Passphrase adalah rangkaian kata atau frasa rahasia yang digunakan untuk menjaga keamanan akun, perangkat, sistem, maupun data digital. Bentuknya biasanya terdiri dari beberapa kata yang dirangkai menjadi satu kredensial.
Istilah ini mungkin sudah beberapa kali kamu temui saat menggunakan layanan digital. Ada aplikasi yang meminta password, sementara layanan lain menggunakan istilah passphrase.
Menurut saya dari sudut pandang hukum dan keamanan informasi, memahami passphrase tidak berhenti pada mengetahui artinya. Cara membuat, menyimpan, dan menggunakan kredensial tersebut juga perlu diperhatikan.
Apa Itu Passphrase?
Secara sederhana, pengertian passphrase mengacu pada frasa rahasia yang berfungsi sebagai kredensial autentikasi.
Umumnya, passphrase terdiri dari beberapa kata. Sistem tertentu mengizinkan penggunaan spasi, angka, simbol, atau kombinasi karakter lain. Karena itu, bentuk passphrase bisa berbeda antara satu layanan dengan layanan lainnya.
Meski begitu, jangan menganggap setiap kalimat panjang otomatis aman. Frasa seperti “saya suka makan nasi” mungkin mudah diingat, namun kurang tepat jika digunakan sebagai kredensial.
Ciri-Ciri Passphrase
Ada beberapa ciri yang biasanya melekat pada passphrase. Di antaranya:
- terdiri atas beberapa kata;
- memiliki jumlah karakter yang relatif panjang;
- dapat mengandung angka atau simbol;
- mengikuti ketentuan sistem yang digunakan;
- sulit ditebak oleh orang lain;
- tidak menggunakan informasi pribadi yang mudah diketahui.
Panjang memang berpengaruh. Namun, keunikan tetap menjadi bagian penting. Passphrase yang panjang tetapi menggunakan informasi pribadi masih dapat menimbulkan risiko.
Apakah Passphrase Sama dengan Password?
Passphrase dan password mempunyai tujuan yang hampir sama. Keduanya dapat digunakan sistem untuk melakukan autentikasi pengguna sebelum memberikan akses.
Perbedaannya biasanya terlihat dari bentuk kredensial tersebut. Password sering berupa kombinasi huruf, angka, dan simbol dengan panjang tertentu.
Meski demikian, istilah tersebut tidak selalu digunakan dengan aturan yang sama. Sebuah aplikasi bisa menyebut kredensialnya sebagai password.
Fungsi Passphrase dalam Keamanan Digital
Fungsi passphrase berkaitan erat dengan pengamanan akses. Sistem memanfaatkan kredensial tersebut untuk membantu memverifikasi identitas pengguna sebelum memberikan izin masuk.
Dalam penggunaan sehari-hari, passphrase dapat memiliki sejumlah fungsi. Beberapa di antaranya sebagai berikut.
- Melindungi akun pengguna
Passphrase dapat digunakan sebagai salah satu kredensial ketika seseorang masuk ke akun tertentu. - Mengamankan perangkat
Pada sistem tertentu, pengguna dapat memakai passphrase untuk membatasi akses terhadap perangkat atau informasi di dalamnya. - Melindungi informasi kriptografi
Beberapa aplikasi menggunakan passphrase untuk membantu menjaga kunci atau informasi rahasia yang berkaitan dengan kriptografi. - Mengurangi risiko tebakan sederhana
Frasa yang panjang dan unik dapat membuat proses tebakan menjadi lebih sulit. - Membantu menjaga informasi pribadi
Perlindungan kredensial menjadi semakin penting ketika akun menyimpan data pribadi, dokumen, atau informasi pekerjaan.
Cara Membuat Passphrase yang Aman
Cara membuat passphrase sebenarnya tidak rumit. Tantangannya justru terletak pada pemilihan kata yang tepat. Kamu membutuhkan frasa yang dapat diingat sendiri, namun tidak mudah ditebak orang lain.
Ada beberapa langkah yang dapat diterapkan.
1. Pilih Beberapa Kata yang Tidak Berkaitan
Gunakan beberapa kata yang tidak memiliki hubungan langsung. Hindari mengambil kutipan populer, slogan terkenal, atau kalimat yang sering digunakan banyak orang.
Nama keluarga, misalnya, mungkin terasa mudah diingat. Begitu pula tanggal lahir. Sayangnya, informasi semacam itu dapat diketahui melalui media sosial atau sumber lain.
Karena itu, pilih kombinasi kata yang tidak mempunyai hubungan dengan data pribadi kamu.
2. Perhatikan Panjang Kredensial
Panjang passphrase menjadi salah satu unsur yang perlu diperhatikan. Frasa yang lebih panjang dapat meningkatkan jumlah kemungkinan kombinasi yang harus dicoba dalam serangan berbasis tebakan.
Namun, jangan membuatnya terlalu rumit sampai kamu sendiri sering lupa. Buatlah pola yang dapat diingat tanpa harus menuliskannya di tempat terbuka.
3. Hindari Informasi Pribadi
Nama lengkap sebaiknya tidak digunakan. Begitu pula dengan tanggal lahir atau nomor telepon.
Beberapa informasi lain yang perlu dihindari antara lain:
- nama pasangan;
- nama anak;
- alamat rumah;
- nama perusahaan;
- nama hewan peliharaan;
- nama sekolah;
- nomor identitas;
- informasi yang sering muncul di media sosial.
4. Gunakan Kredensial Berbeda
Satu passphrase untuk seluruh akun terdengar praktis. Risikonya cukup besar.
Ketika satu akun mengalami kebocoran, kredensial yang sama dapat dicoba pada layanan lain. Kondisi tersebut dapat memperluas dampak insiden keamanan.
Karena itu, gunakan passphrase berbeda untuk akun penting. Kalau jumlah kredensial mulai sulit dikelola, password manager dapat membantu menyimpannya secara lebih teratur.
5. Aktifkan Autentikasi Multifaktor
Passphrase yang kuat tetap memiliki risiko. Karena itu, gunakan lapisan keamanan tambahan ketika tersedia.
Salah satunya adalah autentikasi multifaktor. Dalam mekanisme ini, sistem meminta faktor lain setelah pengguna memasukkan kredensial utama.
Faktor tambahan tersebut dapat berupa aplikasi autentikator atau metode keamanan lain sesuai layanan yang digunakan.
Contoh Passphrase yang Aman
Membahas contoh passphrase yang aman sebaiknya dilakukan hanya untuk memahami polanya. Jangan menggunakan contoh yang tersedia di artikel sebagai kredensial akun sebenarnya.
Sebagai ilustrasi, misalnya:
LautKopi!Sepeda7Bulan
Contoh tersebut menggabungkan beberapa kata dengan angka dan simbol. Bentuk seperti ini dapat membantu menunjukkan bagaimana sebuah passphrase disusun.
Namun, ada satu hal yang perlu kamu ingat. Contoh yang sudah dipublikasikan tidak lagi ideal untuk digunakan sebagai kredensial. Siapa pun dapat melihatnya.
Passphrase dan Perlindungan Data Pribadi
Penggunaan passphrase juga berkaitan dengan keamanan informasi dalam lingkungan elektronik. Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi yang mengatur berbagai aspek mengenai data pribadi dan pemrosesannya.
Selain itu, terdapat Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik yang mengatur penyelenggaraan sistem elektronik serta transaksi elektronik.
Apakah Passphrase Diatur Secara Khusus oleh Hukum?
Tidak terdapat satu ketentuan umum dalam hukum Indonesia yang menetapkan bahwa semua layanan digital wajib memakai passphrase dengan format tertentu.
Istilah passphrase lebih sering digunakan dalam konteks teknis. Maknanya pun dapat bergantung pada sistem yang menggunakannya.
Bagaimana Hubungannya dengan Tanda Tangan Elektronik?
Passphrase terkadang muncul dalam sistem yang berkaitan dengan kriptografi atau tanda tangan elektronik. Namun, keduanya bukan istilah yang otomatis memiliki arti sama.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 yang mengubah ketentuan dalam UU ITE mengatur berbagai hal mengenai informasi elektronik, transaksi elektronik, dan tanda tangan elektronik. Ketentuan mengenai penyelenggaraan sistem elektronik juga terdapat dalam PP Nomor 71 Tahun 2019.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Membuat Passphrase
Passphrase panjang belum tentu aman jika pengguna menerapkannya dengan cara yang keliru. Ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya kamu hindari.
Pertama, jangan menyimpan kredensial di tempat yang dapat dilihat orang lain. Catatan yang ditempel di meja kerja, misalnya, dapat menjadi masalah jika orang lain bisa mengaksesnya.
Kedua, berhati-hatilah saat mengirim passphrase melalui pesan. Jangan membagikannya kepada orang lain tanpa alasan yang jelas.
Ketiga, hindari penggunaan kredensial yang sama pada banyak akun. Jika satu akun terkena kebocoran, akun lain bisa ikut menghadapi risiko.

FAQ tentang Passphrase
1. Apa perbedaan passphrase dan password?
Passphrase biasanya menggunakan beberapa kata sehingga panjangnya cenderung lebih besar. Password dapat berbentuk kombinasi huruf, angka, dan simbol dengan panjang tertentu.
Namun, setiap layanan dapat memberikan definisi dan persyaratan yang berbeda. Karena itu, selalu periksa aturan autentikasi pada layanan yang digunakan.
2. Apakah passphrase lebih aman daripada password?
Passphrase yang panjang, unik, dan sulit ditebak dapat memberikan perlindungan yang baik. Namun, tingkat keamanan tidak ditentukan oleh panjang kredensial saja.
Sistem penyimpanan, metode autentikasi, penggunaan autentikasi multifaktor, dan kebiasaan pengguna juga memiliki peran penting.
3. Bolehkah satu passphrase digunakan untuk semua akun?
Sebaiknya jangan. Gunakan kredensial berbeda pada akun yang berbeda, terutama akun yang menyimpan data penting.
Jika satu kredensial bocor, penggunaan ulang pada layanan lain dapat meningkatkan risiko akses tanpa izin. Password manager dapat menjadi pilihan untuk membantu mengelola banyak kredensial.
Kesimpulan
Passphrase adalah frasa rahasia yang digunakan untuk membantu menjaga akses terhadap akun, perangkat, sistem, atau informasi digital. Biasanya, passphrase terdiri dari beberapa kata dan dapat dilengkapi angka maupun simbol sesuai aturan layanan.
Membuatnya pun tidak sulit. Pilih kata yang tidak berkaitan dengan informasi pribadi, buat dengan panjang yang memadai, gunakan kredensial berbeda untuk akun penting, lalu aktifkan autentikasi multifaktor jika tersedia.
Untuk kebutuhan yang berkaitan dengan dokumen elektronik, keamanan informasi, atau aspek legalitas tertentu, pastikan kamu memahami fungsi passphrase pada layanan yang digunakan. Jika masih memiliki pertanyaan, kamu dapat mengklik poster yang tersedia atau tombol “KONSULTASI GRATIS” di pojok kanan website untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Ringkasan
- Passphrase adalah frasa rahasia yang digunakan untuk membantu mengamankan akses digital.
- Bentuknya biasanya terdiri dari beberapa kata dan dapat dilengkapi angka atau simbol.
- Password dan passphrase memiliki fungsi yang serupa, meskipun istilah dan aturannya dapat berbeda.
- Passphrase sebaiknya panjang, unik, dan tidak menggunakan informasi pribadi yang mudah diketahui.
- Setiap akun penting sebaiknya menggunakan kredensial yang berbeda.
- Autentikasi multifaktor dapat menambah lapisan perlindungan pada akun.
- Passphrase tidak otomatis memiliki arti yang sama dengan tanda tangan elektronik.
- Pengguna perlu mengikuti ketentuan keamanan dari layanan yang digunakan.
Referensi
- Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi
JDIH BPK RI: https://peraturan.bpk.go.id/Details/229798/uu-no-27-tahun-2022 - Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik
JDIH BPK RI: https://peraturan.bpk.go.id/Details/122030/pp-no-71-tahun-2019 - Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU ITE
JDIH BPK RI: https://peraturan.bpk.go.id/Details/274510/uu-no-1-tahun-2024 - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)
Informasi dan edukasi mengenai keamanan siber: https://www.bssn.go.id/ - Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia
Informasi mengenai kebijakan dan ekosistem digital: https://www.komdigi.go.id/





