Pajak jasa salon sering membingungkan pemilik usaha karena melibatkan pajak pusat dan pajak daerah sekaligus. Salon potong rambut biasa dan salon yang punya layanan spa bisa punya kewajiban yang berbeda.
Sebagai praktisi hukum yang kerap mendampingi pelaku UMKM, saya melihat banyak pemilik salon baru memikirkan pajak setelah usahanya ramai. Akibatnya, pembukuan berantakan dan kewajiban yang terlewat sudah menumpuk.
Singkatnya, sebagian besar salon kecil memakai PPh final UMKM sebesar 0,5 persen dari omzet. Di luar itu, ada PPh 21 untuk karyawan, pajak daerah untuk layanan tertentu, dan PPN bila omzet sudah besar.
Nah, di artikel ini kita bahas jenis pajaknya, cara menghitung, dan cara melaporkannya. Kamu juga akan tahu hal yang sering terlewat.
Gambaran Pajak Jasa Salon dan Dasar Hukumnya
Salon adalah usaha jasa perawatan rambut dan kecantikan. Penghasilannya dikenai pajak seperti usaha lain, tetapi jenis pajaknya bergantung pada skala dan layanan yang dijual.
Dasar hukum utamanya adalah Undang-Undang tentang Pajak Penghasilan dan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Ketentuan PPh final UMKM tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022.
Untuk pajak daerah, rujukannya adalah Undang-Undang tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. Tarif dan tata caranya ditetapkan lagi lewat peraturan daerah.
Secara garis besar, ada empat kelompok kewajiban yang perlu kamu pahami:
- PPh final UMKM atas omzet usaha.
- PPh 21 atas penghasilan karyawan atau kapster.
- Pajak daerah untuk layanan tertentu, seperti spa dan pijat.
- PPN, bila usahamu sudah menjadi Pengusaha Kena Pajak.
Menurut saya, kesalahan paling umum adalah menyamaratakan semua salon. Padahal, salon rumahan dan salon besar dengan layanan spa punya peta kewajiban yang berlainan.

Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS!
Pajak Jasa Salon: PPh Final UMKM 0,5 Persen
Wajib pajak dengan peredaran bruto tidak melebihi Rp4,8 miliar setahun dapat memakai tarif PPh final 0,5 persen. Pajak ini dihitung dari omzet, bukan dari laba.
Artinya, kamu tetap membayar pajak meski bulan itu keuntungan tipis. Sebaliknya, kamu tidak perlu menghitung biaya satu per satu untuk menentukan pajaknya.
Syarat dan Jangka Waktu Penggunaan
Tarif ini punya batas waktu. Wajib pajak orang pribadi dapat memakainya paling lama tujuh tahun pajak.
Wajib pajak badan berbentuk koperasi, CV, atau firma dapat memakainya paling lama empat tahun. Perseroan terbatas dapat memakainya paling lama empat tahun, sedangkan perseroan perorangan mengikuti ketentuan khusus.
Setelah batas waktu itu lewat, usaha beralih ke ketentuan umum. Pemerintah bisa mengubah masa berlaku dan insentifnya, jadi cek aturan terbaru di Direktorat Jenderal Pajak.
Wajib pajak orang pribadi juga mendapat ambang omzet Rp500 juta setahun yang tidak dikenai PPh. Pajak baru dihitung dari omzet yang melebihi angka itu.
Contoh Hitungan untuk Salon Perorangan
Misalnya, salon milik Rina mencatat omzet Rp60 juta setiap bulan. Dalam setahun, omzetnya Rp720 juta.
Omzet kumulatif Rina melewati Rp500 juta pada bulan kesembilan, yaitu menjadi Rp540 juta. Pada bulan itu, pajaknya dihitung dari kelebihan Rp40 juta, yaitu Rp200.000.
Pada bulan kesepuluh sampai kedua belas, pajaknya dihitung dari seluruh omzet bulanan. Hasilnya Rp300.000 per bulan, sehingga total pajak setahun adalah Rp1.100.000.
Hitungan ini sama dengan 0,5 persen dari Rp220 juta, yaitu omzet yang melewati ambang Rp500 juta. Angkanya fiktif dan hanya ilustrasi.
Cara Menyetor dan Melapor
Setor PPh final lewat kode billing paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. Laporkan SPT Masa paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya.
Bagi wajib pajak orang pribadi yang masih di bawah ambang, kewajiban setor belum muncul. Meski begitu, SPT Tahunan tetap wajib dilaporkan.
SPT Tahunan orang pribadi paling lambat akhir Maret, sedangkan SPT Tahunan badan paling lambat akhir April. Pelaporan ini mencantumkan penghasilan yang dikenai PPh final.
PPh 21 atas Kapster dan Karyawan Salon
Jika salon mempekerjakan karyawan, pemilik wajib memotong PPh 21 atas penghasilan mereka. Kewajiban ini tetap ada meskipun salon memakai PPh final UMKM.
PPh final UMKM adalah pajak atas omzet usaha. PPh 21 adalah pajak atas penghasilan orang yang bekerja, dan keduanya berdiri sendiri.
Perhitungan PPh 21 saat ini memakai tarif efektif rata-rata, yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168 Tahun 2023. Penghasilan di bawah batas Penghasilan Tidak Kena Pajak tidak dipotong.
Kapster dan terapis bisa punya status berbeda. Ada yang pegawai tetap, ada yang dibayar per layanan, ada pula yang memakai sistem bagi hasil.
Status ini memengaruhi cara pemotongannya. Tentukan dulu apakah hubungannya hubungan kerja atau kerja sama lepas, lalu tuangkan dalam perjanjian tertulis.
Beberapa hal yang perlu kamu siapkan:
- Data NPWP dan status perkawinan setiap karyawan.
- Slip gaji dan catatan bagi hasil yang rapi.
- Bukti potong yang diberikan kepada karyawan.
- Pelaporan SPT Masa PPh 21 setiap bulan.
Menurut pengalaman saya, salon kecil sering lupa memotong PPh 21 karena merasa gaji karyawannya kecil. Padahal, kewajiban pelaporan tetap ada walaupun nilai pajaknya nihil.
Kewajiban Lain: NIB, Reklame, dan Pencatatan
Selain pajak utama, ada kewajiban administratif yang perlu kamu perhatikan. Kewajiban ini sering memicu masalah bila diabaikan.
Pertama, miliki Nomor Induk Berusaha atau NIB melalui sistem OSS. Pastikan KBLI yang kamu pilih sesuai dengan kegiatan salon.
Kedua, daftarkan NPWP usaha dan laporkan alamat tempat usaha. Data yang akurat memudahkan pemantauan.
Ketiga, perhatikan pajak daerah lain, seperti pajak reklame untuk papan nama dan Pajak Bumi dan Bangunan atas tempat usaha. Penyewa ruko juga perlu memperhatikan PPh final atas sewa.
Penyewa berbentuk badan biasanya wajib memotong PPh final 10 persen atas uang sewa kepada pemilik bangunan. Cek ketentuan ini bila salonmu berbentuk badan dan menyewa tempat.
Keempat, selenggarakan pencatatan atau pembukuan. Pencatatan penghasilan harian membantu menghitung omzet kumulatif dengan benar.
Simpan buku, catatan, dan dokumen pendukung selama sepuluh tahun. Aturan ini ada dalam Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.
Sanksi dan Tips Menjaga Kepatuhan Pajak Salon
Keterlambatan melapor dan membayar membawa sanksi administratif. Denda SPT Masa PPh sebesar Rp100.000, dan SPT Masa PPN sebesar Rp500.000.
Keterlambatan SPT Tahunan orang pribadi dikenai denda Rp100.000, sedangkan SPT Tahunan badan Rp1.000.000. Pembayaran yang telat juga dikenai bunga.
Untuk pajak daerah, sanksinya mengikuti perda. Bentuknya bisa berupa bunga, denda, bahkan penutupan sementara usaha.
Beberapa tips praktis agar usaha tetap aman:
- Pisahkan rekening pribadi dan rekening usaha.
- Catat omzet harian dari semua layanan, termasuk transfer dan dompet digital.
- Gunakan aplikasi kasir yang bisa menghasilkan laporan bulanan.
- Buat kalender pajak untuk tanggal setor dan lapor.
- Pantau omzet kumulatif terhadap batas Rp500 juta dan Rp4,8 miliar.
- Konsultasikan skema pajak sebelum membuka layanan baru, seperti spa.
Sebagai contoh, salon yang menerima pembayaran lewat dompet digital sering lupa memasukkannya ke omzet. Padahal, pajak dihitung dari seluruh peredaran bruto.
Menurut saya, kepatuhan yang rapi justru melindungi pemilik. Saat mengajukan kredit usaha atau menjual salon, laporan pajak yang tertib menaikkan kepercayaan bank dan calon pembeli.

Layanan Pendirian PT Umum dan CV dengan Skema Bayar Setelah Jadi, Bonus Gabung Komunitas Pengusaha. KLIK DI SINI untuk KONSULTASI GRATIS!
FAQ Seputar Pajak Jasa Salon
Berapa pajak yang harus dibayar salon UMKM?
Salon dengan omzet di bawah Rp4,8 miliar setahun dapat memakai PPh final 0,5 persen dari omzet. Wajib pajak orang pribadi mendapat ambang omzet Rp500 juta yang tidak dikenai pajak.
Apakah salon harus memungut pajak dari pelanggan?
Salon konvensional umumnya tidak memungut pajak dari pelanggan, kecuali sudah menjadi PKP atau punya layanan yang masuk pajak daerah, seperti spa dan pijat. Cek perda di daerahmu.
Apakah pemilik salon wajib memotong PPh 21 karyawan?
Ya, bila ada pegawai atau penerima penghasilan yang memenuhi ketentuan. Kewajiban ini berjalan terpisah dari PPh final UMKM.
Kesimpulan
Pajak jasa salon terdiri dari PPh final UMKM 0,5 persen atas omzet, PPh 21 atas penghasilan karyawan, pajak daerah untuk layanan tertentu, dan PPN bila usaha sudah PKP. Setiap kewajiban punya dasar hukum, tenggat, dan cara pelaporan sendiri.
Dari pengalaman saya, salon yang mencatat omzet dengan disiplin dan memisahkan jenis layanannya jauh lebih tenang saat pemeriksaan. Mulailah dari pencatatan harian dan kalender pajak sederhana.
Kalau kamu ingin memastikan kewajiban pajak salonmu atau butuh bantuan menyusun perizinan dan perjanjian kerja kapster, klik poster yang tersedia atau tombol KONSULTASI GRATIS di pojok kanan website ini. Tim kami siap membantu memetakan kewajiban dan mendampingimu.
Ringkasan
- Salon UMKM dengan omzet di bawah Rp4,8 miliar dapat memakai PPh final 0,5 persen dari omzet.
- Wajib pajak orang pribadi mendapat ambang omzet Rp500 juta setahun yang tidak dikenai PPh.
- Masa penggunaan tarif final dibatasi, misalnya tujuh tahun bagi orang pribadi dan empat tahun bagi PT.
- Setor PPh final paling lambat tanggal 15 dan lapor SPT Masa paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya.
- PPh 21 atas karyawan atau kapster tetap wajib dipotong dan dilaporkan.
- Layanan spa, pijat, dan mandi uap masuk PBJT dengan tarif yang ditetapkan perda.
- Salon wajib menjadi PKP dan memungut PPN bila omzet setahun melebihi Rp4,8 miliar.
- Pencatatan rapi dan penyimpanan dokumen sepuluh tahun melindungi pemilik saat pemeriksaan.
Referensi
- Undang-Undang tentang Pajak Penghasilan beserta perubahannya melalui UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
- Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022 tentang Penyesuaian Pengaturan di Bidang Pajak Penghasilan.
- Undang-Undang tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.
- Peraturan Menteri Keuangan tentang pemotongan PPh Pasal 21 dengan tarif efektif.
- Direktorat Jenderal Pajak, pajak.go.id.





