai berikut: Pentingnya Pemberitahuan kepada Debitur Pasal 613 ayat (2) KUHPerdata menyebut penyerahan piutang tidak berakibat apa pun bagi debitur sebelum ia diberi tahu atau menyetujuinya secara tertulis. Konsekuensinya nyata. Kalau debitur masih membayar ke kreditur lama, pembayaran itu tetap sah dan ia bebas dari kewajiban. Karena itu, cessionaris sebaiknya bergerak cepat. Kirim pemberitahuan tertulis begitu akta selesai. Untuk pengirimannya, pilih surat tercatat atau jasa juru sita. Bukti kirim itu akan sangat berguna kalau suatu hari muncul sengketa. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Prosedur Pembuatan Akta Cessie Prosedur akta cessie tergolong sederhana, tetapi kecermatan tetap menentukan. Sebelum menandatangani apa pun, para pihak perlu membaca perjanjian utang aslinya dengan teliti. Langkah ini melindungi cessionaris dari risiko membeli piutang bermasalah. Urutan yang lazim ditempuh: Soal bentuk akta, akta notaris punya kekuatan pembuktian yang sempurna. Untuk piutang bernilai besar, saya menyarankan kamu memakai akta otentik. Biayanya memang bertambah. Namun, biaya itu jauh lebih kecil daripada ongkos sengketa. Akibat Hukum Cessie Piutang Akibat hukum cessie menyentuh ketiga pihak sekaligus. Begitu cessie sah, hak tagih pindah ke tangan cessionaris. Hak yang melekat pada piutang itu ikut berpindah, seperti jaminan, bunga, dan hak istimewa. Ketentuan ini bisa kamu telusuri di Pasal 1533 KUHPerdata tentang jual beli piutang. Dampaknya bagi masing-masing pihak: Akibat Jika Cessie Tidak Memenuhi Syarat Cessie yang belum diberitahukan tidak bisa dipaksakan kepada debitur. Pembayaran debitur kepada kreditur lama tetap dianggap sah. Cessionaris lalu hanya bisa menuntut cedent. Selain itu, cessie dapat dibatalkan jika ada cacat kehendak, atau jika syarat sah perjanjian tidak terpenuhi. Kepastian hukum, dengan begitu, sangat bergantung pada disiplin mengikuti prosedur. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! FAQ (Frequently Asked Questions) Apakah cessie piutang harus dibuat di hadapan notaris? Tidak wajib. Pasal 613 KUHPerdata mengizinkan akta di bawah tangan. Meski begitu, akta notaris memberi pembuktian yang lebih kuat, jadi pilihan ini lebih aman. Apakah cessie piutang memerlukan persetujuan debitur? Tidak perlu. Debitur cukup diberi tahu. Pemberitahuan itu tetap wajib, sebab tanpa itu cessie belum mengikat debitur. Apa perbedaan cessie piutang dan novasi? Pada cessie, perikatan lama tetap hidup dan hanya krediturnya yang berganti. Pada novasi, perikatan lama berakhir dan perikatan baru lahir sebagai gantinya. Kesimpulan Cessie piutang adalah jalur yang sah dan efektif untuk mengalihkan hak tagih, asalkan memenuhi Pasal 613 KUHPerdata. Kuncinya ada pada akta tertulis dan pemberitahuan kepada debitur. Setelah itu, hak tagih beserta jaminannya berpindah ke kreditur baru. Langkah yang saya sarankan cukup runtut. Periksa dulu keabsahan piutangnya, susun akta dengan rapi, lalu kirim pemberitahuan dengan bukti yang jelas. Menurut saya sebagai pakar hukum, sengketa cessie hampir selalu bermula dari dokumen yang digarap terburu-buru. Pendampingan profesional sejak awal biasanya jauh lebih murah daripada menyelesaikan perkara di belakang. Sedang merencanakan pengalihan piutang, atau justru terjebak sengketa cessie? Ceritakan kasusmu kepada tim ahli kami. Klik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website ini. Ringkasan Referensi Catatan sebelum publikasi:

SELENGKAPNYA
novasi adalah

Novasi Adalah: Pengertian, Jenis, dan Contoh Kasusnya

Novasi adalah istilah hukum yang sering terdengar ketika seseorang mengalihkan utang atau mengganti perjanjian lama dengan yang baru. Anehnya, banyak orang mengira novasi sama saja dengan memperpanjang perjanjian. Begini singkatnya. Novasi adalah pembaruan utang, yaitu perjanjian yang menghapus perikatan lama sekaligus melahirkan perikatan baru. KUHPerdata mengaturnya dalam Pasal 1413 sampai Pasal 1424. Sebagai pakar hukum, saya menilai novasi sebagai alat penyelesaian utang yang sangat berguna. Namun, alat ini bisa merugikan kalau para pihak tidak memahami akibatnya, terutama soal hilangnya jaminan lama. Pengertian Novasi Menurut KUHPerdata Untuk memahami pengertian novasi, kita mulai dari Pasal 1381 KUHPerdata. Di pasal ini, pembaruan utang tercatat sebagai salah satu cara hapusnya perikatan, sejajar dengan pembayaran, kompensasi, dan pembebasan utang. Berikutnya, Pasal 1413 KUHPerdata menjelaskan bagaimana novasi terjadi. Intinya sederhana. Perikatan lama berakhir, lalu perikatan baru yang berdiri sendiri mengambil tempatnya. Karena itu, novasi mengubah hubungan hukum secara menyeluruh. Para pihak benar-benar menutup hubungan yang lama dan membangun hubungan yang baru dari awal. Lalu bagaimana dengan addendum? Addendum hanya mengubah sebagian isi perjanjian, sementara perjanjian awal tetap berlaku. Perbedaan inilah yang sering luput dari perhatian. Syarat Sah Novasi Agar sah di mata hukum, novasi harus memenuhi beberapa syarat. Berikut daftarnya: Itulah sebabnya praktisi hukum menyarankan penulisan novasi secara tegas dan tertulis. Dokumen yang rapi melindungi semua pihak ketika sengketa muncul di kemudian hari. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Jenis Novasi dan Dasar Hukumnya Dasar hukum novasi ada pada Pasal 1413 KUHPerdata. Pasal ini menyebut tiga cara pembaruan utang, yang oleh para ahli disebut sebagai jenis novasi. Novasi Objektif Dalam novasi objektif, debitur dan kreditur tetap orang yang sama. Yang berubah adalah objek perikatannya. Debitur membuat perikatan baru kepada kreditur untuk menggantikan utang lama. Contohnya, utang jual beli barang diubah menjadi utang pinjam uang. Perikatan lama hapus, dan perjanjian pinjam uang menjadi landasan hubungan yang baru. Novasi Subjektif Pasif Kali ini, pihak yang berubah adalah debitur. Debitur baru masuk menggantikan debitur lama, lalu kreditur membebaskan debitur lama dari kewajibannya. Menariknya, Pasal 1416 KUHPerdata membolehkan penunjukan debitur baru tanpa bantuan debitur lama. Meski begitu, kreditur tetap harus setuju dan membebaskan debitur lama secara tegas. Novasi Subjektif Aktif Pada jenis ketiga, kreditur baru menggantikan kreditur lama. Perubahan ini lahir dari persetujuan baru yang melibatkan debitur. Dalam praktik, jenis ini paling jarang muncul. Kebanyakan orang memilih cessie karena prosedurnya lebih ringkas. Contoh Kasus Novasi dalam Praktik Teori akan lebih mudah dipahami lewat contoh kasus novasi. Berikut tiga ilustrasi yang kerap terjadi di lapangan: Ketiganya punya pola yang sama. Perikatan lama selesai. Perikatan baru mengambil alih. Di dunia perbankan, novasi juga sering muncul saat restrukturisasi kredit atau ketika pihak ketiga mengambil alih utang nasabah. Biasanya, bank menuangkannya dalam akta yang rinci supaya tidak ada ruang untuk keraguan. Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS! Akibat Hukum dan Perbedaan Novasi dengan Cessie Novasi membawa konsekuensi hukum yang cukup besar bagi semua pihak. Sebelum menandatangani perjanjian pembaruan, kamu sebaiknya memahami dulu dampaknya. Akibat Hukum Novasi Akibat utamanya jelas: perikatan lama hapus. Selain itu, hak istimewa dan jaminan yang melekat pada utang lama pada dasarnya tidak berpindah ke utang baru. Ada satu pengecualian. Jaminan tetap berlanjut jika kreditur secara tegas mencadangkannya. Menurut saya, poin ini sering terlewat dan akhirnya menghilangkan jaminan milik kreditur. Satu hal lagi. Kalau novasi kemudian dibatalkan, perikatan lama tidak otomatis hidup kembali. Para pihak harus membuat kesepakatan baru untuk menghidupkannya. Perbedaan Novasi dan Cessie Novasi sering tertukar dengan cessie, padahal keduanya berbeda. Berikut perbandingannya: Subrogasi dalam Pasal 1400 KUHPerdata juga punya karakter sendiri. Lewat subrogasi, hak kreditur beralih kepada pihak ketiga yang membayar utang debitur. FAQ Seputar Novasi 1. Apakah novasi harus dibuat secara tertulis?Pasal 1415 KUHPerdata mensyaratkan kehendak novasi harus tampak jelas dan tidak boleh dipersangkakan. Karena itu, praktisi menyarankan bentuk tertulis, bahkan berupa akta, agar pembuktiannya kuat. 2. Apa bedanya novasi dengan addendum perjanjian?Novasi menghapus perjanjian lama lalu menggantinya dengan yang baru. Sementara itu, addendum hanya mengubah sebagian isi perjanjian tanpa menghapusnya. 3. Apakah jaminan utang lama tetap berlaku setelah novasi?Pada dasarnya tidak. Jaminan lama baru berlanjut jika kreditur menyatakan secara tegas akan mencadangkannya dalam perjanjian pembaruan. Kesimpulan Jadi, novasi adalah pembaruan utang yang menghapus perikatan lama dan melahirkan perikatan baru menurut Pasal 1413 sampai 1424 KUHPerdata. Jenisnya ada tiga, yaitu novasi objektif, subjektif pasif, dan subjektif aktif. Langkah yang saya sarankan cukup sederhana. Tuangkan novasi secara tertulis, nyatakan niat pembaruan dengan tegas, lalu periksa nasib jaminan sebelum menandatangani apa pun. Menurut saya, perjanjian novasi yang disusun cermat bisa mencegah sengketa berkepanjangan. Sedang mempertimbangkan pengalihan utang atau pembaruan perjanjian, tetapi masih ragu soal risikonya? Kamu tidak perlu memutuskannya sendirian. Klik poster di bawah ini atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website untuk mendapatkan pendampingan hukum dari tim ahli kami. Ringkasan Referensi

SELENGKAPNYA
kepemilikan bersama hak cipta adalah

Kepemilikan Bersama Hak Cipta Adalah: Aturan dan Pembagian Haknya

Kepemilikan bersama hak cipta muncul setiap kali dua orang atau lebih membuat satu karya. Bisa berupa lagu, buku, atau desain. Masalahnya, banyak pencipta tidak tahu siapa yang berhak menentukan nasib karya itu setelah selesai. Ujungnya sering berupa sengketa royalti, kadang baru meledak bertahun-tahun kemudian, ketika kerja sama sudah renggang. Jawaban singkatnya begini: kepemilikan bersama hak cipta adalah kondisi ketika beberapa pencipta memegang hak atas satu ciptaan secara bersama-sama, dan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta mengatur pokok-pokoknya. Sebagai praktisi hukum, saya berpendapat bahwa kesepakatan tertulis di awal jauh lebih berguna daripada hubungan baik antar rekan. Pertemanan gampang berubah begitu karya mulai menghasilkan uang. Pengertian Hak Cipta Bersama Menurut Pasal 1 angka 2 UU Hak Cipta, pencipta adalah seorang atau beberapa orang yang menghasilkan ciptaan yang khas dan pribadi, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Artinya, hukum mengakui pencipta lebih dari satu. Hak cipta juga lahir otomatis begitu karya diwujudkan (Pasal 1 angka 1). Kamu tidak wajib mendaftar lebih dulu (Pasal 64 ayat 2). Meski begitu, pencatatan ke DJKI tetap berguna, sebab surat pencatatannya menjadi bukti awal kepemilikan (Pasal 69 ayat 4). Contohnya banyak, mulai dari duet penulis lagu, tim penulis buku, sampai kelompok pembuat film. Kontribusi tiap orang tetap menentukan posisi hukumnya. Orang yang hanya menyumbang ide umum biasanya tidak dianggap pencipta, karena ide sendiri tidak dilindungi hak cipta (Pasal 41 huruf b). Ada satu hal lagi yang perlu kamu bedakan, yaitu pencipta dan pemegang hak cipta. Pencipta adalah orang yang menghasilkan karya. Pemegang hak cipta adalah pencipta sebagai pemilik hak, atau pihak yang menerima hak itu secara sah (Pasal 1 angka 4). Hak ekonomi dapat beralih lewat pewarisan, hibah, wakaf, wasiat, atau perjanjian tertulis (Pasal 16 ayat 2). Karena itu, kepemilikan bersama bisa terjadi ketika beberapa ahli waris menerima hak ekonomi dari pencipta yang sudah meninggal (Pasal 19 ayat 1). Dalam situasi seperti ini, kesepakatan antar ahli waris menentukan apakah karya tetap terkelola dengan tertib. Baca Juga: Hak Cipta Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Mendaftarkannya Aturan Kepemilikan Bersama Hak Cipta dalam UU Hak Cipta UU Hak Cipta memuat beberapa ketentuan untuk ciptaan yang dibuat lebih dari satu orang: Perlu diingat, masa perlindungan itu tidak berlaku untuk semua jenis karya. Fotografi, film, dan program komputer, misalnya, dilindungi 50 tahun sejak pertama kali diumumkan (Pasal 59 ayat 1). Perlindungan ciptaan yang dipegang badan hukum juga berlangsung 50 tahun (Pasal 58 ayat 3). Undang-undang tidak menetapkan persentase pembagian. Para pencipta harus menyepakatinya sendiri. Kabar lainnya, DPR sudah menyetujui RUU perubahan UU Hak Cipta sebagai usul inisiatif pada 12 Maret 2026, tetapi pembahasan bersama pemerintah masih berjalan. Selama belum ada perubahan resmi, UU Nomor 28 Tahun 2014 tetap menjadi pegangan. Jasa Pendampingan dan Konsultan Hukum Profesional, Didampingi Advokat Resmi. KLIK DI SINI! Pembagian Hak Cipta: Hak Moral dan Hak Ekonomi Setiap pencipta bersama memegang dua jenis hak, yaitu hak moral dan hak ekonomi (Pasal 4). Keduanya bekerja dengan cara yang berbeda, jadi kita bahas satu per satu. Hak Moral Pencipta Bersama Hak moral melekat pada pencipta dan tidak bisa dialihkan selama pencipta masih hidup (Pasal 5 ayat 2). Setiap pencipta berhak mencantumkan namanya pada ciptaan. Ia juga berhak mempertahankan haknya jika ciptaan diubah dengan cara yang merugikan kehormatan atau reputasinya (Pasal 5 ayat 1 huruf e). Hak untuk dicantumkan namanya bahkan berlaku tanpa batas waktu (Pasal 57 ayat 1). Karena itu, satu pencipta tidak boleh menghapus nama rekannya dari karya, apa pun alasannya. Hak Ekonomi dan Royalti Hak Cipta Hak ekonomi mencakup penerbitan, penggandaan, pertunjukan, dan pengumuman ciptaan (Pasal 9 ayat 1). Pemegang hak boleh melaksanakannya sendiri atau memberikan lisensi, yaitu izin tertulis kepada pihak lain (Pasal 1 angka 20 dan Pasal 80). Undang-undang tidak menentukan porsi royalti hak cipta di antara para pencipta, sehingga pembagiannya mengikuti perjanjian. Untuk lisensi, besaran royalti harus mengikuti kelaziman praktik dan memenuhi unsur keadilan (Pasal 80 ayat 5). Penggunaan komersial tanpa izin pencipta atau pemegang hak dilarang (Pasal 9 ayat 3). Maka dari itu, satu pencipta sebaiknya tidak memberi lisensi sendirian tanpa persetujuan rekannya. Risiko Hukum dalam Sengketa Hak Cipta Bersama Sengketa hak cipta bersama bisa berujung ke gugatan perdata maupun proses pidana. Pencipta yang mengalami kerugian hak ekonomi berhak memperoleh ganti rugi (Pasal 96), dan gugatannya diajukan ke Pengadilan Niaga (Pasal 99 ayat 1). Pengadilan juga dapat memutuskan penghentian pengumuman, penggandaan, atau distribusi karya lewat putusan provisi atau putusan sela (Pasal 99 ayat 4). Dari sisi pidana, pelanggaran hak ekonomi untuk penggunaan komersial diancam penjara 1 sampai 4 tahun dan/atau denda Rp100 juta sampai Rp1 miliar, tergantung jenis haknya (Pasal 113 ayat 1 sampai 3). Tindak pidana ini merupakan delik aduan (Pasal 120). Selain itu, kecuali untuk pembajakan, para pihak wajib menempuh mediasi lebih dulu sebelum tuntutan pidana (Pasal 95 ayat 4). Bayangkan dua musisi yang menciptakan sebuah lagu bersama. Suatu hari, salah satunya menjual lagu itu ke label rekaman tanpa memberi tahu rekannya. Rekan tersebut bisa mempersoalkannya, karena hak ekonominya terabaikan. Situasi seperti ini sebenarnya bisa dicegah dengan komunikasi yang rapi dan dokumen tertulis. Cara Mengatur Hak Cipta Bersama agar Bebas Sengketa Mencegah lebih murah daripada menyelesaikan sengketa di pengadilan. Inilah langkah yang saya sarankan: Perjanjian yang baik juga mengatur hal-hal praktis. Siapa yang mengelola akun platform? Siapa yang menerima pembayaran? Bagaimana laporan pendapatan dibagikan? Dengan jawaban yang jelas, setiap pihak paham perannya sejak awal. Simpan pula draf awal dan riwayat kerja sebagai bukti kontribusi. Kalau sengketa tetap muncul, para pihak bisa memilih penyelesaian lewat alternatif penyelesaian sengketa, arbitrase, atau Pengadilan Niaga (Pasal 95 ayat 1 dan 2). FAQ tentang Kepemilikan Bersama Hak Cipta Apakah satu pencipta boleh menjual karya tanpa izin pencipta lain? Sebaiknya jangan. Penggunaan komersial memerlukan izin pemegang hak (Pasal 9 ayat 2 dan 3). Tanpa persetujuan rekan, tindakan itu berisiko memicu gugatan ganti rugi. Bagaimana pembagian royalti jika tidak ada perjanjian? UU tidak menyebut angka pasti. Karena itu, pembagian sepenuhnya bergantung pada kesepakatan para pencipta. Jika terjadi sengketa, hakim yang menilai berdasarkan bukti kontribusi masing-masing. Berapa lama perlindungan hak cipta bersama? Tergantung jenis karyanya. Untuk buku, lagu, dan karya seni rupa, perlindungan berlaku selama hidup pencipta yang meninggal paling akhir

SELENGKAPNYA